• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSISTENSI KEBUN BINATANG MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EKSISTENSI KEBUN BINATANG MEDAN"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

EKSISTENSI KEBUN BINATANG MEDAN 1968 – 2012

Skripsi Sarjana

Disusun Oleh :

SRI WAHYUNI HASANAH

140706058

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2018

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan karunianya berupa kekuatan, ketabahan, maupun hidayah dan taufik-Nya, serta tidak lupa shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan lancar meskipun terdapat hambatan dan tantangan dalam penulisan.

Penulisan ini tidak akan terwujud tanpa bantuan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ijinkan saya selaku penulis untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Budi Agustono,MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, serta kepada Wakil Dekan beserta Staf pegawai Fakultas Imu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Edi Sumarno,M.Hum, selaku Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan juga kepada Ibu Dra.

Nina Karina,M.SP, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Sejarah yang turut membantu dalam kelancaran penulisan ini.

3. Ibu Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. selaku dosen pembimbing dalam penulisan skripsi ini yang telah begitu banyak memberikan dorongan, semangat, perhatian dan telah berkenan meluangkan waktu untuk membimbing penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

(7)

4. Seluruh Dosen, Staf Pengajar, Staf Administrasi pendidikan Program Studi Ilmu Sejarah (Bang Ampera) yang telah banyak membantu penulis mulai masa awal perkuliahan hingga dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Bapak saya yang saya sayangi Sulatno dan Ibu saya yang saya cintai Arni atas segala jasa dan pengorbanan yang tak terhingga dari lahir hingga saat ini kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Ilmu Sejarah.

6. Kedua adik saya, Muhammad Agung Prasetyo dan Nur Widya Artika yang telah memberikan semangat dorongan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Para sahabat – sahabat stambuk 014, terkhususnya kepada Hilwa Zulmi, Kartika Amelia Nst, Winda Susanti dan Winda Agustiani Gultom yang telah menjadi sahabat seperjuangan yang saling memberikan dukungan, semangat, dan juga bantuan selama masa perkuliahan.

8. Sahabat sekaligus sepupu saya Dwi Khairani yang telah memberikan dorongan moril dan juga bantuan yang berarti selama penulisan skripsi ini.

9. Kepada sahabat – sahabat saya sedari SMK, Citra Kartika, Mayrifa, dan Putri Rizki Ananda yang telah memberikan semangat dan perhatiannya selama penulisan skripsi ini.

(8)

10. Kepada Muhammad Yasir Zein Pakpahan, yang telah banyak mengorbankan waktu, tenaga dan lainnya dalam mendampingi, dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi.

Akhirnya, untuk semua pihak yang telah membantu penulisan dan tidak sempat seluruhnya di sebutkan dalam skripsi ini, penulis mengucapkan beribu terima kasih. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan dengan balasan yang berlipat ganda. Penulis juga mengharapkan semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, September 2018 Penulis,

Sri Wahyuni Hasanah

(9)

ABSTRAK

Kebun Binatang Medan merupakan tempat rekreasi pertama di Medan yang berkonsep ekowisata. Kebun Binatang Medan pertama kali didirikan pada tahun 1968 oleh Yayasan Kebun Binatang Medan yang berada dibawah naungan Pemda Tingkat II. Kebun Binatang Medan dibangun dengan tujuan sebagai tempat konservasi dan edukasi sekaligus sebagai tempat rekreasi keluarga yang berada di Jl. Brigjen Katamso Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun. Kebun Binatang Medan juga difungsikan sebagai hutan kota yang memberikan kesejukan ditengah – tengah kehidupan warga kota Medan.

Kemudian memasuki tahun 2005, Kebun Binatang Medan dipindahkan ke Jl.

Bunga Rampai Kelurahan Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan. Hal ini dikarenakan sebagai upaya pemerintah dalam tetap menjadikan Kebun Binatang Medan sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi masyarakat. Dalam penulisan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah berdirinya Kebun Binatang Medan hingga berpindahnya, kemudian upaya pengelolaan hingga fungsi dari Kebun Binatang Medan. Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah dari Kuntowijoyo yang menurut beliau terdiri dari empat tahapan yaitu : Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik (verifikasi sumber), Interpretasi (penafsiran), dan Historiografi (penulisan sejarah).

Kata Kunci : Kebun Binatang Medan, Ekowisata, Pengelolaan

(10)

DAFTAR ISI

UCAPAN TERIMA KASIH... i

ABSTRAK...iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR LAMPIRAN... viii

DAFTAR TABEL...ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...1

1.2 Rumusan Masalah...5

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian...6

1.4 Tinjauan Pustaka...7

1.5 Metode Penelitian...9

BAB II SEJARAH BERDIRINYA KEBUN BINATANG MEDAN 1968-2005 2.1 Kebun Binatang Medan 1968-1993...12

2.2 Kebun Binatang Medan 1993-2005...16

2.2.2 Pemindahan Kebun Binatang Medan 2005...22

2.2.3 Dampak Pemindahan Kebun Binatang Medan...28

(11)

A. Dampak Positif...29

B. Dampak Negatif...30

BAB III UPAYA PENGELOLAAN KEBUN BINATANG MEDAN 1968 – 2012 3.1 Pengelolaan Kebun Binatang Medan...31

3.1.1 Perawatan Kandang Satwa...32

3.1.2 Pemberian Makanan dan Minuman...34

3.1.3 Kebersihan Area Kebun Binatang Medan...36

3.1.4 Fasilitas dan Sarana Umum Kebun Binatang Medan...37

3.2 Struktur Organisasi Kebun Binatang Medan 1994-2005...40

3.3 Kesehatan dan Kesejahteraan Satwa Kebun Binatang Medan 1968- 2005...45

3.4 Pengelolaan Kebun Binatang Medan 2005-2012...51

3.4.1 Perawatan Kandang Satwa...51

3.4.2 Pemberian Makan Satwa...51

3.4.3 Fasilitas dan Sarana Umum...52

(12)

BAB IV FUNGSI KEBUN BINATANG MEDAN

4.1 Ekowisata...55

4.2 Konservasi...58

4.3 Hutan Kota...71

4.3.1 Kriteria Pohon dan Tanaman Bagi Hutan Kota...75

BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan...78

5.2 Saran...80

DAFTAR PUSTAKA...82

DAFTAR INFORMAN

LAMPIRAN

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Berita Mengenai Peresmian Kebun Binatang Medan.

Lampiran 2 : Berita Mengenai Fasilitas dan Penambahan Satwa Kebun Binatang Medan.

Lampiran 3 : Berita Mengenai Lokasi Baru Kebun Binatang Medan.

Lampiran 4 : Berita Mengenai Pengelolaan Kebun Binatang Medan.

Lampiran 5 : Berita Mengenai Rencana Penambahan Satwa di Kebun Binatang Medan.

Lampiran 6 : Berita Mengenai Peresmian Lokasi Kebun Binatang Medan Yang Baru.

Lampiran 7 : Berita Mengenai Kematian Satwa Harimau di Kebun Binatang Medan Yang Baru.

Lampiran 8 : Batu Peresmian Logo Baru Kebun Binatang Medan 2012.

Lampiran 9 : Salinan Keputusan Surat Walikota Medan Tentang Pembubaran dan Pengalihan Yayasan Kebun Binatang Medan.

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Daftar harga tiket masuk anak Kebun Binatang Medan...15

Tabel 2 Daftar harga tiket masuk dewasa Kebun Binatang Medan...16

Tabel 3 Satwa Kebun Binatang Medan jenis Mamalia tahun 1993...19

Tabel 4 Satwa Kebun Binatang Medan jenis Primata tahun 1993...19

Tabel 5 Satwa Kebun Binatang Medan jenis Aves tahun 1993...20

Tabel 6 Satwa Kebun Binatang Medan jenis Reptile tahun 1993...21

Tabel 7 Satwa Kebun Binatang Medan jenis Pisces tahun 1993...22

Tabel 8 Satwa yang mati saat proses pemindahan tahun 2005...49

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pariwisata merupakan fenomena sosial, ekonomi, dan budaya yang muncul sebagai wujud kebutuhan manusia dan negara serta interaksi antara wisatawan dengan masyarakat tuan rumah, sesama wisatawan, pemerintah, dan pengusaha berbagai jenis barang dan jasa yang diperlukan oleh wisatawan.

Wisatawan merupakan orang yang melakukan perjalanan untuk pelesir, bersenang-senang atau usaha/bisnis, dan tinggal diluar kota sekurang-kurangnya satu malam.1

Di Indonesia pada waktu zaman penjajahan, pariwisata sudah mulai berkembang dengan berbagai tujuan. Kini pariwisata berkembang pesat karena dampaknya yang sangat luas dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Banyak negara di dunia mengembangkan pariwisata menjadi tujuan destinasi yang terkenal didunia, sehingga dapat menyedot tingkat kunjungan wisatawan yang mendatangkan devisa bagi negara. Di Indonesia, mulai dari pemerintah pusat, daerah provinsi, kabupaten dan kota banyak memiliki obyek-obyek wisata yang menarik dan terus dikembangkan. Dalam struktur pemerintah daerah dibentuk dinas atau satuan kerja perangkat daerah dalam bentuk dinas atau badan yang khusus menangani pariwisata.

