• Tidak ada hasil yang ditemukan

dan pasal 5 ajat 2

Dalam dokumen SEKALI LAGI RES PUBLICA! (Halaman 81-86)

Presiden ialah Kepala kekuasaan executif dalam Negara. Untuk m endjalankan imdang-uudang, ia m em punjai kekuasaan untuk me­

netapkan peraturan pemerintah (’ ’ pouvoir reglementair” ).

Pasal 5 ajat 1.

K etjuali ’ ’executive power” , Presiden bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat mendjalankan ’ ’legislative pow er” dalam Negara.

I

Pasal-pasal: 6, 7, 8, 9.

Telali djelas.

Pasal-pasal: 10, 11, 12, 13, 14, 15.

Kekuasaan-kekuasaan Presiden dalam pasal-pasal in i, ialah k on - sekwensi dari kedudukan Presiden sebagai K epa la Negara.

Bab IV .

Dewan Pertimbangan Agung.

Pasal 16.

Dewan ini ialah sebuah C ou n cil o f State ja n g b e rw a d jib m em b eri

p e r t i m b a n g a n -p e r t i m b a n g a n k e p a d a P em erintah. Ia sebuah B adan Penaseliat belaka.

Bab V . Kementerian Negara.

Pasal 17.

Liliatlah diatas.

Bab V I.

Pemerintahan Daerah.

Pasal 18.

I. O leh karena Negara Indonesia itu suatu "cenheidsstaat” , m aka Indonesia ta’ akan m em punjai daerah didalam lin gk u n gan n ja ja n g bersifat ’ ’ Staat” djuga.

Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah prop in si, dan daerah

p r o p i n s i akan dibagi pula dalam daerah ja n g le b ih k e tjil.

Daerah-daerah itu bersifat au ton oom (streek — dan loca le rechtsgem eenscliappen) atau bersifat daerah adm inistrasi belaka, semuanja m enurut aturan ja n g akan ditetapkan dengan undang-

undang.

D idaerah-daerah jan g bersifat autonoom akan diadakan badan perwakilan daerah oleh karena didaerali pun pem erintahan akan bersendi atas dasar perm usjawaratan.

I I . Dalam territoir Negara Indonesia terdapat dz 250 „Z e lfb e s- turende landschappen” dan V olksgem eenschappen, seperti desa di D jaw a dan B ali, negeri di M inangkabau dusun dan m arga di

Pa-79

lembang (lan sebagainja. Daerali-daerali itu mcmpuxijai susunan asli, dan oleh karenanja dapat dianggap sebagai daerah jang bersifat

istimewa.

Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan daerah- daerah islimewa tersebut dan segala peraturan negara jang menge­

nai daerah itu akan mengingati liak-liak asal-usul daerah tersebut.

Bab

vn.

Dewan Perwakilan Rakjat.

Pasal-pasal: 19, 20, 21 dan 23.

Lihatlah diatas halaman ...

Dewan ini liarus memberi persetudjuannja kepada tiap-tiap ran­

tjangan undang-undang dari Pemerintah. Pun Dewan mempunjai hak initiatif untuk menetapkan undang-undang.

H I. Dewan ini mempunjai djuga hak begrooting pasal 23.

Dengan ini. Dewan Perwakilan Rakjat mengontrol Pemerintah.

Harus diperingati pula bahwa semua anggauta Dewan ini merang- kap mendjadi anggauta Madjelis Permusjawaratan Rakjat.

Pasal 22.

Pasal ini mengenai „noodverordeningsrecht” Presiden. Aturan sebagai ini memang perlu diadakan agar supaja keselamatan Negara dapat didjam in oleh Pemerintah dalam keadaan jang gentin*, jang memaksa Pemerintah untuk bertindak lekas dan tepat. Meskipun demikian, Pemerintah tidak akan terlepas dari Pengawasan Dewan Perwakilan Rakjat. Oleh karena itu peraturan Pemerintah dalam pasal ini, jang kekuatannja sama dengan undang-undang harus disjalikan pula oleh Dewan Perwakilan Rakjat. ^

Bab VIII.

Hal Keuangan.

Pasal 23.

Ajat: 1, 2, 3, 4.

