BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Diagram 4.3 Guru Kelas Berdasarkan Status Kepegawaian
Dari diagram 4.3, terlihat bahwa sebagian besar guru yang mengajar di kelas awal adalah Guru Honorer. Guru dengan golongan IV A berjumlah 5 orang, dan guru honorer berjumlah 13 orang. Hal ini dikarenakan banyak guru yang sudah pensiun sehingga digantikan dengan Guru Honorer. Menurut pernyataan dari salah satu narasumber kepala sekolah, hal tersebut dikarenakan kurangnya tenaga pendidik sehingga membutuhkan Guru Honorer. Guru yang sudah PNS memiliki golongan/pangkat. Sedangkan Guru Honorer belum memiliki golongan/pangkat. Perbedaan golongan pangkat ini juga berpengaruh terhadap masa kerja dan kinerja guru.
4.1.2 Reduksi Data
Berdasarkan data yang diperoleh pada studi pendahuluan, ada banyak permasalahan yang terjadi di sekolah. Setiap sekolah memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu, berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, keterbatasan tenaga kependidikan, sampai dengan permasalahan mengenai keterampilan guru yang belum maksimal.
Dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti lebih lanjut yaitu masalah yang berkaitan dengan keterampilan guru yang belum maksimal. Walaupun
0 1 2 3 4 5 6 Honorer PNS Kelas I Kelas II Kelas III
terdapat delapan keterampilan dasar mengajar, namun kali ini yang menjadi fokus peneliti adalah masalah mengenai keterampilan dasar mengajar dalam mengadakan variasi pembelajaran. Masalah ini penting untuk diteliti karena keterampilan mengadakan variasi pembelajaran adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang guru terutama guru kelas awal. Mengadakan variasi digunakan untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipasi.
4.1.3 Data Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu pada Bulan Mei. Teknis pelaksanaan penelitian ini adalah setiap Sekolah Dasar yang menjadi tempat observasi bagi peneliti sebanyak tiga kali pertemuan. Sehingga dalam tiga kali pertemuan tersebut peneliti dapat mengetahui perkembangan kondisi kegiatan pembelajaran di kelas awal yang terdapat di 6 Sekolah Dasar Gugus Imam Bonjol Kecamatan Purwodadi. Peneliti melakukan kegiatan pengamatan pembelajaran tematik di kelas I, II, III untuk memperoleh data tentang kemampuan guru mengadakan variasi dan respon siswa. Data hasil penelitian meliputi hasil observasi, angket, dan wawancara. Peneliti menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram, dan uraian singkat. Kemudian untuk angket, dibagikan kepada Kepala Sekolah terkait kinerja guru. Selanjutnya, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengadakan variasi pembelajaran, Kepala Sekolah untuk mengetahui kinerja guru. Penyajian data wawancara akan disajikan dalam bentuk deskripsi. Kesimpulan hasil secara umum, karena jawaban dari responden sebagian besar sama.
4.1.3.1 Data Hasil Pencapaian Keterampilan Guru dalam Mengadakan Variasi pada Pembelajaran Tematik di Gugus Imam Bonjol Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan
Peneliti melaksanakan penelitian kepada 18 guru di 6 SD di Gugus Imam Bonjol Kecamatan Purwodadi yang masing-masing diteliti sebanyak 3 kali pertemuan. Salah satu metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 6 indikator penelitian.
4.1.3.1.1 Penyajian Data dari Masing-masing Indikator
Berikut data hasil observasi yang diperoleh dari masing-masing indikator di setiap Sekolah Dasar yang menjadi lokasi penelitian.
1) SDN 1 Kandangan
Tabel 4.3
Hasil Pencapaian Kemampuan Guru dalam Mengadakan Variasi Pembelajaran Tematik di SDN 1 Kandangan
No. Indikator Kelas Skor
Pertemuan Jumlah Skor Tiap Kelas Jumlah Skor Tiap Indikator Rata- rata Kategori 1 2 3 1. Menerapkan prinsip-prinsip penggunaan variasi pembelajaran I 3 2 2 7 21 2,3 Baik II 3 2 2 7 III 3 2 2 7 2. Aktivitas variasi gaya mengajar dalam pembelajaran I 4 4 4 12 34 3,7 Sangat Baik II 4 4 4 12 III 4 3 3 10 3. Pengalihan penggunaan indera. I 4 3 3 10 28 3,1 Sangat Baik II 3 3 3 9 III 3 3 3 9 4. Interaksi selama kegiatan pembelajaran. I 2 2 2 6 22 2,4 Baik II 2 2 2 6 III 2 4 4 10 5. Kesinambunga n variasi dalam proses pembelajaran. I 4 4 3 11 31 3,4 Sangat Baik II 4 3 3 10 III 4 3 3 10 6. Variasi penggunaan media dan alat peraga.
