PERANCANGAN PERPUSTAKAAN VIRTUAL UNTUK ANAK DAN REMAJA DI MUSEUM PENDIDIKAN NASIONAL UPI
4. Infrastruktur (Infrastructure) yang ramah anak-remaja, termasuk bagi mereka yang notabene anak- anak-remaja berkebutuhan khusus
4. Infrastruktur (Infrastructure) yang ramah remaja, termasuk bagi mereka yang notabene anak-remaja berkebutuhan khusus.
a. Museum harus menyediakan berbagai platform yang diperlukan sebagai penunjang fasilitas layanan terhadap penggunanya
b. Melakukan upaya pelestarian terhadap koleksi virtual yang telah dibangun
c. Membangun modul arsitektur objek yang dapat mendukung terhadap pengembangan konten informasi yang disajikan secara virtual. Pada masa pengembangannya, perpustakaan virtual bagi anak-remaja di museum pendidikan nasional dapat mewakili berbagai aktivitas pameran online koleksi yang yang lebih besar dengan melibatkan berbagai pihak baik secara internal di lembaga maupun pihak luar seperti komunitas museum dan individu professional terkait.
5. Berkelanjutan (Sustainability), mudah dalam implementasi dan pengembangan sistem dan memudahkan dalam perawatan (maintenance).
44
a. Museum pendidikan nasional UPI menjadi salah satu lembaga pionir dalam menyebarluaskan informasi dan pengetahuan sejarah pendidikan kepada bangsa Indonesia, sehingga harus selalu menjadi penghubung yang konsisten terhadap komunitas penggunanya.
b. Selalu melakukan evaluasi terhadap khalayak pengguna online sehingga menjadi masukan untuk kebermanfaatan dan keberlangsungan generasi muda berikutnya.
c. Mengadopsi perkembangan setiap standar protokol yang dapat diterima secara luas oleh para penggunanya dalam hal mengakses informasi dan pengetahuan, sehingga akan menentukan interoperabilitas di waktu mendatang.
d. Perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat sehingga meningkatkan pemahaman dan keyakinan terhadap fasilitas perpustakaan virtual yang telah dirancang, dibangun dan dikembangkan di museum pendidikan nasional UPI.
Tujuan dari memahami kunci teknis di atas agar lembaga pengelola museum dapat mengidentifikasi mengenai perkembangan yang dilakukan hingga beberapa tahun ke depan dalam upaya pemanfaatan perpustakaan museum virtual yang sudah dibangun.
Hasil Utama Rancang Bangun Sistem
Adapun hasil utama rancang bangun sistem ini adalah :
1. Beroperasinya sistem perpustakaan museum virtual yang bisa diakses secara online melalui jaringan lokal dan offline oleh seluruh pejabat dan staf internal. Sehingga, berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan seluruh informasi dan dokumen yang berhubungan dengan kinerja lembaga yang tersedia di dalamnya.
2. Staf yang bertugas mengelola informasi perpustakaan virtual di museum pendidikan nasional UPI dapat memanfaatkan sistem sebagai sarana edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat penggunanya (terutama anak dan remaja).
3. Tersedianya fasilitas media informasi dan pengetahuan seputar sejarah dan perkembangan pendidikan nasional di nusantara yang terbaru tanpa batasan ruang dan waktu dalam pemanfaatannya.
Keluaran Perancangan Sistem Perpustakaan Virtual di Museum Pendidikan Nasional UPI
Hasil kajian terhadap perancangan perpustakaan virtual untuk anak dan remaja di Museum Pendidikan Nasional UPI menghasilkan keluaran berbentuk upaya pendampingan dan pemeliharaan yang rencananya berupa:
1. Media Pengemasan Perpustakaan Museum Virtual
Media pengemasan perpustakaan virtual bagi anak-remaja di museum pendidikan nasional dalam bentuk digital akan diserahkan kepada museum untuk kebutuhan publikasi yang akan dijalankan melalui server yang tersedia dalam bentuk media CD/DVD. Dalam media CD/DVD aplikasi terkompilasi dalam format HTML.
Media yang menjadi sumber data sistem yang akan digunakan untuk kebutuhan publikasi digital dapat diakses melalui jaringan online di alamat website khusus. Sebagai contoh http://museumpendidikannasional.indonesiaheritage.org. Atau dapat pula secara independen terintegrasi melalui portal website UPI. http://museumpendidikannasional.upi.edu.
45
Penyimpanan back up file master yang tersimpan dalam media DVD untuk hasil alih media digital dengan resolusi tinggi sebagai kebutuhan bila ada kerusakan file guna kebutuhan publikasi.
