• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4 Pembahasan

4.4.3 Relevansi Pemasaran 4.0 dengan Penjualan

pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan dan pelanggan. Dalam ekonomi digital, interaksi online saja tidak cukup, harus dibarengi dengan interaksi offline yang cukup penting. Pada pemasaran 4.0 mengangkat konektivitas mesin-ke-mesin dan kecerdasan buatan

untuk meningkatkan produktivitas pemasaran dengan konektivitas manusia-ke-manusia untuk memperkuat keterlibatan konsumen.

Pelaku usaha tentu juga perlu mulai beradaptasi dengan pemasaran 4.0 juga, tidak hanya pada pemasaran tradisional saja. Pelaku usaha perlu mencari cara agar dapat bersaing dengan usaha pesaing serupa. Dengan bekerjasamanya pelaku usaha dengan instansi besar seperti Grab, Gojek, Shopee, dan sebagainya juga membangun kepercayaan kepada konsumen terhadap pelaku usaha tersebut.

Hal tersebut tentunya menambah nilai plus dari pemasaran online sendiri.

Pada masa pandemi sekarang, hampir semuanya dibatasi. Dari mulai pembatasan sosial (physical distancing), pembatasan kuota konsumen pada store, protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah diperketat, membuat pelaku usaha harus mencari cara lagi untuk mempertahankan usahanya. Dengan memanfaatkan pemasaran online, tentu pelaku usaha dapat menjangkau konsumen tanpa harus bertatap muka dan juga menjadi alternatif untuk pelaku usaha bisa tetap bertahan. Grab-food menjadi salah satu cara untuk pelaku usaha terutama Foresthree Kota Baru untuk bertahan pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Dengan terbatasnya konsumen untuk datang langsung untuk memesan produk Foresthree, dengan adanya Grab-food menjadikan alternatif lain untuk konsumen agar tetap bisa menikmati produk Foresthree dan begitu juga sebaliknya.

59 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:

1. Dari hasil penelitian, untuk penentuan produk, Foresthree Kota Baru mampu menggunakan produk berkualitas bagi pelanggan. Dilihat dari konsumen yang memiliki produk andalan setiap saat melakukan pemesanan produk Foresthree melalui Grab-food. Untuk penentuan harga, Foresthree Kota Baru lebih menggunakan konsep market based pricing yaitu penetapan harga berdasarkan pertimbangan seperti selera, nilai dan citra yang dirasakan, tingkat persaingan pasar, dan siklus hidup produk. Foresthree Kota Baru yang berlokasi di Jalan Blekok Raya No. 9, Kota Jambi dinilai cukup strategis dikarenakan banyaknya konsumen yang datang (dine in) maupun memesan produk melalui Grab-food. Foresthree Kota Baru melakukan strategi promosi produk seperti rutin menawarkan promo, diskon, dan lain lain dan menyebarkan informasi tersebut melalui sosial media dan juga pada timeline Grab-food. Strategi ini dinilai berhasil karena mengundang banyak konsumen untuk melakukan pemesanan produk Foresthree terutama pada aplikasi Grab-food.

2. Foresthree Kota Baru, memadukan interaksi pemasaran dan penjualan melalui offline dan juga online. Pada penjualan offline sendiri, Foresthree Kota Baru

menyediakan lokasi dan tempat yang nyaman untuk disinggahi, sekaligus menjadi tempat Foresthree untuk menyiapkan dan menyediakan produk yang ditawarkan. Pada penjualan online, konsumen yang melakukan pemesanan pada Grab-food melalui aplikasi Grab yang dihubungkan langsung ke Foresthree Kota Baru melalui driver Grab sebagai perantara.

3. Penjualan online yang dilakukan Foresthree Kota Baru melalui merchant Grab-food dinilai berhasil meningkatkan omzet dan membantu Foresthree untuk mencapai target penjualan kurang lebih sebesar 20%. Target penjualan yang ditetapkan Foresthree sendiri sebesar Rp. 150.000.000 perbulan dan penjualan yang didapat dari merchant Grab-food saja bisa mencapai Rp.

12.000.000 perbulan dan disetiap bulan meningkat.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan bermanfaat bagi Foresthree Kota Baru. Adapun saran dari penulis yaitu sebagai berikut:

1. Dalam pengelolaan produk meskipun Foresthree Kota Baru mampu menggunakan produk berkualitas bagi pelanggan dengan baik, Foresthree tetap perlu melakukan pengembangan produk lagi seperti menawarkan produk-produk spesial perbulan atau permusim seperti produk spesial lebaran, spesial natal, dan lain-lain.

