Langsung pada reseptor
D. Dampak Lingkungan (DAL)
Damp ak (L) p enting adalah p erubahan lin gkun gan yang sangat mendasar yan g diakibatkan oleh suatu kegiatan. Perubahan mendasar ini melip uti tiga kelompok besar, y aitu:
(1). Perubahan ak ibat suatu kegiatan y ang (secara ku mulatif) men ghilan gkan identitas rona lingkungan awal secara nyata.
(2). Perubahan akibat suatu kegiatan y ang men imbulk an ekses ny ata p ada kegiatan lain di sekitarny a
(3). Perubahan akibat suatu kegiatan y ang meny ebabkan suatu rencana tata ruang (SDA) tidak dap at dilaksanakan secara konsisten lagi.
Cara p enentuan Damp ak lingkungan adalah:
(1). Berdasarkan p engalaman emp iris p rofesional (exp ert judgement) (2). Perubahan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan
(3). Perubahan dibandin gk an den gan sistem nilai, fasilitas, p elayanan sosial dan sumberdaya y ang dip erlukan.
Kriteria p enentuan damp ak p enting adalah:
1. Jumlah p enduduk yang terkena damp ak lingkungan 2. Luas wilay ah p ersebaran damp ak lingkungan 3. Lamany a damp ak lingkungan berlangsung 4. Intensitas damp ak lingkungan
5. Banyakny a komp onen lingkungan y ang terkena damp ak lingkungan 6. Sifat kumulatif damp ak lingkungan
7. Reversibilitas /irreversibilitas akibat damp ak lingkungan.
Tingkat Pendugaan Damp ak Lingkungan
Pola Pendekat-an Dasar Metode Manfaat
Peramal-an Subyektif/ diketahui ada p en garuh-p engaruh negatif terhadap lingkun gan sebagai akibat dari intervensi manusia, namun p ada kenyataanny a p embangunan diperlukan untuk memp erbaiki kesejahteraan sosial d an ekonomi masy a rakat. Kualitas hidup tidak dap at dip erbaiki tanpa perkembangan ekonomi, d en gan menjamin peny ediaan p angan dan jasa- jasa esensial di daerah-daerah yang laju p ertumbuhan p endudukny a tinggi.
Masalah y ang sangat penting di daer ah p embangun an ialah bagaimana p enggu naan lahan dan sumb erdaya alam lainny a dengan sebaik-baikny a, tanp a mengakibatkan kerusakan atau degr adasi y ang d isebabkan o leh p roses- p roses sep erti p emup ukan, p estisida,
erosi, p erkemban gan gurun, atau meluasny a peny akit-p eny akit y ang berp angk al d ari air dan perairan sep erti tip us, desentri, hep atitis, dan cacin g sistosomiasis. Kultivasi lah an secara berp indah, y ang merupakan p raktek umum di b erbagai p enjuru d aerah tropika basah, dap at digun akan sebagai teladan ilustratif. Praktek sep erti ini ap abila tersedia cukup waktu akan memun gkink an ber langsungnya regen erasi hutan, sehin gga memun gkinkan p emelihar aan dan p emulihan kesuburan tanah. Pada masa lalu, faktor-faktor alami (buday a tabu, pandangan dan p ola hidup tradisional, ganggu an p eny akit dan p erang) telah berh asil memp ertahankan keseimban gan sistem alami. Akan tetap i den gan ditemukanny a obat-obat modern dan nilai-nilai sosial yang baru, laju pertumbuhan penduduk telah menin gkat p esat, rasio antara luas lahan den gan p op ulasi p enduduk telah menurun dan kondisi k eseimb an gan orisinal telah tergan ggu sed emik ian rup a sehingga siklus kultivasi tidak memun gkinkan lagi pemulihan kesuburan tanah secara memadai. Dalam bany ak kasus bahk an tidak ada periode p emulihan kesuburan tanah, dan daerah-daerah y ang san gat luas telah ditumbuhi oleh vegetasi sekunder dan telah menjadi tidak sesuai lagi untuk p enggunaan p ertanian.
