• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMIMPINAN Oleh,

Dalam dokumen Wahyu Bagja Sulfemi, S.S., M.Pd. (Halaman 83-89)

A. Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu mendefinisikan kepemimpinan dan menunjukan berbagai model kepemimpinan.

B. Kepemimpinan

1. Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin adalah subjek atau pelaku dari unsur-unsur yang terdapat dalam kepemimpinan, yaitu adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan dan pemegang tanggung jawab utama bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya.40

Pemimpin adalah seorang yang memiliki kecakapan tertentu yang dapat memengaruhi para pengikutnya untuk melakukan kerjasama ke arah

pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.41

Jadi dapat dikatakan bahwa, seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan organisasi. Dan

bertanggung jawab dalam pengelolaan orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk mencapai tujuan organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sedangkan, berikut ini merupakan pengertian kepemimpinan menurut pendapat beberapa ahli diantaranya menurut G.R Terry, kepemimpinan adalah aktivitas memengaruhi orang lain untuk secara sukarela berjuang mencapai tujuan kelompok. Sejalan dengan pernyataan ini, ada dua materi yang utama yang saling berhubungan satu sama lain yakni: (1) adanya usaha (dari si pemimpin) memengaruhi orang lain, dan (2) tujuan-tujuan yang diharapkan oleh kelompok.

Menurut Harold Koartz dan cyril O’danneli kepemimpinan adalah upaya memengaruhi orang lain untuk ikut serta dalam pencapaian suatu

40 Miftah Thoha, Kepemimpinan Dalam Manajemen, PT Raja Grapindo Persada, Jakarta, 1995, hlm.3

41 Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Pustaka Setia, Jakarta, hlm. 183

25 tujuan bersama. Kedua pendapat tersebut jelas menunjukan adanya satu arah komunikasi dari si pemimpin kepada para pengikutnya (the followers).42

Kepemimpinan merupakan pelaksanaan dari keterampilan mengelola orang lain sebagai bawahannya.43

Menurut Prajudi Atmosudirjo, kepemimpinan adalah kepribadian (Personality) seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontoh atau mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang bersedia untuk melakukan apa yang dikehendakinya.

Kepemimpinan adalah suatu seni, kesanggupan (ability) atau teknik untuk membuat sekelompok bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikuti atau menanti segala apa yang dikehendakinya, membuat mereka begitu antusias atau bersemangat mengikutinya, bahkan mungkin rela berkorban untuknya. 44

Jadi, kepemimpinan dapat dipandang sebagai penyebab dari berbagai kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap (mental/fisik) dari kelompok orang, baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal.

Kepemimpinan juga merupakan sebuah pelaksanaan dari keterampilan mengelola orang lain sebagai bawahannya. Mengelola segala sumber daya yang dimiliki sebuah organisasi demi kemajuan dan pencapaian tujuan organisasi/lembaga itu sendiri.

2. Teori Kepemimpinan

• Teori Genetik

Yaitu seorang menjadi pemimpin karena sudah dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan merupakan pembawaan yang ditetapkan oleh tuhan secara determnistik.

42 Hikmat, Manajemen Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2009, hlm. 251

43 Hikmat, Manajemen Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2009, hlm. 250

44 Hikmat, Manajemen Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2009, hlm. 251.

26

• Teori Sosial

Pemimpin yang dilahirkan oleh kelompok tertentu.kebeerhasilan kepemimpinannya sangat ditentukan oleh dukungan kelompoknya

• Teori Situasional

Lahirnya pemimpin bergantung pada situasi dan kondisi. Pelaksanaan kepemimpinan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

• Teori Ekologis

Teori yang berpandangan bahwa lingkungan sangat memengaruhi kepemimpinannya.45

3. Tipe-tipe Kepemimpinan

Teori prilaku (behaviour theory) dalam kepemimpinan, banyak membahas keefektifan gaya (styles) kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang pemimpin. Jones Owens menyatakan ,atrik gaya kepemimpinan dalam bentuk suatu model analisis yang persisnya dapat dipandang sebagai model baku (standar) sehingga dalam matrik tersebut dikelompokan menjadi:46

a. Tipe Autokratis, yaitu memiliki wewenang dari sumber/posisinya, pengetahuan, kekuatan atau kekuasaan.

b. Tipe Birokralis, yaitu menjalankan organisasi sesuai dengan kebijaksanaan, prosedur organisasi, dengan berpandangan bahwa kebijaksanaan tersebut merupakan absolut.

c. Tipe Diplomatis, yaitu seorang diplomat adalah seniman sebagaimana halnya salesman, yang melalui seninya berusaha mengadakan persuasi secara pribadi.

