• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

2) Dampak sosial

Hubungan subjek dengan keluarga, teman, atau pun lingkungan sekitar tergolong baik. Subjek mengaku bahwa ia dan istrinya masih tinggal bersama dengan orang tuanya bersama anak dan istrinya dan subjek juga berkeinginan untuk pergi merantau agar bisa membangun rumah untuk keluarga kecilnya (HW-YS-20),(HO-YS-6).Subjek tipekal orang yang membuka diri itu terlihat saat peneliti menanyakan masalah yang bersifat pribadi yaitu subjek ingin sekali memiliki rumah sendiri dan tinggal bersama anak dan istrinya.Adapun hubungan subjek dengan keluarga serta lingkungannya terlihat harmonis.Subjek orangnya membuka diri terlihat ketika subjek bercerita tentang masalah pribadinya (HO-YS-7).Subjek mengaku masih tinggal dirumah orang tua subjek bersama anak dan istrinya dan subjek juga berkeingin untuk pergi

56 merantau agar bisa membangun rumah untuk keluarga kecilnya(HW-YS-20).Subjek memiliki hubungan yang baik dengan keluarga serta lingkungannya (HO-YS-8).Subjek harmonis dengan pasangannya itu terlihat kompak dalam mengurus anak (HO-YS-9).Dalam penyelseian masalah dalam rumah tangga subjek mengaku lebih memilih diam sampai nanti meredah sendiri. (HW-YS-21)

c. Subjek TR

1) Dampak fisik/biologis

Sebelum menikah subjek mengakuh memiliki postur tubuh yang kurus dan memilki kulit yang putih namun setelah menikah dan melahirkan subjek subjek mengalami banyak perubahan badan subjek yang dulunya kurus sekarang menjadi padat dan berisi (HO-TR-1). Subjek mengakuh kelelahan dalam mengurus anak dan suami serta mengurus pekerjaan rumah akan tetapi badan subjek tidak kurus-kurus mungkin karena pengaruh alat kontrasepsinya serta kulitnya yang berubah menjadi hitam subjek mengaku kalau kulit aslinya putihdan subjek jarang sekali keluar rumah. Saat peneliti bertanya apakah ingin menambah momongan lagi subjek menjawab masih trauma dengan rasa sakit melahirkan.subjek juga mengaku selama menikah ia jarang sakit (TR13).

2) Dampak psikologis

Subjek terlihat ketakutan saat peneliti bertanya apa ingin menanbah anak. Subjek murung ketika peneliti menanyakan

57 tentang pendidikannya dan sedikit menyesal karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ketinggkat yang lebih tinggi. Subjek nampak cemas ketika menceritakan masalah ekonomi keluarganya, dan subjek stres ketika kewalahan mengurus anak dan suami (HO-TR-4), namun subjek mampu mengontrol emosinya ketika anaknya sedang rewel (HO-TR-5). .

3) Dampak sosial

Subjek mengaku saat ini masih tinggal bersama kedua orang tua suaminya (HW-TR33).subjek mengaku kesulitan dalam hal ekonomi (HW-TR-31). Dikarenakan suami subjek tidak memiliki pekerjaan sehingga masih bergantung pada orang tuanya.Subjek masih belum mandiri dikarenakan subjek masih tinggal dirumah mertuanya (HO-TR-6).Subjek orangnya membuka diri terlihat ketika subjek bercerita tentang masalah pribadinya (HO-TR-7).Subjek memeliki hubungan yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya (HO-TR-8).Dan hubungan subjek dan pasangannya terlihat harmonis dan terlihat kompak dalam mengurus anak (HO-TR-9).

58 B. Pembahasann

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah peneliti lakukan tentang dampak pernikahan dini dikalangan remaja di Desa Langam terhadap 3 subjek yaitu FW, YS, dan TR. Dimana peneliti menemukan adanya beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya pernikahan usia dini, hal tersebut berkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Masaroh (2013) tentang dampak pernikahan usia dini yaitu dampak fisik/biologis, dampak psikologis dan dampak sosial.Pada dampak yang pertama yaitu dampak fisik/biologis, dampak ini merupakan bagaimana kondisi atau keadaan tubuh subjek. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap tiga subjek dimana kondisi ketiga subjek dalam keadaan sehat, hal tersebut terlihat saat mereka sedang melakukan aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun diluar rumah. Ketiga subjek mengaku bahwa selama menikah mereka jarang sakit.

