Adiwiganda, R., A. Purba, dan Z. Poeloengan. 1996. Pengolahan Tanah Areal Peremajaan Kelapa Sawit Berdasarkan Sifat Tanah Pada Tingkat Sub Grup (Macam). Warta PPKS 4(1):9-22.
Atman. 2009. Strategi Peningkatan Produksi Kedelai di Indonesia. Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jurnal Ilmiah Tambua 8(1): 39-45.
Badan Pusat Statistik, 2017. Produksi Kedelai. Di akses dari http://www.bps.go.id. [di akses pada 2 April 2018]
Balai Penelitian Tanah. 2005. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk.
Bogor: Pusat Penelitian dan Tanah Agroklimat. Departemen Pertanian.
215 hal.
Bardgett, R. 2005. The Biology of Soil-Acommunity and Ecosystem Approach.
Oxford university Press Inc., New York.
Budianta, D. dan D. Ristiani. 2013. Pengelolaan Kesuburan Tanah Mendukung Pelestarian Sumberdaya Lahan dan Lingkungan. 196 hal.
Carter, M.R., 2001. Critical Level of Soil Organic Matter: the Evidence for England and Wales. Dalam: R.M. Rees et al., (eds) Sustainable Management of Soil Organic Matter. CAB Int., Wallingford, UK. p 9-23.
Damanik, M. M. B., B. E. Hasibuan, Fauzi, Sarifuddin dan H. Hanum, 2011.
Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.
Fahmissidqi, D. 2016. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Fungi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kedelai (Glycine max L. (Marr.). Jurnal Agroekotek 8(1): 47 – 55.
Fauzi, A. dan F. Puspita. 2017. Pemberian Kompos TKKS Dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama. Jom Faperta 2(4):1-12.
Fitriatin, B. M., A. Yuniarti, O. Mulyani, F. S. Fauziah, dan M. D. Tiara. 2009.
Pengarih Mikroba Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap P Tersedia, Aktivitas Fosfatase, P Tanaman dan Hasil Padi Gogo pada Ultisol. Jurnal Agrikultura 20(3):210-215.
Halis, P. Murni dan A. B. Fitria. 2008. Pengaruh Jenis dan Dosis Cendawan Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Cabai (Capsicum annuum L.) pada Tanah Ultisol. Jurnal Biospeciese 1(2):59-62.
Hanafiah, A. S., T. Sabrina, dan H. Guchi. 2009. Biologi dan Ekologi Tanah.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Haris, A. dan A. M. Adnan. 2000. Mikoriza dan Manfaatnya. Balai Penelitian Tanaman Serelia. Prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVI Komda Sul-Sel.
Herviyanti, A., F., Sofyani, R. Darmawan, Gusnidar dan A. Saidi. 2012. Pengaruh Pemberian Bahan Humat dari Ekstrak Batubara Muda (Subbituminus) dan Pupuk P terhadap Sifat Kimia Ultisol serta Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.). Jurnal Solum 11(1):15-24.
Huntington, T. G. 2007. Available Water Capacity and Soil Organic Matter.
Encyclopedia of Soil Science.
Kabirun, S. 2002. Tanggapan Padi Gogo terhadap Inokulasi Jamur Mikoriza Arbuskula dan Pemupukan Fosfat di Entisol. Jurnal Ilmu Tanah Lingkungan 3(2) : 49-56.
Kementan. 2016. Outlook Komoditas Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian.
Jakarta.
Malik, M., K. F. Hidayat, S. Yusnaini dan M.V. Rini. 2017. Pengaruh Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kandang dengan Berbagai Dosis terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) Pada Ultisol. Jurnal Agrotek Tropika 5(2) : 63-67.
Masria. 2015. Jurnal Peranan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) untuk Meningkatkan Resistensi Tanaman terhadap Cekaman Kekeringan dan Ketersediaan P pada Lahan Kering. Jurnal Partner 15(1) : 48-56.
Minasny, B. And A. B McBratney. 2017. Limited Effect of Organic Matter on Soil Available Water Capacity. European Journal of Soil Science. 39-47.
Mujib, M., D. Setya, dan S. Arimurti. 2006. Efektifitas Bakteri Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap Tanaman Jagung (Zea mays) pada Tanah Masam.
http://www.unej.ac.id/fakultas/mipa/skripsi/biologi/mujib.Pdf. Hal 2-3.
