Alder J . 2000. How Good is Good? A Rapid Appraisal Techniques for Evaluation of The Sustainability Status of Fisheries of The North Atlantic. In Paul amd Pitcher (eds). Metohds for Evaluation The Impact of Fisheries on The North Atlantic Ecosystem. Fisheries Center Research Report 200. Vol 8 (2) Amna. 2014. Analisis Pengelolaan Teknik Rapfish terhadap Ketersediaan
Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Pesisir Aceh Barat. [Skripsi].
Universitas Teuku Umar, Meulaboh.
Atmaja, S. B. 2016. Perkembangan perikanan cumi–cumi di sentra pendaratan ikan utara pulau Jawa. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 19(1), 31-38.
Bafagih, A. 2014. Analisis Potensi Perikanan Pelagis Kecil di Kota Ternate.
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. Vol 7 (1).
Edwarsyah dan Gazali. M. 2015. Status Keberlanjutan Ketersediaan Sumberdaya Perikanan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Aceh Barat. Jurnal Perikanan Tropis. 2(2) :147-153.
Erwina, Y., R. Kurnia dan Yonvitner. 2015. Status Keberlanjutan Sumberdaya Perikanan di Perairan Bengkulu. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Vol 10(1).
Fauzi dan Anna. 2005. Permodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan.Jakarta:
PT.Gramedia Pustaka Utama. 343 hal.
Gulland, J. A. 1983. Fish stock assessment: A manual of basic method. Jhon Wiley abd sons Singapore.
Humune, J. P., P. Rumapea dan N. Palar. 2012. Pengembangan Sumberdaya Manusia pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Edisi 1. Jakarta
Ilhamdi, H., dan Yahya, M. F. 2017. Perikanan tradisional cumi-cumi oleh nelayan Labuhan Deli (Belawan) di Perairan Selat Malaka. Buletin Teknik Litkayasa Sumber Daya dan Penangkapan. 15(1), 1-4.
Kavanagh P, Pitcher TJ. 2004. Implementing Microsoft Excel Software for Rapfish: A Technique for the Rapid Appraisal of Fisheries Status.
University of British Columbia Fisheries Centre Research Report 12 (22004).
Kordi, M.G.H. 2010. A To Z Budi Daya Biota Akuatik untuk Pangan, Kosmetik dan Obat-obatan. Yogyakarta. Lily Publisher
Limbong, I. 2017. Efisiensi Unit Penangkapan Pukat Cincin di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Sumatera Utara. [Tesis]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lubis, E., Solihin, I., dan Afiyah, N. N. 2019. Pendistribusian dan Mutu Ikan Tenggiri Dari Pelabuhan Perikanan Blanakan Ke Pasar Ikan. JPHPI. Vol 22 (3)
Mahmud, A dan Rita L. B. 2015. Potensi Lestari Ikan Layang (Decapterus spp) Berdasarkan Hasil Tangkapan Pukat Cincin di Perairan Timur Sulawesi Tenggara. 6 (2): 159-168.
Mulyana, R., J. Haluan., M.S. Baskoro dan S.H. Wisudo. 2012. Keberlanjutan Perikanan Skala Besar di Laut Arafura. 20 (1) : 35-43.
Nababan, B. O., Sari, Y. D., dan Hermawan, M. 2017. Analisis keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Tegal Jawa Tengah (teknik pendekatan Rapfish). Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2(2), 137-158.
Nugraha, E., B. Koswara dan Yuniarti. 2012. Potensi Lestari dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Kurisi (Nemipterus japonicus) di Perairan Teluk Banten.
Jurnal Perikanan dan Kelautan 3(1) : ISSN : 2088-3137.
Rudiana, E dan D. Pringgenies. 2004. Morfologi dan Anatomi Cumi-Cumi Loligo duvauceli yang Memancarkan Cahaya. Ilmu Kelautan. 9(2): 96–100. ISSN:
0853 – 7291.
Sirait, P. P. S. 2016. Pendugaan Potensi Lestari Kembung (Rastrelliger spp.) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. 2(1) : 536- 545
Suryana, A., B. Wiryawan, D. R. Monintja dan E. S. WIyono. 2012. Analisis Keberlanjutan RAPFISH dalam Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) di Perairan Tanjungpandan. Buletin PSP. 20 (1) : 45 – 59. ISSN : 0251-286X
Swantoro, A. 2015. Kontribusi Hukum Adat dalam Pengembangan Hukum Laut di Indonesia. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Jakarta.
Triharyuni, S., Wijopriono, W., Prasetyo, A. P., dan Puspasari, R. 2016. Model produksi dan laju tangkap kapal bouke ami yang berbasis di PPN Kejawanan, Cirebon Jawa Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 18(3), 135-143.
Wulandari, D. A. 2018. Morfologi, klasifikasi, dan sebaran cumi-cumi famili Lolinginidae. OSEANA. 43(2), 48-65.
Yahya, M. F., dan Ilhamdi, H. 2019. Aspek Operasional Penangkapan Kapal Bouke Ami yang Berbasis di Tpi Muara Angke. Buletin Teknik Litkayasa Sumber Daya dan Penangkapan, 16(1), 1-5.
