BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Data Hasil Penelitian
Dari kegiatan pembelajaran dan perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan
peneliti melalui metode inquiry, peneliti memperoleh data dari mulai proses
kegiatan sampai refleksi dari kedua siklus. Untuk lebih terperincinya laporan hasil penelitian dalam setiap siklus diuraikan sebagai berikut :
1. Siklus I
Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yang pelaksanaannya pada tanggal 20 dan 21 Agustus 2013 dengan alokasi waktu 4 x 35 menit. Siklus I dilakukan setelah survey terlebih dahulu untuk mengetahui apakah materi yang sedang dipelajari sudah pokok bahasan KPK dan FPB. Juga sudah mendapat izin dari kepala sekolah dan guru yang dijadikan sebagai observer.
Pada setiap awal kegiatan belajar mengajar, peneliti memimpin berdo’a
dahulu untuk menanamkan dan membiasakan siswa ke arah religi dan agar lebih dekat dengan yang menciptakannya. Setelah itu baru melakukan pencatatan (mengabsen) kehadiran siswa. Jumlah siswa dari 26 orang ternyata hadir semua. Peneliti kemudian menjelaskan kepada siswa dengan ceramah tentang materi yang akan dipelajari dan tidak lupa menyebutkan tujuan pembelajaran pada siklusI. Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I ini, hasil belajar siswa masih rendah dikarenakan minat siswa dan perhatian siswa masih kurang. Guru lebih banyak memberikan bantuan secara berkelompok, berkeliling, dan secara elaborasi (mengaitkan materi yang dipelajari dengan materi sebelumnya). Siswa terlalu aktif bertanya kesana-sini sehingga kelas menjadi ramai dan kurang efektif. Contoh yang diberikan guru berupa soal KPK dan FPB belum ditiru oleh siswa dan ada siswa yang meniru pekerjaan temannya. Belum muncul ide baru bahkan siswa yang menyusun semuanya sesuai selera mereka dan ternyata bukan KPK dan FPB. Kegiatan siklus I dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 4.1
Guru menjelaskan apa yang harus dilakukan siswa
Gambar 4.2
Siswa mendengarkan penjelasan guru (peneliti)
Proses pembelajaran dengan inquiry adalah sebagai berikut :
1. Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan dan memotivasi siswa agar terlihat langsung dan aktif pada aktivitas pemecahan masalah tentang KPK dan FPB.
2. Mengorganisasikan siswa dalam belajar
Guru membantu siswa untuk mengorganisasikan tugas yang berkaitan dengan masalah pada saat pembelajaran sedang berlangsung serta menyediakan alat yang dibutuhkan dalam pembelajaran.
3. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong siswa untukk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan permasalahan, melaksanakan eksperimen yang berkaitan dengan pemecahan masalah yang sedang dihadapi siswa baik secara individual maupun kelompok.
4. Menyajikan atau mempresentasikan hasil kegiatan.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan sebuah karya yang sesuai seperti laporan dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan teman-temannya tentang KPK dan FPB.
5. Mengevaluasi kegiatan
Guru membantu siswa untuk merefleksi semua kegiatan yang sudah dilakukan pada penyelidikan dan proses penemuan yang digunakan dalam pembelajaran yang sedang berlangsung.
a. Hasil Observasi dan Evaluasi Siklus I 1) Data Kualitatif
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh melalui pengamatan baik terhadap siswa maupun terhadap guru, hasilnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.1
Hasil Observasi Terhadap Siswa Pada Siklus I No Cara Perilaku Siswa dalam Melakukan
Kegiatan Belajarnya
Ya Tidak
1. Mencari dan menemukan informasi
2. Bertanya kepada guru atau siswa lain
3. Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru
atau siswa
No Cara Perilaku Siswa dalam Melakukan Kegiatan Belajarnya
Ya Tidak
5. Membuat kesimpulan sendiri tentang
pembelajaran yang diterimanya
6. Dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat
saat berlangsung KBM
Keterangan :
No. 1 sampai dengan sampai dengan No. 4 ialah ciri proses. Sedangkan No. 5 dan No. 6 ialah ciri hasil belajar.
Tingkat kreatif siswa dapat dikategorikan kurang. Hasil ini dikarenakan siswa tidak terbiasa dengan metode yang diajarkan. Selama ini, mereka hanya diajarkan dengan metode ceramah saja, dengan metode ceramah siswa tidak terlalu aktif karena mereka terbiasa mendengarkan penjelasan guru.
