Aoac, 2005. Official Methods Of Analysis. Association Of Oficial Analytical Chimisis. Benjamin Franklin Stasion. Washington.
Arisandi, Y. dan Andriani, Y. 2008. Khasiat Tanaman Obat. Pustaka Buku Murah.
Jakarta
Dalimartha, S. 2009. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid Keenam. Cetakan pertama. Jakarta: Pustaka Bunda. Halaman 127-129.
Daywin, F. J., dkk., 2008. Mesin-mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering.
Graha Ilmu, Jakarta
Disperindagsu, 2009. Penyebaran dan Produksi Pinang. Diakses dari:
http://repository.usu.ac.id [14 Desember 2015].
Ferry, Y. 1992. Bertanam Pinang (area catechu). Kebun Percobaan Paya Gajah.
Aceh Timur.
Giatman, M., 2006. Ekonomi Teknik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Hardjosentono, M., Wijato, R. Elon, I. W. Badradan R. Dadang, 2000. Mesin-Mesin Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta.
Kastaman, R. 2006. Analisis Kelayakan Ekonomi Suatu Investasi. Prosiding Bimbingan Teknis IKM Kota Tasikmalaya. Jurnal. Universitas padjajaran.
Lakitan, B. 1995. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Lutony, T.L dan Rahmawati Y., 2002. Produksi dan Perdagangan Minyak Astri.
Balai pustaka, Jakarta.
Miftahorrachman, Matana, Y.R dan Salim., 2015. Teknologi Budidaya dan Pascapanen Pinang. Balai Penelitian Tanaman Palma, Manado.
Natalini, N.K., dan Siti Fatimah Syahid. 2007. Penggunaan tanaman kelapa (Cocos nucifera), pinang (Areca catechu) dan aren (Arenga pinnata) sebagai tanaman obat. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Vol.13. No.2, Agustus 2007.
Hal.15-16.
Novarianto, T.L dan Rahmawati Y., 2002. Produksi dan Perdagangan Minyak Astri. Balai Pustaka, Jakarta.
34
Pandin dan Rompus, 1994. Penyebaran dan Produksi Pinang. Diakses dari:
http://repository.usu.ac.id [14 Desember 2015].
Satria, 2010. Botani Tanaman Pinang. Diakses dari:http://eprints.ung.ac.id [10 Desember 2015].
Sihombing, T., 2000. Pinang Budidaya & Prospek Bisnis. Penebar Surabaya, Jakarta.
Smith, H. P. dan L. H. Wilkes, 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani.
UGM-Press, Yogyakarta.
Soeharno, 2007. Teori Mikroekonomi. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Soekartiwi, 1995. Analisis Usahatani. UI Press, jakarta.
Syahid, 2007. Tanaman pinang Sebagai Tanaman Obat. Tersedia di http://artikel kesehatan masyarakat.com/2010. [14 desember 2015]
Syamsuhidayat, S.S., Hutapea, J.R., 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia.
Balitang Departemen Kesehatan, Vol 1 : 64-65.
Waldiyono. 2008. Ekonomi Teknik (Konsep, Teori dan Aplikasi). Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Lampiran 1. Flow chart pengerjaan penelitian
MULAI
Pemilihan dan persiapan bahan dan alat
Pelaksanaan penelitian di Laboratorium
Pengujian alat
Dianalisis data yang diperoleh
-Kapasitas Efektif Alat -Rendemen
-Persentase Pinang Terkupas Tidak Sempurna
-Analisis Ekonomi
SELESAI
36
Lampiran 2. Kadar air pinang tua Tabel data kadar air pinang tua
Sampel Berat awal (kg) Berat akhir (kg) Kadar air (%)
= 100% - (
)
= 38%
Sampel v = 100% - ( ( ) ( )
( ) )
= 100% - ( )
= 40%
Rata-rata =
=
= 39,6 %
38
Lampiran 3. Kapasitas efektif alat pengupas pinang tua
Tabel data kapasitas efektif alat pengupas pinang tua pada beban 5 kg
Ulangan Berat awal (kg) Waktu (jam) Kapasitas (kg/jam)
I 5 0,0367 136,24
Tabel data kapasitas efektif alat pengupas pinang tua pada beban 10 kg Ulangan Berat awal (kg) Waktu (jam) Kapasitas (kg/jam)
I 10 0,071 163,93
40
Tabel data kapasitas efektif alat pengupas pinang tua pada beban 15 kg Ulangan Berat awal (kg) Waktu (jam) Kapasitas (kg/jam)
I 15 0,105 160,77
Lampiran 4. Persentase pinang terkupas tidak sempuran
