REPOSITORY ONLINE DALAM MENDUKUNG DIGITAL ASSET MANAGEMENT INSTITUSI
F. Daftar Pustaka
Beazley, M. (2016). Eprints Institutional Repository Software: A Review.
https://journal.lib.uoguelph.ca/index.php/perj/article/view/1234/1873#.WEd35rm_KM8 diakses tangal 02 Desember 2016 (sumber artikel)
Hasugian, J. (2012) Internal Repository Pada Perguruan Tinggi. Repository USU.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39750/1/Repositori%20Institusi%20Perguruan
%20Tinggi.pdf, diakses 02 Januari 2016 (sumber artikel)
Supriyanto, W & Muhsin. (2008) Teknologi Informasi Perpustakaan. Yogyakarta: Kanisius. (sumber buku) Kommarudin, Y.T. S. (2008) Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi: Studi kasus upaya peningkatan layanan
perpustakaan universitas pendidikan indonesia dengan digital library initiative. Bandung: Program Pasca Sarjana UPI. (sumber disertasi)
Perpustakaan UPI. (2010). Optimalisasi Uploading Data Fulltext Tugas Akhir Civitas Akademika Universitas Pendidikan Indonesia dan layanan mandiri dengan RFID. Bandung: Perpustakaan Univeristas Pendidikan Indonesia (sumber laporan kegiatan)
32
Perpustakaan UPI. (2011) Peningkatan Digital Library Intitiative (DLI) UPI. Bandung: Perpustakaan Univeristas Pendidikan Indonesia (sumber laporan kegiatan)
Perpustakaan UPI. (2011) Digital Asset Management. Bandung: Perpustakaan Univeristas Pendidikan Indonesia (sumber laporan kegiatan)
Perpustakaan UPI. (2012) Alih Media Karya Tulis ilmiah (skripsi, tesis dan disertasi) dibawah 2007 dan koleksi Anti quarian (diutamakan mengandung unsur kearifan lokal/indigineous knowledge)”. Bandung:
Perpustakaan Univeristas Pendidikan Indonesia (sumber laporan kegiatan)
Perpustakaan UPI. (2013) Alih Media Karya Tulis ilmiah (skripsi, tesis dan disertasi) dibawah 2007 dan koleksi Anti quarian (diutamakan mengandung unsur kearifan lokal/indigineous knowledge)”. Bandung:
Perpustakaan Univeristas Pendidikan Indonesia (sumber laporan kegiatan)
33
APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL iJAKARTA DAN KEBERLANJUTAN PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA
Rachmi Yamini Universitas Indonesia
Depok, Jawa Barat [email protected]
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi yang marak beberapa tahun belakangan ini memberikan tantangan tersendiri bagi perpustakaan, terutama perpustakaan umum dalam memberikan layanan perpustakaan kepada pemustaka. Adanya aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta yang dikembangkan oleh Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan layanan perpustakaan tersebut. Pustakawan sebagai garda terdepan layanan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab dalam meningkatkan layanan perpustakaan, baik perpustakaan umum daerah dalam bentuk tradisional maupun perpustakaan digital. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta mengenai dampak dari aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta terhadap layanan tradisional Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, artikel ini juga mendiskusikan bagaimana keberlanjutan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta itu sendiri di masa depan dengan adanya aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara tidak terstruktur terhadap 4 (empat) orang pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Wawancara ini tidak hanya berfokus pada pandangan pustakawan terhadap Perpustakaan Digital iJakarta saja, tetapi juga terhadap keberlanjutan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta secara umum. Hasil yang didapat adalah menurut pustakawan, Perpustakaan Digital iJakarta mempengaruhi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan adanya perubahan konsep ruang fisik perpustakaan, bentuk koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan, tugas, peran, dan kompetensi pustakawan.
