• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arsyad S. 2010. Konservasi Tanah dan Air “2th ed”. Bogor (ID) : IPB Press. Asdak C. 2010. Hidrologi Dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai “5th ed”.

Yogyakarta (ID) : Gadjah Mada University Press.

Ayu Laksmidewi TP AA. 2010. Pengaruh Faktor Kekompakan, Motivasi, dan Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Terhadap Keberhasilan Usaha Perikanan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. 4(2): 71-160.

Bappeda Propinsi Banten. 2008. Laporan Final Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pengelolaan DAS Cidanau. Banten.

Bowers J. 2005. Instrument choice for sustainable development: an application to the forestry sector. Forest Policy and Economic. 7(2005):97-107.

Bungin B. 2011. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik

dan Ilmu Sosial Lainnya “2th ed”. Jakarta (ID) : Kencana Prenada Media Group.

Dick RM, Gregorio MD. 2004. Undrstanding Property Rights. Di dalam : Dick RM and Greogrio MD, [Editor]. Collective Action and Property Rights for Sustainable Development. USA : IFPRI and CAPRI.

Engel S, Pagiola S, Wunder S. 2008. Designing payments for environmental services in theory and practice – an overview of the issues. Ecological Economic.65(2008):663-674. doi:10.1016/j.ecolecon.2008.03.011

FAO (Food and Agriculture Organizatioan of The United Nations). 2004. Payment Schemes for Enviromental Service in Watersheds. Roma : Land and Water Dicussion Paper.

Hariadi SS. 2005. Revitalisasi Kelompok Tani sebagai Media Penyuluhan Pertanian Era Globalisasi. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 1(2):83–93.

Hermanto, Swastika DKS. 2011. Penguatan kelompok tani : Langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Analisisis Kebijakan Pertanian. 9(4):371-390.

Hidayat. 2011. Politik agrarian transformatif: studi peluruhan kelembagaan lokal dan kegagalan politik tata kelola agrarian pada komunitas petani di DAS Cidanau Kabupaten Serang Propinsi Banten [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Idrus M. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta (ID) : Erlangga.

Irawan P. 2006. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta (ID) : DIA FISIP UI.

Irsyad F. 2011. Analisis debit sungai Cidanau dengan aplikasi SWAT [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Johnson N, White A, Maitre DP. 2001. Developing Markets for Water Services from Forests : Issues and Lessons for Innovators. Washington DC. Forest Trends.

Kalu A R. 2008. Dinamika kelompok tani pada kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di desa Bulue Kabupaten Soppeng. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 3(1):001-110.

Keser C, Wilingner M. 2007. Theories of behavior in principal-agent relationships with hidden action. European Economic Review. 51(6):1514-1533.

Kasper W, Streit ME. 1998. Institutional Economics : Social Order and Public Policy. Massachussetts. USA (US): The Locke Institute, Edward Elgar Publishing, Inc Northampton.

Maila MW, Loubser CP. 2003. Emancipatory Indigenous Knowledge Systems : implications for environmental education in South Africa. South African Journal of Education. 23(4):276-280.

Menard C, Shirley MM. 2008. What is new institutional economics. Di dalam: Menard C., Shirley MM, editor. Handbook of New Institutional Economics. Heidelberg: Springer-Verlag.

Mayers J. 2005. Stakeholder power analysis. IIED (International Institute for Environment and Development).

Nasir M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta (ID). Ghalia Indonesia.

Nugroho B. 2003. Kajian institusi pelibatan usaha kecil-menengah industri pemanenan hutan untuk mendukung pengelolaan hutan produksi lestari [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

North DC. 1991. Institutions. Journal of Economic Perspectives. 5(1): 97-112. Ostrom E. 2008. Doing Institutional Analysis: Digging Deeper than Market and

Hierarchies. Di Dalam Menard C dan Shirley MM. editor. Handbook of New Institutional Economics. Berlin (DE): Springer Publishing.

