• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak dari kenakalan yang dilakukan oleh para remaja geng motor P- P-dox

BAB II KAJIAN TEORI

DALAM KOMUNITAS GENG MOTOR P-DOX

C. Dampak dari kenakalan yang dilakukan oleh para remaja geng motor P- P-dox

Kenakalan-kenakalan yang terjadi dalam komunitas geng motor P-dox telah memberi dampak terhadap anggota geng P-dox baik secara individu maupun keluarga. Kenakalan yang dilakukan oleh geng motor P-dox berdampak pada: 1. Kekerasan fisik.

Dampaknya bagi fisik yaitu seringnya para remaja dipukuli dan ditendangi oleh aparat kepolisian dan mudahnya remaja anggota geng motor P-dox terkena penyakit akibat dari kenakalan yang dilakukannya. Menurut beberapa informan mengatakan bahwa mereka pernah tertangkap aparat kepolisian karena melakukan balap motor, kemudia mereka dipukuli, ditilang, dan dibawa ke kantor polisi.

Seperti dijelaskan oleh saudara X:

Saya pernah tertangkap polisi waktu melakukan aksi balap liar, saya langsung dipukuli dan motor yang dipakai untuk balapan hampir hancur ditendangin sama polisi, abis itu dibawa ke kantor polisi dan diminta uang tebusan kalau mau bebas”.135

Juga diungkapakan oleh saudara B:

“Gw pernah ketangkep sama intel di pemuda lagi trek liar bareng anak P-dox, tanpa basa-basi langsung digebukin dan ditendangin. Gw lolos karena ada salah satu kawan gw yang bapaknya polisi, gw ngaku jadi ponakannya, akhirnya gw dilepas tanpa dibawa ke kantor polisi”.136

135

Hasil w awancara dengan X (inisial) salah sat u anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

136

Hasil w awancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

Dijelaskan oleh saudara P:

“Kita ditangkap, ditilang, motor ditahan, paling sering digebukin, ditendangin, ditabrak sama polisi’.137

Selain tertangkap karena balapan motor, ada juga beberapa anggota P-dox yang tertangkap karena kasus narkoba, kemudian yang bersangkutan dipenjara karena tidak sanggup untuk membayar denda yang dibuat aparat kepolisian.

Seperti yang diungkapkan oleh saudara yang berinisial X:

“Ga lama kawan kita tapi anak diluar P-dox, Cuma kadang nongkrong disini dia ketangkep polisi. Jadi ceritanya dia pengedar, pas ngejual narkoba dia dijebak sama pembeli yang jadi cepu (gembel yang dibayar polisi untuk ngejebak pengedar). Pas transaksi langsung di grebek sama intel. Kawan kita ada dua orang yang ketangkep, yang satu damai ditempat bayar dua juta setengah. Satu lagi kawan kita ga bisa damai ditempat karena ga punya uang, akhirnya dia dibawa kekantor terus digebukin, polisi ini minta seratus juta minimal tujuh puluh lima juta untuk nebus. Karena ga sanggup dia pun disidang dan di penjara tiga setengah tahun”.138

2. Kesehatan reproduksi

Dalam kenakalan seks bebas, ada beberapa anggota geng motor P-dox ini melakukan pernikahan dalam usia dini (muda). Dikarenakan hamil diluar nikah. Dampak pada anak yang dilahirkan adalah di cap oleh masyarakat sekitar sebagai anak haram, karena anak tersebut lahir diluar pernikahan orang tuanya. Selanjutnya dampak yang terima setelah menikah adalah ketidaksiapan para remaja ini untuk mengemban tanggung jawab sebagi orang tua, dikarenakan usia

137

Hasil w awancara dengan P (inisial) salah satu anggot a geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

138

Hasil w awancara dengan X(inisial) salah sat u anggot a geng motor P-dox. Pada tanggal 8 okt ober 2011.

yang belum matang dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang berakibat pada pertengkaran dalam keluarga kemudian berakhir pada perceraian.

