• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Pertimbangan Hakim Dalarn Menjatuhkan Putusan Terhadap

Dalam dokumen Untitled Document (Halaman 55-67)

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Dasar Pertimbangan Hakim Dalarn Menjatuhkan Putusan Terhadap

(Studi Kasus No. 2359/Pid. B/2008/PN.Mdn)

1. Kasus Posisi

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan juga keterangan terdakwa didepan persidangan menerangkan bahwa benar pada hari tanggal yang tidak saksi korban ingat lagi pada bulan Mei 2005 saksi korban diajak oleh terdakwa, Direktur PT. ZETTA JAYA SUMATERA untuk joint patner penanam saham di PT. ZETTA JAYA SUMATERA yang bergerak di Bidang Property Realestate untuk pembangunan perumahan sebanyak 3000 (tiga ribu) unit rumah di Desa Martubung Belawan, dan merasa tertarik atas ajakan terdakwa tersebut maka saksi korban mengecek kebenaran pembangunan perumahan realestate tersebut di Martubung Belawan, kemudian setelah yakin, lalu saksi korban menemui terdakwa untuk menanam saham saksi korban sebesar 30% (tiga puluh persen).

Selanjutnya pada tanggal 8 Juli 2005 saksi korban memberikan uang kepada TERDAKWA sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) berdasarkan kwitansi tanda terima yang dibuat oleh CHRISTINA sekretaris terdakwa, dan Cek Bank Panin No. 273151 sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) tanggal 8 Juli 2005, pada tanggal 11 Juli 2005 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp.

30.000.000,-(tiga puluh juta rupiah) berdasarkan kwitansi tanda terima yang dibuat oleh CHRISTINA sekretaris terdakwa. Dan Cek Kontan Bank Panin No. 273152 sebesar Rp. 70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah), tanggal 14 Juli 2005 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) berdasarkan kwitansi tanda terima yang dibuat oleh CHRISTINA sekretaris terdakwa.

Pada tanggal 10 Agustus 2005 saksi korban menyerahkan uang kontan sebesar Rp.10.520.000,(sepuluh juta lima ratus dua puluh ribu rupiah) untuk menutup kekurangan uang di rekening TERDAKWA di Bank Panin dan terdakwa menyerahkan kepada saksi korban Bilyet Giro Bank Panin No. A-186889 tanggal 10 Agustus 2005 sebagai jaminan kepada saksi korban atas penyerahan uang tersebut, tanggal 4 Oktober 2005 saksi korban menyerahkan uang Dollar Amerika sebesar USD 20.000,- (dua puluh ribu dollar) kepada terdakwa berdasarkan kwitansi tanda terima uang dollar amerika yang diperbuat oleh terdakwa, tanggal 17 Oktober 2005 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) berdasarkan kwitansi tanda terima yang dibuat oleh terdakwa untuk pembayaran titipan untuk saham di PT. ZETTA JAYA SUMATERA yang akan dibuatkan Akter Penyertaan Modal/Saham dengan Perjanjian apabila dalam tempo 1 (satu) bulan sejak tanggal kwitansi tidak dibuat Akter Penyertaan saham maka saksi korban dan perusahaan saksi korban (PT. ZETTA JAYA SUMATERA) bersedia dituntut secara pidana dan perdata.

Berdasarkan Slip Setoran uang tanggal 31 Oktober 2005 saksi korban menyetor uang ke Rekening No. 500.50.33868 An. terdakwa sebesar Rp. 45.000.000,- (empat

puluh lima juta rupiah), Pada tanggal 25 Nopember 2005 saksi korban menyerahkan uang sebesar USD 3.000 (tiga ribu dollar Amerika) berdasarkan kwitansi tanda terima yang dibuat oleh CHRISTINA sekretaris terdakwa, Pada tanggal 3 Desember 2005 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp. 216.000.000,- (dua ratus enam belas juta rupiah) terdakwa dan kemudian sebagai jaminan penyerahan uang saksi korban diberikan 1 (satu) lember Cek Kontan Bank Panin No. 276337 sebesar Rp. 216,000.000,- tanggai 3 Desember 2005, tanggal 22 Februari 2006 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) terdakwa dan kemudian sebagai jaminan penyerahan uang saksi korban diberikan 1 (satu) lembar Bilyet Giro Bank Panin No. A 351079 sebesar Rp. 10.000.000,- tanggal 22 Februari 2006, tanggal 10 Maret 2006 saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) terdakwa dan kemudian sebagai jaminan penyerahan uang saksi korban diberikan 1 (satu) lembar Cek Kontan Bank Panin No. 298753 sebesar Rp. 50.000.000,- tanggal 10 Maret 2006.