2. Support System (Sistem Pendukung)
Dukungan sistem diperlukan agar berjalan sesuai harapan. Seringkali terjadi pada aplikasi automasi perpustakaan, sistem yang dibeli dan diterapkan minim dukungan, sehingga jika terjadi kerusakan sistem, tidak bisa digunakan dan aktivitas layanan lumpuh. Oleh karena itu diperlukan tim yang memberikan jasa terhadap sistem pendukung, meliputi:
a. Jasa Implementasi (instalasi aplikasi, set up database dan konversi data) yang meliputi:
Memasang dan membentuk (setting) parameter untuk operasi aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan virtual di museum pendidikan nasional UPI.
Instalasi dan Tunning Metadata di platform Windows atau Linux.
Mengonversikan keseluruhan database hasil proses pembuatan objek digital bahan pustaka ke database yang tersedia pada sistem Perpustakaan Virtual Museum Pendidikan Nasional UPI.
b. Jasa Maintenance yang meliputi:
Pendampingan selama jalannya penggunaan sistem aplikasi.
Garansi untuk aplikasi produk layanan selama 1 tahun, seperti yang telah diberlakukan di heikelmedia cipta solusi.
Tahapan Perancangan Perpustakaan Virtual Anak-Remaja di Museum Pendidikan Nasional UPI Rencana program perancangan sebagai tahapan pelaksanaan proyek rancang bangun sistem secara keseluruhan meliputi tahapan sebagai berikut:
Tabel 1
Tahapan Perancangan Sistem
Tahap Hasil
Persiapan dan perancangan Manajemen proyek dan organisasi
Definisi masalah, maksud, dan tujuan
Kerangka kerja, estimasi waktu dan biaya
Survei Survei pada 8 Fakultas, 1 sekolah pasca
sarjana, kampus upi daerah, dan 1 sekolah laboratorium di UPI.
Survei pengguna aktual & potensial dari museum pendidikan nasional UPI
Survei narasumber dan profesional di bidang arsitektur, animasi, desain visual, dan praktisi IT.
Analisis sumber daya dan kebutuhan
Analisis data dan informasi
46
Analisis sistem berjalan
User Requirement (specification requirement software dokument)
Desain Menyusun logika kerja sistem (design
thinking)
Desain data, tabel, database, relasi dan metadata
Desain input, proses, output
Spesifikasi peralatan dan perangkat lunak yang diperlukan
Sesuai bagi anak-remaja
Pembangunan Proses alih media dan pemotretan
Proses pengeditan bahan objek konten informasi
Pembuatan aplikasi sistem
Content prototype Mock up pengemasan sistem
Tampilan format metadata dan tampilan sistem yang diperlukan (ramah anak-remaja)
Testing Tes sistem keseluruhan
Evaluasi, perbaikan.
Penyerahan hasil Penyerahan media pengemasan untuk
bahan publikasi
Sosialisasi
pemeliharaan
Sumber: Konstruksi penulis, 2016; heikelmedia, 2016
Gambar 1
Contoh Tampilan Koleksi 3D-Virtual
47 Gambar 2
Contoh Tampilan Virtual Tour Situs Taman Sari
Gambar 3
48
Contoh Tampilan Museum Virtual Nasional RI
Perpustakaan virtual bagi anak dan remaja di Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia rencananya akan dirancang seolah anak-remaja berkunjung langsung ke museum dengan memasuki setiap sudut museum dan mengetahui koleksi apa saja yang ada dalam pameran museum juga buku atau koleksi perpustakaan yang terkait dengan informasi koleksi museum. Semua menggunakan navigasi virtual tour seperti gambar di atas.
Virtual tour tersebut dilengkapi karakter animasi agar mampu menyampaikan gambaran baru tentang perpustakaan dan aktivitas komunikasi (mendengar, menyimak, membaca, menulis, dan mepresentasikan kembali) tanpa menghilangkan esensi ilmu kepustakakaan di dalamnya, sehingga anak-remaja lebih memahami informasi sesederhana mungkin namun tetap berbobot lewat penyampaian bercerita.
Penggambaran karakter ini merujuk pada hasil adaptasi bahasa rupa dalam konsep visual. (Agustina, 2014) Tabel 2
Adaptasi Bahasa Rupa dalam Konsep Visual
Cara Gambar Sudut Pandang Ukuran Gaya Gambar
Warna lembut, bentuk halus
Anak Remaja
Seluruh tubuh Bahasa rupa modern tidak realis Sumber: Agustina, 2014
Dengan demikian, ahli yang dapat terlibat dalam aplikasi sistem antara lain ahli fotografi, ahli programmer, ahli analisis sistem, ahli desain multimedia, praktisi anak-remaja, dalam koordinasi kepala museum dan pustakawan museum, ketua tim internal dan direksi konsultan melalui manajer proyek/ ketua tim pelaksana ahli aplikasi sistem, beserta tenaga pendukung lainnya.