Perpustakaan Digital iJakarta dapat dijadikan sebagai sarana pendukung dalam pemberian layanan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Perpustakaan Digital iJakarta dianggap tidak dapat menggantikan keberadaan perpustakaan umum secara fisik dan dianggap belum memberikan dampak negatif atau tidak mengancam keberlanjutan layanan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Kata Kunci: perpustakaan digital, layanan perpustakaan, pustakawan, perpustakaan umum, perpustakaan daerah.
34 A. Pendahuluan
Pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan di antara dimensi pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka (World Commission on Environment and Development, 1987). Hal ini sejalan dengan ide perpustakaan yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tanpa mengancam generasi di masa depan (IFLA, 1995).
Masyarakat itu sendiri merupakan komunitas yang terus berkembang dan tidak statis. Kondisi, karakteristik, dan kebutuhan masyarakat terus berubah seiring zaman dan semakin kompleks.
Selama beberapa tahun belakangan ini, beberapa perubahan besar juga turut mempengaruhi masyarakat Indonesia dan perpustakaan umum, khususnya Provinsi DKI Jakarta sebagai ibukota negara.
Perubahan ini mencakup perkembangan teknologi, munculnya lingkungan digital, globalisasi, dan munculnya masyarakat yang multi budaya. Tantangan bagi perpustakaan umum dalam menghadapi perubahan tersebut adalah dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan memenuhi kebutuhan tersebut. Terkadang, sebagai upaya dalam menghadapi tantangan tersebut, perpustakaan umum cenderung terkesan terburu-buru dan berlebihan dalam mengikuti tren sehingga melenceng dari misi dan visi perpustakaan umum itu sendiri. Saat peningkatan layanan perpustakaan terkesan dipaksakan, risiko yang ada adalah perpustakaan mungkin melupakan fungsi utamanya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perpustakaan umum menyediakan berbagai macam layanan perpustakaan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga penting bagi perpustakaan untuk mengetahui tidak hanya apakah masyarakat telah terpenuhi kebutuhannya dan mendapatkan keuntungan dari adanya layanan perpustakaan, tetapi juga apakah perpustakaan itu sendiri terkena dampak dari penyediaan layanan tersebut. Bagaimana masyarakat berkembang dan berkelanjutan akan mempengaruhi bagaimana keberlanjutan perpustakaan umum dalam memberikan layanannya terhadap masyarakat tersebut. Hal ini juga akan mempengaruhi bagaimana mempertahankan pembangunan berkelanjutan dari perpustakaan umum. Perpustakaan umum bertujuan untuk melayani masyarakat secara luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membeda-bedakan masyarakat, tanpa harus mengorbankan perpustakaan itu sendiri, dan tanpa mengancam kesempatan generasi yang akan datang dalam memanfaatkan perpustakaan.
Dengan adanya perkembangan yang terjadi terus menerus dengan apa yang disebut masyarakat digital saat ini, praktek dalam ilmu informasi yang baru, literasi informasi baru, dan kebutuhan informasi yang baru telah muncul. Untuk menghadapi tantangan ini, perpustakaan perlu menyediakan berbagai macam layanan digital yang berbeda (McClure dan Jaeger, 2009). Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Aksaramaya mengembangkan suatu aplikasi Perpustakaan Digital yang dinamakan iJakarta. Tujuan pengembangan aplikasi iJakarta ini adalah untuk memberikan layanan perpustakaan kepada pemustaka seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Layanan yang diberikan dalam aplikasi ini menunjukkan tantangan bagi layanan perpustakaan umum tradisional, sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana perpustakaan umum mungkin terpengaruh oleh layanan baru ini pada akhirnya.
Dalam artikel ini, pertanyaan tersebut akan dijawab dari sudut pandang pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan perpustakaan.
Layanan perpustakaan merupakan ujung tombak perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepuasan pemustaka seringkali diukur dari baik dan buruknya layanan yang diberikan kepada pemustaka.
35
Pustakawan sebagai orang yang memberikan layanan informasi dan secara langsung berhubungan dengan pemustaka merupakan garda terdepan dalam memberikan layanan perpustakaan. Oleh karena itu, pandangan, komptensi, serta keahlian pustakawan sangat mempengaruhi kualitas layanan perpustakaan yang diberikan kepada pemustaka.