1 Indiria P. Wardani dan Suwardjoko P. Wardani, “Pariwisata Dalam Tata Ruang Wilayah”, Bandung : ITB, 2007, hal. 7

(16)

Obyek wisata dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu obyek wisata alam dan obyek wisata budaya. Obyek wisata alam terbentuk secara alami yang disebabkan oleh proses alami, sedangkan obyek wisata buatan atau budaya merupakan hasil ciptaan dan kreasi manusia. Kebun binatang termasuk kedalam salah satu obyek wisata budaya atau buatan yang tergolong kedalam obyek wisata alternatif diluar perkotaan yang berkonsep ekowisata atau ecotourism.2

Menurut Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), pengertian dari (taman satwa) kebun binatang adalah suatu tempat atau wadah yang berbentuk taman dan atau ruang terbuka hijau dan atau jalur hijau yang merupakan tempat untuk mengumpulkan, memelihara kesejahteraan dan memperagakan satwa liar untuk umum dan yang diatur penyelenggaraannya sebagai lembaga konservasi ex-situ. Satwa liar yang dikumpulkan dalam wadah taman satwa adalah satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi oleh Peraturan Perundang-undangan, dan akan dipertahankan kemurnian jenisnya dengan cara dipelihara, ditangkarkan diluar habitat aslinya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.53/Menhut-II/2006 tentang lembaga konservasi, bahwa kebun binatang adalah suatu tempat atau wadah yang mempunyai fungsi utama sebagai lembaga konservasi yang melakukan upaya perawatan dan pengembangbiakan berbagai jenis satwa berdasarkan etika dan kaidah kesejahteraan satwa dalam rangka membentuk dan

2 Gusti Bagus Arjana,”Geografi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif”, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2016. hal. 63.

(17)

mengembangkan habitat baru, sebagai sarana perlindungan dan pelestarian jenis melalui kegiatan penyelamatan, rehabilitasi dan reintroduksi alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sarana rekreasi yang sehat.

Kebun binatang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata. Sebagai tempat rekreasi yang mampu menghilangkan kejenuhan dan kelelahan akan rutinitas kota, dengan menghadirkan suasana alam dan lingkungan yang asri, kebun binatang juga memiliki fungsi edukasi dan konservasi. Kebun binatang merupakan tempat terdekat untuk mengenalkan keluarga dan anak-anak pada hewan. Kebun binatang adalah ruang terbuka hijau yang umumnya berada di tengah atau pinggir kota dengan tujuan utama sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam, hewan dan tumbuhan. Kebun binatang juga bersifat edukasi karena memberikan informasi kepada masyarakat tentang kehidupan satwa liar, serta menyenangkan karena dapat berinteraksi secara langsung dengan satwa.

Kebun binatang atau taman marga satwa adalah tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah. Binatang yang dipelihara di kebun binatang sebagian besar adalah hewan yang hidup di darat, sedangkan satwa air dipelihara di akuarium. Kebun binatang yang memungkinkan pengunjung masuk dengan mobil atau bus disebut taman safari. Binatang dilepas di kawasan luas dan terbuka, serta tidak dikurung di kandang-kandang sempit,

(18)

melainkan dibatasi dengan pagar atau parit. Kebun binatang sering dilengkapi dengan kebun binatang anak untuk mempertontonkan hewan ternak atau spesies satwa liar yang belum dewasa dan jinak untuk dipegang-pegang atau diberi makan, termasuk oleh anak-anak.

Kebun Binatang Medan merupakan kebun binatang kedua terbesar di Sumatera setelah Taman Hewan yang berada di Pematang Siantar dan menjadi kebun binatang pertama dan satu satunya di kota Medan. Kebun binatang Medan didirikan dilahan seluas 3,1 ha di jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun pada tanggal 17 Agustus 1968. Pada tahun 1968, Kebun Binatang Medan didirikan oleh sebuah yayasan bernama Yayasan Kebun Binatang Medan yang mana merupakan pada saat itu masih berada dalam bentuk Badan Usaha milik Pemda Tingkat II Medan. Kebun Binatang Medan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara Brigjen Marah Halim Harahap. Tetapi kemudian pada tahun 1993, Yayasan Kebun Binatang Medan dibubarkan dan dimasukkan menjadi unit usaha Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kotamadya Tingkat II Medan yang telah dibentuk setahun sebelumnya yaitu tahun 1992. Pada tahun 2005, Kebun Binatang Medan kemudian dipindahkan ke lokasi yang baru di Jl. Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kebun Binatang Medan awalnya didirikan sebagai wadah konservasi, edukasi, penelitian dan rekreasi. Oleh karena itu pula, Kebun Binatang ini dijadikan masyarakat kota Medan sebagai wahana objek wisata dan tempat rekreasi. Di tempat ini terdapat berbagai hewan yang di pamerkan. Kebun

(19)

Binatang Medan juga bermanfaat sebagai lahan pelestarian tumbuhan hidup yang berguna sebagai hutan kota Medan, dan sarana rekreasi penyediaan aneka fasilitas permainan sebagai sarana hiburan bagi para pengunjung.

Saat ini keberadaan kebun binatang di Medan masih eksis dikalangan masyarakat, serta satwa yang beragam membuat kebun binatang masih diminati sebagai alternatif liburan yang terjangkau. Tetapi sayangnya, banyak satwa khas pulau Sumatera sudah tidak ada lagi di kebun binatang Medan saat ini. Dari uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti tentang bagaimana sejarah berdirinya hingga berpindahnya Kebun Binatang Medan serta perubahan logo kebun binatang kedalam tulisan yang saya beri judul “Eksistensi Kebun Binatang Medan (1968 – 2012)”. Tahun 1968 dijadikan batasan awal penelitian karena Kebun Binatang Medan pada tahun tersebut didirikan sedangkan tahun 2012 dijadikan batasan penulisan karena pada tahun ini Kebun Binatang Medan yang berada di lokasi yang baru yaitu di Jl. Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan merubah logo kebun binatang menjadi Taman Margasatwa Medan “Medan Zoo” dan diresmikan oleh Menteri Kehutanan H. Zulkifli Hasan, SE dan Walikota Medan H. Rahudman Harahap, MM.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis membuat suatu perumusan masalah mengenai sejarah berdirinya Kebun Binatang Medan pada tahun 1968 di Jl. Brigjen Katamso, Medan Maimun hingga dipindahkannya Kebun Binatang Medan pada tahun 2005 di Simalingkar. Untuk itu dalam pembahasan tulisan ini

(20)

maka penulis mengambil beberapa permasalahan pokok yang di anggap sebagai rumusan permasalahan yaitu :

1. Bagaimana sejarah berdirinya Kebun Binatang Medan tahun 1968-2005?

2. Bagaimana upaya pengelolaan yang ada di dalam Kebun Binatang Medan tahun 1968-2012?

3. Apa fungsi Kebun Binatang Medan ?

1.3 Tujuan dan Manfaat

Setelah memperhatikan apa yang menjadi permasalahan yang akan dikaji oleh penulis, maka yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah mengenai yang menjadi tujuan penulis dalam penelitian ini serta manfaat yang didapatkan dari hasil penelitian.

Adapun tujuan untuk penelitian ini adalah :

1. Mejelaskan sejarah berdirinya Kebun Binatang Medan hingga berpindahnya 1968-2005.

2. Menjelaskan upaya pengelolaan yang ada didalam Kebun Binatang Medan 1968-2012.

3. Menjelaskan fungsi dari pada Kebun Binatang Medan.

Dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Kebun Binatang Medan, pemerintah, peneliti dan juga masyarakat luas. Adapun manfaat tersebut adalah :

(21)

1. Mengetahui sejarah berdirinya Kebun Binatang pertama di kota Medan dan juga sebagai bahan pertimbangan mengenai perkembangan Kebun Binatang Medan dari tahun 1968 hingga tahun 2012.

2. Mengenalkan suatu objek wisata alternatif bagi masyarakat luas khususnya masyarakat kota Medan dan mengenalkan wisata edukasi yang berhubungan dengan satwa.

3. Sebagai bahan referensi ilmiah dan informasi selanjutnya bagi penulisan karya ilmiah yang berhubungan dengan Kebun Binatang Medan.

