Waktu Hancur VS Formula
DAFTAR PUSTAKA
Ansel, H.C. 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi IV. Jakarta: UI Press. Halaman 244-272.
Anggraini, S. 2010. Optimasi Formula Fast Disintegrating Tablet Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.,) Dengan Bahan Penghancur Sodium Starch Glycolate Dan Bahan Pengisi Manitol. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal 2-3.
Ayuni, R. 2012. Khasiat Selangit Daun-Daun Ajaib Tumpas Beragam Penyakit.
Yogyakarta: Alaskan. Halaman 130.
Banker, G.S. dan Anderson N. R. (1994). Tablet. Edisi III. Jilid II. Jakarta: UI- Press. Halaman 643-703.
Carstensen, J.T. 1977. Theory of Pharmaceutical System. London: Academic Press. Halaman 150-152.
Depkes RI. 1977. Materia Medika Indonesia. Jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 1, 3-6.
Depkes RI. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 321-326, 333-337.
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 5, 1035.
Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 6-9, 32.
Depkes RI. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 50-54, 75-79, 162-170.
Desiyana, dkk. 2016. Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Penyembuhan Luka Terbuka Pada Mencit (Musmusculus). Banda Aceh:
Universitas Syiah Kuala. Hal 2-4.
Dewoto, H.R. 2007. Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi Fiofarmaka. Majalah Kedokteran Indonesia. 57 (7): 206
Ditjen POM RI. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Halaman 81.
Ditjen POM RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.
Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman13-31.
Humrah, dkk. 2018. Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Dalam Penanganan Awal Balita Diare Di Desa Bone Kec. Bajeng. Midwife Journal. 5 (1). 2-3.
Gaman, P.M., dan Sherington, K.B. 1992. Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. Halaman 43.
Lachman, L., H.A Lieberman, dan J.L Kanig. 1986. The Theory and Practice of Industrial Pharmacy. Edisi III. Philadelphia: Lea & Febinger. Halaman 311-314, 645-794.
Lachman, L., H.A Lieberman, dan J.L Kanig. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Farmasi Industri. Edisi III. Diterjeahkan oleh Suyatmi S, Universitas Indonesia Press. Jakarta. Halaman 43-57, 110-113.
Lannie, H, dan Achmad, F. 2013. Sediaan Solida. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Halaman 70-73.
Lestari, A.B., dan Natalia, L. 2007. Optimasi Natrium Sitrat dan Asam Fumarat sebagai Sumber Asam dalam Pembuatan Granul Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Secara Granulasi Basah.
Majalah Farmasi Indonesia. 18(1): 24.
Lieberman, H.A., Lachman, L., dan Kaning, J.L. 1989. Pharmaceutical Dosage Forms: Tablets. Vol.I. Edisi II. New York: Marcell and dekker Inc.
Halaman. 149-153.
Marjoni, M.R. 2017. Farmakognosi (Teori Ringkas dan Praktis Untuk Diploma DIII Farmasi). Jakarta: Trans Info Media. Halaman 23-30
Mutiah, R. 2015. Evidence Based Kurkumin Dari Tanaman Kunyit (Curcuma Longa Sebagai Terapi Kanker Pada Pengobatan Modern. Malang:
UINIM. Halaman 29-31.
Nolia, dkk. 2014. Uji Sari Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.,) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherechia coli. Halaman 3.
Parrott, L. 1971. Pharmaceutical Technology. United States of America: Burges Publishing Company. Halaman 82.
Rochmasari, Yulinar. 2011. Studi Isolasi Dan Standar Molekul Senyawa Kimia Dalam Fraksi Netral Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.,). Depok: UI.
Halaman 3.
Rukmana, R., dan Yudirachman, H. 2016. Budi Daya dan Pascapanen Tanaman Obat Unggulan. Yogyakarta: Lily Publisher. Halaman 115-146, 196-226.
Saifuddin, dkk. 2011. Standardisasi Bahan Obat Alam. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Halaman 2.
Siregar, C.J.P., dan Wikarsa, S. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar Praktis. Edisi II. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Halaman. 12, 8, 416-418.
Tsauri, S. 2006. P3K dengan Herbal. Jakarta: Swadaya. Halaman 40.
Yuliati. 2016. Uji Aktivitas Ekstrak Kunyit Sebagai Antibakteri Dalam Pertumbuhan Bacillus sp dan Shigella dysentriae Secara In Vitro.
Halaman 2.
Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi I. Penerjemah: Soedani N.S. Yogyakarta: UGM Press. Halaman 200.
Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi II. Penerjemah:
Soedani N.S. Yogyakarta: UGM Press. Halaman 159.
Retno, A. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan Daun Jambu Biji Sebagai Obat Tradisional. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Halaman 2-4.
.