Pagiola S, Arcenas A, Platais G. 2004. Can payments for environmental services help reduce property? An exploration of the issues and the evidence to date from latin America. World Develoment. 33(2):237-235. doi: 10.1016/ j.worlddev.2004.07.011

Place F, Otsuka K, Scherr S. 2004. Property Right, Collective Action and Agroforestry. Di dalam : Dick RM and Greogrio MD, [Editor]. Collective Action and Property Rights for Sustainable Development. USA : IFPRI and CAPRI.

Reed MS, Graves A, Dandy N, Posthumus H, Hubacek K, Morris J, Prell C,. Quinn CH, Stringer LC. 2009. Who’s in and why? A typology of stakeholder

analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management. 90 (2009) :1933–1949. doi:10.1016/j.jenvman. 2009.01.001. Satori D, Komariah A. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung (ID):

Alfabeta.

Schlager E, Ostrom E. 1992. Property-right regimes and natural resources: A conceptual analyasis. Land Economics. 68(3):249-262.

Silver R. 2012. The value of Information in a principal-agent model with moral hazard and ex ante contracting. Games and Economic Behavior. 74(2012):352-365.

Slamet Y. 2006. Metode Penelitian Sosial. Surakarta (ID): LPP UNS dan UNS Press.

Soekartawi. 1995. Pembangunan Pertanian. Jakarta (ID): PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung (ID): Alfabeta. Suryawan A. 2005. Penentuan dasar biaya kompensasi untuk pembayaran jasa

lingkungan dengan memanfaatkan teknologi inderaja (studi kasus : DAS Cidanau, Banten) [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Syahyuti. 2007. Kebijakan pengembangan gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) sebagai kelembagaan ekonomi di pedesaan. Analisis Kebijakan Pertanian. 5 (1):15-35.

Swanson T, Timo G. 2000. Analysis propery rights issues involving plant genetic resources: implication of ownership for economic efficiency. Ecological Economics. 32 (2000):75-92.

Triani A. 2009. Analisis willingness to accept masyarakat terhadap pembayaran jasa lingkungan DAS Cidanau (studi kasus Desa Citaman Kabupaten Serang) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Wunder S. 2006. Are direct payments for environmental services spelling doom for sustainable forest management in tropics?. Ecology and Society. 11(2): 23 [online] URL : http://www.ecologyandsociety.org/vol11/iss2/art23.

Yustika AE. 2008. Ekonomi Kelembagaan : Definisi, Teori dan Strategi “2th ed”. Malang (ID): Bayumedia Publishing.

Zhang Y, Wildemuth BM. 2009. Qualitative analysis of content. www.ischool.uxexas.edu/~yanz/Content_analysis.pdf[22 januari 2013].

48

P1 P2 P3 P4 P5 K1 K2 K3 K4 K5

PT Krakatau Tirta Industri 5 5 5 4 4 23 5 4 5 3 4 21

Komunitas petani hutan 2 4 4 5 3 18 4 4 4 5 4 21

Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC)

4 4 5 4 4 21 5 2 4 3 1 15

Bappeda Propinsi Banten 4 4 5 4 3 20 3 4 4 2 1 12

Dinas Kehutanan Propinsi Banten 4 3 5 4 3 19 3 3 4 2 1 12

Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Serang

4 3 2 4 3 17 3 3 3 2 1 11

Dinas Kehutanan Kabupaten Pandenglang

4 3 2 4 3 17 3 3 3 2 1 11

Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten

1 2 2 1 2 8 1 2 2 1 1 4

BLHD Propinsi Banten 2 3 2 2 3 12 3 3 3 1 1 11

Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pandenglang

2 3 2 2 3 12 3 3 3 1 1 11

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Serang

2 3 2 2 3 12 3 3 3 1 1 11

KSDA Sie wil I serang 2 2 2 1 3 12 2 3 3 1 1 10

BPDAS Citarum Ciliwung 2 3 3 2 3 13 2 3 3 1 1 10

Keterangan :

P1 = Apabila terlibat dalam menetapkan aturan dan kebijakan, melaksnaakan aturan dan kebijakan, penegakan hukum, pemantauan/pengawasan dalam kemitraan, nilai 5 apa bila menyebutkan seluruhnya, 4 : menyebutkan tiga saja; 2: menyebutan satu saja; 1: tidak melakukan apapun.

