Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai proses kreatif penulis berdasarkan tulisan yang penulis kirim ke redaksi.
Table 3.7 Artikel Mengenai “Kelahiran Badak Baru Di Hari Badak Sedunia” Yang Penulis Buat
Keterangan Artikel Yang Penulis Buat
judul tersebut digunakan, karena penulis ingin menyampaikan bahwa pada hari badak sedunia ada kelahiran badak baru.
Hal ini perlu dicantumkan karena masyarakat perlu mengetahui adanya populasi baru dari badak, sehingga masyakat juga dapat sadar bahwa pentingnya menjaga populasi badak di dunia yang hampir punah.
Pada bagian lead ini, penulis langsung menggunakan kutipan tidak langsung dari bapak Anggodo selaku Kepala Balai Taman Nasional. Informasi yang disampaikan juga mengenai hasil monitoring pertama di lapangan.
Lead ini juga akan menjadi informasi awal, untuk mengetahui tujuan berita.
KELAHIRAN BADAK BARU DI HARI BADAK SEDUNIA
Kabar baik yang disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon,ir. Anggodo, M.M. mengenai hasil monitoring dilapangan bahwa mereka berhasil mendapatkan video yang diambil dari kamera trip yang ada di kawasan Ujung Kulon ditemukan dua anak badak baru pada bulan mei – juni 2020 dengan jenis kelamin satu jantan dan satu betina
Bagian ini adalah bagian body atau tubuh berita dimana bagian ini membahas hidden trap camera yang dipasang di Ujung Kulon dan strategi monitoring badak di daerah tersebut.
Tempat berkumpulnya badak jawa yang ada di Indonesia
Strategi peningkatan populasi badak dalam jangka pendek yang sudah dilakukan pada tahun 2007 – 2017.
Kematian badak merupakan kematian yang tidak hanya satu wilayah yang mengalami kehilangan, melainkan satu dunia. Karena, dunia sudah banyak kekurangan populasi badak.
Untuk menghasilkan berita yang akurat, penulis melakukan penulisan berita dengan rumus 5W+1H agar berita tersebut lengkap, jelas, akurat dan memenuhi standar penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik (Mordekhay, 2009, p. 33). Namun yang penulis gunakan hanya Where, Why, Who dan
yang berusia sekitar satu sampai dua bulan.
“saat ini juga sudah terpasang kurang lebih 25 kamera hidden trap, dari 100 kamera yang ada, jadi dua anak badak ini sudah diberi nama langsung oleh menteri kita yaitu Luther dan Helen.”
Kata Anggodo, pada webinar memperingati hari badak sedunia, selasa (22/9).
Anggodo juga menyampaikan bahwa, Ujung Kulon juga saat ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan alam dunia, dikarenakan beberapa fenomena dan juga termasuk hujan hutan tropis serta kepentingan alam lainnya. kemudian ia menyampaikan bahwa badak hanya ada di wilayah Senanjung, Ujung Kulon.
How dan dapat dijabarkan sebagai berikut :
Where : Tempat berkumpulnya badak jawa yang ada di Indonesia terletak pada Senanjung, Ujung Kulon.
Why : Untuk membangun populasi kedua dari badak selama 10 tahun.
Who : pemerintah yang dibantu oleh Anggodo dan Tim Taman Nasional Ujung Kulon
How : menceritakan bahwa ada dua anak badak yang baru lahir bersamaan dengan Hari Badak Nasional. Hal ini diketahui melalui hasil pemantauan monitoring dan temuan dati Tim Taman Nasional Ujung Kulon yang saat itu sedang melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Tidak hanya itu untuk menambah populasi badak di Indonesia agar tidak punah, pemerintah menyusun beberapa strategi. Sementara itu, jika satu badak yang mati akan ada pengurangan populasi dan satu dunia akan merasakan kehilangan badak yang mati tersebut.
“badak hanya berkumpul di daerah Senanjung, Ujung Kulon.” Tambah Anggodo.
Untuk badak jawa ini pemerintah sudah menyusun strategi dan rencana aksi konservasi badak Indonesia, untuk rencana jangka pendek tahun (2007 hingga 2017) bahwa adan ditingkatkannya populasi sebesar 20%, kemudian membangun populasi kedua dan yang terakhir adalah membangun suakak badak jawa.
“saat ini sudah di susun rencana jangka pendek untuk meningkatkan populasi selama 10 tahun, membangun populasi dan membangun suakak badak jawa”
tambah Anggodo
Anggodo juga menyampaikan bahwa kematian satu badak yang ada di Indonesia maka bukan hanya satu
Bagian ini menunjukan bahwa dalam memonitoring badak dari segi apa yang mereka lakukan, dimana badak tersebut berada, dan apakah badak tersebut sakit, terluka, bahkan badak tersebut melahirkan. Penulis menggunakan informasi ini sebagai bagian akhir tulisan atau penutup.
Penulis menambahkan hal ini, karena hal ini dapat memberikan informasi mengenai bagaimana tim mengetahui perkembangan badak sehari-hari tanpa harus terjun dan observsi ke lapangan.
wilayah saja yang merasa kehilangan , melainkan satu dunia.