I 3 3 3 9 29 3,2 Sangat
Baik
II 3 3 3 9
III 4 4 3 11
Tabel 4.3 dapat diperoleh data SDN 1 Kandangan pada indikator pertama, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran guru kelas I, II, III pada setiap pertemuan selalu merencanakan dan mempersiapkan perangkat pembelajaran mulai dari RPP hingga media pembelajaran. Namun, variasi tidak dicantumkan dalam RPP, sehingga dalam pelaksanaannya sering terjadi secara spontan. Variasi yang direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
saat itu. Namun, variasi pembelajaran terkadang tidak berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Sehingga, skor rata-rata yang diperoleh pada indikator pertama 2,3 dengan kategori baik.
Kemudian pada indikator kedua, semua guru sudah berusaha melaksankan variasi gaya mengajar dengan sangat baik. Itu terlihat dari cara mereka mengajar. Guru terlihat memberikan jeda dalam menyampaikan materi. Sesekali mereka juga memberikan teguran pada siswa yang gaduh dan kurang memperhatikan pelajaran. Selain itu, guru juga melakukan kontak pandang dengan siswa. Hanya saja, guru kelas III pada pertemuan 2 dan 3 variasi pemusatan perhatian siswa masih kurang dan belum melakukan variasi gerak, guru cenderung duduk ketika mengajar. Sehingga, skor rata-rata yang diperoleh pada indikator kedua adalah 3,7 dengan kategori sangat baik.
Pada indikator ketiga, guru kelas I, II, III telah melakukan variasi penggunaan indera baik penglihatan, pendengaran, peraba, dan pengucap. Hanya saja untuk pengalihan penggunaan indera peraba masih jarang digunakan dan guru kelas I pada pertemuan pertamalah yang sudah menerapkan pengalihan penggunaan indera peraba. Sehingga, skor rata-rata yang diperoleh pada indikator ketiga 3,1 dengan kategori sangat baik.
Pada indikator keempat, selama berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran, guru kelas I dan II pada setiap pertemuan variasi yang dilakukan berbentuk klasikal antara siswa dan guru. Hal tersebut dikarenakan siswa kelas I dan II masih kesulitan mengetahui tugas-tugas mereka dalam kelompok sehingga memerlukan layanan bimbingan khusus. Sedangakan pada guru kelas III pada
pertemuan 2 dan 3 sudah membentuk kelasnya menjadi kelompok belajar, sehingga tampak membangun interaksi guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa dalam kelompok. Skor rata-rata yang diperoleh pada indikator keempat 2,4 dengan kategori baik.
Selanjutnya, pada indikator kelima, guru kelas I, II, III pada setiap pertemuan sudah mampu menyinambungkan variasi dalam proses pembelajaran. Variasi yang dibuat harus mengandung maksud tertentu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan pembelajaran tidak hanya diisi dengan penyampaian materi namun menerapkan belajar sambil bermain, seperti mengajak siswa untuk bernyanyi. Sebagai contoh, guru kelas 2 mengajak siswa untuk menyanyikan lagu
“kasih ibu”. Lagu tersebut berkaitan dengan materi pembelajaran mengenai catur warga. Oleh karena itu, terdapat kesinambungan variasi dengan materi yang diajarkan. Sehingga akan dapat menumbuhkan motivasi dan antusias siswa dalam belajar. Meskipun demikian, dalam peningkatan motivasi belajar masih perlu untuk dikembangkan agar pembelajaran tidak membosankan. SDN 1 Kandangan pada indikator kelima mencapai skor rata-rata 3,4 dengan kategori sangat baik.
Dan pada indikator keenam, guru kelas I, II, maupun III pada setiap pertemuan sudah memaksimalkan penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media atau alat peraga di kelas awal menjadi hal yang sangat penting. Karena media atau alat peraga merupakan penunjang dan pelengkap pembelajaran. Siswa akan lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Guru kelas I pada pertemuan pertama pembelajaran IPS terkait dengan materi tugas dan kewajiban anak dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Guru
tersebut melakukan pengalihan penggunaan alat atau bahan yang dapat dilihat yaitu dengan memperlihatkan papan tata tertib sekolah yang ditempel di dinding kelas. Pengalihan penggunaan alat atau bahan yang dapat didengar yaitu suara guru yang termasuk ke dalam media komunikasi yang utama di dalam kelas. Sedangkan variasi penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar yaitu guru memberikan contoh yang relevan yang mengaitkan materi dengan lingungan sekitar.
Guru kelas II pada pertemuan pertama pembelajaran IPS materi catur warga. Guru tersebut melakukan pengalihan penggunaan alat atau bahan yang dapat dilihat yaitu dengan memperlihatkan gambar keluaga. Pengalihan penggunaan alat atau bahan yang dapat didengar yaitu suara guru yang termasuk kedalam media komunikasi yang utama di dalam kelas. Sedangkan variasi penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar yaitu guru memberikan contoh yang relevan yang mengaitkan materi dengan lingungan sekitar yaitu tugas dan peran keluarga. Secara keseluruhan, guru kelas I, II, dan III dalam pelaksanaan pembelajaran masih kurang memaksimalkan pengalihan penggunaan indera alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan diperagakan. Sehingga, skor rata- rata pada indikator keenam yang diperoleh 3,2 dengan kategori sangat baik.