• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Penyebab kecanduan Menonton Youtube pada Anak

4.2 Hasil Peneltian dan Pembahasan

4.2.3 Dampak kecanduan menonton youtube pada anak

Seiring perkembangan sosial yang terjadi dimayarakat tuntutan sosial masyarakat semakin menngkat. Perkembangan sosial pada anak sebagai perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat tempat tinggal. Youtube merupkan slah satu bentuk nyata dari berkembangnya teknologi pada zaman sekarang ini. Dengan berkembangnya ipteks, sangat mempengaruhi pola kehidupan manusi baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Penggunaaan youtube dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya mempengaruhi perilaku orang dewasa, anak-anak pun tidak luput dari pengaruh penggunaan youtube.

Di era pandemic covid-19 sekarang ini, siapapun terutama anak-anak menjadikan youtube sebagai hiburan karena anak-anak sudah merasa bosan dirumah terus menerus. Budiargo (2015:47) mengatakan Youtube adalah video online dan yang utama dari kegunaan situs ini ialah sebagai media untuk mencari, melihat dan berbagi video yang asli ke dan dari segala penjuru dunia melalui suatu web. Youtube bagi anak-anak, tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran, namun juga sebagai media hiburan yang multifungsi. Youtube juga bersifat fleksibel karena bisa ditonton dimana saja, kapan saja dengan smartphone.

Youtube menyediakan begitu banyak informasi dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Kaitannya dengan fungsi youtube sendiri, kehadiran youtube di era pandemi ini tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan pada anak. Menurut Mastanora (2018:47-57) salah satu dampak yang ditimbulkan yaitu anak belajar dari apa yang ia perhatikan dalam tontonan youtube dan akan masuk ke dalam memori (ingatan) yang juga dipengaruhi oleh karakteristik pengamat dan karakteristik perilaku atau peristiwa yang diamati, kemudian anak akan mempraktekkan kembali hasil dari pengamatan sesuai dengan yang ia lihat atau dengan gaya baru. Dampak positif yang bisa tercipta dari menonton youtube diantaranya : pengetahuan, kreatifitas tinggi, sabar, jujur dan ceria. Selain dampak positif dari menonton youtube juga terdapat pula dampak negatif. Menonton youtube yang berlebihan pada anak dapat membentuk karakter yang menyimpang diantaranya egois, sombong, labil dan penyendiri.

Hasil wawancara peneliti melalui kartu data anak tersebut selaras dengan hasil wawancara pada orang tua. Berikut informan orang tua dari anak dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3 Daftar Informan Orang Tua Anak No Nama

Anak

Jenis

Kelamin Usia Pendi

dikan Pekerjaan Tingkat

Perekonomian Alamat

4. SY P 40 th SMP Buruh Pabrik Menegah ke Kelima informan tersebut mempunyai pendapat yang sama dan berbeda

dalam menjawab pertanyaan mengenaik faktor kecanduan menonton youtube pada anak. Berdasarkan hasil wawancara serta dalam pelaksanaan penelitian ada beberapa informan yang berhasil ditemui peneliti untuk mengeahui sejauh mana dampak menonton youtube pada anak. Kelima orangtua anak tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan dalam menjelaskan dampak menonton youtube pada anak antara lain :

Orang tua dari F.M.R :

“Iya sering anak lebih asik menonton youtube dari pada belajar”

Orang tua dari M.N.A :

“Tetap dengan kebiasaannya seperti dulu tetap menonton tv dan sesekali menonton youtube”

Orang tua dari H.A.F :

“Iya sering karena anak lebih suka menonton youtube”

Orang tua dari M.H :

“Sering ke luar karena menonton youtube sama teman-teman mbak”

Orang tua dari M.K.A.W :

“Tidak justru anak malah lebih suka belajar karena waktu menonton youtube dibatasi”

Temuan peneliti pada saat penelitian tersebut menunjukan bahwa dari 5 orang tua anak sebagai informan, 3 diantaranya yaitu F.M.R, H.A.F dan M.H mengaku memiliki tanggapan yang sama mengenai youtube. Mereka lebih sering menonton youtube ketimbang mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka menggap bahwa menonton youtube lebih menyenangkan sehingga menyebabkan mereka menjadi mengabaikan aktivitas yang lain. Mereka mengaku setiap hari menonton youtube lebih dari 1 jam baik itu pagi, siang, bahkan malam sekalipun mereka tetap betah menonton youtube karena mereka menyukainya. Penelitian ini selaras dengan penelitian yang lain yang di temukan oleh Janah dkk. (2019) yang

menunjukan bahwa anak yang sering menonton youtube dengan durasi yang cukup lama, cenderung akan ketergantungan dengan aplikasi tersebut dan mengabaikan aktifitas lain. Hal tersbut menyebabkan anak akan malas beraktifitas dan bergerak bahkan berinteraksi dengan orang sekitar. Tingginya intensitas menonton youtube dengan durasi yang cukup lama membuat anak lupa waktu sehingga perlu adanya pembatasan karena jika dibiarkan maka akan semakin sulit untuk menguranginya. Selain itu jika terlalu banyak menonton youtube tanpa berinteraksi dengan orang lain akan berakibat anak menjadi susah bergaul.

