• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 70-81)

Al-Hibri, A. dkk. (2001). Wanita dalam masyarakat Indonesia: Akses, pemberdayaan, dan kesempatan. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.

Ameh, N. & Abdul, M. A. (2004). Prevalence of domestic violence amongst pregnant women in Zaria, Nigeria. Annals of African Medicine Vol. 3, No. 1;

2004: 4 – 6. Diunduh dari www.bioline.org.br/pdf?am04002 pada 26 Juni 2012

Arikunto, S. (2004). Evaluasi program pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Astuti, D. A. dkk. (2006). Hubungan antara kemandirian dengan sikap terhadap kekerasan suami pada istri yang bekerja di Kelurahan Sampangan, Kecamatan gajah Mungkur, Kota Semarang. Jurnal psikologi Universitas Diponegoro Vol. 3 No. 1 Juni 2006. Diunduh dari www.ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/691

Astuti, T.M.P. (2008). Konstruksi gender dalam realitas sosial. Semarang:

Universitas Negeri Semarang Press

Bobak, Lowdermilk, & Jensen. (2005). Buku ajar keperawatan maternitas E/4 (Maria A. Wijayarini dan Peter I. Anugerah, Terjemahan). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Dahlan, M. S. (2010). Seri evidence based medicine. Jakarta: CV Sagung Seto.

DeLaune, S.C. & Ladner, P. K. (2002). Fundamentals of nursing standards and practice (2nd ed). New York: Delmar.

Fachrina & Anggraini, N. (2007). Kekerasan terhadap perempuan dalam keluarga pada masyarakat Minangkabau kontemporer. Padang: Laporan Penelitian Universitas Andalas.

Guilford, J. P. & Fruchter, B. (1978). Fundamental Statistics in Psychology and Education. Singapore : McGraw-Hill.

Hansson, P., Rönnlund, M., Juslin, P., & Nilsson, L. (2008). Adult age differences in the realism of confidence judgments: Overconfidence, format dependence, and cognitive predictors. Psychology and Aging, 23(3), 531-544. doi:10.1037/a0012782

Hanum, F. (2006). Perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga. Sarathi Vol.

13 No. 2 Juni 2006.

Hastono, S. P., & Sabri, L. (2010). Statistik kesehatan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Universitas Indonesia

Kapoor, S. (2000). Domestic violence against women and girls. Diunduh dari http://www.unicef-irc.org/publications/213 pada 27 juni 2012

Kim-goh, M., & Baello, J. (2008). Attitudes toward domestic violence in korean and vietnamese immigrant communities: Implications for human services. Journal of Family Violence, 23(7), 647-654. doi:10.1007/s10896-008-9187-2

Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan. (2010). Kebijakan perlindungan

perempuan. Diunduh dari

www.menegpp.go.id/aplikasidata/index.php?option=com pada tanggal 8 Maret 2012.

Kolibonso, R. S. (2010). Penegakan hukum kejahatan kekerasan dalam rumah tangga. Diunduh dari http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-

pidana/677-penegakan-hukum-kejahatan-kekerasan-dalam-rumah-tangga.html pada tanggal 8 Maret 2012.

Kurniasih, N. (2007). Kajian yuridis sosiologis terhadap kekerasan berbasis gender. Diunduh dari www.uninus.ac.id/.../KAJIAN%20YURIDIS%20 pada tanggal 8 Maret 2012.

Luhulima, A. S. (2000). Pemahaman bentuk-bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan alternatif pemecahannya. Jakarta: P.T. Alumni

Mardiana, E. (2012). Pengetahuan perempuan jabar tentang KDRT masih minim.

Diunduh dari

http://bandung.detik.com/read/2012/02/19/124557/1846045/486/pengetahua n-perempuan-jabar-tentang-kdrt-masih-minim pada tanggal 30 Juni 2012.

Marshall, G. A. & Furr, L. A. (2010). Factors that affect womens attitudes toward domestic violence in turkey. Violence and Victims, 25(2), 265-77.

http://search.proquest.com/docview/287961419?accountid=17242

Meiyenti, S. (1999). Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga.

Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

Munaf, S. (2001). Evaluasi pendidikan fisika (individual textbook). Bandung:

Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.

---. (2010). Promosi kesehatan: Teori dan aplikasi (edisi revisi). Jakarta : PT.

Rineka Cipta.

---. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Novitasari, Y. (2010). Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Studi kasus KDRT di desa Rasabou Kecamatan Sape Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat). Bima: Laporan Penelitian

61

Universitas Indonesia

Polit D. F & Beck, T. C. (2006). Essential nursing research methods appraisal utilization. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins.

Posyandu Matahari & Griya Bhara Wira. (2012). Data PUS dan WUS RW 10, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Depok: Arsip Posyandu.