Seperti yang diungkapkan oleh saudara Zebong:

Saya salah satu pelaku seks bebas, yang pada akhirnya pacar saya hamil, dan mau ga mau harus nikah muda sebelum tetangga pada tau tentang kehamilan pacar saya. Setelah menikah kami justru sering bertengkar, anak pun jadi ga ke urus dan kitapun hampir cerai. Sulit rasanya untuk ngurus rumah tangga, apalagi di usia muda seperti saya ini”139

Kebebasan dalam berhubungan dengan lawan jenis menyebabkan terjadinya kehamilan dan pernikahan usia muda di komunitas geng motor P-dox, menurut informan ada empat orang wanita hamil diluar nikah.

Seperti yang diungkapkan Saudara A :

“Pacaran di geng P-dox itu bebas, gak ada yang ngelarang-larang. Kadang cewenya juga da yang bader(nakal) juga si, kalo si cewe itu hamil ujung-ujungnya dinikahin.140 Ada empat orang cewe P-dox, gara – gara pada bunting(hamil diluar nikah) jadi kawin satu-satu, abis itu uda ga da lagi cewe P-dox”.141

Kenakalan seks bebas di geng P-dox tidak akan berhenti sampai wanita teman kencan mereka hamil, hal ini akan terus berlanjut sampai si wanita benar-benar hamil.

139

Hasil w awancara dengan Zebong(nama samaran) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

140

Hasil w awancara dengan A (inisial) salah sat u anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

141

Hasil w awancara dengan A (inisial) salah sat u anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

Seperti yang diungkapkan oleh saudara yang berinisial K:

“Kalo engga hamil, dilanjutin lagi, kalo hamil ya kawinin lah”.142

Seperti yang diungkapkan saudara B :

“ Pernah kejadian, waktu itu ada jablay P-dox yang bunting, tapi ga ketauan siapa bapaknya karena terlalu banyak yang make dia. Akhirnya dia pulang kampung buat nutupin aibnya”.143

Ada juga sekitar enam orang yang terkena penyakit akibat dari seks bebas yang dilakukannya. Jenis penyakit dari seksbebas itu bernama Sipilis.

Seperti yang diungkapkan oleh saudara B:

Awalnya si kena penyakit itu, lagi minum minum tuh, nyampe giting, ngeganja pokoknya tuh udah parah. Da gitu ada cewe, cewe itu jablay, setelah gue dah giting dan main sama dia, selesai make, pas sehari atau dua hari baru berasa dah tuh kencing gua nahan terus pas kencing keluar darah, keluar nanah, pas setelah dua hari itu gak tau nya cewek itu penyakitan, trus anu gue berdarah, bernanah, gitu dah terus kalo kencing gue sakit. Itu juga kalo ngencing rasanya kaya pegangan mau-mau kagak-kaga tuh kencing, dan tuh kalo kencing kaya orang abis sunat udah pusing banget, kalo kita pengen kencing bawaannya pengen ngamuk, sakit banget dah pokoknya setiap detik pasti keluar nanah”.144

Ada juga yang sempat menggugurkan kandungan, akibat dari seks bebas yang dilakukannya.

142

Hasil w awancara dengan K (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

143

Hasil w awancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

144

Hasil w awancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

Seperti yang dituturkan saudari G :

“W sempet hamil beberapa kali, w gugurin, ya gimana nya sedih sih, kan itu darah daging sendiri dan gw kecewa sama diri w sendiri”.145

3. Dampak fisik dan emosional dari minuman keras dan narkoba.

Kemudian yang terakhir adalah dampak dari minuman keras dan narkoba, mereka merasakan hal seperti emosi yang sulit dibendung memicu terjadinya perkelahian antar geng motor sampai terjadi perkelahian antar teman sepermainan. Barang terlarang tersebut juga menjadikan para remaja ini pemalas untuk melakukan aktifitas kesehariannya. Hal ini juga merupakan pemicu utama terjadinya seks bebas dan perkelahian yang terjadi dalam komunitas geng motor.

