BAB II SEJARAH BERDIRINYA KEBUN BINATANG MEDAN 1968-2005
B. Dampak Negatif
Tidak semua perpindahan suatu lokasi rekreasi atau hiburan berdampak postif. Selain dampak positif yang ditimbulkan, ada dampak negatif yang terjadi.
Dampak negatif tersebut dapat terjadi selama proses pemindahan maupun sesudah pemindahan ke lokasi yang baru. Dampak negatif ini terjadi pada saat pemindahan Kebun Binatang Medan. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan ialah :
1. Setelah proses pemindahan Kebun Binatang Medan, banyak ditemukan satwa – satwa yang mati. Hal ini dikarenakan setelah proses pemindahan tersebut para satwa diduga mengalami setres dan depresi untuk menyesuaikan diri dengan lokasi yang baru.
2. Dikarenakan banyak ditemukannya satwa yang mati terutama satwa langka,menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para aktivis pencinta lingkungan dan alam di depan lokasi Kebun Binatang Medan yang baru. Dari aksi tersebut, para peserta demo dihadang oleh para pemuda setempat sehingga menimbulkan korban luka.22
22 DetikNews, Sabtu 16 April 2005 pukul 20:25 WIB.
http://m.detik.com/berita/343159/demo-tolak-peresmian-kebun-binatang-medan-terhadang-preman/
BAB III
PENGELOLAAN KEBUN BINATANG MEDAN 1968-2012
3.1 Pengelolaan Kebun Binatang Medan (1968-2005)
Pengelolaan merupakan suatu istilah yang identik dalam manajemen.
Manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan23. Pengorganisasian diperlukan dalam mengelola suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Kebun Binatang Medan termasuk kedalam suatu lembaga organisasi pemerintah yang pada tahun 1968 disebut Yayasan Kebun Binatang Medan.
Sebagai salah satu bagian dari lembaga, pihak Kebun Binatang Medan melakukan pengelolaan untuk mengoptimalkan fasilitas pelayanan dan sarana di Kebun Binatang Medan. Pengelolaan yang dimaksud adalah seperti perawatan kandang satwa, pemberian makan dan minum pada satwa, kebersihan area kebun binatang dan juga kebersihan fasilitas dan sarana umum yang disediakan bagi pengunjung.
Kebun Binatang Medan pada tahun 1968 hanya memiliki jumlah pegawai yang sedikit sekitar 28 orang. Dari 28 orang tersebut, setiap pegawai diberikan
23 Sunarji Harahap, Pengantar Manajemen Pendekatan Integratif Konsep Syariah, FEBI UIN-SU Press ; Medan, hal. 21.
tanggung jawab untuk mengurus setiap jenis hewan atau kandang yang ada di kebun binatang. Menurut penuturan narasumber, selama di Jl. Brigjen Katamso Kebun Binatang Medan memiliki beberapa dokter hewan antara lain :
1. Dr. Zainul Arifin 2. Dr. Pudjiono 3. Dr. Hyus Patter 4. Dr. Sri Wahyuni 5. Dr. Anhar.24
Pegawai yang bekerja dikantor untuk mengurus bagian keuangan dan administratif lainnya juga ikut dalam bertanggung jawab dalam pengurusan satwa yang ada di Kebun Binatang Medan.
3.1.1. Perawatan Kandang Satwa
Tidak ada cara khusus yang dilakukan untuk merawat setiap kandang satwa di Kebun Binatang Medan. Setiap pagi para pegawai yang bertugas akan datang ke setiap kandang satwa untuk membersihkan kotoran – kotoran hewan yang berserakan. Kemudian kotoran itu dikumpulkan dan dimasukkan kedalam karung. Kotoran – kotoran satwa tersebut nantinya akan diberikan kepada para petani kebun, sayur, serta petani bunga. Para petani tersebut nantinya akan datang pada sore hari untuk mengambil kotoran hewan untuk dijadikan pupuk. Petani yang datang untuk mengambil kotoran hewan di Kebun Binatang Medan sebagian besar berasal dari luar kota medan seperti desa Tembung, Batang Kuis, Tanjung
24 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.
Morawa hingga ke daerah Binjai. Para petani yang mengambil kotoran hewan tersebut juga tidak dikenakan biaya khusus hanya membayar dengan sukarela.