Tabel data persentase pinang terkupas tidak sempurna pada beban 5 kg Ulangan Berat awal (kg) Berat pinang terkupas
tidak sempurna (kg)
42
Tabel data persentase pinang terkupas tidak sempurna pada beban 10 kg Ulangan Berat awal
Tabel data persentase pinang terkupas tidak sempurna pada beban 15 kg
44
Lampiran 5. Rendemen Pinang (%)
Tabel data rendemen pinang pada beban 5 kg Ulangan Berat awal (Kg) Berat yang
dihasilkan (Kg) Rendemen pinang (%)
I 5 4,26 85,2
Rata Rata Ulangan Ulangan Ulangan
=88,60%
Tabel data rendemen pinang pada beban 10 kg Ulangan Berat awal (Kg) Berat yang
dihasilkan (Kg) Rendemen pinang (%)
I 10 8,4 84
46
Tabel data rendemen pinang pada beban 15 kg Ulangan Berat awal (Kg) Berat yang
dihasilkan (Kg) Rendemen pinang (%)
I 15 12,15 81
= 87%
Ulangan Berat pinang ang di asilkan Kg
Berat a al Kg 00
Kg
Kg 00
= 89%
Rata Rata Ulangan Ulangan Ulangan
=85,67%
48
Lampiran 6. Data Pengamatan dan data analisis sidik ragam kapasitas alat Data pengamatan kapasitas alat
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
1 2 3
B1 136,24 163,93 160,77 460,94 153,65
B2 140,85 169,49 164,75 475,09 158,36
B3 142,86 172,41 170,45 485,72 161,91
Total 419,95 505,83 495,97 1.421,75
Rataan 139,98 168,61 165,32 157,97 157,97
Data analisis sidik ragam kapasitas alat
SK dB JK KT Fhitung F0,05 F0,01
Perlakuan 2 103,030 51,515 0,209 tn 5,143 10,925 Galat 6 1476,874 246,146
Total 8 1579,904 Keterangan :
** = sangat nyata
* = nyata tn = tidak nyata
Lampiran 7. Data Pengamatan dan data analisis sidik ragam persentase pinang terkupas tidak sempurna
Data pengamatan persentase pinang terkupas tidak sempurna
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
1 2 3
B1 14,80 11,00 8,40 34,20 11,40
B2 16,00 11,50 9,00 36,50 12,17
B3 19,00 13,00 11,00 43,00 14,33
Total 49,80 35,5 28,40 113,70
Rataan 16,60 11,83 9,47 12,63 12,63
Data analisis sidik ragam persentase pinang terkupas tidak sempurna
SK dB JK KT Fhitung F0,05 F0,01
Perlakuan 2 13,887 6,943 0,517 tn 5,143 10,925
Galat 6 80,553 13,426
Total 8 94,440
Keterangan :
** = sangat nyata
* = nyata tn = tidak nyata
50
Lampiran 8. Data Pengamatan dan data analisis sidik ragam rendemen pinang Data pengamatan rendemen pinang
Perlakuan Ulangan
Total Rataan
1 2 3
B1 85,20 89,00 91,60 265,80 88,60
B2 84,00 88,50 91,00 263,50 87,83
B3 81,00 87,00 89,00 257,00 85,67
Total 250,20 264,5 271,60 786,30
Rataan 83,40 88,17 90,53 87,37 87,37
Data analisis sidik ragam rendemen pinang
SK dB JK KT Fhitung F0,05 F0,01
Perlakuan 2 13,887 6,943 0,517 tn 5,143 10,925
Galat 6 80,553 13,426
Total 8 94,440
Keterangan :
** = sangat nyata
* = nyata tn = tidak nyata
Lampiran 9. Analisis ekonomi 9. Bunga modal dan suransi = Rp.243.750/tahun 10. Biaya sewa gedung = Rp.65.000/tahun
11. Pajak = Rp. 130.00/tahun
12. Jam kerja alat = Rp.2336 jam/tahun (asumsi 292 hari berdasarkan tahun 2018) b) Perhitungan biaya produksi
1. Biaya tetap (Bt)
a. Biaya penyusutan (Dn)
Dn = (P-S) (A/F, i%, n) (F/A, i%, n-1)
Tabel data perhitungan biaya penyusutan dengan metode sinking fund Akhir tahun ke (p-s) (Rp) (A/F, 6,75%, n) (F/P, 6,75%, n-1) Dt
52
b. Bunga modal dan asuransi (I)
Bunga modal pada tahun 2019 4,25% dan asuransi 2%
I = ( )( ) Tabel perhitungan biaya tetap alat tiap tahun
Tahun Dt (Rp) I (Rp)/tahun Biaya tetap (Rp)/tahun
1 1.091.448,03 243750 3.073.365,700
2 1.165.139,94 243750 3.193.624,419
3 1.243.790,66 243750 3.318.976,397
4 1.327.834,71 243750 3.449.846,126
5 1.417.604,39 243750 5.371.013,739
2. Biaya tidak tetap (Btt)
a. Biaya perbaikan (reparasi) Biaya reparasi = ( )
= ( )
= Rp. 30,05/jam
= Rp.70.200/tahun b. Biaya operator
Diperkirakan upah operator untuk mengupas buah pinang dalam 1 jam adalah sebesar Rp.11.454. Sehingga diperoleh biaya operator Rp.
