BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Penyajian Data
4.3.2 Data Informan Kuesioner
Selain melakukan wawancara kepada pihak Foresthree Kota Baru, peneliti juga melakukan pengambilan data kepada konsumen Foresthree yang pernah melakukan pemesanan produk melalui Grab-food yang berjumlah 32 orang.
Berikut adalah hasil data yang didapatkan setelah memberikan angket kepada 32 responden:
4.3.2.1 Demografi Informan Tambahan Tabel 4.2
Informasi Identitas Informan Jenis Kelamin
Laki-laki 31,2%
Perempuan 68,8%
Umur
17-18 tahun 37,5%
19-22 tahun 53,1%
23-26 tahun 9,4%
27-30 tahun 0%
Pendidikan Terakhir
SD 0%
SMP 3,1%
SMA 71,9%
Diploma 6,3%
S1 15,6%
S2/S3 3,1%
Pendapatan / Uang Saku perbulan
<Rp. 500.000 34,4%
Rp. 500.001 – Rp. 1.000.000 21,9%
Rp. 1.000.0001 – Rp. 1.500.000 9,4%
Rp. 1.500.001 – Rp. 2.000.000 15,6%
>Rp. 2.000.001 18,8%
Sumber: penulis (2021)
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa konsumen yang melakukan pemesanan secara online lebih banyak dilakukan oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Dalam berbelanja online, perempuan dianggap lebih sering melakukannya dibandingkan laki-laki. Biasanya laki-laki lebih suka langsung datang ke store dan menikmati produk yang mereka inginkan. Sedangkan perempuan lebih suka menggunakan pembelian online dalam pemesanan produk dengan beberapa pertimbangan.
Konsumen yang pernah memesan produk Foresthree melalui Grab-food berada pada rentang umur 17 sampai 26 tahun sebanyak 98%. Bila kita kerucutkan, konsumen paling banyak pada rentang usia 19 s.d. 22 tahun. Hal ini karena kebanyakan pengguna merchant Grab-food adalah generasi milenials.
Sedangkan untuk pendidikan terakhir dari konsumen yang diteliti kebanyakan berada pada tingkat SMA. Hal ini dikarenakan kebanyakan informan yang menjawab adalah para mahasiswa yang sering menggunakan merchant Grab-food. Kelompok umur mahasiswa berada pada kelompok kedua terbanyak
terutama di D3 dan S1. Kedua hal tadi juga mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan rentang umur konsumen paling banyak berada pada 17-26 tahun.
4.2.2.2 Pertanyaan Mengenai Penjualan pada Grab-food
Berdasarkan kuesioner yang telah peneliti sebarkan kepada konsumen yang pernah melakukan pemesanan produk Foresthree Kota Baru pada Grab-Food sebagai informan tambahan. Infotman tambahan tersebut sebanyak 32 orang.
Konsumen yang melakukan pemesanan produk Foresthree melalui merchant Grab-food paling banyak 2-3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menjadikan produk Foresthree menjadi pilihan untuk pemesanan melalui Grab-food dan paling banyak konsumen yang menghabiskan Rp. 500.001 - Rp. 100.000 perbulan. Hal ini mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan konsumen melakukan pemesanan produk Foresthree melaluo Grab-food sebanyak 2-3 kali dengan harga produk Rp. 15.000 – Rp. 30.000.
Konsumen paling sering melakukan pemesanan produk Foresthree langsung ke store. Hal ini dikarenakan konsumen lebih suka menikmati produk Foresthree sambil nongkrong di store Foresthree Kota Baru. Temuan ini menunjukkan bahwa Foresthree memiliki lokasi yang nyaman untuk para konsumen.
Konsumen paling banyak mengetahui Foresthree Kota Baru dari mulut-kemulut sebanyak 50% dan yang mengetahui Foresthree melalui sosial media berada pada kedua terbanyak sebesar 28,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sosial media yang dikelola Foresthree termasuk berhasil dalam promosinya hingga
diketahui oleh masyarakat. Sosial media Foresthree yang paling banyak diketahui oleh konsumen adalah sebesar 96,9% pada sosial media Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua konsumen mengetahui Instagram yang dikelola oleh Foresthree Kota Baru dengan nama @foresthreecoffee.kotabaru.
Promo yang konsumen dapatkan pada pemesanan produk Foresthree paling banyak pada hari/waktu tertentu. Hal ini didukung oleh pernyataan Aldi Anugrah Fikri selaku karyawan Foresthree Kota Baru yang mengatakan bahwa promo yang paling rutin ditawarkan adalah setiap hari senin dengan minimal belanja Rp.50.000 dengan potongan 50%.