1. Subjek FW

a) Dampak fisik/biologis

Subjek FW mengaku dari hasil observasi dan wawancara sebelum menikah subjek mengkumemiliki postur tubuh yang berisi namun setelah menikah dan melahirkan subjek memiliki badan yang kurus dikarenakan subjek kelelahan dalam mengurus anak dan suami

59 sampai tidak sempat mengurus penampilanya sendiri.kesehatan subjek saat itu subjek terlihat sakit flu dan batuk sambil memandikan anaknya.

Dan keadaan fisik subjek saat itu tidak hamil berdasarkan hasil wawancara dengan peneliti. Saat peneliti bertanya apa masih ingin menambah momongan subjek mengakuh belum ingin menambahnya dikarenakan rasa sakit melahirkan kemarin masih terasa.

b) Dampak psikologis

subjek.FWberdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terhadap tiga subjek adapun dampak psikologis yang muncul pada subjek FW dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan subjek mengaku subjek mengakuh siap menikah dikarenakan subjek telah mengandung subjek mengakuh bahagia dengan keluarga kecilnya, namun subjek murung ketika memikirkan ekonomi keluarganya. Subjek menyesal ketika melihat teman-temannya berangkat kesekolah sedangakan dia harus mengurus anak dan juga suaminya.

Subjek cemas ketika anaknya jatuh sakit harus membawa anaknya berobat namun subjek tidak memiliki uang dikarenakan suaminya belum memiliki pekerjaan. Karena usia subjek tergolong

60 sangat belia subjek mengaku sering bertengkar dengan suaminya entah itu soal makanan atau soal anak. Ketika ada masalah dengan suaminya subjek mengaku mampu mengontrol emosinya dengan baik.

c) Dampak sosial.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terhadap tiga subjek. Adapun pada subjekFW mengaku saat ini tinggal bersama orang tua suami dan mengenai keuanganya dipegang oleh ibu mertuanya. Dalam bersikap subjek orangnya membuka diri hal itu terlihat ketika peneliti sedang mewawancarinya subjek sangat terbuka tentang permasalahan yang ada dalam rumah tangganya subjek ingin sekali memiliki rumah sendiri serta anak dan suaminya. Hubungan subjek dengan keluarga pasangannya kurang harmonis dikarenakan sanak famili keluarganya suka mencari kesalahan subjek Namun hubungan subjek dengan masyarakat lainnya lainnya terlihat akur.

2. Subjek YS a) Dampak fisik

subjek YS dari hasil observasi dan wawancara subjek mengaku Sebelum menikah subjek mengakuh memiliki postur tubuh yang berisi

61 serta kulitnya yang putih namun setelah menikah subjek mengalami banyak perubahan, tubuhnya yang dulu berisi sekarang sudah menjadi kurus, kulitnya yang putih sekarang sudah menjadi hitam dan kasar serta ditumbuhi dengan luka serta bekasnya hal itu dikarenakan subjek sangat giat sekali dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

b) Dampak psikologis

Subjek YS berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan subjek mengaku murung ketika memikirkan keperluan kebutuhan rumah tangganya. Namun subjek mengaku bahagia dengan keluarga kecilnya dan subjek mengakuh tidak menyesal dengan keputusannya dalam menikah diusia muda. Akan tetapi subjek cemas ketika ia tidak bisa memberikan uang kepada istrinya. Subjek juga stres karena diusianya yang masih terbilang dia harus banting tulang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

c) Dampak sosial

subjek YS berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan subjek mengaku bahwa ia dan istrinya masih tinggal bersama dengan orang tuanya. Hubungan subjek dengan keluarga, teman, atau pun lingkungan sekitar tergolong baik.Setelah menikah

62 subjek menggurangi waktu bermain bersama teman-temannya. Subjek mengaku bahwa ia dan istrinya masih tinggal bersama dengan orang tuanya bersama anak dan istrinya dan subjek juga berkeinginan untuk pergi merantau agar bisa membangun rumah untuk keluarga kecilnya.

Subjek tipekal orang yang membuka diri itu terlihat saat peneliti menanyakan masalah yang bersifat pribadi yaitu subjek ingin sekali memiliki rumah sendiri dan tinggal bersama anak dan istrinya.Adapun hubungan subjeng dengan keluarga serta lingkungannya terlihat harmonis.