Faktor lain y ang telah memp ersulit p raktek pertanian berp indah ialah bahwa lahan-lahan luas y ang secara tradisional dikuasai dan dimilik i oleh p enduduk telah diambil alih pemerintah untuk memp roduksi kay u hutan atau dikonversi menjadi daerah p erkebunan.
Praktek-p raktek sep erti ini telah ikut meny ebabkan leb ih rendahny a rasio luas lahan pertanian dengan p up ulasi p enduduk. Teknik-teknik p ertanian "modern" y ang men ggunakan jen is-jenis un ggu l serealia dan subsidi enerji p upuk dan p estisida telah mmen ghan curkan struktur desa-desa tradisional karena terjad inya p erubahan distribusi kesejahteraan. Penduduk y ang tidak mempuny ai lahan terusir dar i desa d an bermigrasi menuju kota-kota besar atau mendaki p egunun gan. Di kota-kota besar p ara imigran ini telah memp erparah masalah pembuangan dan p engelo laan limb ah, p eny ediaan air bersih, kekurangan p erumah an dan p en gan ggu ran. Di p egunun gan, mer eka telah men eban g hutan untuk dip anen hasil kay uny a dan dijual, serta membuka lahan-lahan baru untuk digar ap ; lahan- lahan marjinal ini y an g biasanya terletak p ada ler en g y ang curam telah digarap tanpa memp erhatikan teknik-teknik konservasi tanah, seh in gga erosi telah terjadi secara intensif dan mengak ibatkan kemerosotan p roduktivitas tanah; disamp ing itu, p erubahan-perubahan
pada pola aliran air dan siltasi ju ga telah membahay akan keletarian berb agai ban gunan esensial di daerah aliran sungai.
INDUSTRI LIMBAH
Aliran sungai
USAHA PE RIKANAN SUNGAI
Gam bar 3. Pencemaran sungai oleh industri
UREA
Liat - NH4+
NO3- Mikroba tanah
Bahan Organik tanah RABUK
HEWAN
PUPUK
TUMBUHAN Nitrogen
Oksida nitrous
Kehilangan ammonia
Gambar 4. Pencemaran tanah dan air akibat pemup ukan
Problem lin gkun gan di n egara-n egara y ang sed ang b erkemban g jelas berkaitan utama di n egara-n egara maju, misalnya dalam p emban gunan kawasan p erkotaan, jalan r aya dan lap an gan terban g, p emeliharaan kualitas danau dan estuaria, dan konservasi kawasan lindun g. Sebagian besar dari p roblem-p roblem tersebut berhu-bungan den gan bany aknya kebutuhan enerji dan air o leh in-dustri dan masy arakat konsumen. Problem-p roblem sep erti ini masih dalam b entuk embrion al di negar a-negar a y ang sed an g dan b elum berkembang.
Hasil-hasil usahatani yang sangat besar dar i sistem pertanian-industrial lazimny a bertumpu pada inp ut enerji y ang sangat besar; dan kekuran gan air ( air masih dian ggap sebagai
"baran g beb as") telah meny ebabkan timbu lnya masalah-masalah serius bagi sistem industri di berbagai negara Erop a dan Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, diman a konsumsi enerji telah menin gk at dua kali lip at setiap delapan atau sep uluh tahun, dip roy eksikan kebutuhan air untuk p endingin p ada p eriode 1980- an sekitar sep aruh dari aliran air permukaan y ang normal di seluruh negeri. Walaupun 95% dari air ini dikembalikan ke sungai, namun ku alitasny a sudah tidak sama. Temp eraturnya y ang lebih tinggi men gur an gi jumlah oksigen y ang dap at larut sehingga kap asitas air sungai untuk mengasimilasikan bahan or ganik ju ga menurun. Kondisi sep erti ini akan mendoron g terjad iny a degr adasi struktur rantai makanan y ang selan jutny a akan menguran gi ju mlah oksigen terlarut dalam air, dan mengganggu stabilitas ekosistem akuatik.
