BAB IV HASIL PENELITIAN
4.2 Prefiks dalam Bahasa Batak Toba
4.3.1 Dari Segi Bentuk
4.3.1.1 Prefiks yang dapat melekat pada kata dasar yang berfonem awal vokal dan konsonan.
No. Bahasa Indonesia Bahasa Batak Toba
1. 2. 3. 4. Prefiks /meN-/ Contoh : mengulang mengecat Prefiks /ber-/ Contoh : belajar berzakat Prefiks /di-/ Contoh : diambil dipasang Prefiks /ter-/ Contoh : teringat Prefiks /maN-/ Contoh: mangalap ‘menjemput’ manjama ‘memegang’ Prefiks /mar-/ Contoh : marende ‘bernyanyi’ marlojong ‘berlari' Prefiks /di-/ Contoh : diula ‘dikerjakan’ diharat ‘digigit’ Prefiks /tar-/ Contoh : taralo ‘terlawan’
5. 6. 7. 8. 9. 10. terekam Prefiks /peN-/ Contoh : pengasuh pensuplai Sufiks /-kan/ Contoh : tuliskan sapukan Prefiks /per-/ Contoh : perindah pernyaring Prefiks /se-/ Contoh : seumur sesampainya Prefiks /ke-/ Contoh : keenam kesebelas Prefiks /maha-/ Contoh : mahaagung tarpodom ‘tertidur’ Prefiks /paN-/ Contoh : pangalang ‘pemakan’ pangarambas ‘pembabat’ Prefiks /pa-/ Contoh : paias ‘bersihkan’ patigor ‘luruskan’ Prefiks /par-/ Contoh :
paronan ‘orang pasar’ parmeam ‘pemain’ Prefiks /sa-/ Contoh : saamang ‘sebapak’ sahalak ‘seorang’ Konfiks /pa-on/ Contoh : paopaton ‘keempat’ papituon ‘ketujuh’
11. 12. 13. mahasiswa Prefiks /para-/ Contoh : paraalumni paradosen Konfiks /ke-an/ Contoh : keindahan kemalangan Prefiks /um-/ Contoh :
umoto ‘lebih bodoh’ umposo ‘lebih muda’
Prefiks /ha-/ Contoh :
haooto ‘kebodohan’ hatutubu ‘kelahiran’
Prefiks /pa-/ dalam bahasa Batak Toba sama artinya dengan sufiks /-kan/ dalam bahasa Indonesia, prefiks /ha-/ dalam bahasa Batak Toba sama dengan konfiks /ke-an/ dalam bahasa Indonesia, dan Prefiks /ke-/ dalam bahasa Indonesia sama dengan konfiks /pa-on/ dalam bahasa Batak Toba.
4.3.1.2 Prefiks yang mengalami perubahan bentuk bila melekat pada kata dasar.
Bahasa Indonesia
1. Prefiks /meN-/ mempunyai enam alomorf, yaitu :
a. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /mem-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /b, f, p/, dalam hal ini fonem /p/ luluh.
memfitnah memilih
b. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /men-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /d, s, t/. Fonem /t/ luluh sedangkan fonem /s/ hanya berlaku pada bentuk dasar yang berasal dari bahasa asing.
Contoh : mendarat mensuplai
c. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /meny-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /s/, dalam hal ini fonem /s/ luluh.
Contoh : menyewa menyita
d. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /meng-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /g, h, k, x/ dan vokal, dalam hal ini fonem /k/ luluh. Contoh :
menggusur mengulang
e. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /me-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /l, r, w, y, N/.
Contoh : mewariskan menyala
f. Prefiks /meN-/ berubah menjadi /menge-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang bersuku kata tunggal.
Contoh : mengetes mengepak
2. Prefiks /ber-/ mempunyai tiga alomorf, yaitu :
a. Prefiks /ber-/ berubah menjadi /be-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /r/, dan beberapa bentuk dasar yang suku pertamanya berakhiran dengan /ər/.
Contoh : berakit beserta
b. Prefiks /ber-/ berubah menjadi /bel-/ bila diikuti kata dasar ajar. Contoh :
belajar
c. Prefiks /ber-/ tidak mengalami perubahan bentuk kecuali melekat pada bentuk dasar yang berfonem awal /r/, tidak berakhir dengan fonem /ər/,
dan bukan kata dasar ajar. Contoh :
bersyukur berzakat
3. Prefiks /ter-/ mempunyai dua alomorf, yaitu :
a. Prefiks /ter-/ berubah menjadi /te-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /r/, dan suku pertamanya berakhir dengan /ər/.