Potter, P.A & Perry, A. G. (2006). Fundamental of nursing: concept, theory and practice. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Rahayuningsih, S., U. (2008). Sikap (attitude). Diunduh dari www.nurul_q.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9095/bab1 pada tanggal 8 Maret 2012.

Risna, et. al. (2009). Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istri di RW 08 Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Depok: Laporan Penelitian UI

Sari, D.K. (2008). Gambaran pengetahuan ibu tentang kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga di dusun V Desa Sambi Rejo Kec. Stabat

Kab. Langkat tahun 2008. Diunduh dari

www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23856/6/Cover.pdf pada tanggal 8 Maret 2012.

Setiawan, N. (2007). Penentuan ukuran sampel memakai rumus slovin dan tabel krejcie-morgan: telaah konsep dan aplikasinya. Bandung: Skripsi S1.

Stuart, G., W. and Laraia, M., T. (2005). Principles and practice of psychiatric nursing, 8th ed. St. Louis: Elsevier Mosby.

Tarida, S. (2011). Kekerasan Seksual dalam Catatan Tahunan Komnas

Perempuan Tahun 2011. Diunduh dari

http://www.komnasperempuan.or.id/2011/08/kekerasan-seksual-dalam-catatan-tahunan-komnas-perempuan-tahun-2011/ pada tanggal 8 Maret 2012.

Triwijati, E. (2007). Memahami kekerasan dalam rumah tangga dan menanggulanginya. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Videback, S. (2008). Psychiatric mental health nursing. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins.

Zhao, F. M., et.al (2006). Investigation on the patterns and knowledge regarding domestic violence among married woman in rural areas of China. Diunduh dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17172104 pada tanggal 26 Juni 2012.

LEMBAR INFORMASI KUESIONER

Saya sebagai peneliti bernama Yuanita Fransiska. Saya adalah mahasiswa program reguler S1 di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Alamat saya di Kp. Sindangkarsa RT 01 RW 10 No. 42 Sukamaju Baru, Tapos, Depok, 16955.

Penelitian yang saya lakukan ini merupakan syarat untuk memenuhi gelar Sarjana Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Pembimbing saya pada penelitian ini adalah Ibu Ns. Wiwit Kurniawati, S.Kep.Sp.Kep.Mat.

Saya bermaksud meminta Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perempuan dewasa tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di RW 10 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok. Lembar persetujuan ini saya berikan kepada anda dan menjelaskan bahwa keterlibatan anda dalam penelitian ini atas dasar sukarela.

Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner.

Kuesioner yang diisi berisi tiga bagian. Bagian pertama berisi pertanyaan-pertanyaan data demografi. Bagian kedua merupakan bagian pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan dan bagian ketiga mengenai sikap perempuan dewasa mengenai KDRT.

Semua informasi dan data yang berkaitan dengan Anda akan saya jaga kerahasiaannya. Sejauh yang saya ketahui, keterlibatan anda dalam penelitian ini tidak menyebabkan risiko yang besar. Setelah dilakukan proses wawancara, Anda akan mendapatkan cenderamata dari peneliti. Anda dapat menghubungi saya di nomor 083897875534 atau email [email protected] jika masih terdapat pertanyaan mengenai penelitian ini. Setelah membaca dan memahami mengenai informasi mengenai penelitian ini, saya mengharapkan Anda setuju untuk menjadi responden dalam penelitian ini.

Depok, Mei 2012 Peneliti

Yuanita Fransiska

Lampiran 4 Kode Responden (diisi oleh peneliti)

KUESIONER

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEREMPUAN DEWASA TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI RW 10 KELURAHAN SUKAMAJU BARU, KECAMATAN TAPOS, KOTA DEPOK

Petunjuk pengisian:

1. Bacalah lembar penjelasan penelitian dengan seksama.

2. Bacalah lembar persetujuan menjadi responden dengan seksama.

3. Isilah pernyataan dengan jawaban sesuai dengan kondisi Anda.

4. Periksa kembali jawaban Anda dan pastikan semua nomor telah diisi.

A. Data Demografi Keterangan:

Berilah tanda silang (x) pada jawaban pada opsi jawaban yang Anda pilih.

Apabila Anda ingin mengganti jawaban, Anda cukup mencoret jawaban sebelumnya (x) dan beri tanda silang (x) pada jawaban yang Anda pilih.

1. Berapa usia anda saat ini?

a. 21 sampai 27 tahun c. 33 sampai 39 tahun b. 28 sampai 32 tahun d. 40 sampai 60 tahun

2. Apakah tingkat pendidikan terakhir Anda?

a. Tidak sekolah e. Diploma 3 (D3) b. Sekolah Dasar (SD) f. Sarjana Strata 1 (S1) c. Sekolah Menengah Pertama (SMP) g. Lain-lain

d. Sekolah Menengah Atas (SMA) (sebutkan………)

3. Apa pekerjaan Anda saat ini?

a. Ibu Rumah Tangga d. Pegawai (karyawati) swasta

b. PNS e. Guru

c. Wiraswasta d. Lain-lain (sebutkan) ………

4. Apa suku asal Anda?

a. Jawa d. Padang

b. Sunda e. Batak

c. Betawi f. Lainnya (sebutkan) ………

5. Apa status pernikahan Anda saat ini?

a. Lajang c. Janda karena kematian b. Menikah d. Janda karena perceraian c.