Produksi bahan-bahan k imia yang baru telah men gintroduksikan bahay a-bahay a dan ketidak-p astian baru dalam masalah lin gkun gan hidup . Pembuan gan sejumlah besar substansi dap at-lap uk secara biolo gis (nitrat, deterjen y ang men gandun g fosfat, dsb.) ke dalam lin gkun gan akuatik telah mempercep at eutrofikasi sungai dan danau, dimana bahan-bahan kimia in i dan produk-produk p elap ukanny a terakumulasi. Bah an kimia y ang tidak
dap at lap uk secara biolo gis mungkin kuran g begitu menar ik p erhatian, namun sesungguhny a lebih berbah ay a. Sebagian b ahan-bah an in i ak an terkonsentrasi pada saat mereka melalui r antai-rantai makanan (biomagnifikasi) dan memb ahayakan kesehatan manusia dan ternak p iaraanny a, dan juga kehidup an bebas lainny a.
Ep isode-ep isode krisis sep erti tragedi asap industri di London pada tahun 1952 menarik bany ak p erhatian dunia, tetap i p olusi ringan y ang ber langsung berk epanjan gan jelas lebih serius men gancam keseh atan manusia dan mun gkin ju ga d ap at mengakibatkan perubahan p erilaku manusia sebelum men galami gan ggu an kesehatan secar a fisik.
Memang p erlu memusatkan perhatian kep ada kesehatan dan kesejahteraan manusia, tetap i damp ak p enting lainnya juga harus mendap atkan p erhatian secara prop orsional.
Keracunan y ang d ialami oleh manusia secar a akut dan kronis hanyalah merup akan salah satu bagian dar i masalah polusi; p olutan juga mempuny ai imp likasi untuk pemeliharaan biosfer jan gka p anjan g. M asalah-masalah jan gka p endek biasany a lebih sederhana, d an sebagian dap at diselesaikan secara p ragmatis dengan p embidan gan y ang lebih semp it. Damp ak p olutan jangka p anjan g b iasany a penuh tip u muslihat, kronis dan seringk ali b ersifat komulatif. Para ahli ekolo gis harus bertany a damp ak ap a saja y ang dap at diakibatkan oleh p olutan ini terhadap struktur ekosistem nasional dan terhadap keragaman biolo gis, dan ap akah p erubahan-p erubahan sep erti itu dap at mengancam kelestarian kehidupan jan gka p anjan g. Kep ercayaan y ang dianut oleh sementara p ihak, bahwa p olusi terutama p olusi udara meru-p akan indeks y ang sangat p enting untuk mencerminkan kondisi "kualitas lingkungan" tamp aknya terlalu semp it. Banuak bentuk-bentuk degr adasi lin gkun gan lainny a yang ju ga memp uny ai sign ifikansi jangka p anjan g y ang sama pen-tingny a atau bahkan lebih p enting darip ada p olusi udara.
Selama p eriode akh ir dari ab ad ini, manusia akan bany ak men g gun akan sumberday a alam bumi, dan menan gkap sejumlah enerji seperti y ang dilaku kannya selama masa evolusi manusia sebelumny a. Eksp ansi ekonomis y ang cep at tamp akny a akan terus berlan gsun g di masa mend atang, walaup un pertumbuhan jumlah penduduk dan konsumsi material akan men galami reduksi dalam jan gka p anjan g. Pertany aan riil y ang muncul ialah ap akah manusia dap at meny alurkan sirkulasi sumberday a y ang fantastis ini dengan cara yang akan lebih baik melay ani kebutuhan manusia samb il memperhatikan p roses-p roses
ekolo gi. Dalam konteks ini, seni y ang sedan g berkembang tentang p eramalan teknolo gi ("futures research") mungkin menjadi lebih p enting dalam megantisip asi dampak buruk yang mungk in terjadi akibat teknologi baru, dan y ang ju ga sama pentingny a ialah perkembangan-p erkemban gan y ang telah siap men gek sploitasi p eluang-p eluan g baru sebagai ak ibat dari kemaju an teknologi dan y an g secar a kreatif memp erhatikan masalah lingkungan.