Saksi korban pernah mencairkan Bilyet Giro dan Cek Kontan yang saksi terima dari terdakwa ke Bank Panin pada tanggal 22 Februari 2006, dengan Bilyet Giro No. 351079 tanggal 22 Februari 2006 sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) namun Bilyet Giro tersebut ditolak pihak Bank Panin dengan memberikan surat keterangan Penolakan Warkat latu lintas pembayaran Giral dengan alasan persyaratan formal tidak dipenuhi.

Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 2006, saksi mencairkan cek kontan No. 298753 ke Bank Panin tanggal 10 Maret 2006 sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh

juta rupiah) namun cek kontan tersebut ditolak oleh Pihak Bank Panin dengan alasan saldo tidak mencukupi, oleh karena Bilyet Giro dan cek kontan yang diberikan terdakwa kepada saksi tidak bisa dicairkan, maka saksi mencari terdakwa, akan tetapi terdakwa selain menghindar, kemudian pada bulan Juni 2006 saksi pernah mengecek ke Bank Panin dan oleh Pegawai Bank Panin mengatakan bahwa Rekening SUNANDY LINANDA telah tutup oleh pihak Bank Panin karena Black List, akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp.

1.061.000.000,- (satu milyar enam puluh satu juta rupiah), hingga akhirnya terdakwa ditangkap dan seianjutnya dibawa ke Polda Sumut guna pengusutan seianjutnya, adapun terdakwa mempergunakan uang milik saksi korban tanpa izin dari pemiliknya dengan demikian perbuatan terdakwa dapat dikatakan perbuatan yang melawan hukum.

2. Dakwaan

Perbuatan terdakwa SUNANDY LINANDA als AON, berusia 47 tahun, jenis kelamin laki-laki, beralamat di Bandar Baru dan Jl. Bogor No. 15 Kel. Pasar Baru Kec. Medan Kota pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi dalam kurun waktu dari bulan Mei 2005 sampai dengan Maret 2006 bertempat di rumah saksi korban di Jl. Asia No. Ill E/107 B Kel. Sei Rengas 11 Kec. Medan Area atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Medan, "dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, baik dengan memakai nama palsu atau perkataan palsu, baik

dengan tipu muslihat, maupun dengan rangkaian kebohongan, membujuk orang supaya memberikan suatu barang atau supaya membuat utang atau menghapuskan piutang." (Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP)

Selain terkena dakwaan diatas, terdakwa juga terjerat dakwaan Pasal 372 KUHP, yaitu "dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sebahagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain, barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan."

3. Tuntutan

Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutan pidana No. Reg Perkara : PDM-837/Ep.2/Mdn/07/2008 agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan :

a) Menyatakan terdakwa SUNANDY LINANDA als AON bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

b) Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SUNANDY LINANDA als AON dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi selama masa penahanan sementara. c) Menetapkan barang bukti berupa :

1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No. 298753 tanggal 10 Maret 2006. 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No. 276337 tanggal 3 Desember 2006. 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No. 273152 tanggal 11 Juli 2005. 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No. 273151 tanggal 8 Juli 2005. 1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-351079 tanggal 10 Agustus 2005.

1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-351079 tanggal 22 Pebruari 2006. 2 (dua) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk Cek No. 298753 tanggal 14 Maret 2006.

3 (tiga) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk Cek No. 351079 tanggal 14 Maret 2006.

d) Menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,-(seribu rupiah).

