SEBAB DAN AKIBAT KB DI DESA BABAKAN CISEENG
C. Dampak keluarga Berencana (KB) Terhadap Kehidupan Masyarakat
Banyak sekali dampak-dampak masyarakat yang tidak tahu tentang akibat melakukan KB (Keluarga Berencana). Ada pun dampak keluarga yang ber-KB yaitu dari kehidupan sosial dimasyarakat yang ekonomimya membaik dan kebutuhanya yang tercukupi serta kehidupan yang harmonis. Selain itu juga tujuanya mereka ber-KB itu untuk memberantas kehidupan dari kebodohan dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Dan agar harapan mereka semua itu tercapai maka salah satu langkah yang harus ditempuh adalah dengan memilih melakukan KB (Keluarga Berencana). Maka dari itu terlihat dari segi penduduk yang masi sepi sekali dan kebun yang sangat luas sekali Karena masyarakat
Desa Babakan melakukan yaitu KB keluarga berencana yang di mana masyarakat Desa Babakan sangat terlihat Dengan sunyi sekali.
Dalam hal ini jumlah penduduk yang sangat sedikit dan ekonomi yang terbatas dan tingkat yang sangat pendidikan yang sangat kurang maka ini adalah termaksud alasan masyrakat Desa Babakan yang melakukan KB keluarga berencana mereka melihat dari segi kemampuan mereka dalam rumah tangga sanggup atau tidak untuk
berumah tangga. Kita lihat masyrakat Desa Babakan dari segi pernikahan disini
banyak masyrakat Desa Babakan melaksanakan pernikahahn di bawah umur, terutama bagi wanita yang meranjak tamat sekolah SD dan tamat sekolah SMP, sudah pada nikah dan disini sebenarnya unutuk bagi wanita yang masi duduk disekolah dan masa pendidikan yang baik perlu sekali yang namanya meningkatkan kedewasaan bagi wanita.kalu wanita yang umur 14 dan16 tahun udah pada menikah, ini suatu tingkat kedewasaan wanita yang belum cukup dan bisa menggangu kesehatan bagi anak yang didalam kandungan Karena sang ibu belum waktunya untuk mempunyai anak. Maka bisa saja untuk kesehatan anak mempunyai kelainan maupun dari segi kesehatan dan juga dari segi pisik. Karena ada beberapa warga yang ada ibunya nikah muda yaitu nikah 14 tahun yang sehingga anaknya cacat dari pisik dan ada pula
sampai meninggal dunia karena dari kesehatan yang sangat tidak di perhatikan oleh orang tuanya.
Untuk tingkat pernikahan bagi laki-laki juga perlu kita perhatikan. Masyarakat Desa Babakan untuk pernikahan laki-laki banyak di bawah umur ada umur 16 sampai 18 itu udah pada menikah karena mereka anggap sudah pada dewasa dan udah mampu untuk berumah tangga, tapi pada kenyatanya bagi orang laki-laki yang sudah berumah tangga itu banyak yang gagal dalam berumah tangga karena sebelum menikah orang tua sudah melihat anaknya sudah waktunya menikah tapi kenyataanya dalam praktek rumah tangga tidak sesuai apa yang diperkirakan orang tua malah kebanyakan rumah tangganya pada gagal atau cerai dalam menjalani rumah tangga. Kita lihat dalam rumah tangga yang dimana seorang laki-laki yang sudah mampun berumah tangga yaitu mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang benyak karena seorang laki-laki atau seorang ayah yang mempunyai seorang istri dan anak itu pasti membutukah yang namanya sandang, pangan dan papan. Seorang laki-laki yang berumah tangga yang harus mempunyai rasa tanggung jawab yang besar dan mempunyai kekuatan untuk mencari rizki yang banyak. Bukan hanya sekedar pernikahan saja yang di jalani oleh seorang laki-laki dan mengikuti hawa nafsu yang
sehingga dapat merusak rumah tangga. Tapi seorang lelaki yang sudah menikah harus mempunnyai rasa tanggung jawab yang tinggi agar bisa menjaga istri dan anaknya. Oleh karena itu rumah tangga bukan sembarangan rumah tangga perlu kita evaluasi masyaarakat di Desa Babakan Ciseeng Bogor untuk merubah kehidupan dan memberantas kebodohan agar masyarakat kehidupannya menjadi membaik.
