BAB II KAJIAN TEORI
DALAM KOMUNITAS GENG MOTOR P-DOX
A. Gambaran Umum Kenakalan Remaja Dalam komunitas Geng Motor P- P-dox
3. Seks Bebas
Anggota geng motor P-dox umumnya berada dalam usia produktif, 19-23. Diantaranya 4 orang yang sudah beristri dan selebihnya masih berstatus lajang. Seperti yang dijelaskan saudara X:
“Ada empat orang yang udah punya istri, ya pinter-pinter aja bagi waktu, yang penting mah ngasih duit buat belanja”.60
Dipertegas oleh pernyataan saudara P:
“Sebagian punya sebagian engga, rata-rata yang punya istri yang udah senior di P-dox , tapi tetep nongkrong bareng sama kita meski punya istri”.61
Menurut pengakuan mereka hasrat seksual mereka biasanya muncul setelah mereka melakukan aktifitas balapan, minuman keras, dan berjudi. Sebagaimana dituturkan oleh saudara X :
“Kemungkinan si gitu, kan efeknya dari minuman, apa abis trek-trekan, trus ngebags, ya kan larinya ke cewe , namanya laki kita punya hasrat. Pasti kepingin merasakannya”.62
Diperkuat oleh pernyataan dari saudara P:
59
Hasil wawancara dengan Omen (nama samaran) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
60
Hasil wawancara X (inisial) dengan salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
61
Hasil wawancara P (inisial) dengan salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
62
Hasil wawancara X (inisial) dengan salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
“Kalo kita selesai trek-trekan, apalagi ditambah mabok, kalo cewenya pengen apa kitanya pengen ya jadilah kita ngeseks, intinya ya sama sama mau, cewenyapun bisa dipake kawan yang lainnya kecuali dia punya pacar anak geng motor P-dox, kita ga mau ganggu, kita juga ga mau ribut Cuma gara-gara cewe”. 63
Selain itu efek dari minuman alkohol, menonton video porno, juga membuat hasrat seksual anggota P-dox meningkat. Ketika hasrat seksual meningkat dan mereka menemukan lawan jenis (perempuan) yang mau untuk melayaninya maka seks bebas itu terjadi. Hal ini Sebagaimana diakui oleh Dodo:
“Kalo pengaruh alkohol itu udah pasti, cowok mana si yang nggak mau ngeliat dandanan atau penampilan seorang cewek berpakaian seksi. Kepengen make atau ngerasain tubuhnya, dari situ kita selalu pengen berhubungan intim. Da gitu cowo yang dah minum atau kena ganja pasti pikirannya ngeres. Kita kenalan, kita ajak nokip, ngeganja, sampe pada enak(mabok) . Kita ajakin tuh cewek berhubungan. Ceweknya juga mau. Ya udah disitulah kita sering ngelakuin sex bebas. Dah gitu banyak juga kan yang terpengaruh video-video mesum. Nah disitu rasa kepengenannya masa dia bisa , kita ga bisa”.64
Dipertegas oleh penjelasa saudara P:
“Kalo udah kena minuman sama narkoba, udah gitun dalam keadaan giting (mabok) cewe apapun yang penting cewe, ya kami hajar, kalo untuk urusan jelek apa engganya urusan belakangan”.65
Hal ini juga diperkuat oleh saudari R dan G adalah jablay (wanita nakal) yang pernah bermain dan melakukan seks bebas dengan beberapa remaja anggota geng motor P-dox:
63
Hasil wawancara P (inisial) dengan salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
64
Hasil wawancara dengan Dodo(nama samaran) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
65
Hasil wawancara dengan P (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
“Gw ngelakuin itu karena pengaruh alkohol, suka sama suka Cuma ngalir gitu aja, karena terbawa suasana, kesenangan lah”.66
Diperkuat oleh pernyataan saudari G:
“Karena suka sama suka, ga sadar, Karena pengaruh alkohol, kadang dari diri sendiri, kadang gw dicekokin jadi gw mau ngelakuin itu”.67 Pergaulan bebas atau seks bebas, dimana para remaja ini melakukan seks bebas dengan teman wanita para remaja ini atau yang biasa disebut dengan istilah pacar. Pada malam-malam remaja geng motor P-dox mengunjungi arena yang dijadikan balapan liar, para remaja ini mengajak teman wanitanya untuk sekedar menemani dan melihat setiap aksi remaja geng motor P-dox. Setelah selesai melihat aksi balap liar, kemudian pasangan remaja ini mencari tempat untuk melakukan hubungan seks. Seperti yang diungkapkan saudara X :
“Ya, kalo ada rumah temen yang lagi sepi baru kita ngeseks ma pacar, kadang dihotel yang murah meriah, di kebon pun jadi”.68
Diungkapkan juga oleh saudara A :
“Pernah juga melakukan seks bebas, rasanya nikmat, kalo tidak ada cewe itu rasanya kurang, kalo cewe itu buat penyemangat. Biasa ngelakuinnya si dihotel yang murah”.69