2. Dalam promosi melalui Grab-food meskipun sudah sangat mempengaruhi peningkatan penjualan, Foresthree tetap perlu meningkatkan kembali

promosi-promosi seperti menampilkan lebih sering lagi tawaran promo di timeline Grab-food dan juga melalui sosial media.

DAFTAR PUSTAKA

Buku :

Abdurrahman, N. H. 2015. Manajemen Strategi Pemasaran. Bandung: Pustaka Setia.

Assauri, Sofjan. 2018. Manajemen Pemasaran. Depok: RajaGrafindo Persada.

Ayodya, Wulan. 2020. UMKM 4.0 Strategi UMKM Memasuki Era Digital.

Jakarta: PT Gramedia.

Kotler, Philip. 2020. Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital. Jakarta:

PT Gramedia.

Peter, J. Paul. 2014. Perilaku Konsumen & Strategi Pemasaran. Jakarta: Salemba Empat.

Rachmat. 2014. Manajemen Strategik. Bandung: Pustaka Setia.

Rangkuti, F. 2013. Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Supratikno, Hendrawan.2003.Advanced Strategic Management; Back to Basic Approach. Jakarta: PT. Gravindo Utama.

Skripsi :

Arodhi, Muhammad Da‟al Aula. 2018. Analisis Strategi Pemasaran dalam Upaya Peningkatan Omzet di MH Mart Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi. Surabaya: Program Studi Ekonomi Syari‟ah Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya

Jailani. 2019. Strategi Pemasaran Produk Pabrik Krikil UD Gita Putri di DesaLangsar dalam Rangka Meningkatkan Omzet Penjualan (Studi : UD GitaPutri di Desa Langsar). Skripsi. Sumenep: Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja

Stephanie, Agnes. 2018. Strategi Produsen dalam Meningkatkan Omzet Penjualan (Studi Produksi Roti Shabrina Bakery di Banjarmasin).

Skripsi. Semarang: Program Studi Ekonomi Syari‟ah Fakultas Ekonomidan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Antasari

Saputra, M. Amdan. 2020. Pengaruh Penjualan Online melalui Merchant Go Food Partner terhadap Peningkatan Omzet pada Usaha Kuliner di Jalan Garuda Sakti Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Baru.

Skripsi.Pekanbaru: Program Studi Ekonomi Syari‟ah Fakultas Syari‟ah danHukum,Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

Viasari, Yuni. 2016. Analisis Pemasaran Online melalui Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Omzet Penjualan (Studi Kasus pada ButikViesna). Skripsi. Kudus: Program Studi Ekonomi Syari‟ah, SekolahTinggi Agama Islam Negeri

Jurnal &Riset :

Amelia, Ratih. 2019. Pengaruh Aplikasi Go Food terhadap Peningkatan Penjualan Mochitalk Plaza Medan Fair.Jurnal. Medan: Manajemen Pemasaran Politeknik Unggul LP3M

Apriyani, Dwi Aliyyah. 2017. Pengaruh Kualitas Pelayanan Kepuasan Konsumen (Survei pada Konsumen The Little A Coffee shop Sidoarjo).Jurnal. Malang: fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Ardyanto, D. 2015. Pengaruh kemudahan dan kepercayaan menggunakan Ecommerce terhadap keputusan pembelian online (Survei Pada Konsumen www. petersaysdenim. com). Jurnal Administrasi Bisnis, 22(1).

Efriyanti, Mery. 2018. Analisis Implementasi Electronic Commerce untuk Meningkatkan Omset Penjualan Butik Mery Berbasis Web Mobile.Jurnal. Lampung: STMIK Pringsewu

Murya, T. P., & Wulandari, A. 2016. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Kedai Kandang Bandung. Prosiding SNaPP: Sosial, Ekonomi Dan Humaniora

Ristania, N., & Justianto, J. S. 2013. Analisa Pengaruh Harga, Promosi Dan Viral Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Pada" Online Shop" S-Nexian Melalui Facebook. Journal of Business Strategy and Execution Sari, Santy Permata. 2020. Strategi Meningkatkan Penjualan Di Era Digital.

