• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN LITBANG

Dalam dokumen RENSTRA Bappeda dan Litbang (Halaman 51-54)

BAPPEDA DAN LITBANG KABUPATEN OKU TIMUR

DAN LITBANG

Dalam tata bahasa, perencanaan maupun pembangunan mempunyai arti yang berbeda. Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistimatis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan Pembangunan adalah suatu proses perubahan dari kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik dan atau dari yang belum ada menjadi ada. Dengan demikian Perencanaan pembangunan adalah suatu proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan pembangunan secara sistimatis dimana pilihan-pilihan tersebut dilakukan secara skala prioritas dan bermanfaat bagi masyarakat baik secara efisien dan efektif berdasarkan ukuran atau ketentuan yang dipilih sebelumnya.

Sistem perencanaan pembangunan Nasional dan perencanaan tata ruang sama-sama menekankan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan (prioritas) secara berhirarki dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Namun, perencanaan tata ruang memiliki fokus kepada aspek fisik spasial yang mencakup perencanaan struktur ruang

Secara umum tugas bappeda dan litbang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur adalah membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dalam lingkup perencanaan, pengendalian pembangunan dan litbang sesuai Peraturan Bupati Ogan Komering Ulu Timur Nomor 33 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah, Badan-Badan Daerah, Kecamatan serta Kelurahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Bappeda dan Litbang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur memiliki beberapa fungsi yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa fungsi, yaitu:

1. Perumusan kebijakan teknis dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah

2. Penyusunan evaluasi, pelaporan program dan kegiatan pembangunan daerah

3. Pengkajian penyusunan rencana strategis pembangunan daerah jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

4. Menyusun program-program pembangunan tahunan (propeda) sebagai pelaksanaan rencana- rencana tersebut pada huruf (a) /, yang dibiayai oleh daerah sendiri ataupun yang diusulkan kepada pemerintah untuk dimasukkan ke dalam program tahunan nasional (propenas).

5. Pelaksanaan koordinator perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh kantor-kantor, satuan organisasi lainnya dalam lingkungan pemerintah kabupaten, instansi-instansi vertikal dan bagan-bagan lainnya yang berada dalam wilayah kabupaten.

6. Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten bersama-sama dengan badan pengelolaan keuangan daerah.

7. Pengoordinasian pelaksanaan musrenbang RPJPD, RPJMD dan RKPD.

8. Pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri, antar daerah dan antar lembaga non pemerintah dalam rangka perencanaan pembangunan daerah.

9. Penyusunan laporan pertanggungjawaban bupati di bidang pembangunan.

10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.. Tabel 3.1.

Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Bappeda Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

No Tugas dan Fungsi Permasalahan

1. Perumusan kebijakan teknis dalam lingkup

perencanaan pembangunan daerah 1. Kurang optimalnya peran Bappeda danLitbang dalam penyusunan kebijakan teknis lingkup perencanaan pembangunan daerah.

2. kurang optimalnya data pendukung yang berkualitas dalam perumusan kebijakan teknis lingkup perencanaan pembangunan daerah.

3. Belum tersedianya pemanfaatan standar operasional perencanaan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi bappeda dan litbang

4. Belum adanya rencana induk litbang sebagai dasar pelaksanaan litbang di kabupaten OKU TIMUR

5. Perubahan peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur koordinasi penataan ruang.

6. Belum adanya peraturan perundangan daerah tentang detail tata ruang 2. Penyusunan evaluasi, pelaporan program dan

kegiatan pembangunan daerah 1. Sinergitas antara perencanaan,penganggaran dan pelaksanaan pembangunan belum optimal

2. Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan yang dikaitkan dengan dokumen- dokumen perencanaan

3. Belum optimalnya penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

3. Pengkajian penyusunan rencana strategis pembangunan daerah jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek

1. Perubahan peraturan perundangan dan pedoman yang mengatur mekanisme perencanaan.

2. Sinergitas antar dokumen perencanaan jangka panjang, menengah, dan tahunan belum optimal.

4. Menyusun program-program pembangunan tahunan (propeda) sebagai pelaksanaan rencana-rencana pembangunan yang dibiayai oleh daerah sendiri ataupun yang diusulkan kepada pemerintah untuk dimasukkan ke dalam program tahunan nasional (propenas)

1. Dokumen perencanaan belum sepenuhnya menjadi pedoman dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan.

2. Belum tersosialisasinya sistem usulan program pembangunan yang bersifat e- planning dan e-proposal.

No Tugas dan Fungsi Permasalahan

5. Pelaksanaan koordinator perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh kantor- kantor, satuan organisasi lainnya dalam lingkungan pemerintah kabupaten, instansi-instansi vertikal dan bagan-bagan lainnya yang berada dalam wilayah kabupaten

1. Masih lemahnya koordinasi perencanaan pembangunan daerah antar SKPD.

2. Peran Bappeda dan Litbang dalam koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas pembangunan antar sektor, antar fungsi dan antar SKPD belum optimal. 3. Persepsi dan kemampuan

perencanaan belum sama dalam setiap SKPD.

6. Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten bersama-sama dengan badan pengelolaan keuangan daerah

1. Belum optimalnya peran Bappeda dalam penyusunan anggaran dan belanja daerah

7. Pengoordinasian pelaksanaan musrenbang RPJPD,

RPJMD dan RKPD 1. Belum optimalnya Musrenbang sebagaisalah satu mekanisme dalam menyerap aspirasi dalam perencanaan pembangunan.

8. Pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri, antar daerah dan antar lembaga non pemerintah dalam rangka perencanaan pembangunan daerah

1. Belum terdatanya kerjasama antar daerah yang telah dilaksanakan. 2. Belum terdatanya program CSR dari

perusahaan/pengusaha 9. Penyusunan laporan pertanggungjawaban bupati di

bidang pembangunan 1. Masih lemahnya koordinasi denganSKPD dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Bupati sehingga terjadi keterlambatan data dari instansi terkait.

10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1. Adanya berbagai kepentingan yang bersifat politis yang harus di akomodasi dalam perencanaan dan pengaanggaran

Sumber : Pengolahan dan Analisa Tim Penyusun Renstra Bappeda OKU TIMUR, 2016

Tabel 3.2.

Identifikasi Permasalahan Pelayanan Bappeda Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Aspek Kajian Kondisi Saat iniCapaian/ Standar yang Digunakan

Faktor yang Mempengaruhi INTERNAL (KEWENANGAN Bappeda (1) (2) (3) (4) Koordinasi penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan daerah RPJPD Tahun 2005-2025 RPJMD Tahun 2016-2021

1. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

2. UU Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pemerintahan Daerah Menyusun Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah (RPJPD, RPJMD, RKPD)

Aspek Kajian Kondisi Saat iniCapaian/ Standar yang Digunakan

Faktor yang Mempengaruhi INTERNAL

(KEWENANGAN

Dalam dokumen RENSTRA Bappeda dan Litbang (Halaman 51-54)