Tidak semua kotoran satwa yang dapat dijadikan pupuk oleh petani, sebagian besar yang dijadikan pupuk adalah kotoran gajah, kuda, rusa, dan satwa berjenis herbivora lainnya. Sedangkan untuk kotoran hewan karnivora seperti harimau, singa dan lainnya akan dibuang ke tempat pembuangan khusus yang disediakan oleh pihak Kebun Binatang Medan.
Biasanya pada saat pembersihan kandang para petugas akan menggunakan cangkul, garpu rumput serta selang air untuk membersihkan kandang permanen.
Cangkul dan garpu rumput hanya digunakan untuk kandang pagar besi seperti kandang gajah, rusa, kangguru, rusa tutul, kancil dan sapi. Pembersihan kandang biasanya dilakukan oleh 2 orang petugas. Selain membersihkan kotoran – kotoran hewan, petugas juga bertanggung jawab dalam membersihkan tempat makanan dan minuman yang dipakai oleh hewan – hewan yang ada di kebun binatang.
Tempat makanan dan minuman wajib dibersihkan setiap hari agar tetap terjaga kebersihannya.25 Jika tempat makanan dan minuman tidak sering dibersihkan para hewan bisa terserang virus atau bakteri yang akan membuat hewan sakit bahkan untuk virus atau bakteri yang mematikan akan membuat hewan sampai mati.
Kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan agar hewan yang tinggal didalamnya merasa nyaman dan tidak setres.
25 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.
Saat pembersihan kandang, petugas juga akan sekaligus memandikan para satwa. Biasanya satwa yang wajib dimandikan saat sore hari adalah gajah. Hal ini dikarenakan gajah merupakan hewan yang mudah terserang hawa panas karena kulitnya yang tidak ditutupi bulu juga mencegah agar gajah tidak dehidrasi.
Waktu untuk memandikan dilakukan pada sore hari saat Kebun Binatang Medan sudah tutup agar lebih memudahkan para petugas dan juga menjaga agar gajah tidak panik karena keramaian pengunjung.
3.1.2. Pemberian Makanan dan Minuman
Makanan dan minuman merupakan hal dasar dalam pengelolaan kebun binatang. Pemberian makanan satwa harus memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh satwa. Tiap satwa yang ada di kebun binatang memerlukan asupan gizi dan nutrisi yang berbeda – beda tergantung dari jenis dan kebutuhan satwa tersebut. Pemberian makanan dan seringnya harus diberikan sesuai dengan perilaku dan kebiasaan satwa tersebut.
Jenis makanan yang diberikan untuk satwa harus berasal dari bahan yang alami seperti sayuran, buah – buahan, daging segar serta rumput. Satwa tidak diperbolehkan memakan makanan yang manusia yang tidak normal bagi mereka seperti, mengandung minyak, gula, garam, minuman bersoda dan makanan olahan lainnya. Inilah sebabnya pengunjung tidak diperbolehkan untuk memberi makan satwa yang ada dikebun binatang secara sembarangan karena bisa membahayakan kesehatan satwa.
Penyediaan makanan untuk para satwa, pihak Kebun Binatang Medan bekerja sama dengan Rumah Potong Hewan yang terletak di jalan Rumah Potong Hewan Mabar untuk menyediakan daging segar setiap harinya dari tahun 1968 sampai 1999.26 Untuk sayuran dan buah – buahan petugas Kebun Binatang Medan biasanya membeli di pasar Simpang Limun di Jalan Sisingamangaraja. Pihak Kebun Binatang Medan juga memberikan susu segar kepada satwa mamalia dan primata seperti beruang, kangguru, mawas, kukang, kera dan lainnya. Persediaan susu didapat dari penjual susu murni keliling yaitu orang India Tamil yang biasa menyediakan 4 tong penyimpanan susu untuk Kebun Binatang Medan.27
Terkhusus untuk jenis gajah, sayuran harus dimasak terlebih dahulu.
Berbagai jenis sayuran dicampur jadi satu dan dimasak diatas tungku hanya dengan menggunakan air tanpa ditambah rasa seperti garam atau gula. Hal ini dilakukan agar gajah yang sudah tua lebih mudah mencerna makanannya. Setelah di masak makanan tersebut tidak lantas diberikan langsung kepada gajah melainkan di didingankan dahulu di wadah yang lebar seperti tampah baru kemudian diberikan kepada gajah untuk dimakan. Pihak kebun binatang pernah mencoba memberikan sayuran atau rumput yang segar tetapi hanya sebagian gajah yang memakan habis makanannya, maka dari itu mereka berinisiatif untuk memasaknya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada gajah. Tetapi pihak Kebun Binatang Medan tetap memberikan buah – buahan segar seperti pisang dan pepaya yang mudah dicerna.