1.4 Tinjauan Pustaka

Dalam melakukan sebuah kegiatan penelitian dan penulisan, perlu di lakukannya sebuah tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan menggunakan buku – buku yang relevan dengan topik yang dibahas. Tujuannya agar diperoleh gambaran umum tentang topik yang dibahas. Hal ini tentunya sangat membantu dalam penelitian dan penulisan. Beberapa buku yang mendukung penulisan, diantaranya :

Gusti Bagus Arjana dalam Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2016. Buku ini menjelaskan suatu kajian ilmu pariwisata dalam perspektif ilmu Geografi dan ilmu Ekonomi kreatif. Dari buku ini penulis mengambil unsur – unsur geografi dapat membentuk obyek wisata, seperti kebun binatang ini.

Peneliti juga mengambil komponen dan jenis pariwisata serta dampak dari pembangunan pariwisata yang berkonsep ekowisata.

(22)

Indira P. Warpani dan Suwardjoko P. Warpani dalam bukunya yang berjudul Pariwisata Dalam Tata Ruang Wilayah 2007 menulis tentang tata ruang wilayah pariwisata yang meliputi koordinasi tata ruang wilayah, faktor dasar pengertian pariwisata. Buku ini membantu penulis untuk mengetahui ekonomi pariwisat agar mengetahui peran pariwisata atas perekonomian daerah.

Janianton Damanik dan Helmut F. Weber dalam Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi 2006 menjelaskan tentang dasar – dasar dari suatu

perencanaan ekowista, pengertian, dan apa saja destinasi yang bisa disebut sebagai ekowisata. Buku ini juga menjelaskan ekowisata dapat membantu perekonomian tidak hanya terhadap pemerintah tetapi juga masyarakat lokal.

Rudi Frans Sirait yang berjudul Kebersihan Kebun Binatang Medan Sebagai Daya Tarik Wisata (Skripsi : 2016). Didalam skripsi ini dijabarkan kehidupan

para satwa dan pengelolaannya di Kebun Binatang Medan setelah pindah ke daerah Simalingkar. Di skripsi ini juga dijelaskan bagaimana minat para pengunjung juga para pekerja yang mengelola Kebun Binatang Medan setelah berpindah.

Dari skripsi ini penulis ingin mengambil beberapa bahan yang berhubungan dengan penulisan skripsi yang berhubungan seperti kehidupan para satwa dan bagaimana pengelolaannya setelah dipindahkan ke daerah Simalingkar.

Perbedaannya adalah disini penulis akan membahas tetang awal berdirinya kebun binatang di Medan pada tahun 1968 hingga perpindahannya ke Simalingkar pada

(23)

tahun 2005 juga membahas tentang pengelolaan kebun binatang hingga tahun 2012.

1.5 Metode Penelitian

Pentingnya sebuah metode sejarah didalam sebuah penelitian sejarah yang ilmiah. Metode sejarah merupakan suatu tahapan yang digunakan dalam sebuah penelitian sejarah ilmiah. Dengan adanya sebuah metode penelitian dapat menjadi petunjuk peneliti untuk memperoleh sumber – sumber yang relevan terhadap pokok pembahasan sehingga hasil yang di paparkan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

Metode sejarah merupakan proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan jejak-jejak peninggalan sejarah.3 Dalam penerapannya, metode sejarah menggunakan empat tahapan pokok, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.

Tahap pertama adalah heuristik. Secara sederhana heuristik berarti proses pengumpulan sumber-sumber historis yang berkaitan dengan topik penelitian.

Dalam kaitannya dengan hal ini, penulis melakukan studi dokumen dan studi pustaka. Studi dokumen diperlukan mengingat cakupan tahun dan yang dikaji dalam penelitian. Studi dokumen dilakukan dalam rangka memperoleh sumber- sumber primer. Dokumen yang penulis cari tentu dokumen yang berhubungan dengan awal berdirinya hingga proses pemindahan Kebun Binatang Medan di Arsip Medan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Dalam melakukan studi dokumen, penulis sedikit kesulitan dalam mendapatkan data atau dokumen yang

3 Louis Gottchalk, “Mengerti Sejarah”, terjemahan dari Nugroho Notosusanto, Jakarta:UI Press, 1985, hal. 39

(24)

berhubungan dengan Kebun Binatang Medan. Hal tersebut dikarenakan adanya aturan pemerintah tentang diperbolehkannya penghangusan dokumen arsip setiap 10 tahun sekali.

Selain sumber dari studi dokumen tersebut, penulis juga mengumpulkan sumber melalui studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan sumber-sumber yang berhubungan dengan topik penelitian ini baik dalam bentuk buku, skripsi, jurnal, internet dan lainnya. Untuk mengumpulkan sumber pustaka peneliti mengunjungi beberapa perpustakaan yakni Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Perpustakaan Daerah Sumatera Utara, Perpustakaan Umum Kota Medan dan Perpustakaan Universitas Negeri Medan.

Setelah mendapatkan sumber-sumber yang diinginkan, maka tahap yang selanjutnya adalah kritik sumber. Pada tahap ini, sumber-sumber relevan yang telah diperoleh diverifikasi kembali untuk mengetahui keabsahannya.4 Oleh karena itu perlu dilakukan kritik, baik kritik eksteren maupun interen. Kritik eksteren mencakup seleksi sumber-sumber yang didapatkan. Apakah sumber- sumber tersebut perlu digunakan atau tidak dalam penelitian. Kritik interen dilakukan terhadap sumber-sumber yang telah diseleksi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kredibilitas atau kebenaran isi dari sumber tersebut.

Tahap selanjutnya adalah interpretasi. Interpretasi merupakan penafsiran- penafsiran terhadap sumber-sumber yang telah dikritik. Dalam tahap ini, peneliti akan melakukan analisa dan sintesa. Analisa berarti menguraikan sumber-sumber yang telah dikritik sebelumnya. Dari proses analisa akan diperoleh fakta-fakta.

4 Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995, hlm. 99.

(25)

Kemudian fakta-fakta yang telah diperoleh disintesakan sehingga mendapat sebuah kesimpulan.5

Tahap terakhir dari penelitian sejarah adalah historiografi. Historiografi merupakan proses penulisan fakta-fakta yang telah diperoleh secara kronologis dan kritis-analitis. Penulisan tersebut akan dituangkan dalam bentuk skripsi yang berpedoman pada outline yang telah dirancang sebelumnya.

Ketika menganalisis berbagai peristiwa atau fenomena masa lalu, sejarawan menggunakan konsep-konsep dari berbagai ilmu sosial tertentu yang relevan hanya pokok kajian. Ini dikenal dengan pendekatan interdisiplin atau multidimensional yang memberikan karakteristik ilmiah kepada sejarah. Empat tahapan di atas akan saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Penggunaan berbagai konsep disiplin ilmu sosial lain juga memungkinkan suatu masalah dapat dilihat dari berbagai dimensi sehingga pemahaman tentang masalah itu, baik keluasan dan kedalamannya akan semakin jelas.

5 Ibid., hlm. 100.

(26)

BAB II

SEJARAH BERDIRINYA KEBUN BINATANG MEDAN 1968 – 2005

2.1 KEBUN BINATANG MEDAN 1968 – 1993

Kebun Binatang merupakan suatu taman marga satwa yang didalamnya terdapat berbagai jenis satwa yang dipelihara dan hidup dalam penangkaran, dengan tujuan pengembangbiakan dan perlindungan terhadap satwa yang dilindungi maupun yang tidak tergolong dilindungi yang disesuaikan dengan etika kesehatan dan kesejahteraan satwa.

Kebun Binatang Medan pertama kali dibentuk dalam status sebagai Yayasan Kebun Binatang Medan yang dibentuk pada tahun 1961 dengan SK (Surat Keputusan) Walikotamadya Medan nomor. 812 tanggal 2 September 1961 dengan Akte Notaris Rusli nomor. 86 tanggal 9 September 1961 yang kemudian diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Rusli nomor. 117 tanggal 16 Januari 1967.

Kebun Binatang Medan sudah dibangun sejak bulan Mei tahun 1967 dengan luas lahan hampir 2 ha ( dua hektare ) dan dibawah naungan Pemda Kota Madya Medan. Kemudian baru diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1968 oleh bapak Gubernur Sumatera Utara Brigjen Marah Halim Harahap dengan luas sudah mencapai 3,1 ha ( hektare ).6

6 ( Lihat lampiran 9). Surat Keputusan Walikota Madya Medan Tentang Pembubaran Yayasan Kebun Binatang Medan.

(27)

Kebun Binatang Medan didirikan di Jl. Brigjen Katamso KM. 45, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Pada saat peresmian tanggal 17 Agustus 1968, kebun binatang dalam keadaan masih belum lengkap.

Maksud dari belum lengkap ini bukan hanya terdapat pada jenis satwa saja tetapi juga bangunan dan sarana fasilitas yang ada. Masih adanya pembangunan yang sedang berjalan seperti pembuatan kandang, sarana umum bagi pengunjung dan wisatawan dan lainnya.

