• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Sektor Perikanan dan Kelautan

Dalam dokumen V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 44-49)

Berdasarkan konsep ekonomi basis wilayah, pada dasarnya pertumbuhan ekonomi wilayah dapat terjadi karena adanya efek pengganda dari pembelanjaan kembali

wilayah yang bersangkutan, yang dipasarkan ke luar wilayah (ekspor). Besarnya tingkat kekuatan efek pengganda tersebut mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayah yang ditunjukkan oleh koefisian pengganda yang dihasilkan.

Analisis Multiplier effect atau efek pengganda dilakukan melihat besarnya koefisien efek pengganda yang dilakukan, karena adanya pertumbuhan pada sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Kendal. Dari besarnya efek pengganda yang dihasilkan dapat dilakukan prediksi mengenai dampak pertumbuhan sektor perikanan dan kelautan terhadap pertumbuhan wilayah secara keseluruhan dalam jangka pendek

berdasarkan indikator pendapatan wilayah dan tenaga kerja.

5.5.1 Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Berdasarkan Indikator Tenaga Kerja

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan

pembangunan sektor perikanan dan kelautan adalah besarnya tenaga kerja yang terserap pada sektor perikanan dan kelautan. Analisis efek pengganda tenaga kerja diperlukan dalam memprediksi kesempatan kerja yang terjadi dalam suatu wilayah sebagai akibat dari kesempatan kerja yang terjadi pada sektor basis. Multiplier effect yang ditimbulkan oleh sektor perikanan dan kelautan berdasarkan indikator tenaga kerja di Kabupaten Kendal adalah perbandingan antara pertumbuhan total tenaga kerja di Kabupaten Kendal dengan pertumbuhan tenaga kerja sektor perikanan dan kelautan. Multiplier effect kesempatan kerja sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Kendal dapat dilihat pada Tabel 29.

Setiap perubahan tenaga kerja sektor perikanan dan kelautan akan mempengaruhi industri- industri lain yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dan akan

menyebabkan perubahan total tenaga kerja di Kabupaten Kendal. Berdasarkan Tabel 28, dapat diketahui behwa multiplier effect kesempatan kerja pada tahun tahun 2000 adalah 106,01 artinya adalah penambahan satu satuan tenaga kerja sektor perikanan dan

kelautan akan menyebabkan perubahan total tenaga kerja di Kabupaten Kendal sebanyak 106,01 satuan. Tahun 2001 terjadi penurunan multiplier effect yang cukup drastis, yaitu mencapai -11,48. Hal ini dikarenakan banyaknya tenaga kerja perikanan pada tahun 2001 beralih profesi manjadi tenaga kerja di sektor lain. Apabila dilihat trend Multiplier

effect kesempatan kerja, maka garis yang dibentuk oleh persmaan y = 49.762 – 6.614x

(Gambar 19) cenderung menurun. Penurunan tersebut berarti penurunan satu orang tenaga kerja akan mempersempit kesempatan kerja sektor lain dan wilayah Kabupaten Kendal. Hal ini dikarenakan produk-produk perikanan dan kelautan lebih banyak dijual dalam bentuk ikan segar dibandingkan dijual setelah diolah terlebih dahulu, sehingga tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut dan hanya memerlukan sedikit tenaga kerja.

Tabel 29. Analisis Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal Berdasarkan Indikator Kesempatan Kerja, Tahun 1999-2003

Tahun Tanaga Kerja Seluruh Sektor (orang) (E) Tenaga Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan (orang) (Eb) (ÄE) (ÄEb) Multiplier effect (MSe) 1999 513.787 28.551 - - - 2000 548.558 28.879 34.771 328 106,01 2001 524.856 30.944 -23.702 2.065 -11,48 2002 586.767 31.825 61.911 881 70,27 2003 524.856 27.752 -61.911 -4.073 -15,20

Sumber : Data Diolah 2005

y = -6.614x + 49.762 -40 -20 0 20 40 60 80 100 120 1999 2000 2001 2002 2003 Tahun Multiplier Effect

Gambar 19. Trend Analisis Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal Berdasarkan Indikator Tenaga Kerja,

Tahun 1999-2003

5.5.2 Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Berdasarkan Indikator Pendapatan Wilayah

Analisis efek pengganda dilakukan untuk melihat besarnya koefisien efek pengganda, yang dilakukan karena adanya pertumbuhan pada sektor perikanan dan kelautan. Analisis efek pengganda perikanan dan kelautan berdasarkan indikator pendapatan terhadap PDRB atas dasar harga konstan 1993, dapat dilihat pada Tabel 30.