26 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018.
27 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.
3.1.3. Kebersihan Area Kebun Binatang Medan
Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu lembaga konservasi seperti kebun binatang. Tidak hanya kebersihan kandang satwa, tetapi kebersihan area kebun binatang juga harus diperhatikan dengan sangat teliti. Kebersihan area kebun binatang tidak hanya membuat para pengunjung yang datang merasa nyaman dan ingin kembali tetapi juga kesehatan para satwa akan lebih terjamin.
Untuk kebersihan area kebun binatang, petugas kebersihan Kebun Binatang Medan tidak hanya bekerja pada pagi dan sore hari secara terjadwal, tetapi juga bekerja disekitar daerah kandang untuk menjaga kebersihannya.
Petugas kebersihan di Kebun Binatang Medan merupakan pegawai honorer yang berarti bukan termasuk kedalam pegawai tetap. Biasanya pegawai merupakan warga yang tinggal disekitar area Kebun Binatang Medan. Untuk upah, para petugas kebersihan tersebut akan diberi upah perharinya. Petugas kebersihan Kebun Binatang Medan pada tahun 1968 hingga 1980 belum memiliki seragam resmi. Mereka hanya diberikan tanda pengenal berupa kartu yang dilaminating kemudian dikalungkan ke leher mereka. Sama halnya seperti tanda pengenal yang dipakai oleh orang – orang yang berjualan dikantin Kebun Binatang Medan dan juga para pedagang lainnya. Kemudian setelah tahun 1980, para petugas kebersihan tersebut diangkat menjadi pegawai Kebun Binatang Medan.28
28 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.
Untuk menjaga kebersihan area Kebun Binatang Medan, para petugas menyediakan tong sampah disekitar area kandang, tempat hiburan, kantin dan juga tempat bermain anak – anak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang berserakan di area Kebun Binatang Medan. Sampah – sampah tersebut nantinya akan dikumpulkan setelah kebun binatang tutup kemudian pagi harinya akan dibawa oleh truk sampah ke pembuangan sampah kota Medan.
Selain kebersihan area sekitar kandang dan tempat – tempat yang sering didatangi pengunjung, kebersihan toilet juga menjadi prioritas para petugas kebersihan agar pengunjung nyaman menggunakan salah satu fasilitas Kebun Binatang Tersebut.
3.1.4. Fasilitas dan Sarana Umum Kebun Binatang Medan
Sarana dapat diartikan sebagai alat, wujudnya merupakan hasil dari rekayasa manusia untuk menunjang atau memudahkan manusia dalam meraih tujuan. Hal ini berarti alat atau tekhnologi yang sengaja dibangun untuk mempermudah pengunjung atau wisatawan agar menciptakan rasa kenyamanan dan kesenangan. Dalam Undang – Undang Nomor 10 tahun 2009 Kepariwisataan, dalam pasal 14 dinyatakan bahwa usaha pariwisata meliputi : 1), Daya tarik wisata, 2), Kawasan pariwisata, 3), Jasa transportasi wisata, 4), Jasa perjalanan wisata, 5), Jasa makanan dan minuman, 6), Penyedian akomodasi, 7), Penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, 8), Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan
insentif, konferensi dan pameran, 9), Jasa informasi pariwisata, 10), Jasa konsultan pariwisata, 11), Jasa pramuwisata, 12), Jasa tirta, dan 13), Spa.29
Fasilitas dan sarana umum yang disediakan oleh pihak Kebun Binatang Medan berperan sebagai daya tarik pengunjung selain koleksi hewan yang ada.
Jika fasilitas dan sarana umum lengkap dan bersih, para pengunjungpun menjadi nyaman untuk berada di kebun binatang. Fasilitas dan sarana umum yang dimaksud disini seperti toilet, kantin, tempat istirahat, tempat parkir, atraksi wisata dan juga angkutan umum yang menuju Kebun Binatang Medan.