Kebun Binatang Medan didirikan sebagai tempat rekreasi baru yang pertama kali bagi masyarakat kota Medan. Hal ini dikarenakan hingga tahun 1968, belum adanya tempat rekreasi sejenis kebun binatang yang ada di kota Medan. Hal tersebut juga menjadikan Kebun Binatang Medan sebagai kebun binatang pertama dan satu – satunya di kota Medan. Dalam pembangunan Kebun Binatang Medan, Pemda Kota Madya Medan telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 742,000,00 ( tujuh ratus empat puluh dua ribu rupiah ) sebagai uang ganti rugi bagi para pemilik lahan di jl. Brigjen Katamso yang lahannya digunakan sebagai tempat pembangunan kebun binatang. Sedangkan untuk dana keseluruhan pembangunan Kebun Binatang Medan yang mencakup bangunan, kandang, sarana dan fasilitas umum juga keperluan lainnya, Pemda Kota Madya Medan lebih kurang mengeluarkan dana sekitar Rp. 8,320,000,00 ( delapan juta tiga ratus dua puluh ribu ).

Di awal peresmian, Kebun Binatang Medan belum terbuka untuk umum sehingga masyarakat kota Medan baru bisa mengunjungi kebun binatang sehari setelah peresmian. Tepat tanggal 18 Agustus 1968, Kebun Binatang Medan resmi

(28)

dibuka untuk umum. Pada tahun 1968, Yayasan Kebun Binatang Medan dibawah pimpinan bapak Alwi St Sinaro. Dalam pembukaannya untuk umum, Kebun Binatang Medan hanya memiliki beberapa satwa yang dapat di peragakan kepada para pengunjung. Kemudian seminggu detelah peresmian, tepatnya tanggal 24 Agustus 1968 binatang – binatang yang berukuran besar dan sedikit jarang dijumpai oleh warga kota Medan didatangkan. Binatang – binatang tersebut antara lain : Harimau, Ungko7, Gajah, dan Ular Sawah sepanjang 2,5 meter.

Harimau Buluh sendiri didatangkan langsung dari Paraman Ampaluh yang berada di perbatasan Tapanuli, Sumatera Barat. Sedangkan untuk Ular Sawah, merupakan sumbangan dari ARMED (Artileri Medan). Sedangkan Ungko merupakan satwa yang sejenis dengan Siamang. Hal tersebut dilakukan guna untuk menambah koleksi satwa – satwa yang ada di Kebun Binatang Medan.

Selain menerima sumbangan satwa dari warga dan berbagai pihak, Yayasan Kebun Binatang Medan juga membeli8 beberapa satwa untuk dimasukkan sebagai koleksi Kebun Binatang Medan. Sebagai upaya lainnya, Yayasan Kebun Binatang Medan juga menghubungi pihak PKBSI (Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) untuk meminta agar dapat membantu menghubungi berbagai lembaga konservasi yang ada di Indonesia guna menambah koleksi satwa.

Selain mempertunjukkan berbagai macam satwa koleksinya, Kebun Binatang Medan juga menyediakan hiburan khusus bagi pengunjung yang dapat

7 Ungko adalah satwa sejenis primata yang merupakan hewan endemik Pulau Sumatera.

Tubuh ungko ditutupi dengan rambut/bulu dengan variasi warna dari coklat keemasan hingga coklat gelap.

8 (Lihat lampiran 2). Harian Waspada, Senin, 26 Agustus 1968.

(29)

disaksikan pada hari – hari tertentu seperti hari libur nasional dan hari – hari besar lainnya. Hiburan tersebut berupa band – band orkes kota Medan seperti : orkes gambus El-Surayya yang dipimpin oleh Ahmad Baqi dan sebagainya.9 Kebun Binatang Medan juga terkadang mengundang artis – artis kota Medan untuk tampil menghibur para pengunjung yang hadir. Selain band orkes, Kebun Binatang Medan juga turut menampilkan beberapa atraksi seperti sulap, tari – tarian, dan sebagainya. Untuk harga tiket masuk, Kebun Binatang Medan mematok harga Rp. 10 (sepuluh rupiah) untuk anak – anak dan Rp. 20 (dua puluh rupiah) untuk orang dewasa. Adapun tabel harga tiket masuk Kebun Binatang Medan (1968 – 1992) : (Lihat Lampiran 2)10.

No. Tahun Harga

1. 1968 – 1972 Rp. 10 – Rp. 50 2. 1972 – 1976 Rp. 50 – Rp. 90 3. 1976 – 1980 Rp. 90 – Rp. 130 4. 1980 – 1984 Rp. 130 – Rp. 170 5. 1984 – 1988 Rp. 170 – Rp. 210 6. 1988 – 1992 Rp. 210 – Rp. 250

Tabel 2.1.1 harga tiket masuk anak – anak Kebun Binatang Medan per 5 tahun.

9 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, tanggal 10 April 2018 di Kota Medan.

10 Harian Waspada, Senin 26 Agustus 1968.

(30)

Kemudian, berikut merupakan daftar tabel harga tiket masuk Kebun Binatang Medan, untuk dewasa tahun 1968 – 199211 :

Tabel 2.1.2 daftar harga tiket masuk dewasa Kebun Binatang Medan per 5 tahun.

2.2 Kebun Binatang Medan 1993 – 2005

Yayasan Kebun Binatang Medan yang didirikan pada tahun 1967 merupakan milik dan dibawah pengawasan Pemda Tingkat II Medan. Hal ini juga bersamaan dengan 2 yayasan lainnya yaitu, Yayasan Kolam Renang Deli dan Yayasan Gelanggang Remaja. Yayasan Kolam Renang Deli didirikan setelah Yayasan Kebun Binatang Medan yaitu pada tahun 1978, dan kemudian disusul oleh pendirian Yayasan Gelanggang Remaja tahun 1983.

Pada tahun 1993, ketiga yayasan tersebut harus dibubarkan atas perintah yang diberikan oleh Walikota dengan surat keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Medan Nomor : 061/1960/SK/93 tentang pembubaran yayasan.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan dengan Instruksi Pemerintah Dalam Negeri No. 5 tahun 1990 tentang pengalihan bentuk usaha Badan Usaha Milik Daerah

11 Harian Waspada, Senin 26 Agustus 1968.

No. Tahun Harga

1. 1968 – 1972 Rp. 20 – Rp. 100 2. 1972 – 1976 Rp. 100 – Rp. 180 3. 1976 – 1980 Rp. 180 – Rp. 260 4. 1980 – 1984 Rp. 260 – Rp. 340 5. 1984 – 1988 Rp. 340 – Rp. 420 6. 1988 – 1992 Rp. 420 – Rp. 500

(31)

kedalam dua bentuk, yaitu Perumda dan Perser oda. Maka dari itu pada tahun 1992, dibentuklah Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kodati II Medan.

Semenjak tanggal 16 Juni 1992, ketiga yayasan tersebut yaitu Yayasan Kebun Binatang Medan, Yayasan Kolam Renang Deli serta Yayasan Gelanggang Remaja dimasukkan menjadi unit usaha dari Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kodati II Medan. Maka dari itu, sebelum dilakukannya pengalihan dari ketiga bidang usaha tersebut juga termasuk pengalihan asset dari ketiga yayasan kedalam unit Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan perlu dilakukannya pembubaran terhadap ketiga yayasan yang ada sebelumnya.

Pada tanggal 18 September 1993,12 dilakukannya penyerahan atas harta kekayaan atau asset dari ketiga yayasan tersebut. Penyerahan dilakukan oleh Drs.

Zainul Aris yang menjabat sebagai sekretaris Kotamadya Daerah Tingkat II Medan selaku pihak pertama kepada Adly Junus yang menjabat sebagai direktur utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kotamadya Daerah Tingkat II Medan selaku pihak kedua. Harta kekayaan atau asset yang di terima oleh PD Pembangunan dari ketiga yayasan yaitu Yayasan Kebun Binatang Medan, Yayasan Kolam Renang Deli dan Yayasa Gelanggang Remaja seluruhnya bernilai Rp. 8.408.356.000,- ( delapan milyar empat ratus delapan juta tiga ratus lima puluh enam ribu rupiah ). Dari keseluruhan biaya tersebut, yang terdiri dari :

a) Tanah b) Bangunan

12 ( Lihat Lampiran 9). Surat Keputusan Walikota Madya Medan Tentang Pembubaran Yayasan.

(32)

c) Mesin d) Kendaraan e) Inventaris Kantor

f) Seluruh satwa ( Mamalia, Primata, Aves, Reptil, dan Pisces.