4. Pertimbangan Majelis Hakim

Untuk menentukan apakah terdakwa dapat dipersalahkan atas perbuatannya yang didakwakan kepadanya, Majelis Hakim meninjau unsur-unsur pasal yang menjadi dasar dakwaan dalam perkara tersebut. Berdsarkan dakwaan yang disusun secara alternatif, yaitu : Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP, maka sebagai konsekuensinya Majelis Hakim dapat langsung membuktikan pada salah satu dakwaan yang Majelis Hakim perkirakan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan terdakwa.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan maka Majelis Hakim berpendapat bahwa fakta-fakta tersebut mendekati pada dakwaan KESATU yaitu melanggar Pasal 378 KUHP yang mana unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur barangsiapa daiam perkara ini adaiah orang atau badan hukum sebagai subjek hukum yang berakal sehat serta mampu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya;

Menimbang, bahwa terdakwa SUNANDY L1NANDA als. AON selama pemeriksaan pada setiap tingkat pemeriksaan dalam perkara ini berkedudukan sebagai tersangka atau terdakwa, sehingga dengan demikian maka subjek hukum dalam perkara ini adalah ia terdakwa SUNANDY LINANDA als. AON.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan telah ternyata bahwa terdakwa berakal sehat, hal tersebut nampak selama pemeriksaan di persidangan dan pada setiap tingkat pemeriksaan perkara ini terdakwa dapat rnemahami dengan baik segala pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Majelis Hakim dan Penuntut Umum sehingga ada korelasi yang bersesuaian antara pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh terdakwa.

Menimbang, bahwa terdakwa mampu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya maksudnya terdakwa dapat membedakan perbuatan yang menurut hukum dan perbuatan yang melawan hukum, hal ini terbukti bahwa terdakwa dipersidangan mengakui kesalahannya dan mohon keringanan hukuman serta tidak akan mengulangi perbuatannya di masa yang akan datang, dengan demikian unsur "Barang siapa" ini telah terbukti pada diri terdakwa.

b) Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Herman Kojaya pada pokoknya menerangkan bahwa benar pada sekitar bulan Mei 2005 saksi telah diajak atau ditawari oleh terdakwa untuk joint partner menanam modal di PT. ZETTA JAYA SUMATERA yang bergerak di bidang property realestate untuk pembangunan perumahan sebanyak 3.000 (tiga ribu) unit rumah di Desa Martubung Belawan sehingga jumlah uang saksi yang diserahkan kepada terdakwa sebesar Rp. 1.061.000.000,- (satu milyar enam puluh satu juta rupiah) belum dikembalikan oleh terdakwa .

Menimbang bahwa berdasarkan fakta diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kedua telah terpenuhi.

c) Dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal atau tipu muslihat maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, merabujuk orang supaya memberikan barang, membuat utang atau menghapuskan piutang;

Menimbang bahwa terdakwa memberikan cek dan bilyet giro yang tidak dapat dikliring oleh saksi di Bank Panin, maka unsur ketiga telah terpenuhi.

5. Putusan Pengadilan Negeri Medan

a) Menyatakan terdakwa SUNANDY LINANDA als. AON telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "penipuan".

b) Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap diri terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.

c) Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya.

d) Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan : e) Menyatakan barang bukti berupa:

 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.298753 tanggal 10 Maret 2006;  1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.276337 tanggal 03

Desember2005;

 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.2731.52 tanggal 11 Juli 2005;  1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.273151 tanggal 08 Juli 2005;  1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-351079 tanggal 10 Agustus 2005;  1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-3-51079 tanggal 22 Pebruari 2006;  (dua) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk cek No.298753 tanggal

14 Maret 2006;

 (tiga) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk cek No.A. 351079 tanggal 14 Maret 2006; tetap terlampir dalam berkas perkara;

f) Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp, 1000,- (seribu rupiah).

6. Analisa Kasus

Terhadap pertimbangan Hukum Majelis Hakim sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan analisis unsur-unsur sebagai berikut:

1. Mengenai Unsur Barang Siapa

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan telah ternyata bahwa terdakwa berakal sehat, hal tersebut nampak selama pemeriksaan di persidangan dan pada setiap tingkat pemeriksaan perkara ini terdakwa dapat rnemahami dengan baik segala pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Majelis Hakim dan Penuntut Umum sehingga ada korelasi yang bersesuaian antara pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh terdakwa. Terdakwa mampu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya maksudnya terdakwa dapat membedakan perbuatan yang menurut hukum dan perbuatan yang melawan hukum, hal ini terbukti bahwa terdakwa dipersidangan mengakui kesalahannya dan mohon keringanan hukuman serta tidak akan mengulangi perbuatannya di masa yang akan datang, dengan demikian unsur "Barang siapa" ini telah terbukti pada diri terdakwa. 2. Mengenai Unsur hendak menguntungkan diri atau orang lain dengan melawan

hak.