91.635/hari(Rp. 26.757.420/tahun).
c. Biaya bahan bakar
1 jam = 3,254 liter/jam 1 liter = Rp. 5.150/liter Maka,
Biaya Bahan bakar = kebutuhan bahan bakar/jam X harga bahan bakar
= 3,254 liter/jam X Rp. 5.150/liter
= Rp. 16.758,1/jam
= Rp. 39.146.921,6/jam Total biaya tidak tetap = Rp. 65.974.541,6/tahun
3. Biaya Total (BT) 1 3.073.365,75 65.974.541,6 69.047.907,35 2 3.193.624,419 65.974.541,6 69.168.166,02 3 3.318.976,397 65.974.541,6 69.293.518 4 3.449.846,126 65.974.541,6 69.424.387,73 5 5.371.013,739 65.974.541,6 71.345.555,34
54 1 3.073.365,75 2336 28.242,525 0,006511 192,4532979 2 3.193.624,419 2336 28.242,525 0,006511 192,7884881 3 3.318.976,397 2336 28.242,525 0,006511 193,1378745 4 3.449.846,126 2336 28.242,525 0,006511 193,5026403 5 5.371.013,739 2336 28.242,525 0,006511 198,6675834 Untuk produksi 10 kg
Tahun Bt (Rp/tahun) X
(jam/tahun) Btt (Rp/jam) C
(jam/kg) BP (Rp/kg) 1 3.073.365,75 2336 28.242,525 0,006314 186,6303368 2 3.193.624,419 2336 28.242,525 0,006314 186,9553853 3 3.318.976,397 2336 28.242,525 0,006314 187,2942005 4 3.449.846,126 2336 28.242,525 0,006314 187,6479298 5 5.371.013,739 2336 28.242,525 0,006314 192,8406747 Untuk produksi `15 kg 1 3.073.365,75 2336 28.242,525 0,006176 182,5513082 2 3.193.624,419 2336 28.242,525 0,006176 182,8692524 3 3.318.976,397 2336 28.242,525 0,006176 183,2006624 4 3.449.846,126 2336 28.242,525 0,006176 183,5466605 5 5.371.013,739 2336 28.242,525 0,006176 188,6259118
Lampiran 10. Break even point
Penerimaan setiap produksi (R) = Rp. 10.000/kg Tabel Perhitungan Break Even Point
Untuk produksi 5 kg
56
Untuk produksi 15 kg
Tahun F(Rp/tahun) R(Rp/kg) V (Rp/kg) N (kg/tahun)
1 3.073.365,750 10.000 174,435 312,729
2 3.193.624,419 10.000 174,435 325,032
3 3.318.976,397 10.000 174,435 337,789
4 3.449.846,126 10.000 174,435 351,109
5 5.371.013,739 10.000 174,435 546,636
Lampiran 11. Net present value NPV = PWB – PWC
Dimana:
PWB = Present worth of benefit PWC = Present worth of cost
NPV > 0 artinya alat menguntungkan untuk digunakan/layak NPV < 0 artinya alat tidak menguntungkan untuk digunakan Maka,
Harga jual produk = Rp.10.000/kg Kapasitas alat
Untuk produksi 5 kg = 153,571327 kg/jam Untuk prouksi 10 kg = 158,38 kg/jam Untuk produksi 15 kg = 161,908 kg/jam Penjualan
unit produksi 5 kg = 153,571327 kg/jam x Rp.10.000/kg
= Rp. 1.535.713,27/jam
Unit produksi 10 kg = 158,38 kg/jam x Rp. 10.000/kg
= Rp. 1.583.800/jam
Unit produksi 15 kg = 161,908 kg/jam x Rp.10.000/kg
58
= Rp. 1.619.080/jam Pendapatan
Untuk produksi 5 kg = Penjualan x jam kerja pertahun
= Rp. 1.535.713,27/jam x 2336 jam/tahun
= Rp. 3.587.426,199/tahun Untuk produksi 10 kg = Penjualan x jam kerja pertahun
= Rp. 1.583.800/jam x 2336 jam/tahun
= Rp. 3.699.756,800/tahun Untuk produksi 15 kg = Penjualanx jam kerja pertahun
= Rp. 1.619.080/jam x 2336 jam/tahun