Untuk Kebun Binatang Medan, penyerahan asset yayasan dilakukan oleh bapak Darwin Azis Nasution. Pada saat itu, yaitu tahun 1993 Darwin Azis Nasution menjabat sebagai manager Kebun Binatang Medan. Semua asset Kebun Binatang Medan diserahkan kepada bapak Drs. Zainul Aris selaku sekretaris Kotamadya Daerah Tingkat II Medan untuk nantinya diserahkan lagi kepada Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan. Jumlah keseluruhan asset dari Kebun Binatang Medan senilai Rp.3.486.161.000,- (tiga milyar empat ratus delapan puluh enam juta seratus enam puluh satu ribu rupiah).13 Jumlah tersebut sudah terdiri dari :

a) Tanah b) Bangunan c) Kendaraan

d) Inventaris Kantor dan

e) Seluruh Satwa ( Mamalia, Primata, Aves, Reptil, dan Pisces.

Berikut merupakan daftar dari jenis – jenis satwa Kebun Binatang Medan yang diserahkan sebagai asset dari Yayasan Kebun Binatang Medan kepada Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan pada tahun 1993 :

13 Lihat Lampiran 23.

(33)

a) Mamalia

NO. JENIS JUMLAH

(Ekor)

1. Kuda 2

2. Musang 2

3. Kangguru 6

4. Beuang Madu 4

5. Rusa Totol 19

6. Rusa 15

7. Rusa Sambar 6

8. Landak 13

9. Tapir 1

10. Binturong 2

11. Kancil 2

12. Kelinci 4

13. Sapi 1

14. Singa 2

15. Gajah 2

16. Harimau 2

Tabel 2.2.1 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Mamalia tahun 1993.14

b) Primata

NO. JENIS JUMLAH

(Ekor)

1. Beruk Lampung 2

2. Lutung 2

3. Lutung Cengkong 1

4. Kera 11

5. Mawas 5

14 (Lampiran 9).

(34)

6. Siamang 3

7. Wau – Wau 2

8. Berang – Berang 3

9. Kukang 1

10. Beruk Hitam 1

11. Siamang Kerdil 1

Tabel 2.2.2 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Primata tahun 1993.

c) Aves

NO. JENIS JUMLAH

(Ekor)

1. Puyuh 2

2. Belibis 5

3. Bangau Sawah 2

4. Bangau Tong-Tong 4

5. Bayan 4

6. Balam Jambi 3

7. Elang Laut 3

8. Elang Ular 2

9. Burung Garuda 1

10. Kasuari 5

11. Kakaktua 3

12. Merpati 14

13. Pelikan 2

14. Panglong 4

15. Kuntul 3

16. Rajawali 1

17. Merpati Kipas 5

18. Elang Darat 2

19. Ayam Kalkun 2

(35)

20. Ayam Kate 2

21. Ayam Polandia 2

22. Ayam Bromo 1

23. Merak 2

24. Jalak 6

25. Nuri 5

26. Betet 3

27. Beo Nias 1

28. Tiung Air 1

29. Enggang Papan 1

30. Golden Pheasant 2

31. Silver Pheasant 2

Tabel 2.2.3 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Aves tahun 1993.

d) Reptil

NO. JENIS JUMLAH

(Ekor)

1. Buaya Katak 2

2. Biawak 2

3. Kura – Kura 6

4. Labi – Labi 7

5. Senyulong 1

6. Ular Sawah 4

Tabel 2.2.4 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Reptil tahun 1993.

(36)

e) Pisces

NO. JENIS JUMLAH

(Ekor)

1. Kahyangan 2

2. Lele Kuning 4

3. Lele Putih 2

4. Mas Jepang 4

5. Mujair 20

6. Piranha 2

Tabel 2.2.5 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Pisces tahun 1993.

Setelah diserahkan dan berada dibawah Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Kebun Binatang Medan tidak memiliki banyak perubahan dari segi pengelolaan. Perubahan hanya terdapat pada struktur organisasai . Sebagian pegawai yang bekerja di kebun binatang dulunya saat dibawah naungan Pemda Kotamadya II Medan, hanya berstatus sebagai pegawai honorer atau pegawai tidak tetap, tetapi setelah berpindah tangan, setiap pegawai yang bekerja lebih dari 5 tahun di Kebun Binatang Medan diangkat sebagai pegawai tetap.15

2.2.1 Pemindahan Kebun Binatang Medan Tahun 2005

Kebun Binatang Medan selalu mejadi idola bagi masyarakat kota Medan sebagai tempat rekreasi yang murah, serta lengkap dengan hiburan dan satwa yang memanjakan masyarakat Medan. Hal ini dikarenakan Kebun Binatang Medan masih menjadi tempat rekreasi satu – satunya yang menarik bagi masyarakat Kota Medan hingga tahun 1970an. Setelah tahun 1970, tepatnya tahun 1971 tempat hiburan dan rekreasi telah dibuka untuk masyarakat Kota Medan. Tempat rekreasi

15 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, 8 July 2018 di Kota Medan.

(37)

keluarga tersebut disebut dengan “ Taman Ria atau Medan Fair”. Meskipun demikian, Kebun Binatang Medan masih menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat untuk mengenalkan alam dan berbagai satwa kepada anak – anak.

Sehingga pengunjung tidak berkurang secara signifikan. Setiap harinya Kebun Binatang Medan selalu didatangi oleh pengunjung baik dari dalam kota hingga luar kota Medan. Setiap hari besar atau libur nasional, halaman parkir Kebun Binatang Medan akan dipenuhi dengan berbagai jenis kendaraan dari pengunjung.

Kemudian memasuki tahun 2000an Kebun Binatang Medan mulai kurang diminati oleh masyarakat. Kebun binatang yang selalu dikenal sebagai tempat yang ramai oleh pengunjung dan pedagang musiman, pada tahun 2000an sudah tidak dapat terlihat. Hal tersebut dikarenakan sudah banyaknya jenis – jenis tempat rekreasi keluarga yang bermunculan di Kota Medan. Hal ini juga di perparah dengan semakin bertambahnya mall – mall besar yang menjadi rekreasi favorit masyarakat perkotaan seperti : mall Olympia yang dibangun pada tahun 1984 menjadikannya sebagai mall pertama di Kota Medan.16 Kemudian mulai banyak mall besar lainnya yang ikut dibangun di Kota Medan. Selain banyaknya alternatif rekreasi atau wisata lain di Medan, pihak pengelola Kebun Binatang Medan diketahui kekurangan dana atau biaya dalam mengurus satwa – satwa yang ada.17 Hal tersebut dikarenakan pihak Kebun Binatang Medan hanya mengandalkan keuntungan atau uang hasil dari penjualan tiket masuk untuk memberikan makan para satwa. Masyarakat juga menyayangkan tidak adanya

16 MedanBisnisDailyOnline, Rabu 28 Maret 2018, pukul 12:27 WIB.

http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/03/28/30602/olympia_mall_legendaris_

di_kota_medan/

17 (Lihat Lampiran 3). Harian Waspada, Rabu, 2 Maret 2005.

(38)

inovasi baru dalam pengembangan Kebun Binatang Medan sehingga dapat tetap terlihat menarik bagi masyarakat. Dilain pihak, pihak Pemko Medan juga dinilai kurang memperhatikan dengan serius dalam mengelola dan memajukan Kebun Binatang Medan.

Sekitar tahun 2000an kepadatan jalan raya yang semakin ramai, hal ini dikarenakan mulai banyaknya pembangunan gedung – gedung dan jalan raya sehingga sering menimbulkan kemacetan dan juga kebisingan di daerah Kebun Binatang Medan juga menjadi pemicu masyarakat enggan untuk berkunjung.

Jumlah satwa yang semakin sedikit, tempat bermain bagi anak – anak yang sudah tidak memadai dan sarana penunjang lainnya dirasa menjadi faktor kurangnya minat masyarakat terhadap Kebun Binatang Medan.

Untuk mengatasi hal tersebut akhirnya pihak Pemko Medan dengan kebijakan walikota Medan saat itu tahun 2005, yaitu bapak H. Abdillah,ak,MBA memutuskan untuk memindahkan lokasi Kebun Binatang Medan. Dalam pemindahan ini, diharapkan Kebun Binatang Medan dapat menjadi lebih baik lagi dikarenakan lokasi pemindahan yang lebih luas dan ditempatkan di pinggiran kota sehingga membuat para satwa lebih nyaman karena tidak adanya suara kebisingan dari kendaraan yang lalu lalang atau kendaraan yang terjebak oleh kemacetan.

Menurut penuturan narasumber, kabar atau berita tentang perpindahan Kebun Binatang Medan sudah terdengar dari awal tahun 2002. Kabar itu telah banyak di bicarakan antara para pegawai dan pemilik kantin di Kebun Binatang Medan. Sebelum dipindahkan, pihak Kebun Binatang Medan sudah

(39)

memperingatkan para pemilik kantin 2 bulan sebelumnya. Kemudian sebulan sebelum pemindahan, Kebun Binatang Medan sudah ditutup untuk umum. Hanya para pegawai dan pihak yang berwenang yang bisa masuk kedalam kebun binatang. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan satwa – satwa yang nantinya akan dipindahkan ke lokasi yang baru.