Kebun Binatang Medan menyediakan berbagai fasilitas dan sarana hiburan yang menarik bagi pengunjung terutama para keluarga yang membawa anak – anak mereka untuk mengunjungi Kebun Binatang Medan. Setap hari Sabtu dan Minggu, Kebun Binatang Medan akan menampilkan acara panggung seperti, pementasan tari daerah atau tari modern, pementasan grup band dan penyanyi kota Medan, pementasan sulap dan berbagai hiburan lainnya. Untuk pementasan tari – tarian sendiri biasanya dilakukan oleh murid – murid sekolah TK (Taman Kanak-Kanak),dan juga terkadang penari profesional seperti dari sanggar tari yang ada didalam kota maupun luar kota Medan. Begitupun untuk penampilan band dan penyanyi juga merupakan artis dari dalam kota maupun penyanyi yang sudah disewa sebelumnyan untuk menghibur para pengunjung. Hal ini juga berlaku untuk pementasan yang lainnya. Selain pementasan, hiburan lainnya yang disediakan oleh Kebun Binatang Medan adalah jenis permainan anak – anak
29 Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada,2015,hal. 69.
seperti Kuda pusing dan Sampan pusing.30 Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati hiburan untuk menaiki satwa yang ada di Kebun Binatang Medan seperti Gajah dan Kuda.
Kebun Binatang Medan dengan luas lahan hanya 3ha menyediakan tempat atau lahan parkir yang cukup luas bagi pengunjung, tetapi dikarenakan jumlah pengunjung yang berkunjung terbilang cukup ramai sehingga membuat para warga yang tinggal disekitaran Kebun Binatang Medan membuka tempat parkir dihalaman rumah mereka. Hal ini tentu saja membuka peluang bisnis yang cukup menguntungkan bagi warga, karena warga memasang tarif bagi setiap pengunjung yang ingin memakirkan kendaraannya di halaman rumah warga. Tarif yang harus dibayarkan pengunjung bervariasi sesuai dengan jenis kendaraan dan pemilik lahan parkir.
Didalam Kebun Binatang Medan terdapat beberapa toilet umum yang disediakan bagi para pengunjung. Toilet tersebut terdapat dilantai bawah atau lantai 1 (satu) dan lantai atas atau lantai 2 (dua) area kebun binatang. Dilantai atas pihak Kebun Binatang menyediakan 4 (empat) toilet umum untuk pengunjung dan dilantai bawah juga terdapat toilet akan tetapi narasumber lupa akan jumlah pastinya.
Tempat makanan dan minuman atau biasa kita sebut dengan kantin juga tersedia di area Kebun Binatang Medan. Pada awal pembukaan Kebun Binatang Medan yaitu pada tahun 1968 hanya ada satu lahan kantin yang dibangun seluas
30 (Lihat Lampiran 2). Harian Waspada, Senin, 26 Agustus 1968.
307 m2 di lantai bawah kemudian pada tahun 1980 pihak Kebun Binatang Medan membangun kantin satu lagi di lantai atas dengan luas 154m2.31 Kantin ini juga termasuk kedalam fasilitas dan sarana umum untuk pengunjung agar para pengunjung yang tidak membawa makanan dari rumah bisa membeli makanan didalam area Kebun Binatang Medan tanpa harus membeli makanan diluar.
Makanan dan minuman yang ditawarkan pun memiliki jenis yang beragam sehingga pengunjung merasa puas.
3.2 Struktur Organisasi Kebun Binatang Medan 1994-2005
Dalam suatu unit lembaga maupun perusahaan, terdapat pengorganisasian yang berfungsi sebagai pengatur dan penyempurna kinerja perusahaan.
Pengorganisasi merupakan suatu proses penyusunan struktur organisasi yang disesuaikan dengan tujuan organisasi agar dapat tercapai dengan efisien.
Sedangkan, struktur organisasi adalah susunan – susunan komponen unit kerja dalam suatu organisasi. Kebun Binatang Medan juga mempunyai suatu struktur organisasi agar dapat menjalankan kebun binatang lebih teratur dan efisien.
31 (Lampiran 9). Surat Keputusan Walikota Madya Medan Tentang Pembubaran Yayasan.