Wahyudin, I., Kamal, M. M., Fahrudin, A., & Boer, M. (2019). Analisis Keberlanjutan Perikanan Elasmobranch di Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 11(1), 103-116.
Simarmata, A. Hendrik dan H. Hamid. 2018. Analisis Usaha Penangkapan Cumi-cumi (Loligo spp) dengan Alat Tangkap Bouke Ami (Stick Held Dip Net) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Provinsi Sumatera Utara. Universitas Riau, Pekan Baru.
LAMPIRAN
lampiran 1. Jumlah Produksi dan Trip dari Tahun 2016-2020
lampiran 2. Pendugaan Potensi dengan Metode Surplus Produksi menggunakan model Schaefer
Lampiran 3. Tingkat Pemanfaatan dan Pengupayaan sumberdaya Cumi-cumi (Loligo spp)
Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian Alat dan Bahan Penelitian
Gambar 1. Handphone Gambar 2. Kuisioner
Gambar 3. Alat Tulis Gambar 4. Laptop
Gambar 5. Cumi-cumi (Loligo spp)
Gambar 6. Kapal Bouke Ami
Lampiran 5. Wawancara dengan Bantuan Kuisioner
Lampiran 6 . Alat Tangkap Bouke Ami
Alat Tangkap Bouke Ami Jaring dan Tali Alat Tangkap Bouke ami
Lampu dan Tiang Penyebar Jaring Kapal Bouke Ami
KUISIONER
PENILAIAN POTENSI DAN STATUS KEBERLANJUTAN PENANGKAPAN CUMI-CUMI (loligo sp) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP
BOUKE AMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Peneliti Dinda Chairunnisa
170302018
Dimohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr untuk mengisi kuisioner penelitian ini, yang merupakan salah satu aspek dari peneliti yang bertujuan :
1. Untuk mengetahui potensi dan status keberlanjutan sumberdaya cumi-cumi (loligo sp) dari aspek ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan.
2. Untuk bahan penelitian dalam menyelesaikan tugas akhir Skripsi.
Data dan informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya, atas kesediaan Bapak/Ibu/Sdr saya ucapkan terima kasih
1. Identitas Responden Nelayan
Nama Narasumber : ...
•(Rp 1.000.000,00 – Rp 2.000.000,00)
•(Rp 2.000.000,00 – Rp 3.000.000,00)
•(> Rp 3.000.000,00) Jumlah trip penangkapan : ... /hari/bulan/tahun
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan
Jenis-jenis ikan yang tertangkap : ...
Jumlah Cumi-cumi yang tertangkap : ... kg/ton Jarak tempuh : ... mil Lama operasi satu kali penangkapan : ... jam/trip
Waktu operasi penangkapan : ... (pagi, siang, malam) Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Bapak/Ibu benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a b c atau d
Dimensi Ekologi
1. Setiap kali nelayan melaut bagaimanakah hasil tangkapan cumi-cumi?
a.Sangat rendah b. Sedikit menurun c. sedang d. Sangat tinggi 2. Selama beberapa tahun terakhir ini bagaimanakah hasil tangkapan cumi-cumi?
a. Semakin menurun b. Menurun c. Meningkat d. Semakin meningkat 3. Jumlah cumi-cumi yang ditangkap nelayan apakah sudah sesuai proporsinya ?
a. Kelebihan tangkap b. Maksimum c. Sedang d. Sangat sesuai 4. Selama 5 tahun terakhir bagaimana lokasi tempat anda melaut dan menangkap
cumi-cumi?
a. Semakin jauh b.Sedikit lebih jauh c.Semakin dekat d. Tetap 5. Apa yang anda lakukan jika saat anda melaut ada terikut ikan langka atau
dilindungi (seperti: hiu, penyu, lumba-lumba)?
a. Tidak dilepas dan langsung dijual b. Tidak dilepas c.Beberapa saja d.Semua dilepas
6. Berapa banyak jumlah spesies ikan lain (bycatch) yang tertangkap selain cumi-cumi?
a. Sangat banyak (>40%) b.Banyak (30-40%) c.Sedang (10-30%) d.Sedikit (<10%)
7. Menurut anda, bagaimana kondisi sumberdaya Cumi-cumi pada lokasi penangkapan anda selama melaut?
a. Sudah tidak sesuai b. Sedikit menurun c. Baik d. Sangat baik 8. Menurut anda, Apakah ukuran Cumi-cumi selama beberapa tahun ini semakin
besar atau semakin kecil?
a. Menurun cepat b.Menurun perlahan c. Tetap d. Semakin besar Dimensi Ekonomi
1. Menurut anda, Apakah alat tangkap, kapal, dan alat bantu lainnya yang digunakan untuk menangkap cumi sudah sesuai dan sangat layak?
a. Tidak bisa diandalkan b. Tidak layak c. Cukup layak d. Sangat layak 2. Berapakah harga Cumi-cumi per kg?