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan a. Hasil Identifikasi Tumbuhan Jambu Biji
b. Hasil Identifikasi Tumbuhan Rimpang Kunyit
Lampiran 2. Gambar Daun Jambu Biji dan Rimpang Kunyit Daun Jambu Biji
Rimpang Kunyit
Lampiran 3. Gambar simplisia daun jambu biji dan rimpang kunyit Daun Jambu Biji
Simplisia Daun Jambu Biji
Rimpang Kunyit
Simpisia Rimpang Kunyit
Serbuk Simplisia Rimpang Kunyit Serbuk Simplisia Daun Jambu Biji
Ekstrak Daun Jambu Biji Dan Ekstrak Rimpang Kunyit
Lampiran 4. Hasil Mikroskopik Simplisia Mikroskopik Simplisia Rimpang Kunyit
Keterangan: 1. Rambut Penutup
2. Sel Parenkim 3. Berkas Pembuluh
Mikroskopik Simplisia Daun Jambu Biji
Keterangan: 1. Berkas Pembuluh 2. Rambut Penutup
3. Hablur Kalsium Oksalat 1
2 1
2
3
3
Lampiran 5. Flowsheet
a. Pembuatan Simplisia Daun Jambu Biji dan Rimpang Kunyit
Dirajang rimpang kunyit dan daun jambu biji
Dicuci, ditiriskan dan ditimbang berat basah (6,02 kg daun jambu biji, 8,8 kg rimpang kunyit)
Dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40
Ditimbang sebagai berat kering (2,16 kg daun jambu biji, 1,6 kg rimpang kunyit)
Dihaluskan menggunakan blender Daun jambu
biji/Rimpang kunyit
Simplisia
Serbuk simplisia
Pembuatan Ekstrak Daun Jambu Biji/
Rimpang Kunyit Skrining
Fitokimia
Karekterisasi
b. Pembuatan Ekstrak Daun Jambu Biji
Dimasukkan etanol 80% 75 bagian (6750 ml) Dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya Dilakukan pengadukan setiap hari
Diserkai
Dicuci kembali dengan etanol 80%
hingga tercapai 25 bagian (2250 ml)
Diserkai
Digabung
Didiamkan selama 2 hari terindung dari cahaya matahri Dienap tuangkan
Diuapkan dengan menggunakan rotary epavorator Dipekatkan diatas waterbath
Simplisia daun jambu biji 900 g
Maserat 1 Ampas
Maserat 2 Ampas
Ekstrak Kental daun jambu biji 143,2 g
c. Pembuatan Ekstrak Rimpang Kunyit
Dimasukkan etanol 80% 75 bagian (4500 ml) Dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya Dilakukan pengadukan setiap hari
Diserkai
Dicuci kembali dengan etanol 80%
hingga tercapai 25 bagian (1500 ml)
Diserkai
Digabung
Didiamkan selama 2 hari terindung dari cahaya matahri Dienap tuangkan
Diuapkan dengan menggunakan rotary epavorator Dipekatkan diatas waterbath
Simplisia rimpang kunyit 600 g
Maserat 1 Ampas
Maserat 2 Ampas
Ekstrak Kental Rimpang Kunyit 79,2
g
d. Pengenceran Ekstrak Daun Jambu Biji dan Rimpang Kunyit
Diencerkan menggunakan laktosa dengan perbandingan 1:6
Dimasukkan ke dalam lumpang lalu digerus Diayak menggunakan mesh 20
Dikeringkan dilemari pengering 40-50°C selama 3 hari.
Ditambah sedikit demi sedikit PVP 2% sampai terbentuk massa yang kompak
Diayak menggunakan mesh 16 Disimpan dalam lemari pengering Diayak kembali menggunakan mesh 20 Ekstrak kental rimpang
kunyit/ekstrak kental daun jambu biji
Ekstrak kering
Granul ekstrak daun jambu biji / ekstrak
rimpang kunyit
e. Pembuatan Tablet Ekstrak Daun Jambu Biji Dikombinasi Rimpang Kunyit
Dimasukkan laktosa kedalam lumpang dan digerus
Ditambahkan amilum manihot (pengembang dalam), enceran daun jambu biji dan rimpang kunyit digerus homogen
Ditambahkan bahan pengikat dengan konsentrasi yang telah ditentukan sedikit demi sedikit
Digerus hingga terbentuk massa yang kompak
Diayak dengan ayakan mesh nomor 14 Dikeringkan dilemari pengering 40-50°C selama 1 hari
Diayak dengan ayakan mesh nomor 16 Ditambahkan amilum manihot (pengembang luar), talkum dan Mg stearat lalu dicampur hingga homogen
Dicetak granul menjadi tablet Lumpang dan Alu
dibersihkan
Granul kering
Uji Preformulasi
Tablet
Uji Evaluasi