Dari tabel di atas dapat dilihat pula kehadiran siswa menunjukkan antusias belajar yang tinggi namun kreatifitas, keberanian untuk bertanya serta respon dan sikap siswa dalam menerima pendapat teman maupun dalam menyimpulkan hasil temuan sendiri kurang. Walaupun siswa terlihat senang dalam kegiatan belajar mengajar.
Tabel 4.2
Hasil Observasi Terhadap Guru Pada Siklus I
Bagian Pengamatan Apakah Guru
Melaksanakan
Ya Tidak
Persiapan 1. Skenario pembelajaran/perencanaan pembelajaran.
2. Penyiapan alat/media pembelajaran
Bagian Pengamatan Apakah Guru Melaksanakan
Ya Tidak
Penyajian Pendahuluan
4. Pemeriksaan kehadiran siswa
5. Pelaksanaan persepsi
6. Pengungkapan tujuan pembelajaran
7. Pemberian motivasi pembelajaran
yang menarik dengan tujuan
pembelajaran.
8. Penjelasan alur pelaksanaan
pembelajaran (pengelompokkan,
dsb)
Pokok
9. Penerapan strategi pembelajaran
tertentu
10. Pemaduan sajian materi
pembelajaran (keterpaduan bahan)
11. Penggunaan alat/media
pembelajaran
12. Penerapan teknik bertanya
13. Pembahasan hasil kerja
melibatkan keaktifan siswa
14. Pemberian bimbingan siswa
15. Penggunaan bahasa penyaji
Penutup
16. Penggunaan system penilaian
(tertulis/lisan)
17. Pemberian tindak lanjut
(perbaikan/pengayaan)
Tingkat keaktifan guru dapat dikategorikan masih mayoritas pada guru karena siswa masih banyak bertanya, padahal yang diharapkan mayoritas siswa yang aktif, guru hanya membimbing saja.
Bedasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa hampir semua keaktifan guru sudah baik. Tetapi ada beberapa aspek yang harus mendapat
perhatian serius, yaitu mengenai penjelasan alur pelaksanaan
pembelajaran, pembahasan hasil kerja melibatkan keaktifan siswa, penggunaan bahasa, dan pemberian tindak lanjut (perbaikan/penganyaan).
Observer dan peneliti sepakat mempunyai asumsi apabila aspek-aspek membangkitkan keberanian dan keaktifan siswa ditingkatkan maka akan meningkatkan pula hasil belajar siswa. Untuk itu siklus yang kedua harus dilakukan meningkatkan perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan membentuk KPK dan FPB dengan bimbingan secara individual. 2) Data Kuantitatif
Berdasarkan data kuantitatif melalui evaluasi hasilnya dapat dipaparkan sebagai berikut :
Tabel 4.3 Hasil Evaluasi Siklus I
No Nama Siswa Nilai No Nama
Siawa Nilai 1. Siswa 1 66 14. Siswa 14 64 2. Siswa 2 55 15. Siswa 15 57 3. Siswa 3 52 16. Siswa 16 66 4. Siswa 4 64 17. Siswa 17 56 5. Siswa 5 73 18. Siswa 18 50 6. Siswa 6 69 19. Siswa 19 50 7. Siswa 7 50 20. Siswa 20 70 8. Siswa 8 75 21. Siswa 21 48 9. Siswa 9 63 22. Siswa 22 61
No Nama Siswa Nilai No Nama Siawa Nilai 10. Siswa 10 67 23. Siswa 23 71 11. Siswa 11 73 24. Siswa 24 60 12. Siswa 12 79 25. Siswa 25 50 13. Siswa 13 65 26. Siswa 26 68 Keterangan :
KKM untuk mata pelajaran matematika kelas IV B semester I adalah
65, yang memproses nilai ≥ KKM sebanyak 12 susun yang memproses
nilai ≤ KKM sebanyak 14 susun.
