ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
2. Deskripsi Identitas subjek
Tabel 2.1 Identitas subjek
JK Perempuan Laki-laki Perempuan
Agama
Islam Islam Islam
Pendidik Terakhir
SMP SMP SMP
Alamat
Langam Langam Langam
Usia pernikahan 2 tahun 2 tahun 3 tahun
3. Deskripsi hasil Penelitian a. Subjek FW (subjek I)
1) Hasil wawancara terhadap subjek (FW1)
FW seorang remaja yang menikah pada usia dini. Subjek menikah pada tahun 2017 pada usia 15 tahun dan dikaruniai satu orang anak berjenis kelamin laki-laki (HW-FW-14). Sekarang F berusia 17 tahun, yang dimana usia tersebut masuk dalam masa usia remaja akhir. Subjek adalah anak terakhir dari 3 bersaudara (HW-M-4). Ayah subjek bekerja di bengkel las, sedangkan ibu subjek berjualan ikan dipasar. Perekonomian
43 keluarga subjek bisa dikatakan cukup berada karena pemasukan ekonomi mereka setiap harinya selain dinafkahi oleh ayahnya yang bekerja di bengkel las serta ibunya yang berjualan dipasar (HW-M-10).
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap subjek yang berinisial FW subjek mengaku menikah diusia muda dikarenakan subjek telah mengandung tiga bulan sehingga ia harus putus sekolah dan menikah pada tahun 2017 dengan pacarnya yang lebih tua 3 tahun dari subjek. Dari hasil pernikahannya subjek telah dikaruniai satu orang anak berjenis kelamin laki-laki (HW-FW-9,HW-FW-10),dan sekarang subjek tinggal bersama mertuanya (HW-FW-12). Subjek mengaku bahagia dengan pernikahannya terkadang subjek juga menyesal ketika melihat teman-teman berangkat kesekolah, sedangkan subjek sibuk mengurus anak dan suaminya (HW-FW-30). Saat peneliti bertanya apakah masih ingin menambah anak subjek mengaku belum siap menambah anak lagi dikarenakan subjek masih trauma dengan proses melahirkan saat itu (HW-FW-14). Subjek mengaku kesulitan dalam hal perekonominya dikarnakan suami belum mempunyai pekerjaan dan harus bergantung kepada orang tuanya (HW-FW-20).
2) Hasil observasi subjek (FW1)
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap subjek FW, yang berlokasi di lingkukan tempat tinggal subjek, suasana saat itu masih menunjukan pukul 08.00. dimana ciri fisik subjek memiliki postur tubuh yang kurus dan memiliki tinggi badan kurang lebih 160 cm, warna kulit sawo matang dan mata yang agak sipit subjek mengenakan daster
44 berwarna merah serta rambut yang diikat (HO-FW-1). Dan adapun kegiatan subjek saat itu ia sedang memandikan putranya diteras depan rumahnya dan suaminya pun ikut membantu mengambilkan air untuk anaknya mandi. Subjek terlihat cukup terlatih dalam memandikan anaknya.Subjek dan suaminya cukup kompak dalam mengurus anak.
Adapun keadaan subjek saat itu kurang sehat subjek terlihat sakit flu berat namun subjek mampu melakukan pekerjaanya dengan baik terlihat subjek selesai memandikan anaknya subjek langsung membersihkan halaman rumah (HO-FW-2), namun subjek mampu mengontrol emosinya saat anaknya sedang rewel (HO-FW-5). Subjek tidak mandiri karena subjek masih tinggal bersama mertuanya (HO-FW-6).Subjek tipekal orang yang membuka diri itu terlihat ketika subjek bercerita tentang masalah pribadinya (HO-FW-7).Subjek memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya (HO-FW-8).Hubungan subjek harmonis dengan pasanganya itu terlihat kompak saat sedang mengurus anak (HO-FW-9).
3) Hasil wawancara terhadap Ibu Subjek FW (Informan)
Berdasarkan hasil wawancara terhadap ibu F yang berinisial M.