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan pustakawan Provinsi DKI Jakarta dalam melihat dampak aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta terhadap layanan tradisional Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dan untuk mendiskusikan bagaimana dampak tersebut mempengaruhi keberlanjutan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta itu sendiri di masa depan.
Tujuan artikel ini dapat dicapai dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:
1. Menurut pustakawan, bagaimana aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta mempengaruhi layanan perpustakaan umum?
2. Berdasarkan jawaban dari pertanyaan tersebut, bagaimana kemungkinan keberlanjutan perpustakaan umum dengan adanya aplikasi perpustakaan digital tersebut?
B. Metode
Analisis pada artikel ini dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dengan cara wawancara semi terstruktur terhadap 4 (empat) pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Pertanyaan wawancara terdiri dari pertanyaan terbuka dan tertutup yang telah dirumuskan sebelumnya dan mencakup beberapa topik pertanyaan berbeda, misalnya tentang pandangan pustakawan terhadap tugas pustakawan dan peran Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta terhadap masyarakat Provinsi DKI Jakarta secara khusus dan masyarakat Indonesia secara luas, pentingnya ruang fisik perpustakaan dan pengembangan layanan perpustakaan digital pada aplikasi iJakarta. Pertanyaan lanjutan juga diberikan yang tergantung pada jawaban para informan. Selama wawancara berlangsung, proses tanya jawab berkisar pada apa peran layanan perpustakaan digital iJakarta terhadap masyarakat dan apa peran perpustakaan digital iJakarta terhadap layanan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta itu sendiri dalam hal ini bagaimana perpustakaan digital iJakarta mempengaruhi perpustakaan. Hal tersebut merupakan fokus bahasan utama dalam artikel ini.
Wawancara dilakukan secara langsung, melalui telepon, dan aplikasi WhatsApp. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kemudian 3 tema besar diidentifikasi untuk kemudian dibahas. Informan dalam artikel ini merujuk pada pustakawan.
C. Hasil dan Pembahasan
Perpustakaan dan pembangunan keberlanjutan memiliki kaitan yang sangat erat dengan masyarakat.
Saat membahas hubungan antara perpustakaan dan pembangunan keberlanjutan, hal ini berarti perpustakaan harus dapat menjalankan pembangunan berkelanjutan terhadap lingkungan melalui kegiatan perpustakaan, layanan perpustakaan, dan rancang bangun fisik perpustakaan yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu keberlanjutan dalam perpustakaan dapat juga berarti mempertahankan dan melindungi informasi untuk generasi masa depan.
Menurut Coblentz (2002), terdapat 3 aspek penting yang mendukung keberlanjutan suatu organisasi, dalam hal ini, perpustakaan umum, yaitu: tujuan yang jelas, memenuhi kepuasan konsumen, dan melek finansial. Salah satu tujuan dalam artikel ini adalah menjawab pertanyaan bagaimana, berdasarkan pandangan pustakawan, perpustakaan digital iJakarta dapat memberikan dampak bagi keberlangsungan Perpustakaan
36
Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan konsep keberlanjutan organisasi oleh Coblentz tersebut, maka ketiga aspek tersebut dapat dikatakan merupakan aspek-aspek yang terkena dampak oleh adanya perpustakaan digital iJakarta.
1. Tujuan yang jelas
Salah satu prasyarat untuk keberlanjutan organisasi adalah adanya misi yang mencakup mengapa organisasi ada dan apa tujuan yang ingin dicapai. Jika suatu organisasi tidak memiliki misi yang jelas dalam kegiatan operasionalnya, maka meskipun mungkin organisasi tersebut dapat memenuhi kebutuhannya saat ini, tetapi akan ada risiko di mana organisasi tersebut mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhannya di masa depan dan kehilangan arah tujuan. Hal ini dapat mengancam kelangsungan dan keberlanjutan suatu organisasi.