= Rp. 3.782.170,880/tahun Pembiayaan = BTT x jam kerja pertahun
= Rp. 28.242,525/jam x 2336 jam/tahun
= Rp. 65.974.583,4/tahun PWB (Present worth of benefit) 4,25%
Pendapatan
Untuk produksi 5 kg = Rp. 3.587.426.199/tahun (P/A, 4,25%,5)
= Rp. 3.587.426.199/tahun (4,421125)
= Rp. 15.860.459,650
Untuk produksi 10 kg = Rp. 3.699.756.800/tahun (P/A, 4,25%,5)
= Rp. 3.699.756.800/tahun (4,421125)
= Rp. 16.357.087.280/tahun
Untuk produksi 15 kg = Rp. 3.782.170.880/tahun (P/A, 4,25%,5)
= Rp. 3.782.170.880/tahun (4, 421125)
Untuk produksi 5 kg = Rp. 15.860.459,650/tahun + Rp. 528.014,5/tahun
= Rp. 15.860.987.667,5/tahun
Untuk produksi 10 kg = Rp. 16.357.087.280/tahun + Rp. 528.014,5/tahun
= Rp. 16.357.615.294,5/tahun
Untuk produksi 15 kg = Rp. 16.721.450.230/tahun + Rp. 528.014,5/tahun
= Rp. 16.721.978.244,5/tahun PWC (present worth of cost) 4,25%
Investasi = Rp.6.500.000 PWB (present worth of benefit) 6%
Pendapatan
Untuk produksi 5 kg = Rp. 3.587.426.199/tahun (P/A, 6%, 5)
= Rp. 3.587.426.199/tahun (4,2123)
= Rp.15.111.315.280/tahun
60
Untuk produksi 10 kg = Rp. 3.699.756.800/tahun (P/A, 6%, 5)
= Rp. 3.699.756.800/tahun (4,2123)
= Rp. 15.584.485.570/tahun
Untuk produksi 15 kg = Rp. 3.782.180.880/tahun (P/A, 6%,5)
= Rp. 3.782.180.880/tahun (4,2123)
Untuk produksi 5 kg = Rp. 15.111.315.380/tahun + Rp. 485.719/tahun
= Rp. 15.111.801.099/tahun
Untuk produksi 10 kg = Rp. 15.584.485.570/tahun + Rp. 485.719/tahun
= Rp. 15.584.970.289/tahun
Untuk produksi 15 kg = Rp. 15.931.680.520/tahun + Rp. 485.719/tahun
= Rp. 15.932.166.239/tahun
NPV 4,25%
Untuk produksi 5 kg = PWB – PWC
= Rp. 15.860.987.664,5/thn – Rp. 298.181.681,1/thn
= Rp. 15.562.805.983,4/thn
Untuk produksi 10 kg = Rp. 16.357.615.294,5/thn – Rp. 298.181.681,1/thn
= Rp. 16.059.433.613,4/thn
Untuk produksi 15 kg = Rp. 16.721.978.244,5/thn – Rp. 298.181.681,1/thn
= Rp. 16.423.796.563,4/thn NPV 6 %
Untuk produksi 5 kg = Rp. 15.111.801.099/thn – Rp. 284.404.548,1/thn
= Rp. 14.827.396.550,9/thn
Untuk produksi 10 kg = Rp. 15.584.970.289/thn - Rp. 284.404.548,1/thn
= Rp. 15.300.565.740,9/thn
Untuk produksi 15 kg = Rp. 15.932.166.239/thn - Rp. 284.404.548,1/thn
= Rp. 15.647.761.690,9/thn
62
Lampiran 12. Internal rute of return
IRR = i, -
( )( ) Suku bunga bank ( i1) = 4,15%
Suku bunga coba-coba (i2) = 6%
Karena keduanya positif, maka digunakan persamaan IRR untuk produksi 5 kg
= i2 –
IRR untuk produksi 10 kg
= i2 – ( ) ( )
= 6% -
– ( )
= 6% - ( Rp.-21,16)(- 1,75%)
= 43,03%
IRR untuk produksi 15 kg
= i2 –
Lampiran 13. Gambar buah pinang
Pinang tua sebelum dijemur
Pinang tua setelah dijemur
Pinang tua setelah dikupas
64
Pinang tua yang tidak terkupas sempurna
Sabut hasil kupasan pinang tua
Lampiran 14. Gambar alat pengupas pinang tua
Tampak depan
Tampak belakang
66
Tampak samping
Tampak atas
Lampiran 15. Gambar teknik alat pengupas pinang tua
68
70
72
74
76