Kebun Binatang Medan dipindahkan ke Jl. Bunga Rampai IV Nomor. 100 Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.18 Di lokasi yang baru luas area kebun binatang mencapai 30 hektare. Tentu saja lokasi ini jauh lebih luas jika dibandingkan dengan lokasi lama yang hanya seluas 3,1 hektare. Dalam hal lokasi, sebelumnya DPRD Medan telah menyetujui pelepasan hak atas tanah dan bangunan milik Pemko Medan dengan melakukan tukar menukar/ruislagh hak atas tanah dan bangunan Kebun Binatang Medan yang berada di Jl. Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, sertifikat HPL (Hak Pengelolaan) No. 1 atas nama Pemko Medan yang telah dihitung kurang lebih senilai Rp. 26.000.000.000,- (dua puluh enam milyar rupiah) yang ditukar melalui ruislagh dengan Kebun Binatang Medan pengganti di atas tanah 30 hektare yang berada di Kelurahan Simalingkar B yang menjadi lokasi kebun binatang yang baru yang dinilai lebih kurang sebesar Rp.28.000.000.000,- (dua puluh delapan milyar rupiah).19 Hal tersebut dikarenakan lokasi Kebun Binatang Medan yang baru sudah bertaraf internasional dan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

18 ( Lihat Lampiran 3). Harian Waspada, Rabu, 2 Maret 2005.

19 (Lihat Lampiran 3). Harian Waspada, Rabu 2 Maret 2005.

(40)

Dengan luas lahan yang mencapai 30 hektare, Kebun Binatang Medan yang baru akan membagi lokasinya menjadi dua, yakni tempat penangkaran satwa dan khusus hutan satwa. Hutan satwa ini berada di sebelah kiri areal dalam dari pintu masuk dengan luas sekitar 10 hektare. Hutan satwa itu nantinya akan ditempati berbagai satwa yang sengaja dilepas seperti burung merpati. Hutan satwa juga dipersiapkan sebagai hutan kota yang nantinya akan menjadi penyejuk bagi para pengunjung dan satwa, sehingga pihak pemko menambahkan beberapa tanaman dan pepohonan yang rindang dan cepat tumbuh.

Pada tahun 2005, sebelum pemindahan Kebun Binatang Medan ke lokasi yang baru, bapak Syariful Alam, SE selaku Kepala Kebun Binatang Medan meminta bantuan kepada PKBSI (Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) agar mendapatkan satwa yang lebih banyak untuk menambah jumlah koleksi satwa Kebun Binatang Medan. Satwa yang diharapkan untuk menambah jumlah koleksi satwa ialah satwa yang belum ada di Kebun Binatang Medan saat itu seperti :

 Unta

 Jerapah

 Zebra

 Macan Tutul

 Tapir

 Burung Cendrawasih dan;

 Burung Kasuari.

Satwa – satwa tersebut diharapkan dapat dikirimkan sepasang – sepasang oleh pihak PKBSI sebagai penambah jumlah koleksi satwa Kebun Binatang Medan

(41)

yang baru. Tetapi sayangnya, hingga saat ini sepertinya pihak PKBSI belum bisa memenuhi harapan pihak dari Kebun Binatang Medan. Hal ini dikarenakan biaya untuk mengirimkan satwa – satwa tersebut cukup besar sedangkan pihak Kebun Binatang Medan hanya mengandalkan dana dari tiket masuk pengunjung disamping sponsor dan pihak lainnya.

Pemindahan satwa Kebun Binatang Medan dilakukan pada tanggal 11 April 2005. Terdapat 265 ekor yang dipindahkan dari lima jenis satwa yang ada seperti, mamalia, primata, reptil, aves dan pisces di Kebun Binatang Medan.

Sebelum proses pemindahan, para satwa sebelumnya dibius terlebih dahulu khususnya satwa – satwa yang berukuran besar seperti harimau, singa, gajah, beruang dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak stres akibat perpindahan yang akan dialami oleh satwa serta memudahkan para petugas dalam memindahkan satwa – satwa tersebut. Para satwa tersebut dipindahkan dengan menggunakan mobil – mobil besar khusus.20

Pada saat pemindahan, Kebun Binatang Medan dibawah naungan Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan yang diketuai oleh bapak A Gusri selaku Dirut (Direktur Utama). Tiga hari setelah seluruh satwa dipindahkan, tepatnya tanggal 14 April 2005 Kebun Binatang Medan diresmikan oleh bapak Walikota Medan H. Abdillah, ak, MBA bersama Ketua DPRD kota Medan bapak DR. H.

Syahdansyah Putra beserta Wakilnya bapak Zulfan, MBA. Dalam peresmian tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Komisi C Hendra DS dan beberapa anggota

20 DetikNews, Sabtu 16 April 2005 pukul 20:25 WIB.

http://m.detik.com/berita/343159/demo-tolak-peresmian-kebun-binatang-medan-terhadang- preman.

(42)

DPRD lainnya. Para kadis juga diundang dalam peresmian tersebut seperti, Kadis Pertamanan yang saat itu diketuai oleh Drs. H. Radiman Tarigan, MAP, Kadis Perindag Drs HT Basyrul Kamal, MM, Kadis Pendidikan Drs. Adios Gusri. Selain itu tokoh pemuda setempat dan Camat Medan Tuntungan Alex Ketaren dan Arjuna Sembiring juga diundang dan juga beberapa camat dan lurah se-Kota Medan. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan Kebun Binatang Medan kepada masyarakat kota Medan juga sebagai ajang promosi yang nantinya diharapkan dapat disampaikan melalui perwakilan – perwakilan yang telah diundang tersebut.21

Setelah peresmian tanggal 14 Agustus 2005, Kebun Binatang Medan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis selama sebulan. Hal ini dilakukan atas perintah dari Walikota Medan sebagai ajang promosi dan pengenalan Kebun Binatang Medan yang baru.

2.2.3 Dampak Pemindahan Kebun Binatang Medan

Dalam setiap proses pemindahan suatu lokasi rekreasi atau tempat hiburan pasti akan memiliki sebuah dampak. Dampak yang ditimbulkan dapat berupa dampak postif maupun dampak negatif. Hal ini juga terjadi disaat proses pemindahan Kebun Binatang Medan ke lokasi yang baru di Kelurahan Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan.

21 (Lihat Lampiran 6). Harian Waspada, 15 April 2005.

(43)

A. Dampak Positif

Dalam pemindahan Kebun Binatang Medan terdapat dampak positif yang dapat dirasakan. Bukan hanya bagi satwa dan masyarakat Kota Medan, tetapi juga bagi warga sekitaran lokasi Kebun Binatang Medan yang baru. Dampak positif yang dapat dilihat dan dirasakan dari pemindahan Kebun Binatang Medan ini ialah :

1. Bagi masyarakat yang tinggal di Kelurahan Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan khususnya yang berada di sekitaran lokasi Kebun Binatang Medan mendapatkan lapangan pekerjaan. Banyak warga yang menjadi pedagang musiman disekitaran Kebun Binatang Medan. Adapun warga yang bekerja sebagai tukang parkir, petugas kebersihan, hingga berjualan didalam areal Kebun Binatang Medan.

2. Bagi masyarakat Kota Medan, khususnya bagi pengunjung yang akan brerkunjung ke Kebun Binatang Medan akan merasa lebih lega dan tenang dikarenakan lokasi kebun binatang yang jauh lebih luas dan jauh dari kebisingan kendaraan dan juga tidak adanya kemacetan di sekitar Kebun Binatang Medan.

3. Bagi para satwa Kebun Binatang tentu saja mendapatkan kandang yang lebih luas serta ketentraman dari hutan satwa. Hal ini diharapkan agar satwa lebih merasa seperti di alam daripada dikandang.

(44)

B. Dampak Negatif

Tidak semua perpindahan suatu lokasi rekreasi atau hiburan berdampak postif. Selain dampak positif yang ditimbulkan, ada dampak negatif yang terjadi.

Dampak negatif tersebut dapat terjadi selama proses pemindahan maupun sesudah pemindahan ke lokasi yang baru. Dampak negatif ini terjadi pada saat pemindahan Kebun Binatang Medan. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan ialah :

1. Setelah proses pemindahan Kebun Binatang Medan, banyak ditemukan satwa – satwa yang mati. Hal ini dikarenakan setelah proses pemindahan tersebut para satwa diduga mengalami setres dan depresi untuk menyesuaikan diri dengan lokasi yang baru.

2. Dikarenakan banyak ditemukannya satwa yang mati terutama satwa langka,menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para aktivis pencinta lingkungan dan alam di depan lokasi Kebun Binatang Medan yang baru. Dari aksi tersebut, para peserta demo dihadang oleh para pemuda setempat sehingga menimbulkan korban luka.22

22 DetikNews, Sabtu 16 April 2005 pukul 20:25 WIB.

http://m.detik.com/berita/343159/demo-tolak-peresmian-kebun-binatang-medan-terhadang- preman/

(45)

BAB III

PENGELOLAAN KEBUN BINATANG MEDAN 1968-2012

3.1 Pengelolaan Kebun Binatang Medan (1968-2005)

Pengelolaan merupakan suatu istilah yang identik dalam manajemen.

Manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan23. Pengorganisasian diperlukan dalam mengelola suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Kebun Binatang Medan termasuk kedalam suatu lembaga organisasi pemerintah yang pada tahun 1968 disebut Yayasan Kebun Binatang Medan.

Sebagai salah satu bagian dari lembaga, pihak Kebun Binatang Medan melakukan pengelolaan untuk mengoptimalkan fasilitas pelayanan dan sarana di Kebun Binatang Medan. Pengelolaan yang dimaksud adalah seperti perawatan kandang satwa, pemberian makan dan minum pada satwa, kebersihan area kebun binatang dan juga kebersihan fasilitas dan sarana umum yang disediakan bagi pengunjung.

Kebun Binatang Medan pada tahun 1968 hanya memiliki jumlah pegawai yang sedikit sekitar 28 orang. Dari 28 orang tersebut, setiap pegawai diberikan

23 Sunarji Harahap, Pengantar Manajemen Pendekatan Integratif Konsep Syariah, FEBI UIN-SU Press ; Medan, hal. 21.

(46)

tanggung jawab untuk mengurus setiap jenis hewan atau kandang yang ada di kebun binatang. Menurut penuturan narasumber, selama di Jl. Brigjen Katamso Kebun Binatang Medan memiliki beberapa dokter hewan antara lain :

1. Dr. Zainul Arifin 2. Dr. Pudjiono 3. Dr. Hyus Patter 4. Dr. Sri Wahyuni 5. Dr. Anhar.24

Pegawai yang bekerja dikantor untuk mengurus bagian keuangan dan administratif lainnya juga ikut dalam bertanggung jawab dalam pengurusan satwa yang ada di Kebun Binatang Medan.

3.1.1. Perawatan Kandang Satwa

Tidak ada cara khusus yang dilakukan untuk merawat setiap kandang satwa di Kebun Binatang Medan. Setiap pagi para pegawai yang bertugas akan datang ke setiap kandang satwa untuk membersihkan kotoran – kotoran hewan yang berserakan. Kemudian kotoran itu dikumpulkan dan dimasukkan kedalam karung. Kotoran – kotoran satwa tersebut nantinya akan diberikan kepada para petani kebun, sayur, serta petani bunga. Para petani tersebut nantinya akan datang pada sore hari untuk mengambil kotoran hewan untuk dijadikan pupuk. Petani yang datang untuk mengambil kotoran hewan di Kebun Binatang Medan sebagian besar berasal dari luar kota medan seperti desa Tembung, Batang Kuis, Tanjung

24 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.

(47)

Morawa hingga ke daerah Binjai. Para petani yang mengambil kotoran hewan tersebut juga tidak dikenakan biaya khusus hanya membayar dengan sukarela.

Tidak semua kotoran satwa yang dapat dijadikan pupuk oleh petani, sebagian besar yang dijadikan pupuk adalah kotoran gajah, kuda, rusa, dan satwa berjenis herbivora lainnya. Sedangkan untuk kotoran hewan karnivora seperti harimau, singa dan lainnya akan dibuang ke tempat pembuangan khusus yang disediakan oleh pihak Kebun Binatang Medan.

Biasanya pada saat pembersihan kandang para petugas akan menggunakan cangkul, garpu rumput serta selang air untuk membersihkan kandang permanen.

Cangkul dan garpu rumput hanya digunakan untuk kandang pagar besi seperti kandang gajah, rusa, kangguru, rusa tutul, kancil dan sapi. Pembersihan kandang biasanya dilakukan oleh 2 orang petugas. Selain membersihkan kotoran – kotoran hewan, petugas juga bertanggung jawab dalam membersihkan tempat makanan dan minuman yang dipakai oleh hewan – hewan yang ada di kebun binatang.

Tempat makanan dan minuman wajib dibersihkan setiap hari agar tetap terjaga kebersihannya.25 Jika tempat makanan dan minuman tidak sering dibersihkan para hewan bisa terserang virus atau bakteri yang akan membuat hewan sakit bahkan untuk virus atau bakteri yang mematikan akan membuat hewan sampai mati.

Kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan agar hewan yang tinggal didalamnya merasa nyaman dan tidak setres.

25 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.

(48)

Saat pembersihan kandang, petugas juga akan sekaligus memandikan para satwa. Biasanya satwa yang wajib dimandikan saat sore hari adalah gajah. Hal ini dikarenakan gajah merupakan hewan yang mudah terserang hawa panas karena kulitnya yang tidak ditutupi bulu juga mencegah agar gajah tidak dehidrasi.

Waktu untuk memandikan dilakukan pada sore hari saat Kebun Binatang Medan sudah tutup agar lebih memudahkan para petugas dan juga menjaga agar gajah tidak panik karena keramaian pengunjung.

3.1.2. Pemberian Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman merupakan hal dasar dalam pengelolaan kebun binatang. Pemberian makanan satwa harus memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh satwa. Tiap satwa yang ada di kebun binatang memerlukan asupan gizi dan nutrisi yang berbeda – beda tergantung dari jenis dan kebutuhan satwa tersebut. Pemberian makanan dan seringnya harus diberikan sesuai dengan perilaku dan kebiasaan satwa tersebut.

Jenis makanan yang diberikan untuk satwa harus berasal dari bahan yang alami seperti sayuran, buah – buahan, daging segar serta rumput. Satwa tidak diperbolehkan memakan makanan yang manusia yang tidak normal bagi mereka seperti, mengandung minyak, gula, garam, minuman bersoda dan makanan olahan lainnya. Inilah sebabnya pengunjung tidak diperbolehkan untuk memberi makan satwa yang ada dikebun binatang secara sembarangan karena bisa membahayakan kesehatan satwa.

(49)

Penyediaan makanan untuk para satwa, pihak Kebun Binatang Medan bekerja sama dengan Rumah Potong Hewan yang terletak di jalan Rumah Potong Hewan Mabar untuk menyediakan daging segar setiap harinya dari tahun 1968 sampai 1999.26 Untuk sayuran dan buah – buahan petugas Kebun Binatang Medan biasanya membeli di pasar Simpang Limun di Jalan Sisingamangaraja. Pihak Kebun Binatang Medan juga memberikan susu segar kepada satwa mamalia dan primata seperti beruang, kangguru, mawas, kukang, kera dan lainnya. Persediaan susu didapat dari penjual susu murni keliling yaitu orang India Tamil yang biasa menyediakan 4 tong penyimpanan susu untuk Kebun Binatang Medan.27

Terkhusus untuk jenis gajah, sayuran harus dimasak terlebih dahulu.

Berbagai jenis sayuran dicampur jadi satu dan dimasak diatas tungku hanya dengan menggunakan air tanpa ditambah rasa seperti garam atau gula. Hal ini dilakukan agar gajah yang sudah tua lebih mudah mencerna makanannya. Setelah di masak makanan tersebut tidak lantas diberikan langsung kepada gajah melainkan di didingankan dahulu di wadah yang lebar seperti tampah baru kemudian diberikan kepada gajah untuk dimakan. Pihak kebun binatang pernah mencoba memberikan sayuran atau rumput yang segar tetapi hanya sebagian gajah yang memakan habis makanannya, maka dari itu mereka berinisiatif untuk memasaknya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada gajah. Tetapi pihak Kebun Binatang Medan tetap memberikan buah – buahan segar seperti pisang dan pepaya yang mudah dicerna.

26 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018.

27 Wawancara dengan narasumber Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.

(50)

3.1.3. Kebersihan Area Kebun Binatang Medan

Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu lembaga konservasi seperti kebun binatang. Tidak hanya kebersihan kandang satwa, tetapi kebersihan area kebun binatang juga harus diperhatikan dengan sangat teliti. Kebersihan area kebun binatang tidak hanya membuat para pengunjung yang datang merasa nyaman dan ingin kembali tetapi juga kesehatan para satwa akan lebih terjamin.

Untuk kebersihan area kebun binatang, petugas kebersihan Kebun Binatang Medan tidak hanya bekerja pada pagi dan sore hari secara terjadwal, tetapi juga bekerja disekitar daerah kandang untuk menjaga kebersihannya.