Contoh : terekam terpercik
b. Prefiks /ter-/ tetap menjadi /ter-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang tidak berfonem awal /r/, dan suku pertamanya tidak berakhir dengan /ər/.
Contoh : terdapat terlihat
4. Prefiks /peN-/ mempunyai enam alomorf, yaitu :
a. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /pem-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /b, f, p/, dalam hal ini fonem /p/ luluh.
Contoh : pembantu pemfitnah
b. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /pen-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /d, s, t/. Fonem /t/ luluh sedangkan fonem /s/ hanya berlaku pada bentuk dasar yang berasal dari bahasa asing.
Contoh : pendengar pensuplai
c. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /peny-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /s/, dalam hal ini fonem /s/ luluh.
Contoh : penyelam
penyalin
d. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /peng-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /g, h, k, x/ dan vokal, dalam hal ini fonem /k/ luluh.
Contoh : penguras pengasuh
e. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /pe-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /l, r, w, y, N/.
Contoh : pewawancara pengiang
f. Prefiks /peN-/ berubah menjadi /penge-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang bersuku kata tunggal.
Contoh : pengebom pengecat
5. Prefiks /per-/ mempunyai tiga alomorf, yaitu ;
a. Prefiks /per-/ berubah menjadi /pe-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /r/.
Contoh : peruncing peracun
b. Prefiks /per-/ berubah menjadi /pel-/ bila diikuti oleh kata dasar ajar. Contoh :
pelajar
c. Prefiks /per-/ tetap menjadi /per-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang tidak berfonem awal /r/ dan bukan kata dasar ajar.
Contoh : perkaya pernyaring
Bahasa Batak Toba
1. Prefiks /maN-/ mempunyai empat alomorf, yaitu :
a. Prefiks /maN-/ berubah menjadi /mam-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /b, p/, dalam hal ini fonem /p/ luluh.
Contoh :
mambege ‘mendengar’ mameop ‘menyimpan’
b. Prefiks /maN-/ berubah menjadi /man-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /d, j, s, t/. Fonem /s, t/ luluh.
Contoh :
manjama ‘memegang’ manipak ‘menyepak’
c. Prefiks /maN-/ berubah menjadi /mang-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /g, h, dan vokal/.
Contoh :
mangondam ‘mengancam’ manggarar ‘membayar’
d. Prefiks /maN-/ berubah menjadi /manga-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /l, r/.
Contoh :
mangalehon ‘memberi’ mangarambas ‘membabat’
2. Prefiks /paN-/ mempunyai lima alomorf, yaitu :
a. Prefiks /paN-/ berubah menjadi /pam-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /b, p/. Dalam hal ini fonem /p/ luluh.
Contoh :
pambola ‘pembelah’ pamoro ‘pemeras’
b. Prefiks /paN-/ berubah menjadi /pan-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /d, j, s, t/. Fonem /s, t/ luluh.
Contoh :
pandilat ‘penjilat’ panangko ‘pencuri’
c. Prefiks /paN-/ berubah menjadi /pang-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /g, h/ dan vokal.
Contoh :
panganju ‘pembujuk’ panghapit ‘penjepit’
d. Prefiks /paN-/ berubah menjadi /panga-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal /l, r/.
pangaloppa ‘pemasak’ pangarambat ‘pembabat’
e. Prefiks /paN-/ berubah menjadi /pa-/ bila diikuti oleh bentuk dasar yang berfonem awal sengau atau nasal seperti /m, n, ng/. Fonem /N/ luluh. Contoh :
pamate ‘matikan’ pangolu ‘hidupkan’
4.3.1.3 Prefiks yang tidak mengalami perubahan bentuk bila melekat dengan bentuk dasar.
No. Bahasa Indonesia Bahasa Batak Toba
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Prefiks /di-/ Prefiks /pe-/ Prefiks /se-/ Prefiks /ke-/ Prefiks /maha-/ Prefiks /para-/ Prefiks /mar-/ Prefiks /di-/ Prefiks /tar-/ Prefiks /pa-/ Prefiks /par-/ Prefiks /sa-/ Prefiks /um-/ Prefiks /ha-/
Dari segi bentuknya, jelas kelihatan bahwa prefiks bahasa Indonesia dengan bahasa Batak Toba ada kekontrasan, karena sebagian prefiks dalam bahasa Indonesia dapat melekat pada kata dasar yang berfonem awal vokal dan konsonan. Pada bahasa Indonesia prefiks-prefiks yang mengalami perubahan bentuk ada lima prefiks dan yang tidak mengalami perubahan ada enam prefiks. Pada bahasa Batak Toba ada dua prefiks yang mengalami perubahan bentuk dan delapan prefiks yang tidak mengalami perubahan bentuk.