Tujuan perpustakaan umum dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan adalah memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemustaka dalam perpustakaan umum tersebut merupakan masyarakat luas tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Sedangkan perpustakaan digital menurut Digital Library Association (dalam Shiri, 2003) adalah menyediakan sumber daya, akses intelektual koleksi digital dari waktu ke waktu untuk digunakan masyarakat. Berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan perpustakaan umum maupun perpustakaan digital adalah memberikan informasi kepada masyarakat, apapun bentuk koleksi yang tersedia, dan kepada siapapun yang membutuhkan.
Bagaimana tujuan tersebut dapat dilaksanakan secara nyata oleh pustakawan dan metode apa yang paling tepat untuk digunakan, tergantung pada kebutuhan masyarakat yang karakteristiknya juga sangat bervariasi. Munculnya teknologi baru yang berkembang secara pesat tidak hanya bisa menimbulkan adanya kebutuhan baru di masyarakat tetapi juga memberikan tantangan dan kemungkinkan-kemungkinan yang baru bagi perpustakaan umum. Perpustakaan umum tentunya perlu merespon dan menindaklanjuti perubahan yang terjadi pada masyarakat. Bagaimana situasi dan kondisi yang ada pada masyarakat saat ini juga mempengaruhi perubahan peran dan aktivitas perpustakaan umum meskipun tujuan perpustakaan umum akan tetap sama.
2. Memenuhi harapan konsumen
Komitmen staf organisasi terhadap tujuan organisasi yang terwujud dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya juga menentukan sebagai prasyarat untuk keberlanjutan organsiasi. Perilaku staf dalam melayani pelanggan juga harus sesuai dengan kode etik yang mencerminkan tujuan organisasi, karena kesuksesan suatu organisasi bergantung pada kepuasan pelanggannya.
Petugas perpustakaan dan pustakawan perpustakaan umum dalam hal ini harus dapat bertindak dan berperilaku secara etis dalam pandangan pemustaka. Keberlanjutan perpustakaan umum bergantung pada perilaku dan tindakan pustakawan dalam memperlakukan dan melayani pemustaka sesuai dengan kebutuhan dan harapan pemustaka. Hal ini bisa jadi berarti bahwa tindakan pustakawan berlawanan dengan harapan pemustaka dan hal tersebut memungkinkan perpustakaan tidak dapat bertahan atau melanjutkan kegiatannya. Layanan yang dari staf perpustakaan merupakan sesuaitu yang dinilai tinggi oleh pemustaka yang mengharapkan layanan baik (Pors, dalam Michnik, 2014). Selain itu, tugas pustakawan adalah memberikan dan memfasilitasi akses informasi kepada masyarakat secara sama dan setara, tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi.
Berarti pustakawan harus terus beradaptasi terhadap perubahan yang terus terjadi, termasuk penguasaan terhadap informasi dan pengetahuan terkini serta perkembangan teknologi yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan tersendiri.
37 3. Kebebasan secara finansial.
Organisasi yang berkelanjutan secara finansial adalah organisasi yang memiliki pemahaman dan pengawasan terhadap sumber keuangannya (Michnik, 2014). Maksudnya adalah pemahaman dan pengawasan terhadap asal muasal sumber keuangannya; apa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang; bagaimana mendapatkan sumber keuangan lain;
serta apa sumber lainnya tersebut. Perpustakaan dibiayai oleh organisasi induknya, artinya perpustakaan harus dapat bermanfaat dan dirasakan manfaatnya oleh anggota organisasi tersebut.
Pengembangan dan penyediaan layanan digital juga memerlukan biaya perpustakaan yang cukup besar. Sehingga hal ini memerlukan perencanaan dan eksekusi yang matang. Layanan digital yang disediakan oleh Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta berupa e-book, e-journal, maupun aplikasi perpustakaan digital iJakarta. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dibiayai oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, yang dananya berasal dari masyarakat.