Berikut merupakan struktur organisasi Kebun Binatang Medan32 :
32 Wawancara dengan Eka Halimah, 15 April 2018 di Kebun Binatang Medan.
Walikota
Badan Pengawas
Direksi
Kepala Unit
Kepala Urusan Perawat Hewan dan Kandang
Kepala Urusan Peralatan dan
Kebersihan
Staf Ahli Kepala Urusan Tata Usaha
Kepala Urusan Keuangan
Staf Tata Usaha
Staf Satuan Khusus
Staf Petugas Khusus
Terdapat tugas dari masing – masing, untuk Kepala Unit bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pokok seperti :
a) Menyusun kegiatan rencana kerja di Kebun Binatang Medan
b) Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh pegawai c) Memeriksa surat – surat masuk maupun keluar
d) Memberi masukan dan pertimbangan kepada direksi tentang pengelolaan tentang Kebun Binatang Medan
e) Melaksanakan tugas – tugas dengan penuh tanggung jawab yang diberikan oleh direksi.
Selanjutnya untuk tugas pokok Kepala Urusan Perawat Hewan dan Kandang adalah :
a) Mengontrol dan menangani satwa yang ada di Kebun Binatang Medan
b) Mengecek dan menganalisis kinerja bawahan atau staff – staff dibawah Kepur Perawat Hewan dan Kandang
c) Menegur bawahan atau staff yang meninggalkan tugas tanpa izin, dan
d) Melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan.
Untuk tugas pokok staff Perawat Hewan dan Kandang yaitu :
a) Bertugas di setiap kandang satwa yang ada di Kebun Binatang Medan
b) Memberi makan setiap satwa yang ada di Kebun Binatang Medan
c) Membersihkan dan memperindah area kandang
d) Melaporkan kepada atasan jika terdapat masalah terhadap kandang maupun satwa
e) Mengecek makanan yang akan diberikan kepada satwa f) Memandikan dan melatih satwa seperti gajah agar tetap jinak.
Adapun tugas pokok bagi Kepur Peralatan dan Kebersihan yaitu :
a) Mengecek dan menganalisis kinerja bawahan atau staff b) Membuat laporan terhadap inventaris barang
c) Mengecek dan melaporkan keadaan fisik bangunan Kebun Binatang Medan
d) Mengontrol dan menangani kebersihan area Kebun Binatang Medan Sebagai staff dari Peralatan dan Kebersihan, mempunyai tugas sebagai berikut :
a) Sebagai tenaga bangunan kandang satwa dan gedung
b) Menginventariskan dan menyimpan semua peralatan kebersihan. Hal ini termasuk mesin dan segala kunci yang ada di Kebun Binatang Medan.
c) Mengetik dan mengarsipkan semua surat – surat yang berhubungan dengan peralatan dan kebersihan
d) Menyapu dan membersihkan area Kebun Binatang Medan
e) Memotong rumput liar secara rutin.
Kemudian untuk tugas pokok Kepala Urusan Tata Usa ha ialah :
a) Membuat absensi seluruh pegawai Kebun Binatang Medan, baik setiap hari maupun setiap bulan
b) Membukukan surat masuk dan keluar yang tertuju kepada Kebun Binatang Medan
c) Mengecek dan mengkoordinasikan tugas bawahan atau staff.
Tugas pokok dari staff urusan Tata Usaha yaitu :
a) Mengetik dan membuat surat – surat keluar
b) Menyetor penerimaan atau pendapatan Kebun Binatang Medan ke Bank
c) Menyiapkan absensi pegawai setiap hari
d) Mengagendakan surat – surat yang masuk maupun yang keluar e) Merekapitulasi absensi tiap bulan.
Setelah bagian tata usaha, Kepala Urusan Keuangan juga mempunyai tugas pokok seperti :
a) Membuat laporan keuangan harian dan bulanan
b) Membukukan setiap penerimaan dan pengeluaran didalam kas c) Menyetorkan penerimaan ke Bank
d) Membuat rencana biaya dan penerimaan
e) Mengecek kinerja bawahan atau staff.
Sedangkan tugas pokok dari staff keuangan adalah :
a) Menjaga loket karcis pintu masuk b) Membukukan karcis asuransi
c) Membuat laporan bulanan karcis asuransi
d) Menjaga atau menggantikan staff penjaga pintu masuk jika staff tersebut berhalangan sakit atau tidak masuk.
