Nama : Abu Yazid
Tempat/ Tanggal Lahir : Kab. Semarang 14 September 1994 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarga Negaraan : Indonersia Agama : Islam
Alamat : Widoro, RT 01 RW 06 Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kab. Semanrang 50775
Riwayat Pendidikan :
SD Negeri 02 Kesongo : Lulus Tahun 2007 SMP N 2 Tuntang : Lulus Tahun 2010 SMK N 1 Tengaran : Lulus Tahun 2013
Demikian, Riwayat ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Salatiga, 13 Febuari 2018
Penulis
Abu yazid NIM. 111-13-226
82
Pedoman Wawancara
a. Apakah pecinta alam faham akan nilai dasar mapala MITAPASA ? b. Bagaimana sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan
Allah?
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam? d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada
Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
83 Wawancara : 01
Koresponden : DA
Waktu : Selasa, 13 Febuari 2018 Tempat : Kantin pak sabar
a. Apakah pecinta alam faham akan nilai dasar mapala MITAPASA?
“Pemaknaan nilai dasar mapala dari anggota mapala MITAPASA beragam, pengalaman dan juga cara pandang seseorang mempengaruhi. Menurut saya nilai dasar mapala adalah poin utama seorang pecinta alam untuk lebih memahami sebenarnya apa peran pecinta alam, harus bagaimana sifatnya, harus bagaiman kedepannya.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“Berusaha untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sesama mahluk karena
hal itulah yang mungkin bisa membuat lingkungan seimbang. Dan terus belajar, menggali makna-makna kehidupan dan bagaimana kita beralam. Menyadari bahwa yang menempati alam ini bukan hanya manusia tetapi ada mahluk-mahluk lain yang harus kita jaga kelestariaanya.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“Kita semua, bukan hanya pemangku jabatan namun semua pihak ikut terlibat
dalam kelestarian alam“
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“Ya jika kita mampu menghargai mahluk lain yang diciptakan Allah
keseimbangan akan terjaga, Berupa semaksimal mungkin menjaga
keharmonisa alam”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“Eksploitasi yang sesuai dengan kebutuhan tanpa ego yang diprioritaskan”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
84
“Keterbatasan ilmu materi dan tenaga”
g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“Memperkaya diri dengan pengetahuan lingkungan”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“Memulai dari diri sendiri, yang kemudian menyebar ke masyarakat sekitar”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh, bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
Wawancara : 02 Koresponden : DO
Waktu : Selasa, 13 Febuari 2018 Tempat : Basecamp
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“menurut saya, nilai dasar mapala adalah sebaik-baiknya manusia itu bisa bermanfaat buat orang lain, alam, linkungan. Jadi bagaiman kita bisa bermanfaat untu manusia sendiri maupun bermanfaat untuk menjaga dan merawat alam.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah? “Menghargai dan saling menjaga sesama ciptaan Allah.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam? “Manusia, pecinta alam dan pemerintah”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu? “Menjaga lingkungan dimana pun berada dan dimulai dari diri sendiri.” e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“Memulai dengan niat, kemudian tindakan dari hal-hal kecil”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“Rasa malas untuk berbuat” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“Memperbari niat”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“Saling menjaga dan saling mrngingatkan.”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh, bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
Wawancara : 03 Koresponden : DE
Waktu : Selasa, 13 Febuari 2018 Tempat : Basecamp
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA? “sebagai dasar dalam berorganisasi, untuk dasar yang pertama adalah Al- Qur’an. Karena dalam salah satu ayat di Al-Qur’an mengatakan bahwa manusia dibumi itu tugasnya adalah khalifah. Khalifah disini diartikan pemimpin dan pemelihara. Untuk konteks di mapala, khalifah diartikan dengan memelihara dan menjaga bumi. Dasar yang kedua adalah kode etik pecinta alam yang ditunjukan khusus untuk pecinta alam”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah? “Alam anugerah dari Allah, kita harus menjaganya sebagai realisasi rasa syukur kepada Allah”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam? “Semua orang”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu? “menjaganya, memeliharanya dengan tindakan. Misalanya masalah sampah, memilah sampah orgaik dan anorganik supaya lebih mudah dalam
mengolahnya”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“memilah sampah yang kemudian mengolahnya, meminimalisir penggunaan energi”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“rasa malas dan tidak mau bertindak, kurangnya pengetahuan akan lingkungan dan kesadaran bersama akan lingkungan”
g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“Memperbanyak diskusi dan refleksi bersama akan lingkungan”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“bersama-sama berpartisipasi tentang lingkungan. Menjadi penggerak untuk aksi lingkungan”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
“pemimpin dalam segala hal, yang dimintai pertangungjawabannya di kemudian hari”
Wawancara : 04 Koresponden : MA
Waktu : Selasa, 13 Febuari 2018 Tempat : Basecamp