Gambar 4.5 F.M.R sedang menonton youtube Dokumentasi diambil tanggal 15 April 2021

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa FMR dan H.A.F merupakan anak yang lebih sering menonton youtube karena ia merasa menonton youtube itu lebih menyenangkan ketimbang belajar. M.H sering menonton youtube karena jarang diawasi oleh orang tua sehingga anak tersebut

merasa bebas dan menggangap bahwa menonton youtube memang kebiasaan dan telah menjadi rutinitas yang setiap hari ia lakukan. Karena orang tuanya sibuk bekerja. Dan orang tuanya mempercayakan sepenuhnya youtube sebagai media permainan anak. Youtube juga menjadi pilihan ketika anak itu merasa bosan.

Dengan minimnya pengawasan dari orang tua menjadikan anak itu mengalami kecanduan dan tidak bisa lepas dari youtube karena memang dari awal sudah ditemani oleh youtube.

Berbeda dengan dua informan tersebut, dua informan M.N.A dan M.K.A.W mengaku bahwa mereka tidak sering menonton youtube, karena orang tuamembatasinya. Mereka juga menyatakan bahwa menonton hanya sesekali saja.

Karena mereka lebih suka menonton tv serta bermain dengan temannya dan mereka lebih senang belajar. Hasil yang ditemukan peneliti terhadap kelima anak-anak sebagai informan adalah menonton youtube sangat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari dari youtube mereka belajar banyak hal yang tidak didapatkan disekolah. Namun menonton youtube secara berlebihan juga menimbulkan dampak yang buruk terhadap mereka karena dapat menimbulkan ketergantungan, malas, membuat belajar dan prestasinya menurun serta mengganggu kesehatan apalagi masa anak-anak adalah masa pertumbuhan sehingga diperlukan istirahat yang cukup.

Berdasarkan hasil wawancara orang tua dan anak melalui kartu data tersebut terdapat dampak positif dan negatif dari menonton youtube pada anak.

Dampak menonton youtube pada anak bisa dilihat dari cara anak menggunakanya.

Youtube dapat memberikan dampak positif jika anak memanfaatkan dengan baik sesui kebutuhannya. Orang tua juga mengaku terbantu dengan adanya youtube karena anak bisa belajar melalui youtube dengan memanfaatkan video-video pembelajaran yang ada. Dengan mudahnya youtube yang bisa diakses dan tersedianya fasilitas yang canggih membuat prestasi anak semakin meningkat karena dibantu oleh youtube yang memberikan banyak wawasan serta mempermudah pemahaman materi. Hal ini juga mengurangi anak-anak bermain diluar dan sebagai penghibur anak ketika bosan dimurah apalagi sekarang sedang terjadi pandemi covid-19 yang belum selesai. Teori Putra (2018:162) mempekuat

dampak positif ini dari menonton youtube yaitu apabila anak tersebut melakukan apa yang ditontonnya di kehidupannya sehari-hari secara positif, misalnya anak menonton serial Upin dan Ipin dan tayangan tersebut memberikan ilmu yang baik seperti menolong teman yang sedang kesusahan atau membantu orang tuanya di rumah. Selain itu anak menjadi lebih maju dalam mengikuti perkembangan zaman. Anak menjadi lebih mudah menyesuaikan perkembangan zaman dibandingkan orang dewasa. Siswa akan lebih kreatif dalam memanfaatkan youtube yang mereka tonton apabila dengan pengawasan orang tua.

Kehadiran youtube juga menimbulkan dampak negatif jika ditonton secara berlebihan, ketika diwawancara orang tua mengaku bahwa semenjak menonton youtube anaknya menjadi ketergantungan, malas, kerap mengabaikan tugas-tugas sekolahnya sehingga prestasi anak tersebut menurun dan kesehatannya terganggu terutama bagian matanya. Dampak negatif ini juga diperkuat oleh Putra (2018:162) yaitu dari segi kesehatan penggunaan yang berlebihan dapat berdampak terhadap mata yang kering, dikarenakan kurangnya intensitas kedipan mata. Selain itu anak juga menjadi lebih pasif, baik dalam aktivitas fisik maupun sosial. Hal ini dikarenakan anak cenderung beraktivitas secara individual.