3. Subjek TR a) Dampak fisik

Subjek TR berdasarkan hasilobservasi dan wawancarayang telah dilakukan subjek mengaku sebelum menikah subjek mengakumemiliki postur tubuh yang kurus dan memilki kulit yang putih namun setelah menikah dan melahirkan subjek subjek mengalami banyak perubahan badan subjek yang dulunya kurus sekarang menjadi padat dan berisi. Subjek juga mengakuh kelelahan dalam mengurus anak dan suami serta mengurus pekerjaan rumah akan tetapi badan subjek tidak kurus-kurus mungkin karena pengaruh

63 alat kontrasepsinya serta kulitnya yang berubah menjadi hitam subjek mengaku kalau kulit aslinya putihdan subjek jarang sekali keluar rumah. Saat peneliti bertanya apakah ingin menambah momongan lagi subjek menjawab masih trauma dengan rasa sakit melahirkan.Selama menikah subjek mengaku jarang sakit.

b) Dampak psikologis

Subjek TR berdasarkan hasil observasi danwawancara subjek mengaku murung ketika memikirkan keadaan ekonomisubjek dikarenakan suami subjek belum memiliki pekerjaan. Subjek mengaku tidak menyesal dengan keputusannya menikah diusia dini subjek mengaku bahagia dengan keluarga kecilnya.Terkadang subjek stres karena diusianya yang masih muda subjek harus mengurus anak dan suami serta setiap hari membantu mertuanya membersikan ikan dan menjemurnya untuk dijual kepasar.

c) Dampak sosial

Subjek TR dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan Subjek mengaku saat ini masih tinggal bersama kedua orang tua suaminya. subjek mengaku kesulitan dalam hal ekonomi.

Dikarenakan suami subjek tidak memiliki pekerjaan sehingga masih bergantung pada orang tuanya.subjek ingin sekali memiliki rumah

64 sendiri dan ingin tinggal bersama anak dan suaminya. Subjek orangnya sangat terbuka itu terlihat saat peneliti mewawancarainya.

Dari ketiga subjek dampak fisik yang ditimbulkan dari adanya pernikahan usia muda cendrung mengarah ke arah yang negatif hal tersebut diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan dimana mereka mengalami banyak perubahan postur tubuh yang signifikan dari sebelum menikah dan setelah menikah, kelelahan dalam mengurus anak, kesehatan terganggu, terluka dalam bekerja.dan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Temuan diatas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Masaroh (2013) secara psikis anak belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, sehingga akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan. Anak akan murung dan menyesali hidupnya yang berakhir pada perkawinan yang dia sendiri tidak mengerti atas putusan hidupnya. Dari ketiga subjek diatas dampak psikologis yang ditimbulkan dari adanya pernikahan usia muda cendrung mengarah ke arah yang negatif yaitu adanya perasaan menyesal karena harus putus sekolah, emosi kurang stabil, stres dalam memikirkan ekonomi keluarganya yang dikarenakan

65 belum memiliki pekerjaan yang tetap dan adanya perasaan traumatis ketika memikirkan untuk memiliki anak lagi.

Temuan diatas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Masaroh,2013) yaitu dampak sosial pasti akan dirasakan oleh kedua belah pihak pasangan yang menikah diusia muda, dimana pasangan harus mampu menghadapi kesulitan perekonomian dan kehidupan yang kompleks ketika ia memilih lepas dari tanggung jawab orang tuanya. Dampak sosial yang ditimbulkan terhadap tiga subjek yaitu cendrung mengarah kearah yang positif yaitu mereka lebih dewasa dan mandiri dalam mengurus anak dan pasangannya, mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru yaitu dengan keluarga pasangannya dan memiliki motivasi yang tinggi untuk dapat hidup mandiri dengan keluarganya serta menjadi lebih baik.

Hal yang dapat dijadikan perbandingan antara subjek FW, YS dan TR disini yaitu faktor yang menyebabkan menikah pada usia dini, di sini suubjek FW menikah pada usia dini dikarenakan telah hamil diluar nikah, dan YS menikah pada usia dini dikarenakan keinginan sendiri dan tidak mau melanjuti pendidikannya, selanjutnya TR menikah pada usia dini dikarenakan keinginan sendiri karena subjek

66 tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA dikarenakan kurangnya biaya..

67 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait