• Tidak ada hasil yang ditemukan

V . Bendera dan Bahasa

Dalam dokumen SEKALI LAGI RES PUBLICA! (Halaman 87-95)

Pasal 35.

Telah djelas.

Pasal 36.

Telah djelas.

Didaerah-daerah jang mempunjai bahasa sendiri, jang dipelihara oleh rakjatnja dengan baik-baik (mitsalnja bahasa D jlw a , Sunda, Madura, dsb. 1 baliasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara djuga oleh negara.

Baliasa-bahasa ilupuu merupakan sebagian dari kebudajaai, Indonesia jang hidup.

Bab X V I.

Perubahan Undang-undang Dasar.

Pasal 37.

T e la h d jelas.

PIAG AM D JA K A R TA .

Bahwa sesu u ggu im ja kemerdekaan itu jalali hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia liarus dihapus- kan, karena itu sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjuaugan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sam- pailah kepada saat jang berbaliagia dengan selamat sentausa meng- antarkan Rakjat Indonesia kedepan pintu-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Ralnnat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan di- dorongkan oleh keinginan-luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemer- dekaannja.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan selunih tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kese­

djahteraan umum, mentjerdaskan keliidupan Bangsa dan ikut m e­

laksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, per- damaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indo­

nesia, jang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indo­

nesia jang berkedaulatan Rakjat, dengan berdasar kepada: ke- Tuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’ at Islam bagi pemeluk-pemeluknja; menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat-kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.

Djakarta, 22-6-2605.

Ir. SOEKARNO. H. A. SALIM.

Drs. MOHAMMAD 11ATTA. Mr. ACHMAD SUBARDJO.

Mr. A. A. MARAMIS. WACHID HASJIM.

ABIKUSNO TJOKROSUJOSO. Mr. MUHAMMAD YAM IN

ABDULKAHAR MUZAKIR.

Lampiran If.

Lampiran III:

RANTJANGAN

P I A G A M TENTANG

PENETAPAN DAN PENGU3VIUMAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 SEBAGAI UNDANG-UNDANG D A SA R !

REPUBLIK INDONESIA.

K A M I . PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAH REPU BLIK IN DON ESIA DAN KONSTITUANTE REPU BLIK IN D O N ESIA

dalam sidang pada liari ... tanggal 1959 ntitiik upatjara keluhuran di Gedung Konstituante dikota Bandung

M ENJATAKAN DENGAN C H ID M A T :

Bahwa Presiden Republik Indonesia dalam pembukaan sidang pleno Konstituante pada tanggal 22 A pril 1959 telah memberikan Amanat jang berkepala ” R es Publica, sekali la<n Res P ublica"

dan jang berisikan andjuran Pemerintah untuk „K em bali kepada Undang-undang Dasar 1945” ;

Bahwa Konstituante telah memusjawarahkan Amanat Preside., tersebut bersama-sama dengan Pemerintah selama masa sidang pleno Konstituante dari tanggal 22 April 1959 sam pai/dengan tangp.1 ... ... . xvov*

Bahwa untuk mendjundjung tinggi keluhuran P r o k l a m a s i K e­

merdekaan Indonesia, demi persatuan Bangsa I n d o n e s ia , untuk m em perkokoh seluruh p„ tensi d a n »untuk m enjelesaikaU Revolusi Nasional kita pada tingkatan sekarang Undang-undanf Dasar 1945 merupakan landasan ja n g k llat flan kgo k o h .

%

Bahwa diakui adanja „Piagam Djakarta” tanggal 22 D juni 1945, jang ditandatangani oleh Soekarno, Moh. Hatta, A. A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, A. K. Muzakir, Agus Salim, A. Subardjo, W ahid Hasjim dan Midi. Yamin sebagai „dokum en historis” , dan jang mendjiwai penjusunan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, jang mendjadi bagian daripada Konstitusi Proklamasi tersebut.