Tingkat keberhasilan = 12 ∕ 26 x 100 = 46,15 %
Nilai rata-rata = 1622 ∕ 26 = 62,38
Berdasarkan evaluasi pada siklus I, tingkat keberhasilan atau ketuntasannya masih rendah yaitu sebesar 46,15 % dengan kategori cukup dan nilai rata-rata 62,83. Dalam pelaksanaa pembelajaran pada siklus II harus ada perubahan dan peningkatan untuk mencapai tingkat keberhasilan maksimal.
a. Refleksi pelaksanaan tindakan siklus I
Dari hasil pengamatan tersebut di atas dapat direfleksikan sebagai berikut :
1) Siswa belum mengerti tentang mencari KPK dan FPB .
2) Hasil observasi siswa
Dilihat dari hasil observasi siswa bahwasanya siswa tidak mencari dan menemukan informasi, siswa tidak bertanya kepada guru atau siswa lain, siswa tidak mengajukan pendapat atau komentar kepada guru atau siswa lainnya, siswa tidak membuat kesimpulan sendiri, siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat saat KBM berlangsung, siswa tidak dapat memberikan contoh dengan benar, siswa tidak dapat bekerjasama dan berhubungan dengan baik dengan siswa lain, siswa tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru pada akhir pelajaran.
3) Hasil kegiatan belajar mengajar
Hasil KBM yang telah dilakukan pada siklus I ini menyatakan bahwa hasilnya masih kurang memuaskan atau tingkat keberhasilan siswa masih kecil/kurang, sehingga perlu diadakan siklus berikutnya untuk melihat hasil keberhasilan siswa setelah diberi perlakuan yang sama.
4) Hasil observasi terhadap guru
Guru tidak melakukan penjelasan alur pelaksanaan pembelajaran, guru tidak melakukan teknik bertanya pada siswa dalam proses pembelajaran, guru tidak melakukan penggunaan bahasa penyaji, dan guru tidak melakukan pemberian tindak lanjut (perbaikan/pengayaan). Untuk itu siklus yang kedua harus dilakukan meningkatkan perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan membentuk KPK dan FPB dengan bimbingan secara individual.
2. Perencanaan Siklus II dan Tindakannya
Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 03 dan 04 September 2013 dengan alokasi waktu 4 x 35 menit.
Sama seperti siklus I, guru (peneliti) selalu memulai dengan berdo’a dahulu,
setelah itu baru melakukan pencatatan terhadap kehadiran siswa. Peneliti kemudian menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran pada siklus II.
Pada siklus II, hasil belajar siswa terjadi peningkatan dibandingkan dengan siklus I. Siswa sudah mulai dapat berkreasi dan rasa percaya diri tinggi tanpa takut salah mereka membuat KPK dan FPB. Dalam kegiatan ini guru berusaha menjelaskan materi dan mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lain baik itu pelajaran matematika maupun pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Gambar 4.3
Siswa lebih berani dan percaya diri
Gambar 4.4
a. Hasil Obeservasi dan Evaluasi Siklus II 1) Data Kualitatif
Berdasarkan data kualitatif yang didapat melalui pengamatan baik oleh observer maupun peneliti sendiri, ada peningkatan dibandingkan
siklus I. siswa sudah mulai suka dengan pembelajaran metode inquiry,
karena mereka dituntut untuk mencoba-coba tanpa takut salah. Guru pun tidak terlalu repot untuk menjelaskan materi dalam bentuk ceramah lagi karena siswa sudah dapat belajar dan mencari informasi sendiri dalam pembelajaran, guru hanya berperan sebagai pembimbing dalam diskusi kelompok dan membimbing siswa yang masih belum paham tentang materi yang sudah diajarkan. Untuk hasil observasi terhadap kegiatan siswa berdasarkan pengamatan dan penilaian kolaborator dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.4
Hasil Observasi Terhadap Siswa Pada Siklus II No Ciri Perilaku Siswa dalam Melaksanakan
Kegiatan Belajarnya
Ya Tidak
1. Mencari dan menemukan informasi
2. Bertanya kepada guru atau siswa lain
3. Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru
atau teman sebaya
4. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
5. Membuat skesimpulan sendiri tentang pembelajaran
yang diterimanya
6. Dapat menjawab pertanyaan guru dengan cepat saat
berlangsung KBM
No Ciri Perilaku Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan Belajarnya
Ya Tidak
8. Dapat bekerja sama dab berhubungan dengan siswa
lain
9. Menyenangkan dalam KBM
10. Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
guru pada akhir pelajaran
Keterangan :
No. 1 sampai dengan No. 5 ialah ciri proses.
Sedangkan No. 6 sampai dengan No. 10 ialah ciri hasil belajar.