Berdasarkan keterangan saksi Herman Kojaya pada pokoknya menerangkan bahwa benar pada sekitar bulan Mei 2005 saksi telah diajak atau ditawari oleh terdakwa untuk joint partner menanam modal di PT. ZETTA JAYA SUMATERA yang bergerak di bidang property realestate untuk pembangunan perumahan sebanyak

3.000 (tiga ribu) unit rumah di Desa Martubung Belawan sehingga jumlah uang saksi yang diserahkan kepada terdakwa sebesar Rp. 1.061.000.000,- (satu milyar enam puluh satu juta rupiah) belum dikembalikan oleh terdakwa. Berdasarkan fakta diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kedua telah terpenuhi.

3. Mengenai unsur memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal atau tipu muslihat maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan barang, membuat utang atau menghapuskan utang.

Berdasarkan keterangan terdakwa dan keterangan saksi yang terungkap dalam persidangan, bahwa terdakwa memberikan cek dan bilyet giro yang tidak dapat dikliring oleh saksi di Bank Panin, maka unsur ketiga telah terpenuhi.

Maka setelah menganalisa dan memperhatikan unsur-unsur dakwaan dan unsure-unsur tersebut terbukti maka penulis sependapat dengan Pertimbangan Hukum Majelis Hakim dan menyatakan bahwa terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana penipuan dan pantas untuk dihukum.

Dari pertimbangan, fakta-fakta dan unsur-unsur tindak pidana yang terbukti di persidangan, maka Majelis Hakim menjatuhkan putusan terhadap terdakwa yaitu: 1) Menyatakan terdakwa SUNANDY LINANDA als. AON telah terbukti secara sah

dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "penipuan".

2) Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap diri terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.

3) Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya.

4) Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan : 5) Menyatakan barang bukti berupa :

 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.298753 tanggal 10 Maret 2006;  1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.276337 tanggal 03 Desember

2005;

 1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.2731.52 tanggal 11 Juli 2005;  1 (satu) lembar cek kontan Panin Bank No.273151 tanggal 08 Juli 2005;  1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-351079 tanggal 10 Agustus 2005;  1 (satu) lembar Bilyet Giro No. A-3-51079 tanggal 22 Pebruari 2006;

 (dua) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk cek No.298753 tanggal 14 Maret 2006;

 (tiga) lembar Surat Penolakan Panin Bank untuk cek No.A. 351079 tanggal 14 Maret 2006; tetap terlampir dalam berkas perkara;

7. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp, 1000,- (seribu rupiah). Dan mengenai putusan Majelis Hakim ini, penulis berpendapat bahwa putusan tersebut tepat dan telah sesuai dengan unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan terdakwa pada pasal 378 KUHP. Setelah dicabutnya Undang-Undang No. 17 Tahun 1964 tentang larangan penarikan bilyet giro kosong maka ketentuan yang tegas tidak diatur pasal mengenai penarikan bilyet giro kosong ini, hanya saja apabila terjadi penarikan bilyet giro kosong maka perbuatan ini dapat dikenakan Pasal 378 KUH Pidana (Pasal penipuan) yaitu: "Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan

diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun piutang diancam karna penipuan dipidana paling lama 4 (empat) tahun penjara".

Apabila seorang nasabah melakukan penarikan bilyet giro kosong sedang ia mengetahui bahwa dananya tidak ada atau tidak cukup dengan maksud menguntungkan dirinya secara melawan hukum, ia dikenakan pasal 378 KUH pidana (Pasal Penipuan).

B. Perlindungan Hukum Terhadap Pihak Yang Dirugikan Dalam Penipuan

Dalam dokumen Untitled Document (Halaman 55-67)

Dokumen terkait