BAB IV DAMPAK PESTA BUNGA DAN BUAH TERHADAP MASYARAKAT
4.1 Dampak Positif
4.1.1 Terhadap Kepariwisataan
Selain untuk menyaksikan perayaan pesta bunga dan buah, para wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik dapat melihat beberapa tempat wisata lain yang ada di Kabupaten Karo. Ada beberapa hal yang menarik wisatawan berkunjung ke daerah wisata di Kabupaten Karo, antara lain:
a. Benda-benda yang tersedia di alam semesta, yang dalam kepariwisataan disebut dengan istilah kenikmatan alam (natural amenities), seperti: iklim, pemandangan, flora dan fauna, pusat kesehatan dan sumber air mineral.
Misalnya seperti: Air Terjun Sipiso-piso, Lau Debuh-debuk, Bukit Gundaling, Taman Hutan Raya (Tahura), Gunung Sibayak, Air Terjun Sikulikap dan lain-lain (lihat lampiran).
b. Hasil ciptaan manusia, misalnya: monumen bersejarah dan sisa peradaban masa lampau, museum, gerai seni, perpustakaan, kesenian rakyat, acara tradisional, pameran, festival, dan rumah ibadah.
Misalnya seperti: Monumen Halilintar, Museum Suka, Rumah Adat Lingga, Museum Pusaka Karo, dan lain-lain (lihat lampiran).
c. Tata cara hidup masyarakat, antara lain: kebiasaan hidup,budaya, adat istiadat dan upacara adat.
Misalnya seperti Merdang-Merdem, Gendang Guro-Guro Aron, Upacara Pernikahan, Upacara Kematian, Pesta Budaya Mejuah-juah, Pesta Bunga dan Buah, dan lain-lain (lihat lampiran).
Melihat banyaknya potensi objek wisata yang ada, begitu juga dengan kesenian dan kebudayaan masyarakat Karo, maka sangat wajarlah jika sektor pariwisata ini ditetapkan sebagai andalan dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo. Apabila semua potensi obyek wisata di atas dikembangkan secara baik dan berkesinambungan serta adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Karo dan khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat di daerah tersebut.
Pesta Bunga dan Buah di Kabupaten Karo mempunyai dampak yang besar terhadap kedatangan wisatawan ke Kabupaten Karo. Pesta bunga dan buah yang dilaksanakan setiap tahun dari tahun 1988 ini dapat menarik banyak wisatawan karena pesta bunga dan buah ini dilaksanakan untuk mempromosikan hasil panen yang ada di Kabupaten Karo. Selain untuk mempromosikan hasil panen masyarakat Karo, pesta bunga dan buah juga dapat mempromosikan tempat wisata lain yang ada di Kabupaten Karo seperti Air Terjun Sipiso-piso, Lau Debuh-debuk, Bukit Gundaling, Taman Hutan Raya (Tahura), Gunung Sibayak, Air Terjun Sikulikap dan lain-lain.
4.1.2 Terhadap Masyarakat
Selain di bidang pariwisata, pesta bunga dan buah juga otomatis berpengaruh terhadap masyarakat Kabupaten Karo. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo, maka otomatis masyarakat akan mendapatkan dampak positif dari para wisatawan. Hal ini dikarenakan para wisatawan sudah pasti akan membeli hasil panen dan hasil tangan masyarakat Kabupaten Karo. Dengan datangnya wisatawan untuk melihat perayaan pesta bunga dan buah maka akan meningkatkan penghasilan masyarakat dari acara tersebut karena banyak wisatawan yang ingin membeli hasil panen masyarakat berupa bunga, buah, dan sayur-sayuran yang dipamerkan pada acara pesta bunga dan buah.
Selain dari hasil panen juga penghasilan masyarakat dapat bertambah melalui penjualan hasil kerajinan-kerajinan tangan khas daerah Karo misalnya berupa keranjang, tas, dan lain-lain. Selain itu juga masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari tempat-tempat makan atau restoran dan hotel karena tempat makan dan hotel tersebut membeli bahan-bahan makanan dari masyarakat.
Pesta bunga dan buah juga dapat meningkatkan kualitas pertanian masyarakat di Kabupaten Karo. Karena dengan adanya pesta bunga dan buah, maka masyarakat semakin berlomba-lomba untuk menghasilkan hasil panen yang terbaik agar dapat laku dipasaran karena menarik minat para wisatawan untuk membeli hasil panen tersebut. Selain itu juga dengan meningkatnya kualitas pertanian diharapkan juga dapat membuat hasil-hasil panen masyarakat Karo agar dapat di konsumsi oleh
masyarakat di Sumatera Utara, bahkan Indonesia dan juga dapat eksport ke negara-negara lain.
Dengan adanya pesta bunga dan buah yang dapat menarik wisatawan, maka akan meningkatkan penghasilan daerah Kabupaten Karo dari para wisatawan yang berkunjung untuk melihat perayaan pesta bunga dan buah dan untuk membeli hasil panen masyarakat Karo. Selain itu juga dengan datangnya wisatawan, maka otomatis para wisatawan juga meningkatkan penghasilan bagi hotel-hotel atau tempat penginapan yang ada di Kabupaten Karo khususnya di Kecamatan Berastagi yang ingin melihat perayaan pesta bunga dan buah atau tempat wisata lainnya.
Para wisatawan yang datang ke Kabupaten Karo untuk melihat perayaan pesta bunga dan buah yang acaranya diadakan selama 3 hari sudah pasti memerlukan tempat untuk beristirahat dan menginap. Demikian juga dengan meningkatnya tingkat hunian hotel di Kabupaten Karo, maka semakin banyak jumlah kamar yang ditempati dan semakin banyak pajak yang dibayarkan kepada daerah tersebut. Dengan demikian pesta bunga dan buah selain dapat meningkatkan kepariwisataan juga dapat meningkatkan tingkat hunian hotel di daerah Kabupaten Karo.
Meski demikian pemerintah Kabupaten Karo seharusnya mau membuat program-program yang dapat mendukung para petani untuk dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para petani di Kabupaten Karo sehingga para petani dapat meningkatkan kualitas hasil pertaniannya bukan hanya pada saat perayaan pesta bunga dan buah misalnya seperti:
1. Penyuluhan dan pelatihan kepada para petani, 2. Penggunaan pupuk yang baik,
3. Pengembangan sistem pengolahan produk-produk pertanian,
4. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung tanaman seperti irigasi, 5. Peningkatan akses petani terhadap modal dan tekhnologi.
Maka dengan demikian kualitas pertanian masyarakat Karo akan meningkat sehingga memiliki daya saing dan daya jual yang tinggi bahkan dapat dieksport keluar negri. Selain itu dengan meningkatnya kualitas pertanian maka kualitas hidup masyarakat Kabupaten Karo juga akan semakin meningkat.