Tingkat keaktifan siswa pada siklus II dapat dikatakan sudah baik. Dengan demikian ada peningkatan keaktifan siswa dalam pelaksanaan siklus II. Siswa sudah mulai berani mengeluarkan pendapatnya dan berani bertanya serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa yang sudah mengerti pun dapat menjelaskan kepada temannya yang masih belum paham tentang materi tersebut.
Tabel 4.5
Hasil Observasi Terhadap Guru Pada Siklus II
Bagian Pengamatan Apakah Guru
Melaksanakan
Ya Tidak
Persiapan 1. Skenario pembelajaran/perencanaan pembelajaran
2. Penyiapan alat/media pembelajaran
3. Penampilan penyaji
Penyajian 4. Pemeriksaan kehadiran siswa
Bagian Pengamatan Apakah Guru Melaksanakan
Ya Tidak
6. Pengungkapan tujuan pembelajaran
7. Pemberian motivasi pembelajaran yang
menarik dengan tujuan pembelajaran
8. Penjelasan alur pelaksaan pembelajaran
(pengelompokan, dsb)
Pokok
9. Penerapan strategi
10.Pemanduan sajian materi pembelajaran
(keterpaduan bahan)
11.Penggunaan alat/media pembelajaran
12.Penerapan teknik bertanya
13.Pembahasan hasil kerja melibatkan
keektifan siswa
14.Pemberian bimbingan siswa
15.Penggunaan bahasa penyaji
Penutup
16.Penggunaan sistem penilaian(tertulis/lisan)
17.Pemberian tindak lanjut
(perbaikan/pengayaan)
Tingkat keaktifan guru pada siklus II dikatakan baik. Dengan demikian pada siklus II ini ada peningkatan keaktifan guru dibandingkan siklus I.
2) Data Kuantitatif
Berdasarkan data kuantitatif melalui evaluasi yang diberikan pada siklus II hasilnya dipaparkan sebagai berikut
Tabel 4.6
Hasil Evaluasi Siklus II
No Nama susun Nilai No Nama susun Nilai
1. Siswa 1 75 14. Siswa 1 70 2. Siswa 2 70 15. Siswa 2 60 3. Siswa 3 64 16. Siswa 3 72 4. Siswa 4 68 17. Siswa 4 68 5. Siswa 5 80 18. Siswa 5 63 6. Siswa 6 85 19. Siswa 6 75 7. Siswa 7 66 20. Siswa 7 80 8. Siswa 8 80 21. Siswa 8 60 9. Siswa 9 70 22. Siswa 9 70 10. Siswa 10 85 23. Siswa 10 80 11. Siswa 11 95 24. Siswa 11 75 12. Siswa 12 92 25. Siswa 12 60 13. Siswa 13 88 26. Siswa 13 85 Keterangan :
KKM untuk mata pelajaran matematika kelas IV B semester I adalah 65
yang memperoleh nilai ≥ KKM 21 orang dan yang memperoleh nilai ≤
KKM 5 orang.
Tingkat keberhasilan = 21/26 x 100 = 80,77 %
Nilai rata-rata = 1936/26 = 74,46
Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus II, terlihat ada peningkatan KKM sebesar 43% atau keberhasilan siswa pada siklus II mencapai 80% dengan kategori sangat baik dan nilai rata-rata kelas 74,46.
3) Refleksi Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Dari hasil pengamatan dan evaluasi pada siklus II dapat direfleksikan bahwa siswa sudah mulai mengerti menyelesaikan KPK dan FPB. Hasil observasi menunjukkan siswa tidak banyak masalah karena siswa sudah mulai berani untuk bertanya pada guru atau teman lainnya, siswa sudah
terlihat keaktifannya dalam proses KBM. Selain itu siswa juga dapat memberikan contoh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang berkaitan dengan permasalahan pada akhir pembelajaran. Hasil KBM pada siklus II cukup memuaskan karena hasilnya mencapai 80,77%. Hasil observasi terhadap guru sudah dapat dikategorikan baik karena guru sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pengajar. Hasil pengamatan terhadap siswa, guru, maupun evaluasi
menunjukkan hasil yang sudah baik. Metode inquiry ini akan membuat
siswa semakin suka dan senang belajar matematika. Tahapan pada setiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Tahapan-tahapan Pada Siklus I dan II
Tahapan Siklus I Siklus II
Perencanaan Rencana pembelajaran
menggunakan metode ceramah,
setelah guru memberikan
penjelasan/pengajaran siswa
dengan metode inquiry, siswa
diharapkan melakukan kreasi untuk mengerjakan soal KPK
dan FPB yang dikerjakan
sendiri.