Ajat 1 menmal hak Begrooting Dewan Perwakilau Kakjat Tjara menetapkan anggaran pendapatan dan belandja adalal.

suatu nknran bagi sifat pemerintahan negara. Dalam negara jang

berdasar fascisme, anggaran ilu ditetapkan semata-mata oleli Peme­

rintah. Tetapi dalam negara demokrasi atau dalam negara jang berdasarkan kedaulatan rakjat, seperli Republik Indonesia, ang­

garan pendapatan dan belandja itu ditetapkan dengan undang- undang. Artinja dengan persetudjuan Dewan Perwakilan Rakjat.

Betapa tjaranja Rakjal - sebagai bangsa — akan hidup dan dari inana didapatnja belandja buat hidup, harus ditetapkan oleh Rakjat itu sendiri, dengan perantaraan Dewan Perwakilannja.

R a k ja t m en en tu kan n a sib n ja sen d iri, k aren a itu d ju g a tja ra h id u p - n ja .

Pasal 23 menjatakan, haliwa dalam hal menetapkan pendapatan dan belandja, kedudukan Dewan Perwakilan Rakjat lebih kuat dari pada kedudukan Pemerintah. Ini tanda kedaulatan Rakjat.

Oleh karena pen etapau b e la n d ja m en gen ai h ak Rakjat untuk inenenlukan n asibnja sen diri, m aka segala lin d a k a n ja n g m en ein pat- k an b e b a n kepada R a k ja t, sebagai p a d ja k dan la in -la in n ja , h arus d iteta p k an dengan u n d an g-u n d an g, ja itu dengan p ersetu d ju a n D ew an P erw a k ila n R a k ja t.

Djuga tentang hal matjam dau liarga mala uang ditetapkan dengan undang-undang. Ini penting karena kedudukan uang itu besar pengaruhnja atas masjarakat. Uang terutama ialah alat petm- kar dan pengukur harga. Sebagai alat ponukar untuk memudalikan pertukaran — djual-beli dalam masjarakat. Berhubung dengan itu perlu ada matjam dan rupa uang jang diperlukan oleh Rakjal sebagai pengukur harga untuk dasar menetapkan harga masing- masing barang jang dipertukarkan. Barang jang mendjadi pengukur harga itu, mestilah tetap liarganja djangan naik-turun karena keada­

an uang jang tidak teratur. Oleh karena itu keadaan uang itu harus ditetapkan dengan undang-undang.

Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia jang akan inengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas, ditetapkan dengan undang-undang.

Ajat 5.

. Tjara Pemerintah mempergunakan uang belandja jang sudah disetudjui oleh Dewan Perwakilan Rakjal harus sepndan* dengan

keputusan tersebut. Untuk memeriksa tanggung cljawab Pemerintah itu perlu ada suatu badan jang terlepas dari pengaruh dan kekuasa­

an Pemerintah. Suatu badan jang tunduk kepada Pemerintah tidak dapat melakukan kewadjiban jang seberal itu. Sebaliknja badan itu bukanlali pula badan jang berdiri diatas Pem eriniah.

Sebab itu kekuasaan dan kewadjiban badan itu ditetapkan dengan undang-undang.

Bab IX .

Kekuasaan Kehakiman.

Pasal 24 dan 25.

Kekuasaan Kehakiman ialah kekuasaan jan g m erdeka artinja terlepas dari pengaruh kekuasaan Pem erintah. B erhubung dengan itu harus diadakan djaininan dalam undang-undang tentang kedu- dukannja para hakim.

Bab X . Warga Negara.

Pasal 26.

Ajat 1.

Oiang-orang bangsa lain, misalnja orang peranakan Beianda, peranakan Tionghoa dan peranakan A rab, jan g bertem pat tinggal di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanali airnja dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia, dapat m en djadi warga negara.

Ajat 2.

Tel ah djelas.

Pasal 27, 30, 31 ajat 1.

1 asal-pasal ini mengenai hak-haknja warga negara.

Pasal 28, 29 ajat 1, 34.

J asal-pasal ini mengenai kedudukan pcnduduk.

1 asal-pasal, baik jang hanja mengenai warga negara m aupun jang mengenai seluruh peiulmluk memuat hasrat bangsa Indonesia untuk

lnem bangunkan negara jan g bersifat dem okratis dan ja n g hen dak m enjelenggarakan keadilan sosial dan peri-kem am isiaan.

Bab X I.

Agama.

Pasal 29 ajat 1.

A ja t ini m enjatakan kepertjajaan bangsa Indonesia terkadap T u h an Jang Maha Esa.

Bab X D .

Dalam dokumen SEKALI LAGI RES PUBLICA! (Halaman 81-86)

Dokumen terkait