Selain itu, Moch Syamsudin selaku Koordinator Rhino Monitoring Unit menambahkan, untuk memantau perkembangan badak, Tim Pengendali Ekosistem melakukan monitoring dan dibagi tiga data utama. Ada clip dimana informasi yang didapatkan berupa rekaman video yang dipantau melalui tablet, Data shift, informasi yang didapatkan dari kamera yang lokasinya sudah ditetapkan, Data Pesiar, data ini berasal dari koordinasi GPS yang diambil dari tempat badak ini berada. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh badak sehari-hari dan ketika badak tidak dapat menemukan jalan pulang, tim monitoring dapat menemukan lokasi badak tersebut.
Berdasarkan data dari informasi yang penulis terima, para narasumber mengingatkan untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga populasi hewan yang ada di bumi, serta mengurangi kekerasan pada hewan-hewan yang ada di bumi untuk menjaga populasinya.
3. Data evaluation (Tahapan Evaluasi)
Pada tahap ini, informasi yang telah penulis kumpulkan akan di evaluasi kembali untuk menentukan bagian mana yang menjadi paling penting untuk penulis cantumkan di berita. Mengevaluasi data bertujuan untuk menentukan apa saja yang harus dimasukkan dalam berita (Buel, dikutip dalam Sidharta, 2016, p. 29).
Setelah penulis membaca ringkasan yang telah dibuat, terdapat beberapa data yang penulis seleksi hingga akhirnya penulis melakukan evaluasi. Data yang penulis seleksi berdasarkan angle berita yang penulis buat yaitu mengenai “Kelahiran Badak Pada Hari Badak Sedunia”.
Tiap paparan dari setiap narasumber yang penulis ambil hanya bagian terpenting seperti data populasi badak, bagaimana cara monotiring badak yang berkeliaran di daerah Ujung Kulon, dan apa
saja yang terdapat di Ujung Kulon mengenai Badak dan pesan dari narasumber mengenai pelestarian badak.
Table 3.6 Data Penting Hasil Evaluasi “Hari Badak Nasional”
Data yang penting Alasan
dua anak badak baru pada bulan Mei hingga Juni 2020
berupa satu jantan dan satu betina yang berusia satu hingga dua bulan.
Dua anak badak yang baru lahir ini diberikan nama Luther untuk jangan dan Helen untuk betina
Data ini penulis anggap penting, karena data ini merupakan informasi umum yang masyarakat harus ketahui. Berdasarkan paparan dari narasumber terkait, badak – badak yang ada di dunia hampir punah.
Oleh karena itu hal ini penting untuk diketahui agar masyarakat juga dapat menjaga kelestarian hewan tersebut.
Di Ujung Kulon sendiri sudah dipasangkan kurang lebih 25 hidden trap kamera dari 100 kamera yang sudah tersedia.
Untuk memantau perkembangan badak, Tim Pengendali Ekosistem melakukan monitoring dan dibagi tiga data utama.
Informasi ini penulis anggap penting dan berkaitan dengan kelahiran badak, untuk memantau apa saja yang dilakukan oleh badak dan kemana saja badak berkeliaran diperlukan monitoring dari tim khusus. Oleh karena itu kelahiran badak ini juga diketahui karena adanya monitoring dari tim khusus.
Penulis tambahkan ke dalam tulisan sebagai informasi tambahan.
Untuk badak jawa, akan ada peningkatan populasi sebesar 20%
(untuk rencana jangka pendek pada tahun 2007 hingga 2017).
Untuk peningkatan populasi yang dilakukan oleh pemerintah Ujung Kulon dan rencana jangka pendek ini penulis anggap penting dan
sangat berhubungan dengan kelahiran badak karena, setiap badak yang lahir akan menambah populasi.
Hal ini juga harus diketahui oleh masyarakat agar tetap awer terhadap populasi badak yang ada di Dunia khususnya Indonesia.
