• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN NERVUS KRANIAL (I-VI)

Dalam dokumen BLOK KETERAMPILAN MEDIS DASAR 2 (Halaman 35-39)

PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL (NERVUS I-VI)

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN NERVUS KRANIAL (I-VI)

NO ASPEK YANG DINILAI SKOR

0 1 2 1 Nervus

Olfaktorius (I)

1. Mempersiapakan alat dan bahan pemeriksaan 2. Meminta izin kepada probandus sembari

mempersilakan penderita untuk duduk atau berbaring

3. Memerintahkan probandus untuk memejamkan matanya atau menutup mata probandus dengan kain penutup

4. Melakukan inspeksi lubang hidung yang akan diperiksa apakah ada pilek, polip, atau sumbatan lainnya

5. Menutup hidung yang tidak diperiksa dengan kapas 6. Mendekatkan botol yang telah berisi bahan

beraroma pada hidung yang akan diperiksa

7. Meminta probandus untuk menyebutkan aroma apa yang tercium

8. Melakukan pemeriksaan 6 & 7 untuk aroma yang lain

9. Memberikan penilaian hasil pemeriksaan 2 Nervus Optikus

(II)

Pemeriksaan Lapangan pandang (tes konfrontasi) 1. Meminta penderita duduk berhadapan dengan

pemeriksa pada jarak 1 meter.

2. Meminta penderita menutup mata kirinya dengan tangan untuk memeriksa mata kanan.

3. Meminta penderita melihat hidung pemeriksa 4. Pemeriksa menggerakkan jari tangannya dari

samping kanan ke kiri dan dari atas ke bawah.

5. Meminta penderita untuk mengatakan bila masih melihat jari-jari tersebut.

6. Menentukan hasil pemeriksaan.

7. Mengulangi prosedur pemeriksaan untuk mata sebelah kiri dengan menutup mata sebelah kanan.

• • •

1. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan

2. Meminta izin kepada probandus sembari mempersilakan probandus untuk duduk atau berbaring

3. Menyinari mata yang akan diperiksa dengan senter dari arah samping

4. Memperhatikan reaksi pupil yang disinari (refleks pupil langsung) maupun reaksi pupil yang tidak disinari (refleks pupil konsensual)

5. Memeriksa refleks akomodasi pupil.

a. Meminta penderita melihat jari telunjuk pemeriksa pada jarak yang agak jauh.

b. Meminta penderita untuk terus melihat jari telunjuk pemeriksa yang digerakkan mendekati hidung penderita.

Blok KMD 2 Keluhan FN Neurosensoris, Hemopoetik & Limforetikuler

6. Memberikan penilaian Pemeriksaan gerak bola mata

1. Mempersiapakan alat dan bahan pemeriksaan 2. Meminta izin kepada probandus sembari

mempersilakan probandus untuk duduk atau berbaring

3. Menempatkan diri di depan probandus sekitar 1 meter

4. Memerintah kepada probandus untuk melihat dan mengikuti gerakan jari tangan pemeriksa yang membentuk gambaran X, H, dan + 5. Memberikan penilaian dan pencatatan hasil

pemeriksaan 4 Nervus

Trigeminal Nerve (V)

Fungsi Motoris

1. Mempersiapakan alat dan bahan pemeriksaan 2. Meminta izin kepada probandus sembari

mempersilakan probandus untuk duduk atau berbaring

3. Memerintahkan probandus untuk mengatupkan giginya dan mempertahankannya

4. Melakukan palpasi otot temporalis dan masseter

5. Memerintahkan probandus untuk membuka mulut dan mempertahankannya sembari dilakukan tahanan dengan tangan pemeriksa 6. Memberikan penilaian dan pencatatan hasil

pemeriksaan Fungsi sensoris

1. Mempersiapakan alat dan bahan pemeriksaan 2. Meminta izin kepada probandus sembari

mempersilakan probandus untuk duduk atau berbaring

3. Memerintahkan probandus untuk memejamkan matanya

4. Memberikan sensasi tajam dengan jarum pada daerah dahi, pipi, dan dagu serta

memerintahkan probandus untuk mengatakan

“ya” apabila merasakan sensasi dan dibandingkan kanan dengan kiri.

5. Memberikan sensasi raba halus dengan kapas pada daerah dahi, pipi, dan dagu serta

memerintahkan probandus untuk mengatakan

“ya” apabila merasakan sensasi dan dibandingkan kanan dengan kiri.