Mulyani. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Mulyani, A., A. Rachman., dan A. Dairah. 2010. Penyebaran Lahan Masam, Potensi dan Ketersediaannya Untuk Pengembangan Pertanian. dalam Prosiding Simposium Nasional Pendayagunaan Tanah Masam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor. Hal: 23-34.
Musfal. 2010. Potensi Fungi Mikoriza Arbuskular untuk Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Litbang Pertanian 29(4):6-20.
Mustaqim, R., Armaini, dan A. E. Yulia. 2016. Pengaruh Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan
dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Jom Faperta 3(1):1-13.
Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Pasaribu, N. R., Fauzi dan A. S. Hanafiah. 2018. Aplikasi Beberapa Bahan Organik dan Lamanya Inkubasi dalam Meningkatkan P-Tersedia Tanah Ultisol. TALENTA Conference Series: Agricultural & Natural Resources (ANR) 1(2):110-117.
Prasetyo, B. H. dan D. A. Suriadikarta. 2006. Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.
Rizqiani, N, F., E. Ambarwati, dan N. W. Yuwono. 2006. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 7(1):43-53.
Rao, N.S. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. UI - Press.
Jakarta. [Terjemahan Herawati].
Sagala, Y., A. S. Hanafiah, dan Razali. Peranan Mikoriza terhadap Pertumbuhan, Serapan P dan Cd Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) serta kadar P dan Cd Andisol yang Diberi Pupuk Fosfat Alam. Jurnal Online Agroekoteknologi 2(1):487-500.
Sahputra, N., A. E. Yulia, dan F. Silvina. 2016. Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Jarak Tanam pada Kedelai Edamame
(Glycine max (L.) Merrill). Jom Faperta 3(1):1-12.
Samuli, L.O., K. La, S. Laode. 2012. Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)
pada Berbagai Dosis Bokashi Kotoran Sapi. Penelitian Agronomi 1(2):145-147.
Santoso, E., Turjan, dan R. S. B. Irianto. 2006. Aplikasi Mikoriza untuk Meningkatkan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Terdegradasi.
Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian.
Sihaloho, N. S, N. Rahmawati, dan L. A. P. Putri. 2015. Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Varietas Detam 1 terhadap Pemberian Vermikompos dan Pupuk P. Jurnal Agroekoteknologi 3(4):1591- 1600.
Simanjuntak, D. 2004. Manfaat Pupuk Organik Kascing dan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) pada Tanah dan Tanaman. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian 2(1):1-3.
Subagyo, H., S. Nata dan A. B. Siswanto. 2000. Tanah-Tanah Pertanian di
Indonesia dalam Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor.
Suciatmih. 1996. Bagaimana Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular Meningkatkan Ketersediaan dan Pengambilan Fosfor. Warta Biotek Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi. LIPI. Bogor.
Sudaryono. 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol pada Lahan Pertambangan
Batubara Sangatta Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Lingkungan 10(3):337-346.
Supriyadi. 2002. Thitonia Diversifolia dan Theprosia Candida sebagai Sumber Bahan Organik Alternatif untuk Perbaikan P Tanah Andisol. Sains Tanah 1(2):7-15.
Talanca, H. 2010. Status Cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) pada Tanaman. Prosiding Pekan Serealia Nasional.
Wahyuningsih, E., Proklamasiningsih, dan M. Dwiati. 2016. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai (Glycine max (L.) Merill) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat. Jurnal Biosfera 33(2):66-70.
Weil, R. R. and F. Magdoff. 2004. Significance of Soil Organic Matter to Soil Quality and Health in Agriculture. eRe Press LLC 1-43p.
Winarti, S. dan L. Neneng. 2013. Pengaruh Pemberian Limbah Kelapa Sawit Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Biologi Tanah pada Lahan Kritis Eks Penambangan Emas. Jurnal Agripeat 14(2):53-58.
Zuhri, E. dan F. Puspita. 2008. Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) pada Tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merill). Jurnal Sagu 7(2): 25-29.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Deskripsi Benih Kedelai Varietas Anjasmoro Dilepas tahun : 22 Oktober 2001
Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M., Susanto, Darman M.A., dan M. Muchlish