SubjekM merupakan Ibu dari FW. Yang berusia 52 tahun dan bekerja sebagai penjual ikan. M memiliki 3 orang anak dan FW merupakan anak terakhir dari M. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap Ibu subyek yang berinisial M, beliau mengaku adapun alasan ibu M memberikan izin untuk menikahkan anaknya yang berinisial F untuk menikah di usia muda dikarenakan F telah hamil duluan sehingga tanpa
45 berfikir panang ibu M harus cepat menikahkan anaknya sebelum menjadi bahan omongan orang (HW-M-4). Menurutnya beliau merasa kaget dan tak percaya mendengar kabar anaknya (HW-M-5). Ibu M mengaku khawatir dengan anaknya karena masih terlalu muda dalam menjalankan rumah tangga (HW-M-6). Untuk sikap keluarga terhadap subjek ibu M mengaku khawatir dengan anakanya karena masih terlalu muda dalam menjalankan rumah tangga (HW-M-7). Saat peneliti bertanyabagaimana sikap subjek terhadap keluarga setelah menikah M mengaku banyak yang berubah dari subjek yaitu lebih dewasa dibandingkan setelah menikah (HW-M-8). Selanjutnya keluarga terhadap subjek M mengaku tidak ada yang berubah dari sikapnya sebelum dan sesudah menikah (HW-M-9).
b. Subjek YS (Subjek II)
1) Hasil wawancara terhadap subjek (YS2)
YS seorang remaja yang menikah pada usia dini. Subjek menikah pada tahun 2017, pada usia 16 tahun.subjek mengaku menikah dengan pacarnya sendiri yang berusia 2 tahun lebih tua dari subjek (HW-YS-9).
Dari hasil pernikahannya subjek dikaruniai satu orang anak berjenis kelamin perempuan (HW-YS-12). Sekarang YS berusia 18 tahun, yang dimana usia tersebut masuk dalam masa usia remaja akhir. Subjek adalah anak terakhir dari dari 2 bersaudara. Ayah subjek seorang petani, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga biasa. Perekonomian keluarga subjek bisa dikatakan cukup berada karena subjek memiliki sawah dan beberapa hewan ternak (HW-N-10).
46 Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap subjek yang berinisial Y subjek mengaku menikah diusia muda dikarenakan keinginan subjek sendiri yang ingin menikah diusia muda (HW-YS-8).Subjek menikah pada tahun 2017.Subjek mengakuh menikah dengan pacarnya sendiri yang berusia 2 tahun lebih tua dari subjek (HW-YS-9).Dari hasil pernikahannya subjek dikaruniai satu orang anak berjenis kelamin perempuan.Setelah menikah subjek menjalani perannya sebagai seorang suami dan juga seorang ayah.Adapun dampak yang dirasakan setelah menikah subjek mengaku kesulitan ekonomi yang membuatnya harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya (HW-YS-16) subjek bekerja serabutan dan juga sebagai seorang petani disawah milik orang tuannya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.Subjek mengaku masih tinggal dirumah orang tua subjek bersama anak dan istrinya dan subjek juga berkeingin untuk pergi merantau agar bisa membangun rumah untuk keluarga kecilnya (HW-YS-20).Setelah menikah subjek mengurangi waktu bermain sama teman-temannya (HW-YS-17).
Dalam penyelseian masalah dalam rumah tangga subjek mengaku memilih diam sampai nanti meredah sendiri. (HW-YS-21)
2) Hasil observasi subjek YS
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap subjek YS, yang berlokasi di lingkukan tempat tinggal subjek, suasana saat itu masih menunjukan pukul 08.00, dimana ciri fisik subjek memiliki postur tubuh yang kurus dan memiliki tinggi Badan kurang dari 170 cm dengan warna kulit saoh matang dan terdapat bekas luka dibagian tangan dan
47 kakinya, subjek memiliki alis tebal (HO-YS-1) subjek mengenakan baju kaos lengan panjang yang berwarna biru dan mengenakan celana kain yang berwarna hitam. Adapun kegiatan subjek saat itu subjek baru pulang dari sawah dan membantu ayanya memanen padi disawah. Subjek terlihat kelelahan keringatnya membasahi bajunya dan juga terlihat tangan subjek terluka akibat gigitan serangga dan sang istri pun bergegas mengambilkan obat untuk mengobati tangan subjek (HO-YS-2). Subjek murung ketika peneliti menanyakan tentang kondisi ekonominya serta cemas ketika menceritakan masalah masalah kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhinya dan subjek stres ketika harus bekerja ekstra (HO-YS-3) namun subjek mampu mengontrol emosinya ketika anaknya sedang rewel.Subjek belum mandiri karena subjek beserta istrinya masih tinggal bersama orang tuanya (HO-YS-6).Subjek orangnya membuka diri terlihat ketika subjek bercerita tentang masalah pribadinya (HO-YS-7).Subjek memiliki hubungan yang baik dengan keluarga serta lingkungannya (HO-YS-8).Subjek harmonis dengan pasangannya itu terlihat kompak dalam mengurus anak (HO-YS-9).