Seperti yang diungkapkan oleh saudara X:

“Kalo da kena tokipan atau narkoba, anak-anak P-dox gampang emosi, apa bentrok sama geng motor lain atau kawan sendiri”.146

Dijelaskan oleh saudara B:

“Abis minum efeknya Cuma seharian, tapi kalo narkoba bisa sampe duahari, gw jadi males ngapa-ngapain, berat aja bawaanya”.147

Dijelaskan oleh pernyataan saudara P:

“Selesai nokip atau ngebags kebanyakan, gw jekpot(muntah), abis itu langsung sakit”.148

145

Hasil w awancara dengan G (inisial) salah sat u anggot a geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

146

Hasil w awancara dengan X (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

147

Hasil w awancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

148

Hasil w awancara dengan P (inisial) salah satu anggot a geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

Dijelaskan oleh saudara Z:

“Gara-gara sering begadang gw gampang masuk angin. Terus pernah sekali muntah darah kebanyakan nokip(mengkonsumsi minuman keras)”.149

149

Hasil w awancara dengan Z (inisial) salah satu anggot a geng mot or P-dox. Pada t anggal 8 okt ober 2011.

93

A. Kesimpulan

Kelompok anak muda yang tergabung dalam geng P-dox merupakan salah satu wujud dari kehidupan geng di mana terjadi kenakalan remaja. Sebagaimana dinyatakan Kartono (1986) geng identik dengan berbagai bentuk kenakalan yang mengarah pada tindak kriminalitas. Adapun kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh remaja dalam komunitas geng motor P-dox, sebagai berikut;

1. Balapan Liar merupakan aksi kebut-kebutan di jalan umum dan dilakukan pada malam hari yang diperlihatkan oleh setiap anggota geng motor dalam mencari kesenangan, mengejar prestise, menyalurkan hoby, dan mencari uang melalui taruhan balap motor.

2. Mengkonsumsi Minuman Keras dan Narkoba, merupakan bentuk dan sarana untuk mempererat rasa kesetiakawanan antar anggota geng motor P-dox. Dan juga sebagai bentuk pelarian dari segala permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak remaja, terutama masalah yang terjadi dalam keluarga.

3. Seks Bebas, hubungan yang dilakukan oleh anak-anak remaja geng motor P-dox kepada teman wanita (pacar) atas dasar nafsu, tanpa mempertimbangkan segala akibat-akibat yang akan diterima, baik dalam jangka waktu pendek ataupun dalam jangka waktu panjang.

4. Bermain Judi, merupakan sarana permainan untuk mengisi waktu luang ketika anak-anak remaja ini sedang berkumpul (nongkrong). Judi yang dilakukan seperti judi balap motor, judi sepak bola, dan judi kartu.

Penelitian ini memperkuat teori tentang geng dan kenakalan remaja sebagaimana dinyatakan oleh Kartono (1986). Melalui wawancara intensif dengan anggota P-dox bisa disimpulkan bahwa penyebab sekelompok remaja yang tergabung dalam P-dox adalah upaya mereka untuk mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan. Mereka menganggap apa yang diberikan oleh orang tua, keluarga, dan masyarakat sekitarnya tidak cukup. Mereka mendapatkan hal-hal seperti rasa kesetiakawanan dan kebersamaan melalui geng P-Dox.

Dengan kata lain faktor-faktor penyebab kenakalan remaja yang terjadi dalam komunitas geng motor P-dox, yaitu;

1. Adanya persoalan ketidakpuasan terhadap keluarga dan ketidakharmonosan antara orangtua dan anak, yang tidak baik dikarenakan hubungan yang tidak harmonis antara orang tua dan anak. Kurangnya kasih sayang dan pengawasan pada anak remaja menyebabkan remaja ini melakukan tindak kenakalan.

2. Pencarian jati diri, menemukan arti pershabatan dan rasa kesetiakawanan, melalui tindakan-tindakan bersama kearah negatif.

3. Kondisi hubungan sosial dengan masyarakat sekitar, dimana remaja P-dox tinggal cendrung pasif. Meskipun terdapat kesan yang negatif tetapi tidak ada sanksi sosial yang tegas ataupun menghukum untuk remaja yang melakukan tindaka kenakalan.