Diskusi lanjutan terkait rancang bangun sistem perpustakaan virtual untuk anak-remaja di museum pendidikan nasional UPI dapat menitikberatkan pada tahapan dan langkah teknis, antara lain terkait survei pengguna perpustakaan museum virtual, survei dan pemetaan lokasi gedung dan ruang pameran di museum, ruang perpustakaan dan lainnya, pemotretan 3600 ruang pameran koleksi Museum Pendidikan Nasional berdasarkan denah yang ada, pemilahan dan pengeditan gambar foto yang dihasilkan, pembuatan animasi virtual 3600 ruang pameran koleksi dan gedung, alih media digital dan pembuatan animasi dalam format 2 dimensi dan 3 dimensi masing-masing objek koleksi museum, pengemasan konten multimedia interaktif untuk setiap informasi objek koleksi museum, pembuatan desain dan mock up sistem aplikasi perpustakaan museum virtual, publikasi online melalui portal web internal museum yang terintegrasi dengan portal Indonesia heritage digital library. Dukungan referensi dapat mengacu pada museum, libraries and 21st Century Skills dari Institute of Museum and Library Services.
D. Simpulan dan Rekomendasi
Secara garis besar kajian perancangan perpustakaan virtual bagi anak-remaja di Museum Pendidikan Nasional UPI bertujuan untuk membuka peluang pengembangan museum virtual sehingga meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan lembaga. Perancangan berisi kajian konsep solusi sistem, hasil yang diperoleh
49
serta metode pelaksanaan perancangan. Secara teknis berfokus pada pengguna, desain antar muka, muatan isi informasi, infrastruktur, dan berkelanjutan.
Kelima kunci tersebut dikembangkan berdasarkan teknologi informasi terkini sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang didukung oleh kemampuan dan keahlian bidang untuk melaksanakan perancangan sistem ini. Keterbatasan kajian perancangan ini terletak pada spesifikasi karakter anak-remaja pada masing-masing kunci yang belum detil dikaji.
Apabila perancangan proyek rancang bangun sistem Perpustakaan Virtual Anak-Remaja di Museum Pendidikan Nasional UPI akan dilanjutkan, diharapkan disertai komitmen pengambil kebijakan, kemampuan SDM dalam menjaga komitmen sepanjang pelaksanaan rancang bangun sistem, serta partisipasi unit kerja di 8 fakultas, 1 sekolah pasca sarjana, kampus upi daerah, dan 1 sekolah laboratorium di UPI diharapkan dapat mendukung terlaksananya implementasi rancang bangun sistem ini.
Menggandeng program CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan bidang garapan perancangan ini mutlak diperlukan, terutama untuk mendukung pendanaan dan infrastruktur.
E. Ucapan Terima Kasih
Melalui bagian ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bekerjasama membantu pelaksanaan kajian awal perancangan perpustakaan virtual bagi anak dan remaja di museum pendidikan nasional UPI, heikelmedia cipta solusi atas bahan dan sarana penelitian. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Arif Zakaria, seorang information & documentation Specialist sekaligus informan yang telah banyak berdiskusi, bertukar ide dan pemikiran dengan penulis selama penyusunan makalah ini, sehingga membuat makalah ini lebih kaya pengalaman. Tidak lupa, kepada komite, tim penelaah dari seminar nasional SliMS Commeet West Java 2016 atas penerimaan makalah ini.
F. Daftar Pustaka
Agrawal. (1977). Care and Preservation of Museum Object, National Research Laboratory for Conservation, New Delhi.
Agustina, Susanti & Rohanda. (2010). Hasil Kajian Kelembagaan Pengelolaan Museum Minyak dan Gas Bumi, Graha Widya Patra (Gawitra) tidak diterbitkan, Jakarta: Ditjen Migas Departemen ESDM.
Agustina, Susanti. Erwina, Wina. (2016). Marketing of Cilembu Sweet Potato Seeds in the Cybernetics Era through the Content of Dongeng Hui Cilembu : A Study of Ethnostorytelling at Cilembu Village, Sumedang, West Java. http://www.atlantis-press.com/php/pub.php?publication=imm-16.
Doi:10.2991/imm-16.2016.4/ 978-94-6252-264-0/2352-5428. Page.20-24.
Agustina, Susanti. (2014). Pengenalan Perpustakaan dan Automasi Perpustakaan Pada Anak Melalui Digital Interaktif Story telling. Makalah tidak dipublikasikan.
21st Century Skills, Education & Competitiveness, Report. (2008). Tucson: Partnership for 21 st Century Skills.
Heikelmedia cipta solusi. (2015). Analisa dan Desain Pembuatan Virtual Museum. Bandung: Heikelmedia.CV.
Kemendikbud. (2010). UU No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Diakses tanggal: 01 Desember 2016, dari: http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/siteregnas/public/informasi/downloadfile/
50
MANAJEMEN BANDWIDTH LAYANAN HOTSPOT UNTUK PEMUSTAKA DI