DINAMIKA ORGANISASI
A. Dasar – Dasar Prilaku Kelompok
1. Definisi kelompok dan klasifikasi kelompok
Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.1
Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apa yang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.2
Klasifikasi kelompok ada 2 (dua) yaitu : a. Kelompok Formal
Pengertian Kelompok Formal adalah kelompok yang sengaja dibentuk dengan keputusan manajer melalui suatu bagan organisasi untuk menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien.
Kelompok formal ini terdiri dari :
1(Sumber:http://soniacinantyapsikologi.blogspot.com/2010/10/pengertia n-kelompok-menurut-para-tokoh.html)
2(sumber:http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi- kelompok.html)
1) Kelompok Komando, yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi. Kelompok ini terdiri dari bawahan yang melapor dan bertanggung jawab secara langsung kepada pimpinan tertentu.
2) Kelompok Tugas, adalah kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Contohnya : Mahasiswa di perguruan tinggi, dalam setiap perkuliahan biasanya memiliki kelompok untuk menyelesaikan tugas tertentu dari dosen.
b. Kelompok Informal
Pengertian Kelompok Informal adalah suatu kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui strutur organisasi, akan tetapi muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial.
Kelompok informal dibedakan menjadi :
1) Kelompok persahabatan, yang terbentuk karena adanya kesamaan-kesamaan mengenai sesuatu mengenai sesuatu hal, seperti hobi, status perkawinan, jenis kelamin, latar belakang, pandangan politik dan lain sebagainya. Contohnya : orang-orang yang memiliki hobi yang sama, mereka bergabung membentuk kelompok persahabatan.
2) Kelompok kepentingan, ialah kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama. Sasaran jenis ini tidak berkaitan dengan tujuan organisasi, akan tetapi semata-mata untuk mencapai kepentingan kelompok itu sendiri.
2. Tahap – Tahap Pengembangan Kelompok
Model Pengembangan Kelompok lima tahap menurut Bruce Tackman (1965). : a. Tahap pertama ( forming ) pembentukan, dicirikan oleh banyak
sekali ketidakpastian mengenai maksud, struktur, kepemimpinan kelompok. Para anggota mengujicoba untuk menentukan tipe-tipe
perilaku apakah yang dapat diterima baik. Tahap ini selesai ketika para anggota mulai berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai bagian dari suatu kelompok. Dalam forming ini lebih sering di kenal dengan istilah kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling
mengenal dan belum saling percaya.
b.Tahap kedua,(storming) keributan adalah tahap konflik dalam kelompok. Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
c. Tahap ketiga, (norming) penormaan adalah pengembangan kelompok dicirikan dengan penutupan hubungan dan kekhesifan (kesalingtarikan), serta ada rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan (comaraderie). Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggotauntukkelompok. Tahap ini selesai bila kelompok telah kokoh dan kelompok itu telah menyerap perangkat harapan bersama dari apa yang menetapkan perilaku anggota yang benar.
d. Tahap keempat, (performing) Pelaksanaan adalah ketika kelompok sepenuhnya telah fungsional dan diterima baik. Performing Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi
eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
e. Tahap kelima/terakhir, (adjourning) penundaan adalah kelompok mempersiapkan pembubaran. Kinerja tugas tinggi tidak lagi merupakan prioritas puncak kelompok itu. Tetapi, perhatian lebih diarahkan ke penyelesaian aktivitas. Adjourning dan Transforming Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri.
Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.3
3. Pengambilan Keputusan Kelompok
A. Tujuan pengambilan keputusan dalam kelompok adalah untuk mengambil suatu keputusan dengan pertimbangan yang matang agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh anggota kelompok.
Pengambilan keputusan dalam kelompok menunjukkan bahwa telah adanya kesepakatan antar anggota kelompok mengenai bagaimana cara untuk bisa mencapai tujuan anggota kelompok. Ada 5 syarat keputusan kelompok yang efektif, yaitu:
a). Sumber daya yang ada harus dimanfaatkan sepenuhnya.
b). Penggunaan waktu yang efisien.
c). Keputusan yang tepat dan berkualitas.
d). Keputusan dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok.
e). Adanya peningkatan, atau paling tidak, tidak ada penurunan kemampuan kelompok dalam hal pemecahan masalah.
