Pasaman Barat Sumatera Barat. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.
Aryana, M.I.G.P. 2009. Adaptasi dan Stabilitas Hasil Galur-Galur Padi merah Pada Tiga Lingkungan Tumbuh. Jurnal Agronomi. Indonesia 37 (2) : 95 – 100.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2015. Pemupukan pada Tanaman Padi. Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2016. Deskripsi Varietas Padi. Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2016. Teknik Produksi Benih Padi. Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Balitbangtan. 2013. Sistem Tanam Legowo. Badan Penelitian dan Pegembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Balitbangtan. 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Badan Penelitian dan Pegembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI.
Djojosuwito, S. 2000. Azolla, Pertanian Organik dan Multiguna. Kanisius, Yogyakarta.
Donggulo, C.V., I.M. Lapanjang dan U. Made. 2017. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi pada Berbagai Pola Jajar Legowo dan Jarak Tanam. J.
Agroland. Vol.24(1): 27-35.
Gunawan, I. 2014. Kajian Peningkatan Peran Azolla Sebagai Pupuk Organik Kaya Nitrogen Pada Padi Sawah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol.14 (2): 134-138.
Hanafiah, K.A. 2011. Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi. Rajawali Pers, Jakarta.
Harahap, S.M. dan Nurliana, H. 2017. Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Urea Dalam Meningkatkan Produksi Pada Tanaman Padi di Sumatera Utara.
Vol.11(1):16-21.
Hartatik, W. dan J.S. Adiningsih. 2003. Evaluasi Rekomendasi Pemupukan NPK Pada Lahan Sawah Yang Mengalami Pelandaian Produktivitas (Levelling Off). Pros. Seminar Nasional Inovasi Teknologi, Sumberdaya Tanah dan Iklim. Bogor, 14-15 Oktober 2003, hlm. 17-36.
Hatta, M. 2011. Pengaruh Tipe Jarak Tanam Terhadap Anakan, Komponen Hasil, Dan Hasil Dua Varietas Padi Pada Metode SRI. Jurnal Floratek. Vol.6:
104-113.
Hatta, M. 2012. Uji Jarak Tanam Sistem Legowo Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi Pada Metode SRI. Jurnal Agrista. Vol.16(2).
Ikhwani, G.R. Pratiwi, E. Paturrohman dan A.K. Makarim. 2013. Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Jarak Tanam Jajar Legowo. Iptek Tanaman Pangan. Vol.8 (2): 72-79.
Juanda, B.R. 2013. Pengaruh Kombinasi Urea dan Azolla pinnata serta Waktu Aplikasinya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Tesis.
Kasno A. dan T. Rostaman. 2017. Respons Tanaman Padi terhadap Pemupukan N pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan.
Vol.1(3): 201-210.
Kastono, D., H. Sawitri, dan Siswandono. 2005. Pengaruh Nomor Ruas Setek Dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kumis Kucing.
Jurnal Ilmu Pertanian. Vol.12 (1): 56-64.
Kotpal, R.L. dan N.P. Bali. 2003. Concepts of Ecology Enviromental and Field Antosianin Ekstrak Kastuba (Euphorbia pulcherrima) Berdasarkan Umur Daun. Seminar Nasional Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Jurnal FKIP UNS.
Nazirah L. dan Damanik, B.S.J. 2015. Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi Gogo pada Perlakuan Pemupukan. J. Floratek. Vol.10: 54-60.
Pratiwi, S.H. 2012. Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah pada Berbagai Metode Tanam dengan Pemberian Pupuk Organik. Gontor Agrotech Science Journal. Vol.2(2).
Putri, F.M., S.W.A. Suedy dan S. Darmanti. 2017. Pengaruh Pupuk Nanosilika Terhadap Jumlah Stomata, Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Padi Hitam. Buletin Anatomi dan Fisiologi. Vo.2 (1):72-79.
Syamsudin, T.S. dan S. Aktaviyani. 2009. Penerapan Pemupukan Pada Pertanian Padi Organik Dengan Metode System of Rice Intensification (SRI) di Desa Sukakarsa Kabupaten Tasikmalaya. J. Agroland Vol.16(1): 1-8.
Samyuni, E. Purwanto, dan Supriyadi. 2015. Toleransi Varietas Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) Pada Berbagai Tingkat Cekaman Kekeringan.
Jurnal Pasca UNS. Vol.3 (2): 54-63.
Soedharmo, G.G., S.Y. Tyasmoro dan H.T. Sebayang. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Azolla Dan Pupuk N Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13. Jurnal Produksi Tanaman. Vol.4 (2): 145-152.
Suardi, D. 2005. Padi Beras Merah: Pangan Bergizi yang Terabaikan?. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol.27 (4).