Didalam kesempatan yang sama juga oleh Tim Pengendali Ekosistem Hutan TNUK, Asep Yayus Firdaus menembahkan dalam memonitoring badak agar dapat mengetahui jenis badak kita bisa bagikan badak tersebut kedalam tiga data utama.
“yang pertama ada clip dimana merupakan informasi dari rekaman video tab itu sendiri, kemudian, data shift merupakan informasi dari kamera yang sudah ditempatkan di satu lokasi, data pesiar, data ini berasal dari koordinasi GPS yang di ambil dari tempat badak ini berada.”
Tambah Yayus.
Hal ini dilakukan agar Tim Pengendali ekosistem dapat
melakukan monitoring terhadap perkembangan badak setiap harinya dari badak tersebut kecil hingga besar.
Sumber: Dikelola Penulis
5. Data Editing (Tahapan Penyuntingan)
Setelah selesai menulis berita, penulis biasanya membaca kembali berita tersebut untuk menghindari kesalahan penulisan, dari penggunaan kata-kata yang kurang tepat hingga kesalahan lainnya.
kemudian, penulis mengirimkan berita tersebut ke email redaksi untuk dilakukan proses editing oleh editor maupun managing editor.
Pada tahapan ini proses penyuntingan hanya dilakukan oleh editor, tanpa campur tangan dari penulis. Editor tidak menghubungi penulis untuk memperbaiki kesalahan penulisan dan berita langsung dirilis di website Alinea.id. ketika artikel penulis sudah dirilis, penulis melakukan perbandingan antara artikel yang penulis kirim dengan artikel yang sudah diedit oleh editor.
Tidak banyak perubahan pada isi berita melainkan perubahan yang mencolok hanya terdapat pada judul dimana penulis memberikan judul “Kelahiran Badak Baru di Hari Badak Nasional”
namun editor mengubah judulnya menjadi “ Kabar Baik di Hari Badak Nasional”. Hal ini penulis lakukan analisis mengapa judul tersebut diubah oleh editor dari “kelahiran badak” menjadi “kabar baik” karena “kelahiran badak” sejatinya hanya membahas mengenai badak yang baru lahir saja sedangkan isi dari berita yang penulis buat tidak hanya mengenai kelahiran badak tapi ada beberapa informasi mengenai penambahan populasi badak dan mengenai kawasan Ujung Kulon telah menjadi warisan alam dunia.
Untuk itu, penulis mennyadari bahwa “kelahiran badak” sangat relevan jika diganti oleh editor dengan “kabar baik”.
Untuk lead, body dan ending, editor hanya membuang kata – kata yang tidak perlu atau kata –kata yang berlebih agar berita yang dibuat menjadi singkat dan tidak bertele-tele. Berita hasil penyuntingan dapat diakses melalui tautan berikut https://www.alinea.id/nasional/kabar-baik-di-hari-badak-sedunia-b1ZTF9xrl dengan judul “Kabar Baik di Hari Badak Sedunia”.
3.4 Kendala Dan Solusi
Pertama kali penulis melakukan kegiatan kerja magang di madia online seperti Alinea.id, bukan berarti penulis tidak mendapatkan kendala. Ada beberapa kendala yang penulis hadapi, diantaranya :
1. berdasarkan tugas yang penulis lakukan terdapat di 3.2, kendala pertama yang penulis dapatkan adalah kesulitan memahami tata bahasa yang digunakan oleh Alinea.id sehingga untuk tugas pertama yang penulis lakukan masih banyak revisi penulisan dan kesalahan tata bahasa terutama gaya bahasa yang digunakan oleh Alinea.id, solusi yang dilakukan adalah seminggu pertama penulis melakukan kerja magang, penulis lebih sering membuka situs Alinea.id untuk belajar memahami tata bahasa yang digunakan oleh Alinea.id dan selebihnya penulis menghubungi managing editor mengenai penulisan berita khususnya di kanal Gaya Hidup.
2. kendala kedua berdasarkan 3.2 yaitu tugas yang dilakukan penulis juga beberapa kali mendapatkan liputan mendadak dimana penulis sedang menulis berita lain, bahkan penulis juga sering disudurkan dua webinar dalam satu waktu. Hal ini dapat mengganggu penulis dikarenakan penulis jadi kurang berkonsentrasi saat peliputan.
Namun, solusi yang penulis lakukan adalah penulis menolak peliputan dan memberikan alasan yang jelas agar tidak terjadi
kesalahpahaman antara penulis dan managing editor maupun editor yang memberikan tugas saat itu.
3. Dilandasi dari 3.2 juga penulis menemukan kendala yaitu kurang dilibatkanya antara penulis dan editor disaat artikel penulis sedang disuting, tidak ada saran dan masukan dari editor mengenai tulisan penulis. Oleh karena itu biasanya penulis selalu membandingkan hasil tulisan penulis dengan berita yang sudah di upload di website Alinea.id.