Sebuah keputusan dapat dikatakan efektif bila kelima syarat tersebut dapat dipenuhi.
B. Pengolahan Informasi
Di dalam kelompok, segala informasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan akan diproses lebih teliti sehingga akan
3https://brainly.co.id/tugas/617941
menghasilkan suatu keputusan yang efektif. Adapun langkah-langkah dalam pengambilan keputusan dalam kelompok adalah sebagai berikut:
a) Tahap orientasi, dalam tahap ini kelompok mengidentifikasi masalah yang harus dipecahkan, pilihan yang harus dibuat, atau konflik yang membutuhkan penyelesaian.
b). Tahap diskusi, dalam tahap ini kelompok mengumpulkan informasi tentang situasi dan jika keputusan harus dibuat, maka mereka akan mengidentifikasi dan mempertimbangkan pilihan.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi efektifitas kinerja anggota kelompok:
Berbagi Informasi: aktif berbicara, bersedia untuk membahas, kebebasan berargumen, mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaan.
Perencanaan: merumuskan tindakan yang akan mengarah pada tujuan tertentu.
Evaluasi Kritis: kritis mengevaluasi setiap ide atau karya orang lain.
Komunikasi Positif: memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditampilkan oleh anggota atau kinerja kelompok.
Komitmen ke Grup: kelekatan pada kelompok, ingin melakukan hal-hal bersama dengan kelompok, dan cenderung memastikan semua anggota mendapatkan sesuatu hal yang sama.
Tugas pemantauan: menilai kinerja dan juga sampel datanya bahwa kelompok akan berusaha mencapai tujuannya.
Kerjasama: perilaku saling membantu kinerja anggota kelompoknya atau memberikan kontribusi untuk kemudahan anggota kelompoknya mengkoordinasikan upaya mereka.
c). Tahap pengambilan keputusan, dalam tahap ini kelompok melakukan seleksi terhadap berbagai pilihan alternatif yang ada dan membuat solusi pemecahannya. Berikut ini adalah beberapa cara dalam pengambilan keputusan:
Mendelegasikan Keputusan: seorang individu dalam kelompok membuat keputusan untuk seluruh anggota kelompoknya dengan atau tanpa masukan dari anggota lainnya.
Rata-rata Masukan Individu: kelompok membuat keputusan secara individual terlebih dahulu (baik sebelum atau setelah diskusi kelompok), kemudian keputusan-keputusan tersebut diolah untuk menghasilkan suatu kesimpulan secara keseluruhan.
Voting: mengambil keputusan dengan cara menyediakan alternatif-alternatif pemecahan masalah, masing-masing anggota harus memilih 1 alternatif saja, kemudian dilakukan penghitungan jumlah orang yang memilih tiap-tiap alternatif tersebut.
Konsensus: kelompok membahas masalah sampai mencapai kesepakatan yang bulat tanpa voting. Konsensus mengarah pada tingkat komitmen yang tinggi. Konsensus tidak bisa digunakan untuk pemecahan setiap masalah karena dalam penggunaannya harus membutuhkan banyak waktu.
d). Tahap Implementasi, dalam tahap ini kelompok harus melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama oleh para anggota kelompok. jadi, kputusan apa yg udah disepakati
oleh anggota kelompok itu harus dilaksanakan oleh smua anggota kelompoknya.4
DAFTAR PUSTAKA
1. http://soniacinantyapsikologi.blogspot.com/2010/10/pengertian-kelompok-menurut-para-tokoh.html
2. http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi- kelompok.html 3. https://brainly.co.id/tugas/617941
4. http://onlyineconomic.blogspot.co.id/2010/01/tahap-tahap-pengembangan kelompok.html
4 http://onlyineconomic.blogspot.co.id/2010/01/tahap-tahap-pengembangan kelompok.html
C. Pertanyaan – Pertanyaan Soal PG (Pilihan Ganda)
1. Kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relative mudah. Devinisi tersebut dikemukakan oleh…
a. Hersey b. Kelley c. De vito d. Homans
2. Berikut ini adalah tujuan mempelajari perilaku organisasi, kecuali……
a. Mengendalikan perilaku manusia dalam kehidupan organisasi b. Menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia dalam organisasi c. Menetapkan manusia sebagai objek dalam kehidupan
organisasi
d. Memahami perilaku manusia agar tercipta efektifitas organisasi 3. Dalam mempelajari perilaku organisasi, manusia biasanya
diperlakukan sebagai…….