6. Memberikan penilaian dan pencatatan hasil pemeriksaan

Refleks Kornea

1. Mempersiapakan alat dan bahan pemeriksaan 2. Meminta izin kepada probandus sembari

mempersilakan probandus untuk duduk atau berbaring

3. Memerintahkan probandus untuk melirikkan matanya ke arah latero-superior

4. Menyentuhkan kapas pada kornea dari arah

Blok KMD 2 Keluhan FN Neurosensoris, Hemopoetik & Limforetikuler

yang lain pada mata yang diperiksa

5. Menilai kekuatan dan kecepatan refleks yang timbul dalam bentuk kedipan mata yang diperiksa (refleks kornea langsung) dan pada mata yang tidak diperiksa (refleks kornea konsensual)

6. Memberikan penilaian dan pencatatan hasil pemeriksaan

Blok KMD 2 Keluhan FN Neurosensoris, Hemopoetik & Limforetikuler

KETERAMPILAN

PEMERIKSAAN SARAF KRANIALIS( N.VII-XII) PEMERIKSAAN NERVUS FASIALIS (N. VII)

Saraf fasialis mempunyai fungsi motorik (somatomotorik dan sekretomotoril) dan fungsi sensorik. Fungsi motorik berasal dari nukleus motorik yang terletak pada bagian ventrolateral dari tegmentum pontin bawah dekat medula oblongata. Fungsi sensorik berasal dari nukleus sensoris yang muncul bersama nukleus motoris dan saraf vestibulokoklearis yang berjalan ke lateral ke dalam kanalis akustikus interna.

Serabut motoris saraf fasialis mempersarafi otot-otot ekspresi wajah terdiri dari otot orbikularis okuli, otot buksinator, otot oksipital, otot frontal, otot stapedius, otot stilohioideus, otot digastriktus posterior serta otot platisma. Serabut sensorik menghantar persepsi pengecapan bagian anterior lidah.

Otot-otot wajah bagian atas diinervasi kortikal bilateral karena itu terdapat perbedaan antara gejala kelumpuhan nervus VII jenis sentral dan perifer. Pada gangguan sentral, sekitar mata dan dahi yang mendapat inervasi dari kortikal bilateral tidak lumpuh, yang lumpuh adalah otot-otot wajah bagian bawah. Pada lesi nervus VII perifer (gangguan terdapat di nukleus atau intranucleus), maka semua otot sesisi wajah lumpuh dan mungkin juga termasuk cabagn saraf untuk pengecapan dan sekresi ludah. Wajah bagian bawah mendapat inervasi dari korteks motorik kontralateral (unilateral), sedangkan pada wajah bagian atas mendapat inervasi dari kedua sisi korteks motorik (bilateral). Pemeriksaan saraf fasialis dilakukan saat pasien diam dan atas perintah (tes kekuatan otot). Saat pasien diam diperhatikan adanya asimetri wajah. Kelumpuhan nervus VII dapat menyebabkan penurunan sudut mulut unilateral dan kerutan dahi menghilang serta lipatan nasolabial, tetapi pada kelumpuhan nervus fasialis bilateral wajah masih tampak simetrik. Perhatikan juga gerakan-gerakan abnormal (tic facialis, grimacing, kejang tetanus/rhisus sardonicus, dan tremor serta ekspresi muka (sedih, gembira, takut, seperti topeng).

Fungsi motorik dapat dinilai dengan meminta probandus untuk mengerutkan dahi, menutup mata, meringis, meniup (menggembungkan pipi), bersiul, dan tersenyum. Pada kelemahan berat otot penutup mata, pasien bisa mengalami kesulitan melindungi kornea.

Pasien tersebut dapat terlihat memutar matanya ke atas di bawah kelopak saat ia diminta menutup mata, suatu usaha otomatis untuk menutup kornea.

Blok KMD 2 Keluhan FN Neurosensoris, Hemopoetik & Limforetikuler

Gambar 6. Fungsi motorik nervus VII: mengerutkan dahi

Pemeriksaan fungsi sensoris nervus VII dinilai dengan memberikan larutan yang mewakili empat modalitas pengecap dasar (manis, pahit, asam dan asin) yang disentuhkan pada bagian anterior lidah (2/3anterior).

Dalam dokumen BLOK KETERAMPILAN MEDIS DASAR 2 (Halaman 35-39)

Dokumen terkait