Artinya, bila masyarakat luas tidak memanfaatkan perpustakaan umum atau tidak dapat merasakan manfaat perpustakaan umum, maka risiko yang dihadapi adalah keberadaan perpustakaan umum tidak lagi dianggap penting dan perlu di tengah-tengah masyarakat. Sehingga dukungan dana yang diterima oleh perpustakaan umum akan berkurang sedikit demi sedikit karena dianggap sebagai pemborosan uang negara.
Dalam pengembangan dan pemanfaatan aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta, pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta berperan dalam melakukan promosi dan pengenalan umum terhadap aplikasi tersebut kepada masyarakat luas. Berdasarkan hasil wawancara, informan secara umum memiliki pandangan dan harapan yang positif terhadap aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta. Mereka melihat aplikasi tersebut sebagai bagian dari layanan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berusaha untuk memberikan layanan perpustakaan kepada masyarakat dengan mengikuti perkembangan masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan adanya aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta, pemustaka dapat meminjam dan membaca buku digital tanpa perlu mendatangi perpustakaan secara langsung. Mereka dapat melakukannya di mana saja dan di mana saja hanya dengan bermodalkan gadget dan koneksi internet.
Selain itu, pemustaka dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan pemustaka lainnya layaknya dalam media sosial, dengan berteman, memberikan komentar, dan memberikan rekomendasi terhadap buku yang dianggapnya menarik untuk dibaca oleh orang lain. Fitur terbaru dalam aplikasi iJakarta adalah pemustaka dapat memberikan donasi dengan membayarkan sejumlah uang senilai harga buku yang ingin didonasikan agar dapat dibaca oleh pemustaka lainnya apabila buku tersebut memiliki antrian pembaca.
Meskipun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa aplikasi iJakarta dapat meningkatkan minat baca masyarakat, akan tetapi hal ini merupakan tujuan dan harapan utama dalam pengembangan aplikasi ini.
Dengan segala kemudahan dan fitur yang diberikan oleh aplikasi iJakarta, masyarakat yang sudah biasa menggunakan gadget diharapkan menjadi terbiasa untuk membaca buku di manapun dan kapanpun. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat tidak hanya masyarakat Provinsi DKI Jakarta saja, tetapi juga masyarakat di seluruh Indonesia.
Informan melihat saat ini aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta belum memberikan dampak, baik positif maupun negatif yang signifikan bagi masyarakat, pustakawan, maupun Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta itu sendiri. Hal ini dikarenakan aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta masih terus dikembangkan untuk menjadi lebih baik lagi dan pemanfaatan aplikasi ini masih belum terlihat maksimal sesuai harapan. Meskipun begitu, tetap ada tantangan yang akan dihadapi dan ada beberapa hal yang akan
38
bergeser walaupun tidak dalam waktu dekat dan bukan berarti berubah secara signifikan. Beberapa hal tersebut di antaranya:
1. Koleksi perpustakaan
Saat koleksi perpustakaan nantinya lebih banyak dilayankan dalam bentuk non tercetak atau digital, maka fungsi koleksi perpustakaan dalam bentuk tercetak lebih ke arah fungsi deposit, pelestarian budaya, sejarah, dan penelitian. Untuk dapat melaksanakan fungsi-fungsi tersebut tentu memiliki tantangan dan konsekuensi tersendiri yang perlu dipahami oleh manajemen perpustakaan umum.
2. Kompetensi pustakawan
Pustakawan mau tidak mau harus dapat mengembangan kompetensi dalam dirinya secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal keilmuan dalam bidang perpustakaan dan informasi harus terus diperkuat dan mengikuti perkembangan yang ada. Secara horizontal, ilmu perpustakaan dan informasi yang dimiliki harus dapat disinergikan dengan bidang ilmu lain sesuai dengan perkembangan zaman. Pustakawan juga dituntut untuk dapat menjadi pustakawan referensi yang lebih aktif dan interaktif dengan menggunakan aplikasi iJakarta.