3) Hasil wawancara terhadap Ibu Subjek YS (Informan)
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap ibu subjek yang berinisian N beliau mengaku adapun alasan ibu N memberikan izin untuk menikahkan anaknya Y yang masih tergolong muda dikarenakan keinginan anaknya yang begitu kuat ditambah lagi anaknya tidak mau melanjutkan sekolah ke tingkat SMA dan dia ingin membantu ayahnya untuk bekerja dilahan pertanian miliknya
(HW-N-48 5).Setelah menikah dia menjalankan perannya sebagai seorang suami dan di karuniai satu orang anak.Adapun dampak yang ditimbulkan dari adanya pernikahan terhada keluarga yaitu dia menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab(HW-N-8).
c. Subjek TR (Subjek III)
1) Hasil wawancara terhadap subjek (TR3)
TR seorang remaja yang menikah pada usia dini. Subjek menikah pada tahun 2016 pada usia 16 tahun (HW-TR-11). Subjek mengakumenikah dengan pacarnya sendiri yang berusia 3 tahun lebih tua darinya.Dari pernikahannya subjek dikaruniai satu orang anak berjenis kelamin perempuan (HW-TR-25). Sekarang TR berusia 19 tahun, yang dimana usia tersebut masuk dalam masa usia remaja akhir.
Subjek adalah anak pertama dari 2 bersaudara (HW-L-4). Ayah subjek seorang petani, sedangkan ibu seorang penjual ikan. Perekonomian keluarga subjek bisa dikatakan cukup berada.Subjek mulai mengenal cinta ketika subjek menginjak bangku kelas 1 SMP. Subjek bersekolah disalah satu sekolah menengah pertama yang berada di Desa lopok.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap subjek yang berinisial TR adapun alasan subjek menikah diusia dini dikarnakan keingin sendiri dan juga dia sangat mencintai pasangannya (HW-TR-14). Setelah tamat dari SMP subjek tidak melanjuti kejenjang SMA dikarenakan subjek tidak memiliki biaya (HW-TR-23).Setelah menikah subjek menjalankan perannya sebagai seorang istri dan dikaruniai satu orang anak. Menjalani perannya sebagai ibu muda
49 membuat subjek kesulitan dalam mengurus suami dan juga mengurus anak hal sangat membuat subjek kewalahan.Adapun kesulitan yang lainya yaitu dalam hal ekonomi (HW-TR-31) dikarenakan suami subjek tidak memiliki pekerjaan sehingga masih bergantung pada orang tua.subjek yang masih tinggal dirumah orang tua suami dan yang mengatur keungan yaitu ibu mertuanya (HW-TR-33). Dikarenakan usia subjek masih tergolong belia subjek mengaku sering bertengkar dengan pasangannya. Adapun cara subjek menyelesaikan permasalahannya yaitu dengan membicarakan berdua secara baik-baik (HW-TR-30) . 2) Hasil observasi subjek TR
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap subjek yang TR, yang berlokasi di lingkukan tempat tinggal subjek, suasana saat itu masih menunjukan pukul 08.00, dimana ciri fisik subjek memiliki postur tubuh yang padat berisi dan memiliki tinggi badan 155 cm serta kulit saoh matang (HO-TR-1), subjek mengenakan baju kaos dan mengenakan celana kain berwarna coklat serta dengan rambut yang diikat. Keadaan subjek terlihat sehat adapaun kegiatan subjek saat itu ia sedang membantu ibu mertuanya membersikan ikan untuk dijual ke pasar. Setelah selesai membersikan ikan subjek langsung membersikan rumah serta halamannya.Setelah beberapa menit anak subjek terbangun dari tempat tidurnya sambil menangis subjek langsung bergegas menghampiri anaknya dan melepaskan sapu yang ada ditangannya (HO-TR-2).Subjek saat ini tidak hamil (HO-TR-3). Subjek terlihat ketakutan saat peneliti bertanya apa ingin menanbah anak. Subjek