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA? “nilai dasar mapala merupakan tujuan ataupun cita-cita tanpa mengurangi asas kemanusiaan. Hubungan yang benar-benar mendasari dan tak mungkin bisa dihilangkan. Dimana setiap perjalanan waktu, hubungan dimana Allah dengan manusia, manusia dengan alam, alam dengan Allah itu sudah pasti dan tidak bisa diubah. Dengan itu bisa dibilang sebagai acuan pecinta alam bergerak di indonesia. Manusia tidak bisa mengingkari bahwa dia butuh dengan sesama, alam maupun Allah. Namun sebenarnya alam dan Allah tidak sebegitu butuh manusia. Sehingga dakam siklus hidup ini, mau ataupun tidak mau, nilai dasar mapala khususnya mitapasa tidak bisa mengesampingkan 2 pon lainnya”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“menjaga, merawatnya dan bersahabat dengannya. Kita butuh mereka dan mereka pun butuh kita. Apalagi dalam tataran rantai makanan, manusia berada dalam posisi tertinggi. Sebagai produsen pertama yang berarti yang mempunyai kepentinggan terhadap alam yang paling besar. Sudah selayaknya kita yang harus lebih menjaganya, melestarikannya”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“umat manusia”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“dimana kerusakan alam tidak lebih besar dari pada kelestarian alam” e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“menanam pohon, ikut aksi lingkungan”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“kemalasan diri sendiri”
g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“ikut organisasi”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“berkontribusi terhadap kelestarian alam sebagai titipan Allah.”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
“sebagai hamba yang diberi amanah menjadi wakilNya di bumi, namun juga harus di imbangi dengan jiwa amanah, menjaga”
Wawancara : 05 Koresponden : WA
Waktu : Selasa, 13 Febuari 2018 Tempat : Basecamp
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“kita tidak bisa hidup sendiri. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, baik sesama manusia maupun dengan mahluk ciptaan Allah yang lain saling membutuhkan. di alam ini disadari atau tidak ada hubungan simbiosis mutualisme. Tidak melakukan hal-hal negatif. Karena saya percaya apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita, jadi bila kita berlaku baik kepada sesama ciptaan Allah yang lain, mereka pun akan berlaku baik pada kita. Mengingtkan saya pada hukum kausalitas dan dalam agama pun juga ada ayat yang menerangkan bahwa kita akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang kita lakukan, dan itu bukan berlaku kepada sesama manusia saja tapi juga yang lain.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“manusia mahluk social, saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Ada hubunganb simbiosis mutualisme. Karena manusia yang punya akal, jadi yang berperan paling aktif menjaga lingkungan.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“manusia yang punya akal dan kesadaran bahwa kita hidup berantung dengan alam”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu? “kita tidak bisa hidup sendiri. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, baik sesama manusia maupun dengan mahluk ciptaan Allah yang lain saling membutuhkan. di alam ini disadari atau tidak ada hubungan simbiosis mutualisme. Tidak melakukan hal-hal negatif. Karena saya percaya apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita, jadi bila kita berlaku baik kepada
sesama ciptaan Allah yang lain, mereka pun akan berlaku baik pada kita. Mengingtkan saya pada hukum kausalitas dan dalam agama pun juga ada ayat yang menerangkan bahwa kita akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang kita lakukan, dan itu bukan berlaku kepada sesama manusia saja tapi juga yang lain..”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“konservatif terhadap alam, penaman kembali hutan yang gundul”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“kemampuan diri sendiri, ilmu dan alam.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“lebih kreatif, inovatif, memanfaatkan barang bekas”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“menyadari bahwa yang ada di alam adalah titipan dan berusaha bersamasama mejaganya”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
Wawancara : 06 Koresponden : SR
Waktu : Sabtu 16 Febuari 2018 Tempat : Depan Wall Climbing
a.Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“faham.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“saling menjaga sesama mahluk”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“semua manusia.”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“menjaganya tetap pada tempatnya.”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“memulai dari diri sendiri dan hal kecil.”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“kurangnya motivasi untuk berbuat.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“melatih kepekaan.”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“sudah sejak lahir manusia di beri fitrah sebagai pemimpin, namun kepemimpinan itu harus diasah agar tumbuh sesuai nilai-nilai islam. Pengenalan dan pembekalan akan lingkungan sejak dini akan tertanam dalam ingatan jangka panjang, sehinga kedepannya kita membentuk generasi yang sadar lingkungan. Dalam usaha membentuk generasi sadar lingkungan sejak dini, diperlukan usaha yang continuitas dan disini memerlukan kerja sama berbagai elemen masyarakat.”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
Wawancara : 07 Koresponden : AK
Waktu : Sabtu 16 Febuari 2018 Tempat : Depan Wall Climbing
a.Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“faham.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“menghargai dan menjaga.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“semua manusia tidak pandang jabatan dan status.”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“menjaganya letap lestari.”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“membuang sampah pada tempatnya, berperilaku ramah lingkungan.”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“rasa malas dan kurang motivasi.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“melihat begitu urgennya masalah lingkungan.”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“Melihat dari perintah dan laranangan tentang kelestarian lingkungan. Memperhatikan etika kita terhadap lingkungan. Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa berdiri sendiri. Di alam maupun dengan sesama manusia. Dengan berusaha menjaga keseimbangan dengan memegang teguh memayu hayuning bawana.”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh? “yang menjaga keseimbangan manusia, alam.”
Wawancara : 08 Koresponden : BR
Waktu : Senin, 18 Febuari 2018 Tempat : Basecamp
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“sedikit mengerti.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“sebagai sesama ciptaan Allah kita harus menghargai, menjaganya. Bukankah manusia dibumi tugas utamanya adalah untuk ibadah. Dan sependek yang saya tahu amalan apapun asal baik, bisa di niatkan untuk beribadah. Bisa juga kita menjaga alam berbilai ibadah bila kita niatkan untuk ibadah. Menjaganya untuk tetap lestari demi kehidupan yang lebih baik, untuk anak cucu kita kelak.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“semua manusia.”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“menjagany tetap lestari.”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“ikut berpartisipasi dengan dengan aksi-aksi lingkungan.”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“kurangnya motivasi dan kesadaran akan lingkungan.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“yang menjaga”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
“yang mendapat amanah.
99 Wawancara : 09
Koresponden : DK
Waktu : Senin, 18 Febuari 2018 Tempat : Depan Wall Climbing
a.Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“faham.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“saling menjaga dan menghargai.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“semua manusia.”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“menjaga amanah Allah.”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“berbuat bijak dengan lingkungan.”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“keterbatasan dalam berbuat.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“terus menggali nilai-nilaili ngkungan.”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“Sebagai yang ditugaskan Allah sebagai khalifah di bumi, kita menjaga ,merawat alam dan sesama manusia kita adalah mahluk sosial. Kita saling membutuhkan pertolongan orang lain dan sesama manusia kita bagaimana bersama-sama menjaga alam karena kebutuhan manusia semua dari alam. Misalnya dari padi, bagaiman kerjasama dari petani yang menanam sampai dengan konsumen terjaga hubungannya. Dan semua itu merupakan satukesatuan yang tidak dapat di pisahkan.”
100
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
101 Wawancara : 10
Koresponden : NC
Waktu : Senin, 18 Febuari 2018 Tempat : Kantin Pak Sabar
a. Apakah pecinta alam faham akan kandungan nilai dasar mapala MITAPASA?
“sedikit mengerti.”
b. Bagaiman sikap kamu terhadap alam, sebagai sesama mahluk ciptaan Allah?
“saling menjaga fungsional hubungan ini.”
c. Siapa yang bertugas merawat, menjaga serta melestarikan alam?
“semua manusia.”
d. Menjaga keseimbangan alam adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah, bagaimana kamu mendefinisakan bentuk menjaga keseimbangan alam itu?
“menjaganya tetap lestari.”
e. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam?
“membuang sampah pada lingkungannya”
f. Apa yang menghalangimu untuk merealisasikan gagasan untuk menjaga dan melestarikan alam?
“keterbatasan dan berbuat.” g. Dan bagaimana jalan keluarnya?
“lebih kreatif dalam berbuat.”
h. Bagaimana aktualisasi tanggungjawab pada Tuhan jika kita sebagai mahasiswa, Pecinta Alam dan sebagai masyarakat?
“walau dalam Al-Qur‟an menegaskan bahwa manusia adalah seabagai pemimpin di bumi namun ini bukan berati kita bebas mengeksploitasi alam, bertindak semena-mena dengan alam. Dan walau alam ini di ciptakan untuk manusia tetapi adanya mereka untuk kita jaga. Tidak bisa dipungkiri kita bergantung dengan alam. Kita berhidup semua menggambil dari alam. Mulai dari kebutuhan primer sampai dengan tertier semuanya dari alam. Memang alam diam ketika kita serakah
102
mengeksploitasi tetapi semua ada batasannya. Alam pun akan memberi reaksi atas perlakuan kita terhadapnya. Terbukti bencana di bumi akibat ulah manusia, itu semua karena kita lali, menglekplotasi tanpa mengimbangi dengan pelestariannya. Semua itu kita tidak bisa bekerja sendiri. Seperti hanya untuk menjadi sebuah baju, seorang membuat jarum, seorang yang lain mebuat benang, yang satunya lagi menjahit dan sampai akhirnya menjadi baju. Belum sampai disini, ada orang yang ke sekian yang bertugas menjadi distributor dan penjual sampai akhirnya kita membeli dan memakainya. Itu baru satu contoh padahal di dunia ini banyak sekali manusia yang bertugas dan saling membantu menyediakan kebutuhan manusia. Disini kita saling membutuhkan baik dengan alam maupun dengan manusia. Kita harus saling menghargai baik dengan alam maupun dengan sesama manusia.”
i. Dalam islam, manusia di bumi sebagai khalifah fil ardh. Bagaimana kamu mengartikan manusia sebagai khalifah fil ardh?
103
Gambar 1. Kegiatan pungut sampah bersama mapala se-salatiga
105