Tabel 30. Analisis Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal Berdasarkan Indikator Pendapatan Wilayah Atas Dasar Harga Konstan 1993, Tahun 1999-2003 Tahun Pendapatan Wilayah Seluruh Sektor (Rp.) (Y) Pendapatan Wilayah Sektor Perikanan dan Kelautan (Rp.) (Yb) (ÄY) (ÄYb) Multiplier effect (MSy) 1999 1.517.220,96 22.423,50 - - - 2000 1.550.774,70 23.854,18 33.553,74 1.430,68 23,45 2001 1.592.755,76 25.941,02 41.981,06 2.086,84 20,12 2002 1.629.913,63 27.484,78 37.157,87 1.543,76 24,07 2003 1.664.885,50 28.180,55 34.971,87 695,77 50,26 Sumber : Data Diolah 2005

Berdasarkan Tabel 30, dapat terlihat bahwa analisis Multiplier effect menunjukkan nilai yang fluktuatif selama periode analisis, dengan rata-rata nilai

Multiplier effect sebesar 29,48. Berikut secara berturut-turut nilai Multiplier effect dari

tahun 1999 sampai tahun 2003 adalah 23,45, 20,12, 24,07 dan 50,26. Berdasarkan nilai

Multiplier effect tersebut, berarti bahwa setiap peningkatan Rp1,00 pendapatan sektor

perikanan dan kelautan di Kabupaten Kendal akan menghasilkan pendapatan wilayah sebesar Rp23,45 pada tahun 2000, Rp20,12 pada tahun 2001, Rp24,07 pada tahun 2002 dan pada tahun 2003 sebesar Rp50,26. Secara keseluruhan trend hasil analisa Multiplier

effect mengikuti persamaan y=6.762+10.114x, dengan kecenderungan garis yang terus

meningkat. Trend analisis Multiplier effect sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Kendal berdasarkan indikator pendapatan wilayah dapat dilihat pada Gambar 20.

Efek pengganda ini merupakan suatu dampak dari perubahan yang terjadi pada pendapatan sektor perikanan dan kelautan terhadap total PDRB Kabupaten Kendal. Berdasarkan Gambar 20, dapat dilihat bahwa dampak pendapatan pada sektor perikanan dan kelautan terhadap pendapatan sektor lain dan PDRB Kabupaten Kendal adalah positif

dan cenderung meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hubungan yang saling terkait antara satu sektor terhadap sektor lainnya baik backward linkage maupun forward linkage akan memberikan efek pengganda bagi total PDRB Kabupaten Kendal. Apabila kegiatan penangkapan perikanan dipandang sebagai sektor hulu, maka perubahan produksi perikanan akan mempengaruhi sektor-sektor lain yang menggunakan ikan sebagai bahan baku industrinya, seperti perdagangan dan transportasi. Apabila penangkapan ikan di laut dipandang sebagai sektor hilir, maka perubahan pada sektor perikanan akan mempengaruhi usaha- usaha dalam penyediaan input melaut, misalnya dengan

bertambahnya jumlah kapal yang melaut, maka akan mempengaruhi tingkat pembelian bahan bakar, es dan sebagainya.

y = 10.114x - 6.762 0 10 20 30 40 50 60 1999 2000 2001 2002 2003 Tahun Multiplier Effect

Gambar 20. Trend Analisis Multiplier Effect Sektor Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal Berdasarkan Indikator Pendapatan Wilayah Atas Dasar Harga Konstan 1993, Tahun 1999-2003

Berdasarkan hasil analisis Multiplier effect di atas, pembanguna n sektor perikanan dan kelutan harus lebih ditingkatkan komoditasnya melalui peningkatan kualitas aparatur maupun para pelaku perikanan, sehingga mampu tetap bertahan menjadi sektor basis dalam perekonomian Kabupaten Kendal dan mendorong peningkatan komoditas kegiatan non basis lainnya. Sektor perikanan dan kalautan yang mampu menjadi sektor usaha yang basis, tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah dan nelayan, sehingga dapat terbentuk dan terbina iklim usaha yang maju dan sehat di sektor perikanan dan kelautan. Keberhasilan ini juga tidak terlepas karena adanya dukungan dari investor yang bersedia menanamkan modalnya pada sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Kendal.

Dalam dokumen V HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 44-49)

Dokumen terkait