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Sesuai hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang telah diolah datanya dan dianalisa dapat disimpulkan bahwa :

1. Faktor penyebab kecanduan menonton youtube pada anak

Menonton youtube terlalu sering dapat mempengaruhi anak. Anak merasa menonton youtube lebih seru daripada belajar. Apalagi sekarang pembelajaran dilalukan menggunakan smartphone, hal ini bisa menjadi alasan anak untuk memegang smartphone lebih lama. Apabila orang tua tidak mengontrol anak saat memegang smartphone anak bisa leluasa menonton youtube. Dan bisa saja jika ditanya orang tua nya anak tersebut bilang sedang belajar padahal yang sebenarnya anak sedang menonton youtube.

2. Tingkat kecanduan menonton youtube pada anak

Intensitas menonton youtube yang dilakukan anak dalam penelitian ini tergolong dalam kategori heavy user dengan durasi mengakses lebih dari 40 jam sebulan. Namun ada juga anak yang tingkat kecanduan internetnya termasuk pada kategori medium user dengan durasi mengakses 10 sampai 40 jam perbulan. Jika hal ini dibiarkan terus menerus akan menjadi kecanduan untuk itu perlu adanya pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengedukasi anak apa saja dampak-dampak yang akan timbul ketika sudah kecanduan menonton youtube.

Sehingga anak bisa mengontrol waktu untuk menonton youtube 3. Dampak kecanduan menonton youtube pada anak

Youtube menyediakan begitu banyak informasi dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Ketika anak belum mengenal youtube ia memiliki rutinitas yang kebanyakan positif. Namun karena seiring perkembangan zaman membuat anak mau tidak mau harus mengikutnya. Mungkin dahulu anak sering sekali menonton tv namun sekarang sudah mulai tergantikan oleh youtube. Selain itu perubahan sikap dan emosional anak yang terjadi sekarang juga tidak lepas dari pengaruh menonton youtube. Anak menjadi lebih malas dan lupa waktu belajar

yang bedampak bagi prestasinya yang menurun disekolah. Kurangnya pengawasan dan ketegasan dari orang tua pun menjadi salah satu pemicu kecanduan menonton youtube pada anak. Anak semakin leluasa bermain youtube hingga lupa waktu dan mengabaikan tugasnya sebagai siswa yaitu belajar. Anak-anak yang sudah menonton youtube cenderung mengabaikan lingkungan disekitarnya. Mereka menggangap lingkungan sekitar tidak terlalu penting lagi karena mereka sudah nyaman dengan youtube. Padahal lingkungan sekitar juga penting untuk tumbuh kembang mereka karena lingkungan bisa menjadi sumber belajar.

5.2 Saran

Berdasarkan analisis diatas peneliti memberikan saran mengenai faktor kecanduan menonton youtube pada anak, untuk itu peneliti menguraikannya sebagai berikut :

1. Bagi anak

Anak harus bisa menguasai teknologi. Karena anak sebagai pengguna youtube sebaiknya harus bisa memilih video-video youtube yang memuat edukasi, sehingga wawasan anak menjadi bertambah. Dan diharapkan anak dapat menonton youtube sesuai dengan waktu yang diberikan oleh orang tua.

2. Bagi orang tua

Orang tua merupakah orang yang pertama mentukan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam keluarga. Oleh karena itu hendaknya orang tua harus mengawasi apa saja video youtube yang telah ditonton anak. Selain itu orang tua juga harus lebih selektif dalam memberikan media permainan kepada anak terutama penggunaan youtube. Perlu adanya ketegasan dan pendampingan dari orang tua saat menonton youtube. Sebaiknya orang tua memberikan batasan durasi menonton youtube agar tumbuh kembang anak tidak terganggu terutama sosialisasi terhadap lingkungan sekitar. Apabila anak menonton youtube secara berlebihan orang tua harus memberikan hukuman atau sanksi tertetu agar anak merasa jera. Orang tua juga bisa memberikan alternatif media permainan lainnya yang bisa dilakukan anak sehingga anak tidak selalu menonton youtube,

contohnya kegiatan menggambar, bermain boneka, bermain bola, bercocok tanam dan lain-lain.

3. Bagi peneliti lain

Sebagiknya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi oleh peneliti lain sehingga penelitian yang akan datang dapat mengetahui faktor-faktor kecanduan youtube pada anak secara lebih lengkap.

Dokumen terkait