Jurnal. NTT: Universiras Flores

Setyarko, Y. 2016. Analisis Persepsi Harga, Promosi, Kualitas Layanan, dan Kemudahan Penggunaan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Secara Online. Jurnal. Ekonomika dan Manajemen

Wijaya, M., & Jasfar, F. 2014. Pengaruh Rancangan Situs, Harga, Kepercayaan Dan Keamanan Terhadap Pembelian Produk Fashion Melalui Online Shopping. Jurnal. Manajemen Dan Pemasaran Jasa

Wulandari, Siska Aprilia. 2015. Sistem Informasi Penjualan Produk Berbasis Web Pada Chanel Distro Pringsewu. Jurnal. TAM (Technology Acceptance Model)

Wulansari, Dya Ayu. 2015. Pengaruh Penjualan Online terhadap Omzet Penjualan Butik Zieta Desa Sewulan Kec. Dagangan Kab. Madiun.

Jurnal. Mediun: Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI Madiun

Vildayanti, Rina Ayu. 2020. Analisis Strategi Marketing Mix (4p) Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Perusahaan Jasa Periklanan Bigevo Di Jakarta Selatan Tahun 2019. Jurnal. Jakarta: Universitas Budi Luhur

Online :

https://www.grab.com/id/ diakses pada 23 April 2021.

https://foresthreecoffee.com diakses pada 3 Mei 2021

LAMPIRAN

DAFTAR WAWANCARA

Judul Penelitian: Analisis Penjualan Online Melalui Merchant Grab-food terhadap Peningkatan Omzet (Studi pada Foresthree Kota Baru, Kota Jambi)

1. Sejak kapan Foresthree bekerjasama dengan mitra Grab-food?

2. Apakah dengan bekerjasama dengan merchant Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui produk mana yang menjadi andalan dari konsumen?

3. Apakah ada menu khusus yang di sediakan untuk konsumen yang menggunakan Grab-food?

4. Hal-hal apa sajakah yang biasanya menjadi keluhan konsumen terkait dengan pembelian melalui merchant Grab-food?

5. Bagaimana strategi Foresthree dalam menentukan harga produk yang ada di outlet dengan yang ada di merchant Grab-food?

6. Bagaimana strategi Foresthree untuk membuat lokasi yang menarik membuat konsumen nyaman melakukan pemesanan di Foresthree?

7. Adakah website yang dikelola Foresthree Kota Baru guna melakukan promosi?

8. Apakah Foresthree mempunyai sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram upaya promosi?

9. Bagaimana cara Foresthree melakukan promosi melalui sosial media sehingga efektif untuk meningkatkan penjualan?

10. Apakah Foresthree pernah melakukan endorsement?

11. Apakah ada marketplace yang digunakan oleh Foresthree untuk penjualan online (Tokopedia, Shopee, dll)?

12. Jika ada, apakah penggunaan marketplace tersebut efektiv dalam peningkatan penjualan?

13. Bagaimana strategi yang diterapkan pada Foresthree di dalam merchant Grab-food untuk meningkatkan promosi? (promo, diskon, dll)

14. Dengan adanya promo tersebut, apakah meningkatkan penjualan secara signifikan?

15. Apakah dengan adanya promo tersebut efektif untuk membuat konsumen kembali melakukan pembelian ke Foresthree?

16. Bagaimana cara Foresthree bersaing dengan saingan yang serupa?

17. Bagaimana strategi Foresthree terhadap karyawan agar menguasai tentang produk-produk yang ditawarkan?

18. Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food meningkatkan penjualan dari Foresthree Kota Baru?

19. Apakah penjualan melalui merchant Grab-food sangat mempengaruhi omzet penjualan?

20. Berapakah target atau sasaran penjualan (goal) yang ditentukan oleh Foresthree (perbulan, perminggu, atau sebagainya) dan apakah dengan bermitra dengan Grab-food sasaran penjualan tersebut tercapai?

21. Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui spesifikasi pelanggan?

22. Apakah adanya rating yang ada pada merchant Grab-food mempengaruhi omzet penjualan?

JAWABAN HASIL WAWANCARA

1. “Sejak kapan Foresthree bekerjasama dengan mitra Grab-food?”

Fernando Mickael S. Ringgo: sejak pertama kali Foresthree Kota Baru berdiri, Foresthree sendiri sudah langsung terdaftar di Grab-food karena sudah ketentuan yang diberikan oleh pusat.