Bahwa dengan memperhatikan ketentuan dalam pasal 134 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 Konsti- tuante bersama-sama dengan Pemerintah telah menetapkan Un­

dang-undang Dasar 1945 sebagai Undang-undang Dasar Republik Indonesia untuk menggantikan Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950;

Bahwa Konstituante bersama-sama dengan Pemerintah telah menetapkan pula ketentuan-ketentuan lain sebagai berikut:

1. Segala badan negara dan peraturan jang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan jang baru menurut Undang- . undang Dasar;

2. Presiden' Republik Indonesia mengatur dan menjelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada Pemerintah Republik Indo­

nesia jang dibentuk selekas-lekasnja menurut Undang-undang Dasar;

3. Sebelum Madjelis Permusjawaratan Rakjat, Dewan Perwakilan Rakjat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-undang Dasar, kekuasaan didjalankan oleh Presiden dengan bantuan Menteri-Menteri, jang diangkat selekas-lekas­

nja menurut Undang-undang Dasar, beserta Dewan Perwakilan Rakjat jang ada pada waktu ini, dengan memperhatikan keten­

tuan-ketentuan dalam Undang-undang Dasar mengenai Dewan Perwakilan Rakjat;

4. Segala keputusan Sidang Pleno Konstituante dan Panitia Per­

siapan Konstitusi jang telah tertjapai sampai sekarang, seba­

gaimana dilampirkan pada Piagam ini, diseralikan kepada Pemerintah, untuk dipergunakan sebagai bahan dalam usaha penjempurnaan Undang-undang Dasar dimasa jang akan datang oleli Madjelis Permusjawaratan Rakjat dan/atau dipergunakan

oleh Pemerintah sebagai bahan dalam usaha membentuk pel- bagai undang-undang (organik) bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat;

5. Pemerintah segera membentuk suatu Panitia Negara untuk menindjau segala peraturan-peraturan hukum jang berlaku sam- pai sekarang dan badan-badan kenegaraan jang ada sampai sekarang guna disesuaikan dengan Undang-undang Dasar ini.

Bahwa Undang-undang Dasar Republik Indonesia tersebut dengan ini disampaikan kepada Presiden untuk disahkan oleh Pemerintah;

Bahwa selandjutnja Pemerintah dengan ini mengesahkan Undang- undang Dasar Republik Indonesia tersebut;

Bahwa achirnja Pemerintah dengan ini mengumumkan dengan keluhuran Undang-undang Dasar Republik Indonesia.

Maka dengan rachmat Tuhan Jang Maha Esa berlakulah terhilung mulai liari ... ... tan ^ al ...

Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Piagam ini ditandatangani di Kota Bandung pada liari ...

tanggal ... 1959 atas nama Bangsa Indonesia oleh:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

PERDANA MENTERI, — M ENTERI PERTA- H AN AN,

W A K IL PER D A N A M ENTERI I, W A K IL PERDAN A M ENTERI II, W AK IL PER DA N A M ENTERI III, MENTERI LUAR NEGERI, MENTERI D A L A M NEGERI, M ENTERI K EH AK IM AN , MENTERI PEN ERANG AN, MENTERI KEUANGAN,

M ENTERI PERINDUSTRIAN,

M E N T E R I P E R T A N IA N , M E N T E R I P E R H U B U N G A N , M E N T E R I P E L A J A R A N ,

M E N T E R I P E K E R D J A A N U M U M D A N T E N A G A ,

M E N T E R I A G R A R IA , M E N T E R I SO SIAL,

M E N T E R I P E R B U R U H A N ,

M E N T E R I P E N D ID IK A N , P E N G A D J A R A N D A N K E B U D A J A A N ,

M E N T E R I K E S E H A T A N , M E N T E R I A G A M A ,

M E N T E R I U R U S A N V E T E R A N ,

M E N T E R I N E G A R A U R U S A N S T A B ILISA SI E K O N O M I,

M E N T E R I N E G A R A U R U S A N K E R D J A S A M A SIP IL /M IL IT E R ,

M E N T E R I N E G A R A U R U S A N T R A N S M IG R A S I, M E N T E R I N E G A R A ,

M E N T E R I N E G A R A , K E T U A K O N S T IT U A N T E ,

W A K IL K E T U A I K O N S T IT U A N T E , W A K IL K E T U A II K O N S T IT U A N T E , W A K IL K E T U A III K O N S T IT U A N T E , W A K IL K E T U A IV K O N S T IT U A N T E , A N G G O T A K O N S T IT U A N T E , dst.

Peminjam No.Agt Tanggal Parai

N o.

992.'7 3 508

c * o

P E N G A R A N G & N A M A BUKU B o s F u b l i k ’

Pem injam N o.

Agt. Tanggal Paraf

Perpustakaan Ul

01-10-07029709

Apt o ta u k koftdjun* p

Dalam dokumen SEKALI LAGI RES PUBLICA! (Halaman 87-95)

Dokumen terkait