a. < Rp.10.000 b. Rp. 11.000 – Rp.15.0000 c. Rp. 16.000 – Rp. 20.000 d. > Rp. 20.000
3. Apakah anda pernah mendapatkan modal untuk melaut selama menjadi nelayan?
a. Tidak ada b.Kurang c. Cukup d. Ada dan disediakan
4. Sudah berapa lamakah usaha/gudang tempat anda bekerja disini beroperasi ? a.< 5 tahun b. 5 – 10 tahun c. > 10 – 20 tahun d. > 20 tahun 5. Kemanakah Cumi-cumi biasanya dipasarkan?
a. Lokal b. Keluar daerah c. Hanya untuk ekspor d. Nasional dan ekspor 6. Bagaimana pendapatan anda selama menjadi nelayan ?
a. Sedikit sekali b. Paspasan c. Sedang d. Tinggi
1. Berapa harikah yang dibutuhkan untuk sekali melaut?
a. > 10 hari b. 6 – 10 hari c. 3 – 5 hari d. 1-2 hari 2. Apakah alat tangkap yang anda gunakan sudah selektif (sesuai) dengan hasil
tangkapan yang anda dapatkan?
a. Tidak selektif b. Kurang selektif c. Cukup selektif d.Sangat selektif 3. Ukuran kapal yang anda gunakan selama penangkapan ?
a. > 30 GT b. 21-30 GT c. 10-20 GT d. < 10 GT
4. Apakah alat tangkap dan cara penangkapan Cumi yang anda lakukan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku?
a. Tidak sesuai dan merusak b. Kurang sesuai c. Cukup sesuai d. Sangat sesuai 5. Apakah ukuran kapal yang anda gunakan sesuai dengan dokumen kapal yang
anda daftarkan ke pihak pemerintah/pelabuhan ?
a. Tidak sesuai b. Kesesuaian rendah c. Kesesuain sedang d.Sudah sesuai 6. Apakah pada kapal yang digunakan ada alat bantu penangkapannya?
a. Tidak ada b. Ada tapi jarang digunakan c. Tidak digunakan d. Digunakan/berfungsi
7. Menurut anda, Apakah pertumbuhan armada penangkapan di PPS Belawan saat ini sudah baik?
a.Tidak berkembang b. Kurang c. Cukup d. Sangat pesat
8. Apakah menurut anda fasilitas-fasilitas yang di sediakan pihak PPS Belawan sudah baik?
a.Tidak optimal b.Kurang c. Cukup d. Sangat baik Dimensi sosial
1. Apakah sering terjadi konflik atau perselisihan antar nelayan?
a. Sangat sering b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah
2. Apa jenjang pendidikan terakhir anda ?
a. Tidak sekolah b. SD c. SMP d. SMA
3. Sudah berapa lamakah anda menjalani profesi sebagai nelayan ? a. Beberapa bulan b. < 5 tahun c. 5- 10 tahun d. > 10 tahun . 4. Bapak/Ibu termasuk nelayan apa ?
a. Sewa b. Kelompok bersama c. Nelayan perusahaan d. Perorangan 5. Apakah Bapak pernah ikut dan diajak oleh pihak pemerintah dalam sosialisasi
tentang peraturan penangkapan ikan?
a.Tidak pernah b.Pernah c.Sering d. Sangat sering
6. Apakah bapak pernah ikut dalam pelatihan atau pembinaan selama menjadi nelayan? a. Tidak pernah b.Pernah c. Sering d. Sangat sering 7. Setelah Bapak mengikuti pelatihan, apakah pengetahuan yang Bapak dapatkan
bermanfaat di lapangan ?
a. Tidak b. Ada c. Sedikit d. Banyak Dimensi Kelembagaan
1. Apakah pihak pemerintah pernah melakukan sosialisasi tentang RPP (Rencana Pengelolaan Perikanan) kepada nelayan dan biasanya berapa kali?
a.Tidak pernah b. Setahun sekali c. Setahun 2 kali d. Setahun 3 kali 2. Apakah Bapak pernah melakukan pelanggaran selama melaut?
a. Sangat sering b. Sering c. Pernah d. Tidak pernah
3. Apakah nelayan disini masih melaksanakan aturan adat dalam melakukan penangkapan ikan?
a. Tidak ada b. Pernah ada c. Masih ada sedikit d. Banyak dan masih berjalan 4. Menurut bapak, Bagaimana peran Pemerintah dalam melakukan tugasnya?
(Misalnya pendekatan atau sosialisasi kepada nelayan)
a.Tidak baik b.Kurang c. Cukup d. Sangat baik
5. Bagaimana pengaruh koperasi dan KUD dalam menunjang ekonomi nelayan ? a. Tidak berpengaruh b. Berpengaruh tapi tidak efektif c. Berpengaruh pelabuhan sudah menjalin kerjasama yang baik?
a. Tidak baik b. Cukup c. Baik d. Sangat baik
8. Apakah menurut bapak, pihak PPS Belawan sudah baik dalam mengelola dan mengatur kapal dan usaha-usaha penangkapan yang ada?
a. Tidak efektif b. Cukup c. Efektif d. Sangat baik
Lampiran 8. Atribut RAPFISH
Aspek Ekonomi
Aspek Teknologi
Aspek Sosial
Aspek Kelembagaan