Aldi Anugrah Fikri: dari awal bekerja disini sudah terdaftar di Grab-food.

2. “Apakah dengan bekerjasama dengan merchant Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui produk mana yang menjadi andalan dari konsumen?”

Fernando Mickael S. Ringgo: sangat membantu karena tercantum jelas di data Grab-food apa saja produk yang terjual dan jumlahnya perbulan. Bahkan waktu pembelian juga tercatat jelas di sana.

Aldi Anugrah Fikri: sangat membantu karena tercantum di data Grab-food produk yang dipesan dan berapa banyaknya perbulan.

3. “Apakah ada menu khusus yang di sediakan untuk konsumen yang menggunakan Grab-food?”

Fernando Mickael S. Ringgo: Ada, yaitu kopi kemasan literan. Bagi yang dine in juga boleh pesan tapi jarang sekali. Kebanyakan konsumen yang melalui Grab-food yang memesan

kopi kemasan literan. Mungkin karna bisa disimpan di kulkas dan diminum lagi lain waktu.

Aldi Anugrah Fikri: kami menawarkan kopi kemasan literan di Grab-food.

4. “Hal-hal apa sajakah yang biasanya menjadi keluhan konsumen terkait dengan pembelian melalui merchant Grab-food?”

Fernando Mickael S. Ringgo: keluhan terkait pembelian melalui merchant Grab food biasanya hanya di pengiriman barangnya.

Untuk keadaan produk saat sudah ditangan konsumen tidak pernah, kita selalu membuat kemasan yang aman. Keluhan tentang produk juga hanya sekali saat di outlet. Konsumen tersebut tidak biasa dengan rasa rum dan komplain ke kita dan langsung kami ganti dengan yang baru.

Aldi Anugrah Fikri: keluhan tentang produk pada pembelian Grab-food tidak ada, hanya kadang tentang pengiriman dari Drivernya saja. Dan kalau keluhan yang ada di outlet hanya sekali dan kami langsung segera memperbaikinya.

5. “Bagaimana strategi Foresthree dalam menentukan harga produk yang ada di outlet dengan yang ada di merchant Grab-food?”

Fernando Mickael S. Ringgo: Grab-food mematokkan fee perproduk sebesar 30%.

Strategi yang kami terapkan kami menaikkan 30%

harga produk-produk signature dari kami dan tetap

dengan harga yang sama untuk produk basic seperti produk kopi susu. Karena misalnya kopi susu sendiri modalnya tidak terlalu besar jadi jika dipotong 30% juga tidak mengakibatkan kerugian.

Aldi Anugrah Fikri: untuk harga di Grab-food ada produk yang harganya

dinaikkan ada yang tidak. Tergantung perhitungan laba nya seperti produk kopi susu yang jika dipotong 30% untuk fee Grab-food tidak mengalami kerugian.

6. “Bagaimana strategi Foresthree untuk membuat lokasi yang menarik membuat konsumen nyaman melakukan pemesanan di Foresthree?”

Fernando Mickael S. Ringgo: kalau untuk lokasi kita selalu mau buat nyaman konsumen. Dan lebih fokus ke outdoor nya apalagi masa pandemi seperti ini konsumen lebih nyaman kalau nongkrong di outdoor. Untuk konsep atau bagaimananya sih basic saja tapi memang ada ketentuan penggunaan warna dari Foresthree pusat supaya senada.

Aldi Anugrah Fikri: kalau untuk tatanan lokasi owner langsung yang mengurusnya.

7. “Adakah website yang dikelola Foresthree Kota Baru guna melakukan promosi?”

Fernando Mickael S. Ringgo: untuk website dari Foresthree Kota Baru sendiri

tidak ada, website Foresthree langsung dikelola

oleh pusat dengan alamat web

foresthreecoffee.com

Aldi Anugrah Fikri: website tidak ada yang kami kelola, hanya sosial media saja guna untuk promosi

8. “Apakah Foresthree mempunyai sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram upaya promosi?”

Fernando Mickael S. Ringgo: hanya ada Instagram yang aktif kami gunakan namanya @foresthreecoffee.kotajambi. Kalau check instagram kita ada repost dari TikTok kita tapi itu tidak aktif kami gunakan.