50 murung ketika peneliti menanyakan tentang pendidikannya dan sedikit menyesal karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ketinggkat yang lebih tinggi. Subjek nampak cemas ketika menceritakan masalah ekonomi keluarganya, dan subjek stres ketika kewalahan mengurus anak dan suami (HO-TR-4),namun subjek mampu mengontrol emosinya ketika anaknya sedang rewel (HO-TR-5). Subjek masih belum mandiri dikarenakan subjek masih tinggal dirumah mertuanya (HO-TR-6).dan hubungan subjek dan pasangannya terlihat harmonis dan terlihat kompak dalam mengurus anak (HO-TR-9).
3) Hasil wawancara terhadap Ibu Subjek TR (Informan)
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap ibu subjek yang berinisial L adapun alasan ibu L memberikan izin untuk menikahkan anaknya yang masih tergolong muda dikarenakan keinginnya anak yang ingin segera menikah. Akan tetapi ada sedikit khawatir dengan masa depan anaknya setelah ia menikah dikarenakan si anak masih terlalu muda untuk membangun rumah tangga (HW-L-5).
Selanjutnya dari pertanyaan yang terkait dengan dampak yang ditimbulkan dari adanya pernikahan diusia dini terhadap keluarga menurut penuturannya ibu L mengaku dari keluarga sedikat malu dikarenakan subjek masih terlalu muda untuk menikah (HW-L-7).
Adapun dampak lain yang ditimbulkan setelah menikah ialah adapun dampak positifnya diketahui T menjadi pribadi yang dewasa dalam menyikapi permasalahan yang ada dalam rumah tangga (HW-L-8) dan dampak negatifnya adalah kurangnya ekonomi membuat masih
51 bergantung pada mertuanya dikarenakan suaminya belum memiliki pekerjaan. Adapun sikap keluagra terhadap subjek ibu L mengaku tidak ada yang berubah dari sikapnya sebelum atau sesudah subjek menikah (HW-L-9).
d. Hasil wawancara terhadap Informan 1) Kepala Dusun (Informan)
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap bapak kepala dusun kabuyit beliau menuturkan bawah didusun tempat ia menjabat ada banyak remaja yang menikah diusia dini. Dengan beberapa alasan salah satunya yang paling banyak hamil diluar nikah dan ada juga yang menikah dengan alasan keinginnya sendiri yang ingin membangun rumah tangga.Adapun alasan beliau memberikan izin kepada mereka semua untuk yang kasus hamil diluar nikah mau tidak mau harus cepat dinikahkan (HW-E-8). Dan selanjutnya untuk masalah remaja yang ingin menikah atas keinginan sendiri biasanya mereka bukan asli penduduk asli sumbawa melainkan campuran kalau biasanya ibunya berasal dari daerah lombok atau bima dan menikah dengan orang sumbawa di dusun ini pula yang paling banyak pendatang dibandingkan dusun lain yang ada diDesa Langam (HW-E-7). Jadi banyaknya remaja yang menikah atas dasar cinta dan keinginan sendiri Beliau juga terlebih dahulu mempertimbangkan kepada keluarga masing-masing kedua belah pihap dan selanjutnya untuk mengajukan ke pihak desa atau kelurahan dan biasanya disana baik dari keluarga maupun pihak desa menaikan umur bagi calon-calon pengantin agar
52 bisa di terbitkan buku nikahnya (HW-E-8) Belau juga mengatakan bahwa remaja yang menikah diusia dini tidaklah masalah selagi meraka sanggup dan mampu menjalaninya.