• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Bantuan keuangan provinsi terhadap IPM melalui Belanja daerah

5.4.1 Dana perimbangan, Pendapatan asli daerah dan Bantuan keuangan

provinsi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap Belanja

daerah.

Berdasarkan data yang ada pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan Dana perimbangan, Pendapatan asli daerah dan Bantuan keuangan provinsi berpengaruh signifikan terhadap Belanja daerah. Secara

parsial Dana perimbangan berpengaruh positif terhadap Belanja daerah namun tidak signifikan sedangkan Pendapatan asli daerah dan Bantuan keuangan provinsi berpengaruh positif signifikan terhadap belanja daerah.

5.4.1.1Pengaruh Dana perimbangan terhadap Belanja daerah

Pada hasil uji t diketahui nilai koefisien regresi variabel Dana perimbangan bernilai positif yaitu 0,125. Hal ini berarti peningkatan Dana perimbangan akan menaikkan Belanja daerah. Selanjutnya diperoleh juga tingkat signifikansi sebesar 0,076 > 0,05 yang berarti bahwa Dana perimbangan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Belanja daerah. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini variabel Dana perimbangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Belanja daerah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Bradford dan Oater (1971), Prakosa (2004) dalam Masdjojo dan Sukartono (2009) menyatakan bahwa stimulus terhadap pengeluaran daerah yang ditimbulkan oleh transfer Dana perimbangan atau grant sering lebih besar dibandingkan dengan stimulus dari pendapatan (pajak) daerah sendiri.

Merujuk kepada UU 33/2004 maka Dana perimbangan merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) yang dialokasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendanai kebutuhan darah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana perimbangan terdiri dari tiga yaitu dana bagi hasil yaitu pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber daya nasional yang berada didaerah tersebut berupa pajak dan sumber daya alam, dana alokasi umum yang bersifat block grant yang artinya penggunaan dana diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah untuk peningkatan pelayanan kepada

79

masyarakat sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera dan yang terakhir yaitu dana alokasi khusus, menurut PP 55/2005 menyatakan bahwa dana alokasi khusus digunakan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional, sesuai dengan fungsi sebagai perwujudan tugas pemerintah dibidang tertentu khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat. Berdasarkan dari uraian UU No 33/2004 diatas maka dapat dilihat bahwa dana perimbangan merupakan salah satu unsur pendapatan bagi pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dari daerah tersebut.

Lebih lanjut menurut Permendagri 13/2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dinyatakan bahwa belanja daerah digunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan (Sarumaha, 2015).

Maka berdasarkan Undang-undang diatas dapat dilihat hubungan antara dana perimbangan yang merupakan salah satu sumber pendapatan dari pemerintah daerah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat suatu daerah dimana penyaluran dari pendapatan tersebut melalui belanja daerah yang merupakan pengeluaran pemerintah. Namun karena dana perimbangan diberikan oleh pemerintah pusat berdasarkan dari sumber-sumber daya nasional yang berada didaerah tersebut berupa pajak dan sumber daya alam maka besar kecil penyaluran dana dari pemerintah pusat tergantung dari sumber daya nasional

yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Pada penelitian ini Dana perimbangan berpengaruh positif karena secara perundangan-undangan memang Dana perimbangan merupakan sumber pendapatan dari pemerintah daerah yang berpengaruh terhadap belanja, tidak signifikan karena nilai pendapatannya berasal dari sumber-sumber daya nasional daerah itu sendiri yang tidak semuanya disalurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah tergantung dari besar kecilnya sumber daya nasional daerah tersebut dan sumber daya alamnya.

5.4.1.2 Pengaruh Pendapatan asli daerah terhadap Belanja daerah

Pada hasil uji t diketahui nilai koefisien regresi variabel Pendapatan asli daerah bernilai positif yaitu 2,3. Hal ini berarti peningkatan Pendapatan asli daerah akan menaikkan Belanja daaerah. Selanjutnya diperoleh juga tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Pendapatan asli daerah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja daerah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini variabel Pendapatan asli daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja daerah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Prakosa (2004) dalam Masdjojo dan Sukartono (2009) melakukan studi tentang pengaruh pendapatan daerah (local own resources revenue) terhadap pengeluaran daerah mengemukakan hipotesis bahwa pendapatan daerah (terutama pajak) akan mempengaruhi anggaran belanja pemerintah daerah. Sebagai konsekuensi pelaksanaan otonomi daerah adalah pemerintah daerah dituntut untuk bisa menyelenggarakan pemerintahaannya termasuk dalam pemenuhan kebutuhan daerah tersebut. Salah satu pendapatan yang diharapkan mampu untuk pemenuhan kebutuhan daerah adalah pendapatan asli daerah.

81

Pendapatan asli daerah merupakan tolak ukur bagi daerah dalam menyelenggarakan dan mengwujudkan otonomi daerah. Semakin besar Pendapatan asli daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maka akan semakin kecil tingkat ketergantungan daerah terhadap pusat. Pendapatan asli daerah pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada daerah sehingga semakin semakin besar pendapatan asli daerah dari suatu daerah maka akan semakin besar daerah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Pada penelitian ini menunjukkan Pendapatan asli daerah kabupaten/kota provinsi Sumatera Utara yang semakin meningkat dari tahun ke tahun sehingga Belanja daerah juga semakin meningkat. Dapat dilihat bahwa hubungan antara Pendapatan asli daerah dan Belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan karena dalam hal ini pengeluaran pemerintah daerah akan disesuaikan dengan perubahan penerimaan pemerintah daerah.

5.4.1.3 Pengaruh Bantuan keuangan provinsi terhadap Belanja daerah

Pada hasil uji t diketahui nilai koefisien regresi variabel Bantuan keuangan provinsi bernilai positif yaitu 2,042. Hal ini berarti peningkatan Bantuan keuangan provinsi akan menaikkan Belanja daaerah. Selanjutnya diperoleh juga tingkat signifikansi sebesar 0,031 < 0,05 yang berarti bahwa Bantuan keuangan provinsi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Belanja daerah. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini variabel Bantuan keuangan provinsi berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja daerah.

Bantuan keuangan provinsi diberikan untuk mengecilkan kesenjangan antara kabupaten/kota yang satu dengan yang lain sehingga terjadi pemerataan

pembangunan di setiap kabupaten/kota. Bantuan keuangan provinsi diberikan kepada suatu kabupaten/kota tergantung dari kebutuhan daerah tersebut. Bagi kabupaten/kota Bantuan keuangan keuangan provinsi merupakan salah satu sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat kabupaten/kota tersebut.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Holtz-Eakin et al (1985), Prakosa (2004) dalam Masdjojo dan Sukartono (2009) menyatakan bahwa terdapat keterkaitan sangat erat antara transfer dari pemerintah dengan Belanja Daerah. Bantuan keuangan provinsi yang merupakan transfer dari pemerintah provinsi berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja daerah.

Dokumen terkait