Konsumen paling banyak mengetahui promo Foresthree Kota Baru melalui timeline Grab-food dan kedua terbanyak konsumen mengetahui promo Foresthree melalui teman/keluarga. Dengan hal ini timeline Grab-food dinilai efektiv dalam penyebaran informasi untuk konsumen Grab-food. Pada Grab-food sendiri ditayangkan dengan jelas informasi mengenai pemotongan harga dan juga ada kolom voucher yang dapat konsumen gunakan. Untuk layanan dari Grab-food, konsumen selalu merasa puas dengan layanan pengiriman barang melalui food. Hal ini menegaskan layanan pengiriman barang yang baik dari Grab-food menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk melakukan pemesanan melalui Grab-food. Tentu hal itu penting dilakukan agar konsumen mau melakukan pemesanan kembali dengan layanan yang sama.
Konsumen yang menganggap bahwa harga yang ditawarkan oleh Foresthree pada Grab-food terjangkau sebanyak 90,6%. Hal ini mendukung temuan sebelumnya yaitu produk Foresthree menjangkau keseluruh konsumen
dengan uang saku / pendapatan berapapun. Sebanyak 75% konsumen beralasan untuk melakukan pemesanan produk Foresthree melalui Grab-food dikarenakan tidak perlu keluar rumah. Dan dengan alasan terbanyak kedua karena banyak promo yang di tawarkan. Hal ini menegaskan bahwa Grab-food dinilai mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan tanpa harus keluar rumah. Ditambah lagi banyak promo yang ditawarkan oleh Grab-food meningkatkan alasan konsumen untuk menggunakan Grab-Grab-food.
Konsumen yang melakukan pemesanan ulang (re-order) produk Foresthree melalui Grab-food sebanyak 2-3 kali sebesar 40,6%. Hal ini mendukung temuan sebelumnya bahwa konsumen paling banyak melakukan pemesanan produk Foresthree melalui Grab-food sebanyak 2-3 kali sebesar 62,5%.
Tindakan yang dilakukan konsumen jika merasa puas dengan produk Foresthree yang dipesan melalui Grab-food adalah memberikan rating tinggi pada produk Foresthree di Grab-food. Hal ini mendukung rating Foresthree yang ada pada Grab-food sebesar 4,8. Seluruh konsumen menganggap bahwa Foresthree selalu dengan sigap menanggapi keluhan yang diberikan konsumen. Hal ini mendukung pernyataan Fernando Mickael S. Ringgo dan Aldi Anugrah Fikri bahwa mereka langsung menanggapi keluhan konsumen mengenai produknya dan langsung mengganti produknya dengan yang baru.
Produk yang cenderung lebih sering dipesan oleh konsumen ialah produk yang pernah dibeli sebelumnya. Hal ini mendukung data penjualan Foresthree pada Grab-food bahwa produk kopi susu selalu menjadi best seller di setiap bulan
penjualan Grab-food. Konsumen juga paling banyak memilih produk Foresthree dibandingkan dengan pesaing yang serupa dikarenakan tempat yang nyaman (31,3%) dan karena rasa produk yang ditawarkan enak (31,3%). Setelah itu alasan konsumen memilih Foresthree karena harga yang terjangkau (28,1%). Hal tersebut membuktikan bahwa secara lokasi (place), produk (product), dan harga (price) Foresthree berhasil dalam pengaplikasiannya.
Kegiatan yang konsumen lakukan biasanya saat memutuskan untuk memesan produk Foresthree melalui Grab-food paling banyak sambil nongkrong bersama teman (46,9%) dan yang kedua sambil mengerjakan tugas / belajar (40,6%). Hal ini menegaskan bahwa produk Foresthree menjadi pilihan konsumen sembari melakukan aktivitas. Sama dengan pernyataan Fernando Mickael S.
Ringgo yang mengatakan biasanya konsumen yang datang sambil membawa laptop dan juga sambil berkumpul besama teman-temannya.
Berdasarkan temuan di atas, produk yang biasanya konsumen pesan melalui Grab-food adalah produk kopi (56,3%) dan yang kedua non-kopi (34,4%).
Hal ini mendukung data penjualan Foresthree pada Grab-food produk yang paling banyak dipesan adalah produk kopi (kopi susu, doubleshot es kopi susu, doubleshot ice shaken) dan produk non-kopi (teh tarek, hersey’s creme).