d. Tipe Partisipasif, yaitu tipe yang selalu mengajak secara terbuka para pengikutnya untuk berpartisipasi.

e. Tipe Free Rein Leader, yaitu tipe yang seakan-akan seperti menunggang kuda yang melepaskan kedua tali kendali kudanya. Oleh karena itu, bahwa kepemimpinan yang terbaik bergantung pada : (1)

45 Hikmat, Manajemen Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2009, halaman. 258

46 Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Pustaka Setia, Jakarta, hlm. 219

27 kepribadian individual, (2) para pengikut atau bawahan secara individual, (3) situasi khusus si pemimpin dan pengikut saling berinteraksi. Sehingga dari tiga hal tersebut akan berakibat pada penentuan tipe kepemimpinan.

Berdasarkan macam-macam kewibawaan, menurut Weber ada 3 tipe kepemimpinan, yaitu:

a. Tipe Kharismatik, yaitu kepemimpinan yang tidak diciptakan secara formal. Kewibawaan seseorang dapat disebabkan oleh keilmuannya yang tinggi.

b. Tipe Tradisional biasanya dimiliki oleh pemimpin adatatau pemimpin suku.

c. Tipe Legal/Formal, yaitu kepemimpinan yang diciptakan secara struktural, sebagaimana seorang presiden yang dipilih oleh rakyat yang sangat bergantung pada masa jabatannya.

Gaya kepemimpinan mengacu pada pengelompokan tingkah laku pemimpin dalam cara memimpin yang akan menimbulkan cara-cara interaksi yang berbeda. Levin Lippit dan White telah melakukan penelitian mengenai tipe-kepemimpinan suatu kelompok. Ada 3 tipe kepemimpinan yang diteliti yang menimbulkan corak interaksi serta suasana kelompok yang berbeda, yaitu:47

1. Tipe Demokratis

Tipe kepemimpinan demokratis merupakan suatu pola yang memandang manusia mampu mengarahkan dirinya sendiri dan berusaha untuk memberikan kesempatan pada anggota untuk tumbuh dan berkembang serta bertindak sendiri melalui partisipasinya dalam mengendalikan diri mereka sendiri dalam membuat keputusan.

Pandangan seorang pemimpin yang demokratis terhadapo orang-lain lebih optimis, positif dan tidak otoriter. Ia mendukung interaksi diantara para anggota kelompok dengan cara memotivasi mereka untuk menentukan sendiri kebijaksanaan dan kegiatan kelompok.

47 Herabudin, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Pustaka Setia, Jakarta, hlm. 220-222

28 2. Tipe Otoriter

Bagi kepemimpinan otoriter, partisipasi amggota tidak

dikehendaki karena tugas-tugas dan prosedur-prosedur didiktekan oleh pemimpin. Pemimpin akan mengeksploitasi rasa ketergantungan pengikut-pengikutnya dan berusaha untuk membina kendali penuh.

Dalam proses membuat keputusan, pemimpin secara individual mengarahkan dan mendominasi anggota kelompoak dan ia langsung mengambil keputusan.

Pandangan pemimpin yang otoriter cenderungmencerminkan gambaran tentang manusia yang negatif, pesimis dan mengecilkan hati, karena ia selalu mendikte anggota kelompok secara subjektifserta menganut sikap mengambil jarak dan formal. Interaksi dalam

kelompok yang dipimpin oleh pemimpin otoriter pada dasarnya dilakukan melalui pemimpin, sedangkan para anggota kelompok tidak dianjurkan untuk berinteraksi secara langsung satu sama lain.

3. Tipe Laizess Faire

Kepemimpinan ini juga disebut kepemimpinan liberla, yaitu

merupakan suatu pola pengabaian. Sehingga suatu pemimpin berusaha menghindari tanggung jawab terhadap pengikutnya. Dalam proses pengambilan keputusan pemimpin tidak mengarahkan dan

memberikan perintah kepada pengikutnyamenentukan sendiri. Ia bisa jadi hanya mengamati dan memperhatikan tanpa berpartisipasi

langsung. Seorang pemimpin yang liberal menyebabkan para pengikutnya menjadi manusia yang penuh kreatif dan dapat

menentukan pilihannya masing-masing dalam mancapai tujuannya.

Interaksi dalam kolompok yang dipimpin oleh pemimpin tipe ini tidak ada sama sekali karena ia menganut sikap yang tak acuh terhadap pengikutnya dan menghindari tanggung jawab terhadap mereka.

29 DAFTAR PUSTAKA

Thoha Miftah. 1995. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada

Herabudin. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Pustaka Setia Hikmat. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

30 BAB IX

Dalam dokumen Wahyu Bagja Sulfemi, S.S., M.Pd. (Halaman 83-89)