Sumber : Olahan Penulis
Penulis menggunakan data-data tersebut dikarenakan penulis merasa data tersebut mendukung angle berita yang penulis buat mengenai kelahiran badak pada hari badak nasional. Hal ini penulis lakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa badak termasuk hewan penting yang harus dilestarikan karena badak adalah salah satu binatang yang hampir punah di dunia. Selain dengan bantuan tim yang menjaga khusus badak – badak tersebut, masyarakat juga harus ikut menjaga populasi hewan – hewan yang hampir punah salah satunya adalah badak.
Tidak hanya informasi yang penting saja, terkait data yang sudah di evaluasi ada beberapa informasi yang tidak penulis cantumkan di dalam artikel, salah satunya mengenai monitoring badak secara mendalam karena penulis merasa tidak ada yang berkaitan dengan kelahiran badak dan yang dibahas dalam bagian monitoring adalah teknis yang digunakan oleh tim khusus. Kemudian ada informasi mengenai kelestarian alam di Indonesia, penulis tidak menambahkan informasi tersebut dikarenakan sama seperti monitoring tidak ada hubungannya dengan kelahiran badak jawa di Indonesia.
4. Data writing (Tahapan Penulisan)
Dalam menulis berita “Kabar Baik Hari Badak Sedunia”, penulis menggunakan pola piramida terbalik. Menurut Ardani (2018, p. 28),
penulisan berita ini menekankan pada cara menulis berita yang menempatkan berita terpenting di bagian akhir dan kunci dari suatu berita yang menggunakan piramida terbalik terdiri atas lead, body, dan ending.
Berdasarkan data yang sebelumnya penulis kumpulkan dan penulis lakukan evaluasi, penulis melakukan penulisan berita berdasarkan pola piramida terbalik.
§ Bagian Lead berita yang akan membahas megenai hasil monitoring lapangan yang dilakukan oleh tim balai taman nasional Ujung Kulon dan penemuan badak baru dengan masing – masing satu jantan dan satu betina. Pernyataan ini diucapkan oleh salah satu narasumber yang membahas perkembangan badak pada hari itu. Penulis merasa informasi ini paling penting karena ada nilai berita yaitu proximity ( aktivitas yang dilakukan oleh tim dalam memantau kegiatan badak dan mengetahui seekor badak melahirkan).
§ Body berita yang membahas mengenai kutipan – kutipan narasumber. Pertama, penulis membahas mengenai terpasangnya hidden trap camera yang ada di daerah Ujung Kulon untuk memantau badak yang ada disana dan penulis juga menambahkan nama badak yang sudah diberikan nama oleh tim monitoring disana. Kedua, penulis menambahkan bahwa UNESCO telah menetapkan Ujung Kulon sebagai situs warisan alam di dunia dikarenakan banyak kekayaan alam didalamnya. Ketiga, penulis menambahkan mengenai strategi pemerintah mengenai rencana konservasi badak Indonesia dan mengenai cara memonitoring badak yang ada di Ujung Kulon.
§ Ending (penutup) berisikan informasi tambahan mengenai tiga data yang digunakan oleh tim guna melakukan monitoring terhadap badak, terutama jika badak melahirkan anak baru.
Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai proses kreatif penulis berdasarkan tulisan yang penulis kirim ke redaksi.
Table 3.7 Artikel Mengenai “Kelahiran Badak Baru Di Hari Badak Sedunia” Yang Penulis Buat
Keterangan Artikel Yang Penulis Buat
judul tersebut digunakan, karena penulis ingin menyampaikan bahwa pada hari badak sedunia ada kelahiran badak baru.
Hal ini perlu dicantumkan karena masyarakat perlu mengetahui adanya populasi baru dari badak, sehingga masyakat juga dapat sadar bahwa pentingnya menjaga populasi badak di dunia yang hampir punah.
Pada bagian lead ini, penulis langsung menggunakan kutipan tidak langsung dari bapak Anggodo selaku Kepala Balai Taman Nasional. Informasi yang disampaikan juga mengenai hasil monitoring pertama di lapangan.
Lead ini juga akan menjadi informasi awal, untuk mengetahui tujuan berita.
KELAHIRAN BADAK BARU DI