B. Pengetahuan tentang KDRT

No. Uraian Ya Tidak

1 KDRT adalah segala tindakan yang menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan bagi istri.

2 Memukul, menampar, menjambak, mencubit dan menendang adalah bentuk tindakan kekerasan fisik dalam KDRT.

3 Menolak untuk berbicara atau mengabaikan istri bukan merupakan tindakan KDRT.

4 Suami yang memaksakan hubungan suami istri tanpa persetujuan istri bukan merupakan tindakan KDRT.

5 Suami berhak melarang istri untuk tidak bekerja dengan atau tanpa alas an.

6 Luka fisik akibat kekerasan dalam KDRT dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

7 Perilaku kekerasan yang dilakukan suami semata-mata hanya karena kesalahan yang dilakukan istri.

8 Suami yang merusak barang-barang di rumah ketika

Lampiran 4 (lanjutan) marah kepada istri tidak termasuk tindak KDRT.

9 Korban KDRT dapat melaporkan sendiri atau memberikan kuasa kepada orang lain untuk melaporkan tindak KDRT yang dialaminya.

10 Seseorang yang mendengar atau mengetahui adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga wajib melaporkan kepada pihak yang berwajib.

11 Perempuan korban KDRT cenderung tidak melaporkan kekerasan yang dilakukan oleh suami karena masih merasa bahwa suaminya adalah lelaki baik yang mencintainya

12 Laki-laki sebagai kepala keluarga tidak boleh melakukan tindak kekerasan kepada istri dan anak-anak.

13 Memaksa istri untuk menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang adalah salah satu bentuk tindak KDRT.

14 Penelantaran terhadap istri dan anak-anak merupakan salah satu tindak KDRT.

18 Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) merupakan tempat bagi korban KDRT untuk memperoleh bantuan.

19 Bantuan medis maupun hukum bagi korban KDRT dapat diperoleh di Pusat Krisis Terpadu.

20 Korban KDRT tidak mendapat bantuan dari pihak kepolisian.

21 Tidak ada landasan hukum yang mengatur tentang KDRT.

22 Suami mengontrol seluruh keuangan rumah tangga.

23 Setiap orang yang mendengar adanya tindak KDRT harus

segera memberikan pertolongan darurat.

24 Rasa tidak berdaya dapat terjadi pada perempuan korban KDRT

25 Perempuan korban KDRT merasa terkurung karena suami melarang istrinya untuk berhubungan dengan orang lain.

26 Kekerasan yang dilakukan kepada anak bukan merupakan tindak KDRT

27 Kekerasan terhadap lansia / orang tua pasangan yang tinggal serumah bukan merupakan KDRT

28 Meninggalkan istri untuk kawin lagi tanpa pemberitahuan adalah salah satu tindak KDRT.

29 Seseorang tidak berhak mencampuri tindak KDRT yang dialami oleh orang lain.

C. Sikap terhadap KDRT Keterangan:

STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju BS = Biasa Saja S = Setuju SS = Setuju Sekali

No. Uraian STS TS BS S SS

1 Saya merasa bahwa suami yang disiplin dan tegas adalah suami yang selalu membentak istrinya.

2 Saya hanya menangis sendiri dan diam jika suami membentak dan mencaci saya dengan kata-kata kasar.

3 Saya merasa suami boleh memukul istri jika tidak mengikuti perintah suami.

Lampiran 4 (lanjutan) 4 Tidak apa-apa jika saya ditampar suami

saya

5 Saya merasa tidak pantas jika perempuan menceritakan masalah keluarga kepada orang lain

6 Saya malu untuk menceritakan masalah rumah tangga saya pada orang lain 7 Saya merasa suami tidak boleh

mencemooh dan memarahi istri

8 Saya akan menceritakan pada tetangga saya jika suami saya sering memukul.

9 Saya akan menuruti perintah suami jika memaksakan hubungan seksual walaupun saya enggan dan merasa sakit.

10 Saya akan pergi mencari bantuan jika suami saya menyakiti saya.

11 Saya akan tetap bekerja walaupun suami melarang saya.

12 Saya akan mengadukan kepada pihak kepolisian jika mendengar kasus KDRT.

13 Saya merasa suami berhak mengatur seluruh hidup saya.

14 Saya merasa suami berhak mencaci maki istri yang melakukan kesalahan.

15 Saya akan melawan suami jika suami melakukan kekerasan kepada anak.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 70-81)

Dokumen terkait