3. Pengembangan dan fungsi perpustakaan umum
Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta juga secara tidak langsung dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini dan mengikuti tren yang terjadi pada masayarakat luas sehingga dapat terus memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan umum juga dituntut untuk dapat memberikan layanan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien, apapun jenis layanan dan jenis informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Perpustakaan umum sebagai ruang fisik nantinya akan memiliki fungsi sebagai ruang publik, sebagai tempat diskusi, pertemuan berbagai sumber informasi dan pengguna informasi, dan berbagai aktivitas pertukaran informasi lain yang tidak terbatas pada fungsi fisik yang ada saat ini.
Masyarakat yang ada saat ini tidak semuanya terbiasa dengan gadget dan dapat memanfaatkan aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta. Keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi hambatan dalam pemanfaatan aplikasi ini. Beberapa masyarakat, khususnya masyarakat digital immigrants, masih merasa lebih nyaman untuk membaca buku yang secara fisik berbasis kertas. Mereka menganggap bersosialisasi dengan melakukan tatap muka secara langsung lebih etis dan nyata dibandingkan dengan bersosialisasi melalui media sosial. Oleh karena itu, informan berpendapat bahwa secara fisik perpustakaan umum merupakan ruang publik yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat dan keberadaan aplikasi iJakarta tetap tidak dapat menggantikan keberadaan perpustakaan umum secara fisik. Meskipun perpustakaan umum dan aplikasi perpustakaan digital memiliki tujuan yang sama, tetapi mereka tetap memiliki fungsi dan sasaran yang berbeda. Maka keberadaan keduanya sangat penting untuk saling mendukung dan melengkapi, tetapi bukan untuk saling menggantikan.
D. Simpulan dan Rekomendasi
Berbagai pendapat dan pandangan diberikan oleh pustakawan dalam melihat bagaimana aplikasi Perpustakaan Digital iJakarta memberikan dampak bagi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Kesamaan secara umum, pustakawan berpendapat bahwa saat ini aplikasi iJakarta belum memberikan dampak
39
yang berarti bagi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Namun, aplikasi iJakarta memberikan tantangan tersendiri bagi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu dalam perubahan fungsi koleksi perpustakaan tercetak, peningkatan kompetensi pustakawan, dan pengembangan serta fungsi perpustakaan umum. Bagaimana tantangan tersebut memberikan dampak bagi keberlangsungan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta?
Tujuan perpustakaan umum dan aplikasi iJakarta dapat dikatakan sama-sama bertujuan untuk memberikan layanan informasi terbaik bagi masyarakat dengan sama dan setara. Namun, fungsi dan sasaran masyarakat/pemustaka kedua perpustakaan ini berbeda. Oleh karena itu, keberadaan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Perpustakaan Digital iJakarta masing-masing sangat penting untuk saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, bukan untuk saling menggantikan. Untuk mempertahankan keberlanjutan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Perpustakaan Digital iJakarta, maka memerlukan dukungan dan peran pustakawan dan manajemen perpustakaan untuk menghadapi dan menangani tantangan yang akan dihadapi.
E. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada para pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta atas kesediaannya berpartisipasi sebagai informan dalam penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa berpartisipasi dalam acara ini.
F. Daftar Pustaka
Coblentz, J.B. (2002). Organizational Sustainability: The Three Aspects That Matter. ERNWACA’s first Strategy Session, Dakar.
International Federation of Library Association. (1995). IFLA/UNESCO Public Library Manifesto. Hague:
IFLA.
McClure, C.R. and Jaeger, P.T. (2009). Public Libraries and Internet Service Roles: Measuring and Maximizing Internet Services. Chicago: American Library Association.
Michnik, Katarina. (2014). Public Libraries Digital Services and Sustainability Issues. The Bottom Line:
Managing Library Finances, Vol. 28 No. 1/2, 2015.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Kearsipan.
Shiri, A. (2003). Digital Library Research: Current Development and Trends. Library Review 52 (5): 198-202.
World Commission on Environment and Development. (1987). Our Common Future. Oxford: Oxford University Press.
40
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN VIRTUAL UNTUK ANAK DAN REMAJA