Petugas kebersihan di Kebun Binatang Medan merupakan pegawai honorer yang berarti bukan termasuk kedalam pegawai tetap. Biasanya pegawai merupakan warga yang tinggal disekitar area Kebun Binatang Medan. Untuk upah, para petugas kebersihan tersebut akan diberi upah perharinya. Petugas kebersihan Kebun Binatang Medan pada tahun 1968 hingga 1980 belum memiliki seragam resmi. Mereka hanya diberikan tanda pengenal berupa kartu yang dilaminating kemudian dikalungkan ke leher mereka. Sama halnya seperti tanda pengenal yang dipakai oleh orang – orang yang berjualan dikantin Kebun Binatang Medan dan juga para pedagang lainnya. Kemudian setelah tahun 1980, para petugas kebersihan tersebut diangkat menjadi pegawai Kebun Binatang Medan.28

28 Wawancara dengan Emiwaty, 10 April 2018 di Kota Medan.

(51)

Untuk menjaga kebersihan area Kebun Binatang Medan, para petugas menyediakan tong sampah disekitar area kandang, tempat hiburan, kantin dan juga tempat bermain anak – anak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang berserakan di area Kebun Binatang Medan. Sampah – sampah tersebut nantinya akan dikumpulkan setelah kebun binatang tutup kemudian pagi harinya akan dibawa oleh truk sampah ke pembuangan sampah kota Medan.

Selain kebersihan area sekitar kandang dan tempat – tempat yang sering didatangi pengunjung, kebersihan toilet juga menjadi prioritas para petugas kebersihan agar pengunjung nyaman menggunakan salah satu fasilitas Kebun Binatang Tersebut.

3.1.4. Fasilitas dan Sarana Umum Kebun Binatang Medan

Sarana dapat diartikan sebagai alat, wujudnya merupakan hasil dari rekayasa manusia untuk menunjang atau memudahkan manusia dalam meraih tujuan. Hal ini berarti alat atau tekhnologi yang sengaja dibangun untuk mempermudah pengunjung atau wisatawan agar menciptakan rasa kenyamanan dan kesenangan. Dalam Undang – Undang Nomor 10 tahun 2009 Kepariwisataan, dalam pasal 14 dinyatakan bahwa usaha pariwisata meliputi : 1), Daya tarik wisata, 2), Kawasan pariwisata, 3), Jasa transportasi wisata, 4), Jasa perjalanan wisata, 5), Jasa makanan dan minuman, 6), Penyedian akomodasi, 7), Penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, 8), Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan

(52)

insentif, konferensi dan pameran, 9), Jasa informasi pariwisata, 10), Jasa konsultan pariwisata, 11), Jasa pramuwisata, 12), Jasa tirta, dan 13), Spa.29

Fasilitas dan sarana umum yang disediakan oleh pihak Kebun Binatang Medan berperan sebagai daya tarik pengunjung selain koleksi hewan yang ada.

Jika fasilitas dan sarana umum lengkap dan bersih, para pengunjungpun menjadi nyaman untuk berada di kebun binatang. Fasilitas dan sarana umum yang dimaksud disini seperti toilet, kantin, tempat istirahat, tempat parkir, atraksi wisata dan juga angkutan umum yang menuju Kebun Binatang Medan.

Kebun Binatang Medan menyediakan berbagai fasilitas dan sarana hiburan yang menarik bagi pengunjung terutama para keluarga yang membawa anak – anak mereka untuk mengunjungi Kebun Binatang Medan. Setap hari Sabtu dan Minggu, Kebun Binatang Medan akan menampilkan acara panggung seperti, pementasan tari daerah atau tari modern, pementasan grup band dan penyanyi kota Medan, pementasan sulap dan berbagai hiburan lainnya. Untuk pementasan tari – tarian sendiri biasanya dilakukan oleh murid – murid sekolah TK (Taman Kanak-Kanak),dan juga terkadang penari profesional seperti dari sanggar tari yang ada didalam kota maupun luar kota Medan. Begitupun untuk penampilan band dan penyanyi juga merupakan artis dari dalam kota maupun penyanyi yang sudah disewa sebelumnyan untuk menghibur para pengunjung. Hal ini juga berlaku untuk pementasan yang lainnya. Selain pementasan, hiburan lainnya yang disediakan oleh Kebun Binatang Medan adalah jenis permainan anak – anak

29 Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada,2015,hal. 69.

(53)

seperti Kuda pusing dan Sampan pusing.30 Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati hiburan untuk menaiki satwa yang ada di Kebun Binatang Medan seperti Gajah dan Kuda.

Kebun Binatang Medan dengan luas lahan hanya 3ha menyediakan tempat atau lahan parkir yang cukup luas bagi pengunjung, tetapi dikarenakan jumlah pengunjung yang berkunjung terbilang cukup ramai sehingga membuat para warga yang tinggal disekitaran Kebun Binatang Medan membuka tempat parkir dihalaman rumah mereka. Hal ini tentu saja membuka peluang bisnis yang cukup menguntungkan bagi warga, karena warga memasang tarif bagi setiap pengunjung yang ingin memakirkan kendaraannya di halaman rumah warga. Tarif yang harus dibayarkan pengunjung bervariasi sesuai dengan jenis kendaraan dan pemilik lahan parkir.

Didalam Kebun Binatang Medan terdapat beberapa toilet umum yang disediakan bagi para pengunjung. Toilet tersebut terdapat dilantai bawah atau lantai 1 (satu) dan lantai atas atau lantai 2 (dua) area kebun binatang. Dilantai atas pihak Kebun Binatang menyediakan 4 (empat) toilet umum untuk pengunjung dan dilantai bawah juga terdapat toilet akan tetapi narasumber lupa akan jumlah pastinya.

Tempat makanan dan minuman atau biasa kita sebut dengan kantin juga tersedia di area Kebun Binatang Medan. Pada awal pembukaan Kebun Binatang Medan yaitu pada tahun 1968 hanya ada satu lahan kantin yang dibangun seluas

30 (Lihat Lampiran 2). Harian Waspada, Senin, 26 Agustus 1968.

(54)

307 m2 di lantai bawah kemudian pada tahun 1980 pihak Kebun Binatang Medan membangun kantin satu lagi di lantai atas dengan luas 154m2.31 Kantin ini juga termasuk kedalam fasilitas dan sarana umum untuk pengunjung agar para pengunjung yang tidak membawa makanan dari rumah bisa membeli makanan didalam area Kebun Binatang Medan tanpa harus membeli makanan diluar.

Makanan dan minuman yang ditawarkan pun memiliki jenis yang beragam sehingga pengunjung merasa puas.

3.2 Struktur Organisasi Kebun Binatang Medan 1994-2005

Dalam suatu unit lembaga maupun perusahaan, terdapat pengorganisasian yang berfungsi sebagai pengatur dan penyempurna kinerja perusahaan.

Pengorganisasi merupakan suatu proses penyusunan struktur organisasi yang disesuaikan dengan tujuan organisasi agar dapat tercapai dengan efisien.

Sedangkan, struktur organisasi adalah susunan – susunan komponen unit kerja dalam suatu organisasi. Kebun Binatang Medan juga mempunyai suatu struktur organisasi agar dapat menjalankan kebun binatang lebih teratur dan efisien.

31 (Lampiran 9). Surat Keputusan Walikota Madya Medan Tentang Pembubaran Yayasan.

(55)

Berikut merupakan struktur organisasi Kebun Binatang Medan32 :

32 Wawancara dengan Eka Halimah, 15 April 2018 di Kebun Binatang Medan.

Walikota

Badan Pengawas

Direksi

Kepala Unit

Kepala Urusan Perawat Hewan dan Kandang

Kepala Urusan Peralatan dan

Kebersihan

Staf Ahli Kepala Urusan Tata Usaha

Kepala Urusan Keuangan

Staf Tata Usaha

Staf Satuan Khusus

Staf Petugas Khusus

Gambar

Tabel 2.1.1 harga tiket masuk anak – anak Kebun Binatang Medan per 5 tahun.
Tabel 2.1.2 daftar harga tiket masuk dewasa Kebun Binatang Medan per 5 tahun.
Tabel 2.2.1 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Mamalia tahun 1993. 14
Tabel 2.2.2 daftar satwa Kebun Binatang Medan jenis Primata tahun 1993.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti tentang pembingkaian berita tentang kematian satwa di Kebun Binatang Surabaya pada media on line Detik.com dan Vivanews.com

Komunikasi adalah salah satu upaya manusia secara turun temurun yang dilakukan untuk menyampaikan sebuah pesan sehinggga menimbulkan ketertarikan, emosi, keinginan, dan

Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, promosi dan lokasi secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, promosi dan lokasi secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

Dimata desain produk melakukan hal tersebut tentunya harus dilakukan menggunakan alat yang mudah digunakan dan mudah dijangkau serta tidak memakan waktu terlebih hal ini

Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang. tergabung kerana hubungan darah, hubungan perkawinan

Pada pengujian deteksi binatang, aplikasi ini melakukan deteksi dua objek binatang, yakni banteng dan unta.Aplikasi Tour Guide menggunakan resolusi frame 640 ×

Hal tersebut disebabkan adanya pergerakkan individu terinfeksi dari satu wilayah ke wilayah lainnya serta dalam pergerakkan tersebut individu terinfeksi melakukan kontak langsung dengan