Dalam hal ini masyarakat mudah dan bisa mengatur tata rumah tangganya kalu masyarakat yang berumah tangga mengikkuti atau melakukan KB keluarga berencana. Sungguh jelas beda keluarga yang mengikuti KB keluarga berencana dan keluarga yang tidak mengikuti KB keluarga berencana. Kalau keluarga yang mengikuti KB keluaraga berencana kehidupanya teratur dan ekonomi bagus, tata keuanganya membaik. Keluarga yang tidak mengikuti KB keluarga berencana cara kehidupanya sangat tidak teratur dan dari pola ekonominya sangat berantakan. Jadi terlihat dari cara kehidupan di masyrakat Desa Babakan Ciseeng kelaurga yang mengikuti KB keluarga berencana dan tidak yang mengikuiti KB keluarga berencan dari pola hidup ekonomi mereka. Perlu kita katahui ada bebrapa keluarga yang baru menikah mereka langsung KB keluarga berencana selama satu tahun karena mereka belum siap punya anak jadi mau ngumpulin ekonomi dulu. Setelah satu tahun lamanya sudah di lewati baru mereka ada keinginan
punya anak maka mereka berhenti untuk berKB keluarga berencana. Sampai sekarang menikah sudah lamanya sembilan tahun belum punya anak. Disini perlu kita evaluasi apa penyebab mereka tidak punya anak, apa mungkin dari factor mereka awal nikah melakukan KB keluarga berencana jadi cara berKBnya yang salah atau bisa jadi dari laki-lakinya yang sepermanya lemah hingga menjadi tidak subur atau dari perempuanya kantong rahimnya yang lemah atau bisa jadi itu semua kehendak Allah SWT.
Maka semua ini perlu kita pahami setiap sesuatu ada segi baik dan segi buruk. Sebelum kita lakukan maka kita pikir dahulu contohnya seperti yang diceritakan diatas. karena setiap orang pasti ada tujuanya untuk menikah, didalam pernikahan pasti ada yang nama mempunyai buah hati yaitu anak atau katurunan itu idaman dari hasil pernikahan.maka rugi sekali kalu selama pernikahan tidak mempunyai anak atau keturunan.
Dalam akibat masyarakat desa Babakan melakukan KB keluarga berencana ada 2 yaitu :
Dari segi ekonomi mereka lebih tercukupi untuk kebutuhan mereka dan dari segi pendidikan mereka tercukupi untuk biaya sekolah.
2. Masalah kesehatan yang kurang diperhatikan.
Mudah terkena panyakit yang sehingga merusak organ-organ tubuh yang mengakibatkan ketebalan tubuhnya berkurang.
57 A. Kesimpulan
Dalam bagian terakhir ini, penulis mencoba untuk menyimpulkan beberapa uraian di atas di atas bahwa tidak ada ayat al-Qur’an dan Hadis nabi satu pun yang berbicara secara tegas tentang KB. Secara subtansial KB tidak bertentangan dengan ajaran agama islam, bahkan ia merupakan salah satu bentuk implementasi semangat islam mewujudkan sebuah kemaslahatan. Dengan adanya permasalahan di Desa Babakan Ciseeng antara masyarakat dan tokoh agama yang tidak sama pendapat tentang KB keluarga berencana maka penulis meneliti dan mengambil kesimpulan, Bahwasanya masyrakat Desa babakan alesan berKB yaitu karena ekonomi yang rendah dan kurang paham hukum KB keluarga berencana.
Dalam al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat 38 dan surat An-nisa ayat 9 .Membenarkan plaksanaan KB untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Dengan mengatur masalah penyusuan selama dua tahun, demi memikirkan dan mempertimbangkan kepentingan anak. Pasangan muda yang ingin memiliki anak, saat ini tentu harus memperhatikan banyak hal, seperti bagaimana kesehatanya pendidikan serta masa depan kelak.
Semua itu berkaitan dengan faktor social, lingkungan hidup, kehidupan beragama dan ekonomi, yakni beban biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu KB juga merupakan sebuah hak suami-istri, bukan kewajiban. Tidak boleh ada tekanaan, pemaksaan apa lagi intimidasi dari pihak lain dalam ber-KB. Suami dan istri-lah yang berhak menentukan sikap mereka dalam bar-KB, termaksud jumlah seorang anak yang mereka inginkan (sesuai dengan kemampuan).
B. Saran
Setelah penulis memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan keluarga Berencana (KB), selanjutnya penulis akan memberikan saran sebagai berikut :
1. Penulis hanya mengkaji masalah KB ini yang ada di masyarakat desa Babakan. Karena ada berbagi kendala yang menjadikan masyrakat dalam kehidupanya terbatas dri segi ekonomi dan pendidikan agar kehidupannya tercukupi dan terpenuhi untuk kemaslahatan maka mayarakat melakukan yang namanya keluarga berencana.
2. Meskipun adanya perbedaan pendapat mengenai KB ini terutama di kalangan tokoh masyrakat desa Babakan. alangkah baiknya masyarakat mengambil segi positif dalam melaksanakan KB dan segi
negatif dala melakukan KB agar dalam menjalani kehidupan tidak adanya kekurangan
3. Begitu pentingnya pemahaman KB ini sehingga perlu adanya kitab dan buku-buku lainya, Khususnya bagi pemerhati studi kitab-kitab. Akan tetapi langkahnya literature yang tersedia, maka kepada pihak yang berwenang diharapkan agar melakukan pengdaan kitab-kitab dan buku-buku lainnya untuk mempermudah peruses pemahaman para mahasiswa dan masyrakat luas terhadap kitab-kitab dan ilmu-ilmu lainya.
4. Masyarakat sangat mebutuhkan sekali informasi tentang KB .ini perlu kita evoluasi tentang informasi Kb maupun dari pihak tokoh agama dan posyandu atau bidan setempat.