• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.3 Data Hasil Penelitian

4.1.3.2 Data Hasil Respon Siswa dalam Keterampilan Mengadakan

Selama proses pembelajaran guru dan siswa merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kedua unsur tersebut saling mempengaruhi dan harus ada timbal balik untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal.Oleh karena itu, peneliti tidak hanya fokus pada aktivitas guru dalam melakukan keterampilan mengajar, melainkan juga melihat bagaimana aktivitas siswa kelas rendah selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan maksud untuk mengetahui apakah keterampilan guru dalam mengajar juga memberikan efek pada aktivitas belajar siswa. Berikut ini akan dideskripsikanulasan kegiatan pengamatan aktivitas belajar siswa selama pertemuan 1, 2, 3 di enam Sekolah Dasar yang menjadi lokasi penelitian.

Tabel 4.10

Ulasan Kegiatan Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Kelas I, II, III Selama Pertemuan 1, 2, 3 di Enam Sekoah Dasar

Pengaruh Variasi Pembelajaran terhadap

Aktifitas Siswa

Uraian Kegiatan

Siswa mengkondisikan diri di dalam kelas

1. Kesiapan mengikuti pelajaran Kesiapan yang dimaksud mencakup mengenai kesiapan perlengkapan belajar yang akan digunakan, dan kesiapan kondisi fisik dalam mengikuti pelajaran. Dalam pertemuan 1, keseluruhan kelas sudah menunjukkan kesiapan yang baik. Dari ketiga kelas semua meunjukkan bahwa para siswa sudah mengkondisikan diri untuk siap menerima pelajaran, dengan duduk di tempat masing- masing. Walaupun ada beberapa siswa yang masih senang berpindah-pindah tempat, sehingga guru perlu menegurnya.

Selain itu, para siswa juga sudah menyiapkan perlengkapan belajar dan buku-buku pelajaran

yang dibutuhkan. Di masing-masing kelas juga masih tampak beberapa siswa yang belum siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Sehingga guru melakukan pendekatan dan menegurnya. Pada pertemuan 2 dan 3 sudah menunjukkan kesiapan yang baik dalam mengikuti pelajaran.

Siswa memperhatikan penjelasan guru 1. Ada kegiatan tanya jawab

yang berlangsung.

1. Mengkondisikan diri dengan baik

Dalam proses pembelajaran, pasti terjadi interaksi didalamnya. Dalam pertemuan 1 pun juga demikian. Disetiap pokok pembahasan guru selalu memunculkan pertanyaan yang kemudian dijawab oleh siswa. Disini terlihat bahwa tidak semua siswa yang ada di dalam kelas ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ada siswa yang terlihat mendengarkan namun ketika diberi pertanyaan tidak bisa menjawab. Ada pula yang hanya diam saja, bahkan ada yang sibuk sendiri dan mengganggu teman yang lain. Siswa fokus mengamati objek pengamatan

1. Mengamati dan

menyimpulkan hasil pengamatan.

2. Menanyakan dan menjawab apa saja yang diamati.

Pertemuan 1, untuk siswa kelas rendah keaktifan siswa untuk mengamati objek pelajaran cukup baik. Walaupun untuk kelas I dan II masih tampak beberapa siswa kurang fokus. Kegiatan mengamati tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menanya dan menjawab. Terlihat bahwa untuk kelas III kegiatan tanya jawab sudah biasa terjalin dua arah yakni antar guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Sedangkan pada pertemuan kali ini, untuk siswa kelas I dan II masih malu untuk mengajukan pertanyaan. Ketika diberi pertanyaan oleh guru terkadang mereka juga hanya diam saja. Demikian pula untuk kegiatan menyimpulkan, siswa kelas I dan II masih mengalami kesulitan dan masih perlu bimbingan guru.

Siswa mengajukan pertanyaan dan berdiskusi 1. Mengajukan topik

permasalahan

2. Berkelompok, berdiskusi dan menyampaikan hasil

Ketika guru membentuk kelas menjadi kelompok-kelompok kecil, terlihat suasana kelas menjadi sedikit kacau. Untuk kelas I, peran guru dalam kelompok masih sangat besar. Karena siswa kelas I masih kesulitan mengetahui tugas-tugas mereka dalam kelompok, sehingga dibutuhkan bantuan dari

guru. Namun, mayoritas kelas I pembelajarannya masih klasikal sehingga jarang diadakan kelompok, hanya SDN 2 Kandangan dan SDN 3 Kedungrejo yang dibentuk kelompok.

Sedangkan untuk kelas II dan III mereka sudah mulai mengerti bagaimana tugas mereka dalam kelompok. Peran guru disini hanya sebagai fasilitator. Namun untuk kelas II peran guru juga diperlukan ketika akan menyimpulkan hasil diskusi maupun hasil belajar. Pada kelas II SDN 3 kandangan, SDN 1 Karanganyar, SDN 3 Kedungrejo yang dibuat kelompok.

Berbeda dengan siswa kelas III, yang sedikit demi sedikit mulai bisa menyimpulkan hasil kerja mereka dalam kelompok walaupun dengan kalimat sederhana. SDN 1 Kandangan, SDN 2 Kandangan, SDN 3 Kandangan, SDN 1 Karanganyar, SDN 3 Kedungrejo yang melakukan diskusi kelompok. Selebihnya pembelajaran secara klasikal dan ceramah Siswa menikmati proses pembelajaran

1. Ada interaksi antara siswa dengan guru

2. Tercapainya tujuan pembelajaran

Antusias siswa kelas rendah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tinggi. Hal itu pula yang peneliti dapati di tiap-tiap kelas. Rata- rata semua kelas telah mencapai tujuan pembelajarannya. Itu dibuktikan dengan antusias siswa mengikuti pelajaran. Adanya interaksi anatar siswa juga membuat suasana kelas lebih hidup, sehingga itu mempermudah guru dan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

Siswa memanfaatkan media dan alat peraga yang ditampilkan 1. Antusias menggunakan media

pembelajaran

2. Dapat menyimpulkan menggunakan media pembelajaran

Kelas rendah selalu identik dengan benda- benda yang konkrit atau nyata. Sehingga disetiap pelajaran guru memberikan contoh- contoh benda yang mudah mereka mengerti. Ada beberapa guru yang sampai meyiapkan media dari rumah. Ada pula yang menggunakan media atau benda-benda disekitar kelas. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemahaman para siswa.

Para siswa sendiri terlihat lebih besemangat ketika guru memberikan variasi pembelajaran lewat penggunaan media. Mereka ikut

mencoba menggunakan media tersebut, atau ikut membuatnya.

Media atau alat peraga adalah benda yang digunakan sebagai perantara materi pembelajaran saat itu. Melalui media tersebut siswa terlihat bisa menjelaskan apa yang ia pelajari saat itu. Sehingga ia bisa menarik kesimpulan

Dari uraian aktivitas siswa yang ditunjukkan oleh para siswa di enam Sekolah Dasar terdapat timbal balik dari aktivitas mengajar yang dilaksanakan oleh guru. Pada awal pembelajaran siswa sudah menunjukkan kesiapannya. Perlakuan khusus diberikan pada siswa kelas I yang masih susah untuk dikendalikan. Dengan variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru siswa tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran. Siswa juga mulai mengajukan dan mendiskusikan berbagai topik pembelajaran, baik dalam kelas maupun kelompok. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa aktivitas siswa di Gugus Imam Bonjol Kecamatan Purwodadi menunjukkan kondisi baik, didukung dengan observasi, dan catatan lapangan yang diperoleh.