• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 (SADARI). SADARI perlu dilakukan ketika

DASAR DI YAYASAN PERGURUAN BODHICITTA MEDAN TAHUN 2013

Roy Charles Marpaung 1, Albiner Siagian 2, Etti Sudariyati 2

1

Program Sarjana Gizi Kesehatan Masyarakat FKM-USU

2

Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat FKM-USU, Medan 20155, Indonesia

ABSTRACT

Having consumption in vegetarian pattern is defined taking consumption pattern of meal and food resources of vegetable only. Accordingly, a kid having less protein energy is going to get retardation in growth, susceptible on illness, noted mainly resulted in poorly condition in intelligence.

The objective of this study is to determine the differences of the consumption pattern, nutritional status and study performance of kids with vegetarian and non vegetarian at Yayasan Perguruan Buddhis Bodhicitta-Institute of Medan for 2014. This study adopted a descriptive survey method with cross sectional approach. The research dealt with the condition differenced in consumption pattern, nutrition status and performance in study of those kids with vegetarian and non-vegetarian, provided them questionnaire involved 86 respondents that took them all in simple randomly.

The result of study indicated that those kids in vegetarian in totally 52 kids (60.4%) and non-vegetarian of total 34 kids (39.6%). The distribution of age as respondent mostly noted in 11 years old about 37 kids (43.0%), the education rate of parent of respondent noted mostly having graduated SMA namely 30 kids (34.9%), their profession as parent of kid noted in private noted 50 people (58.1%), their consumption rate in energy noted in category of moderate namely about 32 kids (37.2%), consumption rate in protein noted of category moderate about 31 kids ((36.0%). height/age of respondent mostly noted is category in normal of 48 kids (55.85), body mass index of respondent mostly noted is category in normal of 23 kids (26.7%). Their performance as respondent mostly noted in category of less some 50 kids (58.1%).

It is expected to those parent of kid in their daily life got consumption pattern of vegetarian could taken their food for meal in vegetarian with highly protein, calcium, and contained sufficiently zinc so that the nutrition required for growth should be fulfilled and the kids got as required.

1

PENDAHULUAN

Sepanjang hidup setiap manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing, oleh karena itu prestasi merupakan suatu yang bersifat umum dan berlaku untuk semua manusia. Apabila dikaitkan dengan pendidikan, prestasi merupakan suatu hal yang harus dicapai dalam proses

pembelajaran. Purwanto (2011),

memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport” dimana faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri siswa itu sendiri salah satunya adalah status gizi siswa, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar salah satunya adalah faktor keluarga.

Menurut Purnakarya (2010), kekurangan zat gizi akan mengurangi kemampuan dan konsentrasi belajar siswa. Kekurangan zat gizi pada masa remaja akan berdampak pada aktivitas siswa di sekolah antara lain, sluggishness (lesu), mudah letih/lelah, hambatan pertumbuhan, kurang gizi pada masa dewasa, dan penurunan prestasi di sekolah (Elnovriza, 2008). Pengaturan keseimbangan zat gizi antara asupan dan kebutuhan tubuh sangat penting oleh karena kekurangan atau kelebihan zat gizi berpengaruh pada kondisi kesehatan dan status gizi siswa tersebut. Pengaturan makanan terhadap seorang siswa harus individual. Pemberian makanan juga harus memperhatikan jenis kelamin, umur, berat badan, serta aktivitas fisiknya (Giam, 2002). Bagi para siswa, faktor gizi merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan

guna mempertahankan kesehatan dan untuk meningkatkan prestasi siswa tersebut dalam bidang akademik.

Pada anak usia masa sekolah, tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik maupun psikis yaitu perubahan unik dan banyak pula pemantapan pola-pola kedewasaan (Riyadi, 2003). Oleh karena itu diperlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan kelompok umur lainnya. Keadaan gizi dan kesehatan yang baik merupakan beberapa faktor yang dapat mewujudkan keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar yang baik.

Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil. Jumlah sel dalam otak berkurang dan

terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak (Anwar, 2008). Dari hasil penelitian prestasi belajar siswa di salah satu sekolah dasar di kecamatan yang dilakukan pada tahun 2005, ternyata masih ada prestasi belajar siswa di bawah nilai rata-rata yaitu 7,04 sebesar 44,8% (Sukadi, 2005).

Vegetarian secara umum ialah orang yang tidak mengonsumsi daging, baik daging sapi, ayam, kambing hingga ikan, dan hanya memakan sayur-sayuran, buah-buahan maupun bahan nabati lainnya. Pola hidup vegetarian sudah bukan hal

2 yang baru lagi untuk saat ini. Pada kenyataannya ada dua pola makan yang mempengaruhi pola hidup seseorang yaitu vegetarian dan non-vegetarian. Dewasa ini, penganut pola hidup vegetarian ini terus bertambah.

Makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan otak untuk menghasilkan suatu zat kimia sebagai bahan dasar neurotransmiter, yang memungkinkan untuk dapat mempertinggi tugas mental seseorang, kandungan nutrisi tersebut juga akan berpengaruh pada terbentuknya proses emosi di otak. Pola konsumsi vegetarian merupakan suatu pola konsumsi yang mengkonsumsi makanan dari sumber nabati saja. Anak yang mengalami kurang energi protein akan terhambat pertumbuhannya, rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya prestasi balajar anak. Beberapa studi mengatakan bahwa pertumbuhan anak vegetarian lebih bertahap dibandingkan dengan nonvegetarian. Dengan kata lain, anak vegetarian tumbuh lebih lambat sedikit pada awalnya, tetapi mereka akan menyusul juga nantinya. Pada akhirnya, tinggi dan berat anak vegetarian seimbang dengan anak yang mengkonsumsi daging.

Adapun beberapa alasan orang untuk menjadi vegetarian yaitu alasan spiritual, alasan kesehatan, lebih hemat, dan untuk mengurangi pemanasan global, dimana fakta yang diungkap FAO tahun 2006 menjelaskan bahwa daging merupakan komoditi penghasil emisi karbondioksida paling tinggi (20%). Ini bahkan melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Perguruan Buddhis Bodhicitta merupakan perguruan Buddhis pertama di Medan. Dengan berlandasan

pada ajaran agama Buddha, perguruan ini mengemban misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mayoritas siswa-siswi Perguruan Buddhis Bodhicitta merupakan anak yang vegetarian, dimana di kantin perguruan tersebut tidak diperbolehkan makanan yang mengandung daging.

Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti pada 40 anak SD kelas 5 di Sekolah Bodhicitta Medan didapatkan data bahwa 26 anak (65%) yang vegetarian sedangkan sisanya 14 anak (35%) nonvegetarian, untuk rangking kelas 1-3 diraih oleh anak yang nonvegetarian sedangkan prestasi belajar/ranking anak vegetarian rata-rata berada di bawah anak yang nonvegetarian. Anak nonvegetarian juga memiliki berat badan dan tinggi badan yang lebih baik. Hal ini menjadi latar belakang peneliti untuk mengetahui pola konsumsi, status gizi dan prestasi belajar anak vegetarian dan non vegetarian siswa sekolah dasar di Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimanakah, “ pola konsumsi, status gizi dan prestasi belajar anak vegetarian dan non vegetarian sekolah dasar di Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013”.

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi dan status gizi serta prestasi belajar anak vegetarian dan non vegetarian.

2. Tujuan Khusus

1. Mengetahui pola konsumsi energi dan protein anak vegetarian dan non

3 vegetarian di Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013

2. Mengetahui status gizi anak vegetarian dan non vegetarian di Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013

3. Mengetahui tingkat prestasi belajar siswa sekolah dasar baik yang vegetarian maupun nonvegetarian di sekolah dasar Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013.

4. Mengetahui jenis vegetarian anak.

Manfaat Penelitian

1. Sebagai masukan kepada Sekolah Dasar Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013 tentang pola konsumsi, status gizi dan prestasi belajar anak vegetarian dan non vegetarian.

2. Diharapkan juga penelitian ini bermanfaat bagi wali murid dan guru yaitu dengan cara memberikan informasi tentang status gizi yang baik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga guru tersebut akan menerapkannya kepada anak didik mereka.

Kerangka Konsep

Gambar 1. Kerangka Konsep METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cros

sectional. Dimana semua pengamatan pada

semua variabel dilakukan sekali waktu dalam saat bersamaan.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di

Sekolah Dasar Yayasan Perguruan

Bodhicitta Jalan Selam no 39/41 Medan, Sumatera Utara. Proses penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2013 sampai dengan bulan Juli 2013.

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah seluruh murid Sekolah Dasar kelas V di Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan Tahun 2013 yaitu sebanyak 180 orang. Alasan memilih anak kelas V SD sebagai populasi adalah karena anak kelas V tersebut sudah memiliki kematangan berpikir secara ilmiah. Sampel adalah bagian dari populasi, yang pengambilannya dilakukan dengan metode non random sampling yaitu dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah murid kelas V Sekolah Dasar Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan. Adapun pertimbangannya yaitu siswa kelas V dianggap sudah dapat diwawancarai dan lebih mudah memahami pertanyaan yang diajukan.

Berdasarkan survei awal populasi murid kelas V di Sekolah Dasar Yayasan Perguruan Bodhicitta Medan adalah 180 orang. Maka, besar sampel penelitian adalah berjumlah 86 orang.

4 Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah dengan tahapan sebagai berikut :

1. Editing (pemeriksaan data) bertujuan untuk memeriksa ketepatan dan kelengkapan jawaban atas pertanyaan. Apabila terdapat jawaban yang belum lengkap atau terdapat kesalahan, maka data harus dilengkapi dengan wawancara kembali terhadap responden.

2. Coding (pemberian kode) yaitu data yang telah terkumpul dikoreksi ketepatan dan kelengkapannya, kemudian diberi kode oleh peneliti secara manual.

3. Entry (pemasukan data dalam

komputer) setelah semua data terkumpul maka dilakukan pemasukan data ke komputer.

4. Cleaning data entry bertujuan untuk memeriksa data yang telah dimasukkan kedalam komputer guna menghindari terjadinya kesalahan pada saat pemasukan data.

Data yang telah diolah selanjutnya dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kemudian dapat dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang disertai dengan uraian tentang jumlah dan persentase menurut masing-masing variabel penelitian.