3.3 Kesehatan dan Kesejahteraan Satwa Kebun Binatang Medan 1968-2005
Kesejahteraan hewan/satwa ialah usaha manusia memelihara hewan/satwa yang meliputi pemeliharaan lestari hidupnya dengan pemeliharaan dan perlindungan yang wajar.33 Kesejahteraan satwa (animal welfare) merupakan keadaan fisik dan psikologis yang sehat dan sejahtera bagi satwa – satwa yang berinteraksi dengan manusia. Kesejahteraan satwa (animal welfare) bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan fisik atau ketiadaan luka dan penyakit pada hewan, melainkan juga mencakup kebutuhan psikologis hewan tersebut. Hal ini berarti jika satwa merasa cemas, takut, bosan bahkan sampai stres tinggi, itu merupakan tanda bahwa hewan tidak mendapat kesejahteraan padahal diluar tampak normal.
33 Undang – Undang No. 6 Tahun 1967 Tentang Ketentuan – Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pasal 1.
Salah satu acuan standard minimum kesejahteraan satwa yang dapat digunakan adalah Prinsip „Lima Kebebasan Satwa‟ (Five Freedoms for Animals) yang diformulasikan oleh Komisi Bramble di Inggris pada tahun 1965. Kelima prinsip tersebut adalah:
1. Kebebasan dari rasa haus, lapar dan kekurangan gizi dengan memastikan adanya ketersediaan makanan dan akses air minum bersih.
2. Kebebasan dari ketidaknyamanan fisik dan cuaca ekstrim dengan menyediakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tiap satwa, termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman.
3. Kebebasan dari rasa sakit, luka dan penyakit melalui pencegahan dan diagnosis cepat serta kontrol perawatan medis secara rutin.
4. Kebebasan untuk mengekspresikan perilaku secara normal dengan menyediakan ruangan yang cukup luas, fasilitas yang sesuai.
5. Kebebasan dari rasa takut dan tertekan dengan memastikan kondisi dalam kandang dan merawatnya untuk menghindarkan mereka dari penderitaan mental.
Untuk kondisi di kebun binatang sendiri, kelima prinsip kebebasan di atas dapat dipahami secara lebih spesifik sebagai berikut:
1. Kebebasan dari rasa haus dan lapar merupakan kebutuhan dasar semua satwa, termasuk satwa yang berada dalam kurungan (captivity) yang seharusnya menekankan pertimbangan jenis makanan yang disediakan, frekuensi dan cara
penyajiannya, serta kualitas gizinya, sesuai dengan kebutuhan spesifik tiap spesies.
2. Kebebasan dari ketidaknyamanan fisik memerlukan pertimbangan beberapa faktor termasuk perlindungan dari kondisi cuaca buruk (contoh hujan, panas dan angin), ketersediaan udara segar, tempat yang teduh dan hangat, tempat yang terjangkau sinar matahari jika memang diperlukan, ketersediaan lorong bawah tanah yang sesuai bagi satwa yang suka menggali, ketersediaan pohon dan tanaman, fasilitas untuk memanjat dan bahan lainnya yang memungkinkan penggunaan ruang vertikal bagi hewan yang suka memanjat atau terbang.
3. Kebebasan dari rasa sakit, luka dan penyakit harus mempertimbangkan desain kandang, ketersediaan perlengkapan kandang, ketersediaan ruang yang cukup dan hidup sosial berkelompok yang sesuai untuk mencegah konflik antar satwa, sanitasi yang sesuai, makanan dan perawatan kesehatan dari dokter hewan untuk mencegah atau merawat luka dan penyakit yang diderita oleh satwa.
4. Kebebasan untuk mengekspresikan perilaku secara normal termasuk memberikan satwa kesempatan untuk memilih dan mengontrol, agar memungkinkan mereka untuk membuat kontribusi yang berarti dalam kualitas hidup mereka sendiri.
5. Kebebasan dari rasa takut dan tertekan ini tidak hanya mencakup kebebasan dari rasa takut dan penderitaan yang disebabkan oleh luka fisik atau intimidasi yang disebabkan oleh satwa yang hidup dalam kelompok sosial yang
berlebihan atau tidak normal, tetapi juga ancaman predator (pemangsa) dari luar dan penyakit. Frustasi dan kebosanan juga harus diperhatikan agar satwa jangan sampai menderita stress kronis.
berlebihan atau tidak normal, tetapi juga ancaman predator (pemangsa) dari luar dan penyakit. Frustasi dan kebosanan juga harus diperhatikan agar satwa jangan sampai menderita stress kronis.