Suardi, D. dan I. Ridwan. 2009. Beras Hitam, Pangan Berkhasiat Yang Belum Populer. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol.31 (2).
Sudjana, B. 2014. Penggunaan Azolla Untuk Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Solusi. Vol.1(2).
Susanti, R.A., T. Sumarni dan E. Widaryanto. 2013. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13 Sistem Tanam Jajar Legowo. Jurnal Produksi Tanaman. Vol.1 (5): 456-463.
Susanto, E., N. Herlina dan N.E. Suminarti, 2014. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Pada Beberapa Macam Dan Waktu Aplikasi Bahan Organik. Jurnal Produksi Tanaman. Vol.2 (5):
412-418.
Yanti, S.E.F., E. Masrul dan H. Hanum. 2014. Pengaruh Berbagai Dosis Dan Cara Aplikasi Pupuk Urea Terhadap Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Pada Tanah Inceptisol Marelan. Jurnal Online Agroekoteknologi.
Vol.2 (2):770-780.
Yunanda, A.P., A.R. Fauzi, dan A. Junaedi. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Jatiluhur dan IR64 pada Sistem Budidaya Gogo dan Sawah. Bul.
Agrohorti Vol.1 (4):18-25.
Wahid, A.S. 2003. Peningkatan efisiensi pupuk nitrogen pada padi sawah dengan metode bagan warna daun. Jurnal Litbang Pertanian. 22 (4): 156-161.
Widiana, A.N., S.Y. Tyasmoro dan T. Islami. 2017. Kajian Umur Transplanting Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Berbagai Varietas Padi. Jurnal Produksi Tanaman. Vol.5(6):1023-1028.
Widyaswari, E., M. Santosa dan M.D. Maghfoer. 2017. Analisis Pertumbuhan Dua Varietas Tanaman Padi pada Berbagai Perlakuan Pemupukan. Jurnal Tropika. Vol.5(3): 73-77.
Lampiran 1. Deskripsi Varietas
Nomor seleksi : B11844-MR-7-17-3
Asal seleksi : Bio 12 – MR-1-4-PN-6/ Beras merah Umur tanaman : ±111 hari
Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : ±106 cm Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Ramping Warna gabah : Kuning Kerontokan : Sedang
Kerabahan : Tahan
Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : ±18 % Rata – rata hasil : 6,7 t/ha GKG Potensi hasil : 7,7 t/ha GKG Ketahanan terhadap
• Hama : Agak rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3.
• Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III.
Agak tahan terhadap patotipe IV.
Agak rentan terhadap patotipe VIII.
Anjuran tanam : Cocok untuk ditanam disawah dataran rendah sedang (0-600 m dpl).
Pemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni Safitri, Cahyono, dan Bambang Kustianto.
Tahun dilepas : 2012 (BB Padi, 2016).
Lampiran 2. Bagan Sistem Tanam Sistem Tanam Tunggal Merah
M M M M M M M M
M M M M M M M M
M M M M M M M M
M M M M M M M M
M M M M M M M M
M M M M M M M M
Sistem Tanam Tunggal Hitam
H H H H H H H H
H H H H H H H H
H H H H H H H H
H H H H H H H H
H H H H H H H H
H H H H H H H H
Sistem Tanam Sejajar Merah dan Hitam
M M M M M M M M
M M M M M M M M
M M M M M M M M
H H H H H H H H
H H H H H H H H
H H H H H H H H
Sistem Tanam Lorong
M M H H M M H H
M M H H M M H H
M M H H M M H H
M M H H M M H H
M M H H M M H H
M M H H M M H H
Sistem Tanam Pagar
M M M M M M M M
M H H H H H H M
M H H H H H H M
M H H H H H H M
M H H H H H H M
M M M M M M M M
Keterangan Gambar : M = padi merah H = padi hitam
Lampiran 3. Perhitungan Pupuk
Aplikasi terbagi menjadi tiga: 7 HST = 25%, 21 HST= 50% dan 42 HST= 25%
luas plot 2,0625 m2
Azolla
Dosis pupuk N = 135 kg N/Ha, maka Azolla yang diberikan:
100
—— x 135 kg/Ha = 6000 kg/Ha 2,25 Dosis anjuran = 6 ton/Ha (100% azolla) luas plot 2,0625 m2
———— x 6000 kg = ———— x 6000 kg = 1,24 kg/plot 10.000 m2 10.000 m2
50% azolla = 3 ton/Ha = 0,62 kg/plot (Juanda, 2013).
Pupuk Dasar
Dosis anjuran = SP-36 = 100 kg/Ha
KCl = 100 kg/Ha (7 HST= 50% dan 42 HST= 50%) Kebutuhan Pupuk
luas plot 2,0625 m2
SP36 = ———— x 100 kg = ———— x 100 kg = 0,020625 kg/plot 10.000 m2 10.000 m2
= 20,625 g/plot
luas plot 2,0625 m2
KCl = ———— x 100 kg = ———— x 100 kg = 0,020625 kg/plot 10.000 m2 10.000 m2
= 20,625 g/plot (BB Padi, 2015).