Mengingat karakteristik anggota P-dox pada umumnya merupakan pengangguran maka apa yang terjadi dalam geng P-dox memperkuat teori subkultul deliquensi. Menurut teori ini faktor yang sangat penting bagi munculnya sub kultur kenakalan remaja adalah karena besarnya ambisi materil, dan kecilnya kesempatan untuk meraih sukses. Keinginan untuk sukses di satu sisi dan ketidaktersediaan fasilitas untuk mendapatkan sukses memudahkan pemunculan kebiasaan hidup yang menyimpang dari norma hidup wajar, sehingga banyak anak remaja menjadi menyimpang dan kriminal.

Temuan-temuan dalam penelitian ini juga menunjukan bahwa sebagaimana dijelaskan oleh Robert K.Merton, struktur sosial atau pranata sosial dapat menyumbang terhadap pemeliharaan integritas sosial. Namun demikian, struktur sosial juga dapat menimbulkan akibat-akibat yang bersifat negatif. Maka penulis berkesimpulan bahwa keluarga, institusi pendidikan, dan juga hubungan-hubungan sosial yang dialami oleh anggota P-dox tidak mengintegrasikan mereka terhadap nilai-nilai yang diterima oleh masyarakat. Sebaliknya mereka merasa tidak puas dan melakukan apa yang disebut perlawanan atau tindakan non-konformitas. Tindakan-tindakan anggota P-dox cenderung melawan norma-norma mapan yang ada dalam masyarakat. Sesuatu yang secara sosial buruk, sebaliknya mereka anggap sebagai hal yang membahagiakan.

Kebahagiaan yang dicari oleh anggota P-dox bukanlah sesuatu yang tanpa memiliki dampak negatif. Dari pengakuan anggota P-dox, dampak-dampak yang diterima dari kenakalan yang dilakukan mereka adalah mudahnya remaja ini terserang penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur, kepribadian yang terus menyimpang, terkena razia kepolisian, dipukuli oleh kepolisian, kecelakaan yang berakibat kematian, kehamilan di luar nikah, dan pernikihan usia dini. Mereka nampaknya menyadari bahwa kondisi

tersebut merupakan resiko dan harga yang harus mereka bayar untuk mendapatkan apa yang disebut ‘kebahagiaan’ dan ‘kebebasan’.

B. Saran-Saran

Kenakalan-kenakalan yang terjadi dalam komunitas geng motor P-dox adalah bagian dari masalah social. Tidak seharusnya cara-cara non-konformitas menjadi pilihan remaja dalam menjalani hidup. Semua pihak terkait seharusnya melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Orang tua seharusnya lebih memahami anak-anak mereka, menjadi pelindung dan teman yang bisa menegerti kesulitan anak. Agar anak tidak merasa diabaikan, maka diperlukan komunikasi yang intensif sehingga anak-anak remaja tidak menjadikan kehidupan geng sebagai pilihan.

2. Mengarahkan para remaja geng motor P-dox ini untuk mengikuti balapan resmi yang diadakan oleh pihak swasta dan meninggalkan balap liar yang selama ini mereka lakukan, dengan memberitahukan keuntungan dan kerugian yang mereka terima. Dengan begitu mereka bisa menyalurkan hoby tanpa ada resiko buruk yang akan menimpa para remaja ini.

3. Memberikan bimbingan tentang dampak buruk dari setiap kenakalan yang mereka lakukan. Hal lainnya adalah dengan membawa para remaja ini kearah yang bersifat positif, seperti mengikuti olahraga futsal, biliyar, dengan adanya kegiatan tersebut setidaknya mengurangi kenakalan yang biasa dilakukan oleh komunitas geng motor P-dox.

4. Perlunya peranan masyarakat dan pemerintah sekitar untuk berani memberantas kenakalan yang terjadi dengan memberikan sanksi ataupun hukuman yang tegas agar memberikan efek jera pada setiap anggota geng motor P-dox.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Mohammad dan Asrori Mohammad,. “Psikologi Remaja” Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Bumi Aksara, 2010.

Bagong Suyanto dan sutinah, “Metode Penelitian Sosial. Berbagai Alternatif Pendekatan”. Edisi Perdana. Jakarta: LKI “Nugraha” Ciputat, 2008.

Berry, David. Pokok-pokok Pikiran dalam Sosiologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003. Dariyo, Agus. “Psikologi Perkembangan Remaja”. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004.