a. Objek b. Individu
c. Bagian dari angggota kelompok
d. Sosok yang menempatin peran sentral dalam kehidupan organisasi
4. Mana diantara pernyataan berikut ini yang dianggap paling benar…..
a. Perilaku seseorang bisa diubah dengan mudah
b. Hanya orangtua langsung yang bias merubah perilaku seseorang c. Perilaku bisa diubah namun perubahannya memerlukan
waktu yang lama
d. Perilaku seseorang sama sekali tidak bisa dirubah
5. Kelompok yang dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi disebut kelompok….
a. Kelompok persahabatan b. Kelompok tugas
c. Kelompok komando d. Kelompok kepentingan
6. Tahap penundaan disebut juga sebagai tahap…
a. Adjoring b. Performing c. Norming d. Storming
7. Tahap-tahap pengembangan kelompok menurut Bruce Tackman, kecuali….
a. Forming b. Stroming c. Performing d. Planning
8. Budaya organisasi dapat dilihat dan diamati secara konkret, salah satunya dalam bentuk keteraturan perilaku. Artinya…
a. Anggota menentukan standard perilaku yang disepakati b. Ada nilai-nilai yang menjadi pedoman perilaku
c. Ada interaksi dengan bahasa, terminology, dan tata cara d. Petunjuk cara bergaul
9. Kelompok yang dibedakan sesuai posisi di dalam organisasi dan disebut sebagai alat organisasi untuk mencapai tujuan adalah…
a. Kelompok informal b. Kelompok komando c. Kelompok tugas d. kelompok formal
10. Dibawah ini beberapa cara pengambilan keputusan adalah…
a. Mendilegasikan keputusan b. Voting
c. Consensus
d. A, B dan C benar
Soal Essay
1. jelaskan devinisi kelompok menurut Homans?
jawaban : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
2. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan pengembangan kelompok menurut Bruce Tackman?
jawaban :
a. Tahap pertama ( forming ) pembentukann dicirikan oleh banyak sekali ketidakpastian mengenai maksud, struktur, kepemimpinan kelompok.
b. Tahap kedua,(storming) keributan adalah tahap konflik dalam kelompok. Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.
c. Tahap ketiga, (norming) penormaan adalah pengembangan kelompok dicirikan dengan penutupan hubungan dan kekhesifan (kesalingtarikan), serta ada rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan (comaraderie).
d. Tahap keempat, (performing) Pelaksanaan adalah ketika kelompok sepenuhnya telah fungsional dan diterima baik.
e. Tahap kelima/terakhir, (adjourning) penundaan adalah kelompok mempersiapkan pembubaran. Kinerja tugas tinggi tidak lagi merupakan prioritas puncak kelompok itu.
3. jelaskan berbedaan antara kelompok formal dan informal?
jawaban :
- kelompok formal dibentuk untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien.
- kelompok formal dibentuk atas perintah pimpinan
- sedangkan kelompok informal tidak dibentuk secara formal tetapi melalui struktur organisasi, muncul karena adanya kebutuhan dan kontak social.
- kelompok informal terbentuk dengan sendirinya atas dasar kesamaan sifat atau pengalaman.
4. jelaskan tujuan diambilnya suatu keputusan dalam kelompok?
jawaban : Tujuan pengambilan keputusan dalam kelompok adalah untuk mengambil suatu keputusan dengan pertimbangan yang matang agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh anggota kelompok.
5. sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan dalam kelompok?
jawaban :
b) Tahap orientasi, dalam tahap ini kelompok mengidentifikasi masalah yang harus dipecahkan, pilihan yang harus dibuat, atau konflik yang membutuhkan penyelesaian.
b). Tahap diskusi, dalam tahap ini kelompok mengumpulkan informasi tentang situasi, dan jika keputusan harus dibuat, maka mereka akan mengidentifikasi dan mempertimbangkan pilihan (jadi, pilihan pemecahan masalahnya itu juga di identifikasi).