Diperkuat oleh pernyataan saudara Dodo:
“Abis balapan terus menang taruhan gw nyewa hotel buat ngeseks sama cewe gw, kadang juga dikosan temen gw yang texas(bebas)”.70
66
Hasil wawancara dengan R (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
67
Hasil wawancara dengan L (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
68
Hasil wawancara dengan X (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
69
Hasil wawancara dengan A (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
Aktifitas tersebut berlanjut sampai perempuan yang dijadikan pacar hamil. Awalnya perempuan yang mereka pacari menjadi anggota P-dox dan akhirnya berhenti ketika telah hamil. Menurut pengakuan informan ada empat orang wanita yang hamil diluar nikah. Seperti yang diungkapkan Saudara A :
“Pacaran di geng P-dox itu bebas, gak ada yang ngelarang-larang. Kadang cewenya juga da yang bader(nakal) juga si, kalo si cewe itu hamil ujung-ujungnya dinikahin”.71
Dijelaskan oleh saudara Omen:
“Ada empat orang cewe P-dox, gara-gara pada bunting(hamil diluar nikah) jadi kawin satu-satu, abis itu uda ga da lagi cewe P-dox”.72 Dipertegas oleh pernyataan saudara K:
“Kalo engga hamil, dilanjutin lagi, kalo hamil ya kawinin lah”.73
Ada juga wanita milik bersama para remaja geng motor P-dox ini, untuk melampiaskan nafsu birahi pada wanita tersebut. Wanita ini biasa disebut dengan istilah “Jablay” oleh kalangan geng motor. Para wanita tersebut juga ikut dalam setiap aktifitas geng motor P-dox seperti balap liar dan mabuk-mabukkan. Jadi selain dengan pacar masing-masing anggota P-dox juga melakukan hubungan intim dengan perempuan bersama. Seperti yang dituturkan oleh saudara B :
“Pernah ada jablay yang dipake rame-rame, awalnya kita rayu, gombalin, akhirnya dia mau dipake rame-rame. Ada juga jablay yang
70
Hasil wawancara dengan Dodo salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
71
Hasil wawancara dengan A`(inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
72
Hasil wawancara dengan Omen (nama samaran) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
73
Hasil wawancara dengan K (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
kita cekokin biar bisa dipake rame-rame. Kalo uda sama suka lebih gampang dipakenya, ini yang sering ada di P-dox, karena suka sama suka. Satu perempuan itu di pake rame-rame jadi perempuan itu juga yang kegatelan namanya juga WTS (Wanita Tenaga Setan) perempuan itu juga gampangan sama siapa aja mau”.74
Hamil diluar nikah menjadi hal yang biasa terjadi di komunitas geng motor P-dox. Dipertegas oleh pernyataan saudara P:
“Hamil diluar nikah si udah biasa, kalo orang tua yang tau mah kaget, tapi kalo di p-dox mah udah biasa, kalo ada yang bikin sange (terangsang) hajar, selama kita mau cewenya mau hajar terus”.75 Untuk perempuan yang digunakan ramai-ramai meskipun hamil, biasanya tidak ada yang mau bertanggung jawab. Seperti yang diungkapkan saudara B :
“ Pernah kejadian, waktu itu ada jablay P-dox yang bunting, tapi ga ketauan siapa bapaknya karena terlalu banyak yang make dia. Akhirnya dia pulang kampung buat nutupin aibnya”.76
Aktifitas seks bebas di kalangan P-dox dilakukan secara sukarela, tanpa ada bayaran. Perempuan yang diajak kencan juga bukan perempuan penjaja seks komersial tetapi jablay (sebutan untuk perempuan gampangan) yang juga memiliki hasrat naluri seks yang tinggi. Seperti yang diungkap Saudara A :
“Gak lah, kalo namanya anak-anak P-dox sejarahnya ga ada yang bayar, kalo buat anak-anak main ma cewek kaya gitu. Buat cewek-cewek bayaran anti anak P-dox, maklum yang ada cewek-ceweknya yang minta terus ma kita”.77
74
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
75
Hasil wawancara dengan P (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
76
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
77
Hasil wawancara dengan A (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
Dipertegas oleh saudara P:
“Untuk cewe bayaran engga, tapi kalo jablay iya, kalo jablay suka sama kehidupan malam apa balapan liar”.78
Kesadaran terhadap penyakit kelamin yang diakibatkan oleh seks bebas sebenarnya sudah mulai muncul, namun kesadarn tersebut tidak mampu mengalahkan harapan tentang kesenangan yang akan mereka dapatkan. Seperti yang dituturkan oleh saudara B :