Rencana pembelajaran
menggunakan metode inquiry,
setelah guru memberikan
penjelasan/ pembelajaran
kepada siswa melakukan kreasi untuk menyelesaikan masalah
soal KPK dan FPB dan
dilanjutkan dapat menentukan KPK dan FPB tersebut.
Tindakan Guru menjelaskan materi
tentang KPK dan FPB, guru sengaja tidak menjelaskan soal itu karena siswa diharuskan
mengerjakan dan berkreasi
membuat KPK dan FPB di dalam bentuk yang lain. Guru
Guru memberikan materi
tentang KPK dan FPB lalusiswa merumuskan masalah sendiri untuk menentukan sendiri KPK dan FPB yang dibuatnya dan menuliskannya. Guru berperan sebagai pembimbing
berperan sebagai pembimbing.
Tahapan Siklus I Siklus II
Observasi Pada siklus I siswa masih belum
percaya diri, belum bisa
mengerjakan soal KPK dan FPB, masih terlihat ada yang berkreasi sendiri walupun yang dibuat bahan KPK dan FPB. Siswa masih banyak bertanya dan meminta petunjuk guru. Ssehingga suasana kelas jadi ramai
Peta siklus II siswa lebih percaya diri dalam mengerjakan KPK dan FPB. Sudah kreatif tetapi ada yang belum selesai masih banyak yang bertanya pada guru mana yang termasuk KPK dan FPB. Sebelum suasana kelas menjadi ramai tetapi tidak seperti siklus I.
Refleksi Guru setelah berusaha
menjelaskan dengan baik,
karena metode ini baru bagi siswa maka, masih banyak siswa yang bingung. Tetapi ada juga beberapa siswa yang paham dan sudah nulai berkreasi. Guru harus menjelaskan kembali.
Guru sudah mulai mengurangi
ceramah, lebih banyak
membimbing berkeliling ke
siswa yang belum kreatif.
Namun harus lebih
membimbing siswa yang masih bingung menentukan KPK dan FPB yang mereka buat.
a. Hasil Wawancara
Pada setiap akhir siklus guru melakukan wawancara dengan siswa sebagai hasil tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan di kelas. Wawancara ini bertujuan untuk merangkum semua pendapat siswa sebagai hasil dari pembelajaran.Wawancara pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 27Agustus 2013. Berikut narasi wawancara guru dengan siswa yang berjumlah 26 orang.
Tabel 4.8
Hasil Wawancara Guru dengan Siswa Pada Siklus I
No Uraian Skala
Ya Tidak
1. Apakah kamu menyukai pelajaran
matematika khususnya pada materi KPK dan FPB?
12 (46,15%)
14 (53,85%)
2. Apakah selama ini guru kamu selalu
menggunakan metode yang berbeda pada proses pembelajaran maematika di kelas kamu?
10 (38,46%)
16 (61,54%)
3. Apakah menurut kamu belajar matematika
itu menyenangkan?
11 (42,31%)
15 (57,69%)
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa tidak mengerti matematika karena mereka tidak paham, oleh karena itu harus ada perbaikan pembelajaran.
Wawancara pada akhir siklus II dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 September 2013.Berikut kutipan hasil wawancara guru dengan siswa:
Tabel 4.9
Hasil Wawancara Guru dengan Siswa Pada Siklus II
No Uraian Skala
Ya Tidak
1. Apakah kamu menyukai pelajaran matematika
kuhususnya pada materi KPK dan FPB?
21 (80,77%)
5 (19,23%)
2. Apakah selama ini guru mu selalu
menggunakan metode yang berbeda pada proses pembelajaran matematika di kelas kamu?
19 (73,08%)
7 (26,92%)
3. Apakah menurut kamu belajar matematika itu menyenangkan? 21 (80,77%) 5 (19,23%)
Dari hasil wawancara pada siklus II dapat disimpulkan bahwa siswa mulai meyukai pembelajaran matematika walaupun terkadang masih belum paham, mereka mau berusaha dengan dibantu tutor sebaya.