49 merubah arah pengelolaan; nilai kan 4 apabila menyebutkan 3; nilai 3 hanya menyebutkan 2; nilai 2 hanya menyebutkan salah satu saja dan jika tidak melakukan apa pun diberi nilai 1.

P4 = Kewenan an stakeholder terkait dengan pengelolaan sumber daya hutan, pembangunan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lahan; nila 4 apa bila menyebutkan 3 pint, nilai 3 kewenangan dalam 2 poin; nilai 2 apa bila kewenangan dalam 1 poin saja; apa bila tidak memiliki kewenangan diberi nilai 1.

P5 = Kondisi sumber daya yang disediakan; nilai 5: sangat baik jika menyebutkan lebih dari 10 poin, nilai 4: jika menyebutkan 7-9 poin, nilai 3: cukup jika menyebut 4 – 6 poin; nilai 2: kurang jika menyebutkan 1-3 poin; jika tidak menyediakan sumber daya diberi nilai 1.

K1 = Keterlibatan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasa/evaluasi; nilai 4: keterlibatan dalam 3 poin saja; nilai 3: keterlibatan dalam 2 poin; nilai 2: keterlibatan 1 poin dan apa bila tidak terlibat diberi nilai 1

K2 = Manfaat kemitraan PJL; nilai 5 apabila manfaat adalah sebagai mata pencaharian, tugas pokok dan fungsi, konservasi dan dapat berinteraksi dengan orang lain; apabila mendapat 3 manfaat diberi nilai 4; nilai 3 apabila mendapat 2 manfaat; nilai 2 mendapat 1 manfaat dan apabila tidak mendapatkan manfaat diberi nilai 1.

K3 = Apa bila menyediakan sumber daya manusia, dana, informasi dan fasilitas diberi nilai 5, nilai 4 apabila menyediakan 3 sumber daya, nilai 3: apabila menyediakan 2 sumber daya; nilai 2 apabila menyediakan 1 sumber daya; dan nilai 1 apabila tidak menyediakan sumber daya.

K4 = Prioritas lokasi desa model pembayaran jasa lingkungan untuk program kegiatan; nilai 5 apabila desa model menjadi prioritas, yakni jika seluruh kegiatannya hanya fokus diberikan pada desa model; prioritas: jika 80% dari kegiatannya di alokasikan untuk desa model; nilai 3 cukup prioritas, jika 60%; nilai 2 kurang menjadi prioritas apabila 40% dan nilai 1 jika tidak menjadi prioritas: kurang dari 20% seluruh alokasi kegiatan konservasi dialokasikan untuk desa model kemitraan

K5 = Apa bila 100% tergantung terhadap keberadaan sumber daya hutan (hasil hutan, budidaya, konservasi); 80% ketergantungan diberi nilai 80%; nilai 3 ketergantungan 60%; nilai 2 ketergantungan 40% dan jika kurang dari 20% maka diberi nilai 1.

Penulis dilahirkan di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada tanggal 5 Nopember 1981 sebagai anak bungsu dari Bapak Salim Gani dan Ibu Rosidah. Pendidikan Sarjana ditempuh di Program Studi Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, lulus pada tahun 2003. Kesempatan untuk melanjutkan ke program Pascasarjana pada program studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor diperoleh pada tahun 2011 dengan beasiswa dari Kementerian Kehutanan.

Penulis saat ini bekerja sebagai fungsional PEH Muda di Kementerian Kehutanan sejak tahun 2003. Sebelumnya magang CPNS di Balai Taman Nasional Alas Purwo Jawa Timur (2004), kemudian ditahun yang sama ditempatkan di BPDAS Saddang Sulawesi Selatan. Tahun 2006 hingga sekarang di Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS, Direktorat Jenderal Bina Perencanaan DAS dan Perhutanan Sosial.

Karya ilmiah berjudul “Kelembagaan Kemitraan Hulu Hilir untuk Pasokan Air DAS Cidanau” telah diajukan untuk diterbitkan pada Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi

Dokumen terkait