Gunawan H, Ari. Sosiologi Pendidikan. Suatu Analisis Sosiologi Tentang Berbagai Problema Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Kartono, Kartini. Patologi Sosial II “Kenakalan Remaja”. Jakarta: Rajawali, 1986.

Kuper Jessica & Kuper Adam. Esiklopedi ilmu-ilmu social. Edisi kedua: Accelator Lyotard. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000.

Poloma, Margaret M. Poloma, Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007. Raho, Bernard. SVD. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Presentasi Pustaka. 2007.

Razak, Yusron, “Sosiologi Sebuah Pengantar” . Jakarta: LSA, 2008.

Ridjaluddin H, Psikologi Agama. “ Tinjauan Islam Terhadap Kenakalan Pelajar”. Edisi Perdana. Jakarta: LKI “ Nugraha” Ciputat, 2008.

Ritzer, George. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Ritzer, George dan Goodman J Douglas. Teori Sosiologi Dari Teori Sosiologi Klasik SampaI Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2008. Shadily Hassan. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Cetakan ketujuh, PT Pembangunan,

1980.

Sartono, Suwarniyati. Pengurangan Sikap Masyarakat terhadap Kenakalan Remaja di DKI Jakarta. Laporan penelitian UI. Jakarta: Persada, 1985.

Soekanto, Soerjono, Sosiologi Keluarga. Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1992. Sukanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.

Tim Penulis . Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Ceqda, 2007.

Zuriah, Nurul. “Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan Teori-Aplikasi”. Jakarta PT Bumi Aksara, 2006.

Gambar 3 Gambar 4

Keterangan Gambar:

Gambar (1), menunjukan simbol bertuliskan dari komunitas geng motor P-dox berupa stiker bertulisakan P-dox, yang ditempelkan pada salah satu bagian motor. Simbol ini bertujuan agar geng motor P-dox ini dikenal oleh geng motor lainnya.

Gambar (2), menunjukan anggota geng motor P-dox sedang berkumpul, sebelum berangkat menuju arena balap liar.

Gambar (3), menunjukan dua remaja geng motor P-dox sedang memeriksa kondisi motor yang akan dipakai saat balapan liar. Kegiatan ini dilakukan sebelum mereka turun dalam aksi balap liar.

Gambar (4), menunjukan beberapa remaja anggota geng motor P-dox sedang berkumpul dan digambar tersebut ada salah satu motor yang sering digunakan untuk balap liar oleh komunitas geng motor P-dox.

Gambar 8 Gambar 7

Keterangan Gambar:

Gambar (5), menggambarkan aktifitas salah satu anggota P-dox sedang melakukan taruhan (judi) balap liar. Kejadian ini terjadi pada malam sabtu pukul 02.00 WIB, besar taruhannya adalah tiga ratus ribu. Geng motor P-dox memenangi judi balap liar tersebut.

Gambar (6,7,8), menggambarkan balap liar antar geng motor, termasuk geng motor P-dox yang ada di dalamnya. Aktifitas ini terjadi pada malam sabtu dan malam minggu di jalan raya LP Cipinang, dimulai pada pukul 01.00 sampai terdengar adzan subuh.

Gambar 9

Gambar 11

Keterangan Gambar:

Gambar diatas menunjukan salah satu kenakalan yang dilakukan oleh anggota geng motor P-dox yaitu mengkonsumsi minuman keras yang sudah menjadi kebiasaan mereka. Jenis minuman yang dikonsumsi pada gambar tersebut adalah mansion dan bir.

Gambar 12 Gambar 10

Gambar 13

Keterangan Gambar:

Gambar (13), menunjukan dimulainya permainan judi dengan kartu dan uang sebagai taruhan. Besarnya uang yang dipertaruhkan adalah Rp 5000/orang seperti yang tampak dalam gambar, dan dimainkan oleh empat orang anggota geng motor P-dox.

Gambar (14), menunjukan uang yang terkumpul dan kartu yang dibuka adalah pemenang dalam judi kartu tersebut.

Gambar (15 dan 16), menunjukan sedang berlangsungnya permainan. Tampak anggota geng motor P-ox sedang menikmati permainan judi kartu.

Gambar 16 Gambar 15

Dokumen terkait