“Sebenernya si rasa takut ada dengan adanya HIV itu, kita semua bener-bener takut banget. Tapi mau gimana lagi. Kita udah sange(terangsang), giting(mabok), terus masalah penyakit mah belakangan. Kita nikmatin ajah. Demi kepuasan sendiri terus da rasa penarasarn nikmatnya dunia tuh kaya gimana, make cewe”.79
Ada Pengalaman tentang penyakit yang diderita oleh salah satu remaja geng motor P-dox, penyakit itu dinamakan Sipilis, yang diakibatkan oleh seks bebas sebagaimana diceritakan oleh seorang informan saudara B :
“Awalnya si kena penyakit itu, lagi minum minum tuh, nyampe giting, ngeganja pokoknya tuh udah parah. Da gitu ada cewe, cewe itu jablay, setelah gue dah giting dan main sama dia, selesai make, pas sehari atau dua hari baru berasa dah tuh kencing gua nahan terus pas kencing keluar darah, keluar nanah, pas setelah dua hari itu gak tau nya cewek itu penyakitan, trus anu gue berdarah, bernanah, gitu dah terus kalo kencing gue sakit. Itu juga kalo ngencing rasanya kaya pegangan mau-mau kagak-kaga tuh kencing, dan tuh kalo kencing kaya orang abis sunat udah pusing banget, kalo kita pengen kencing bawaannya pengen ngamuk, sakit banget dah pokoknya setiap detik pasti keluar nanah”.80
78
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
79
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
80
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
Dari penyakit yang mereka alami, ada enam remaja geng motor P-dox yang terkena penyakit dari seks bebas tersebut, seperti yang diungkapkan oleh saudara W:
“Di P-dox ada sekitar enam orangan yang kena penyakit Sipilis, awalnya pada bingung, Cuma pas tau obatnya dan sembuh, pada nge seks lagi”.81
Kehawatiran tentang penyakit dan pengalaman mereka terhadap penyakit tersebut tidak membuat mereka jera dan berupaya melakukan aktifitas seks bebas dengan alat-alat pengaman. Karena bagi mereka hal tersebut tidak sempat mereka lakukan. Seperti yang dituturkan saudara B :
“Pake pengaman, kita pake pengaman gak bakalan sempet kepikiran buat pake pengaman, sekarang mikir aja udah giting udah parah mana sempet si kita kepikiran buat pake pengaman, makanya sekarang kita belajar dari pengalaman makanya sekarang-sekarang kita kalo mau make cewek pake pengaman kita sekarang belajar dari pengalaman kemaren kan kita dah kena penyakit”.82
Perempuan yang disebut sebagai jablay, juga mengakui jika dia melakukan seks bebas dengan anggota P-dox karena suka sama suka. Dia juga mengakui bahwa dia melakukan gonta-ganti pasangan dalam hubungan intim dengan anggota P-dox, ada yang 6 orang dan ada yang 3 orang. Seperti yang diungkapkan saudari R.
“Karena suka sama suka, ga sadar, Karena pengaruh alkohol, kadang dari w sendiri, kadang w dicekokin jadi w mau ngelakuin itu. Suka Cuma ngalir gitu aja, karena terbawa suasana, kesenangan lah”.83
81
Hasil wawancara dengan W (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
82
Hasil wawancara dengan B (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
83
Hasil wawancara dengan C (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
Sebagaimana diungkapkan oleh anggota P-dox laki-laki, perempuan yang disebut jablay dan WTS juga menyadari bahaya penyakit, tetapi dia tidak mau peduli dengan dampak penyakit tersebut. Karena bagi dia kesenangan sesaat itulah yang menjadi prioritas. Seperti yang diungkapkan saudari G:
“Kalo mikirin penyakit Cuma bikin w pusing aja, w ngerasai Cuma nyari kesenangan w ngejalanin aja intinya w nongkrong, cari kesenangan”.84
Selain itu dia juga sudah tidak lagi memperdulikan statusnya di masyarakat, apakah dia disebut orang baik-baik atau perempuan rendahan. Seperti yang diungkapkan saudari R:
“Gw ga peduli dengan status w yang jablay w ga harus malu, orang mau bilang apa w ga peduli. Orang bilang w jablay, iya emang benar”.85
Meskipun demikian, dia masih memiliki merasa bersalah ketika harus menggugurkan kandungannya berkali-kali. Seperti yang dituturkan saudari G :
“Gw sempet hamil beberapa kali, gw gugurin, ya gimana nya sedih sih, kan itu darah daging sendiri dan gw kecewa sama diri gw sendiri”.86
84
Hasil wawancara dengan G (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
85
Hasil wawancara dengan C (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.
86
Hasil wawancara dengan G (inisial) salah satu anggota geng motor P-dox. Pada tanggal 8 oktober 2011.