Lampiran 4. Bagan Penelitian
P2N1 P3N1 P5N2
P2N3 P4N1 P4N1
P5N2 P4N2 P2N2
P1N2 P1N1 P3N2
P1N3 P5N2 P4N3
P5N1 P5N1 P2N3
P5N3 P1N3 P1N1
P3N3 P2N1 P3N1
P4N1 P2N2 P5N1
P2N2 P1N2 P4N2
P4N3 P4N3 P5N3
P3N2 P2N3 P3N3
P1N1 P3N3 P1N3
P4N2 P5N3 P2N1
P3N1 P3N2 P1N2
Keterangan Gambar :
a = 50 cm d = 50 cm
b = 5 cm e = 11,75 m
c = 50 cm f = 10,25 m
U
a c
b
d
e
f
T
Lampiran 5. Jadwal Kegiatan Penelitian
Lampiran 6. Bagan Penanaman
X X X X X X X X
X X X X X X X X
X X X X X X X X
X X X X X X X X
X X X X X X X X
X X X X X X X X
Keterangan Gambar :
a = 25 cm e = 6,25 cm
b = 12,5 cm f = 275 cm
c = 50 cm g = 75 cm
d = 12,5 cm
b a c
d
e
f
g
Lampiran 7. Daftar sidik ragam tinggi tanaman padi beras merah 10 MST
Lampiran 8. Daftar sidik ragam tinggi tanaman padi beras hitam 10 MST Sumber
Lampiran 9. Daftar sidik ragam jumlah anakan padi beras merah 10 MST Sumber
Lampiran 10. Daftar sidik ragam jumlah anakan padi beras hitam 10 MST
Lampiran 11. Daftar sidik ragam jumlah malai padi beras merah Sumber
Lampiran 12. Daftar sidik ragam jumlah malai padi beras hitam Sumber
Lampiran 13. Daftar sidik ragam bobot basah tajuk padi beras merah
Lampiran 14. Daftar sidik ragam bobot basah tajuk padi beras hitam Sumber
Lampiran 15. Daftar sidik ragam bobot basah akar padi beras merah Sumber
Lampiran 16. Daftar sidik ragam bobot basah akar padi beras hitam
Lampiran 17. Daftar sidik ragam bobot kering tajuk padi beras merah Sumber
Lampiran 18. Daftar sidik ragam bobot kering tajuk padi beras hitam Sumber
Lampiran 19. Daftar sidik ragam bobot kering akar padi beras merah
Lampiran 20. Daftar sidik ragam bobot kering akar padi beras hitam Sumber
Lampiran 21. Daftar sidik ragam kadar kehijauan daun padi beras merah Sumber
Lampiran 22. Daftar sidik ragam kadar kehijauan daun padi beras hitam
Lampiran 23. Daftar sidik ragam laju pertumbuhan tanaman padi beras merah Sumber
Lampiran 24. Daftar sidik ragam laju pertumbuhan tanaman padi beras hitam Sumber
Lampiran 25. Daftar sidik ragam laju asimilasi bersih padi beras merah
Lampiran 26. Daftar sidik ragam laju asimilasi bersih padi beras hitam Sumber
Lampiran 27. Daftar sidik ragam bobot 1000 butir padi beras merah Sumber
Lampiran 28. Daftar sidik ragam bobot 1000 butir padi beras hitam
Lampiran 29. Daftar sidik ragam bobot gabah per plot padi beras merah dan beras hitam
Lampiran 30. Daftar sidik ragam bobot gabah hampa padi beras merah Sumber
Lampiran 31. Daftar sidik ragam bobot gabah hampa padi beras hitam Sumber
Keragaman db JK KT F hit Keterangan
Blok 2 2930,57 1465,28 0,005 *
P 3 1814,64 604,88 0,07 tn
N 2 835,20 417,60 0,17 tn
P x N 6 948,04 158,00 0,64 tn
Galat 22 4937,02 224,41 Total 35 11465,51
KK = 31,62 % Keterangan:
* = nyata
** = sangat nyata tn = tidak nyata
Lampiran 32. Hasil analisis azolla
Lampiran 33. Hasil analisis tanah sawah
Lampiran 34. Hasil analisis tanah sawah II
Lampiran 35. Foto penelitian
Areal penelitian Kolam Azolla
Azolla pinnata Persemaian
Penyemprotan insektisida Sampel tanaman
Padi merah Padi hitam
Keong mas Klorofil meter
Penggunaan jaring Malai padi