Aldi Anugrah Fikri: untuk promosi dan membagikan informasi di sosial media kami menggunakan instagram

9. “Bagaimana cara Foresthree melakukan promosi melalui sosial media sehingga efektif untuk meningkatkan penjualan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: biasanya kami memanfaatkan sosial media untuk interaksi kepada konsumen. Seperti konsumen-konsumen yang meng-upload produk Foresthree IG Story kemudian tag ke instagram kita, nanti kita repost di IG Story kita. Untuk promosi sendiri dari menyebarkan informasi mengenai produk dan promo-promo yang kami tawarkan.

Aldi Anugrah Fikri: sosial media kami gunakan menjadi sarana untuk

mempublikasikan promo-promo yang ditawarkan oleh Foresthree Kota Baru. Dan juga promo-promo tersebut seringkali kami bagikan melalui Line.”

10. “Apakah Foresthree pernah melakukan endorsement?”

Fernando Mickael S. Ringgo: pernah tapi bukan yang berbayar gitu, sih. Kami hanya kirimkan produk lalu di review dan di upload ke sosial media mereka. Melalui kenalan influencer-influencer Kota Jambi.

Aldi Anugrah Fikri: pernah kami meng-endorse influencer-influencer Kota Jambi saja sih.”

11. “Apakah ada marketplace yang digunakan oleh Foresthree untuk penjualan online (Tokopedia, Shopee, dll)?”

Fernando Mickael S. Ringgo: Foresthree sudah terdaftar di Shopee. Kalau di search di Shopee „Foresthree Kota Baru‟ nanti muncul langsung. Tapi di Kota Jambi sendiri belum ada driver untuk Shopee-food, tapi tidak tahu kalau nanti, ya. Untuk sekarang kami menggunakan metode pembayaran dari Shopee-pay saja dan lumayan banyak konsumen yang menggunakan metode pembayaran ini karena cashback yang ditawarkan Shopee juga lumayan besar maksimalnya 30%.

Aldi Anugrah Fikri: kita sudah bekerja sama dengan Shopee untuk metode

pembayaran. Tapi untuk pengiriman keluar kota kita belum bisa.”

12. “Jika ada, apakah penggunaan marketplace tersebut efektiv dalam peningkatan penjualan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: lumayan efektif karna mempermudah konsumen untuk melakukan pembayaran dan tergantung dari promo yang mereka tawarkan seperti cashback yang besar tersebut.

Aldi Anugrah Fikri: kalau yang dari Shopee-food itu belum ada, karena di Kota Jambi juga belum ada Driver nya.”

13. “Bagaimana strategi yang diterapkan pada Foresthree di dalam merchant Grab-food untuk meningkatkan promosi? (promo, diskon, dll)”

Fernando Mickael S. Ringgo: kalau promo, diskon, itu biasanya ada kebijakan dari Foresthree pusat. Jadi ada beberapa promo yang harus diterapkan dan ada juga yang tergantung Foresthree franchaise mau ambil promo tersebut atau tidak tergantung kebijakan kita. Kalau promo yang kami tawarkan sendiri biasanya dapat sponsor nih contohnya Sampoerna, nanti alokasi dana yang didapat kami manfaatkan untuk membuat promo. Dan pengaplikasian promo tersebut biasanya ditawarkan di outlet dan di e-commerce seperti

Grab-food juga. Sudah ada promosi yang kami berikan, ditambah lagi Grab-food sendiri sering menawarkan promo potongan harga ongkos kirim juga.

Aldi Anugrah Fikri: untuk promo rutin kami lakukan. Seperti di tiap bulan kami selalu menawarkan promo diskon tiap minimal pembelian 50.000 ada diskon sampai 50% tergantung penawaran voucher promo dari Foresthree pusat.

14. “Dengan adanya promo tersebut, apakah meningkatkan penjualan secara signifikan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: secara otomatis iya apalagi melalui Grab-food.

Misalnya ada bulan-bulan promo seperti 7.7 dan lain lain keuntungan dari Grab-food sehari saja bisa sampai Rp. 500.000. Paling tinggi nya sebulan bisa mencapai Rp. 12.000.000 hanya dari Grab-food saja dan tiap bulannya meningkat.

Apalagi ditambah lagi ada pembatasan sosial atau physical distancing yang diperketat mau tidak mau kita memanfaatkan yang ada di online dan peningkatannya juga 2x lipat terus.

15. “Apakah dengan adanya promo tersebut efektif untuk membuat konsumen kembali melakukan pembelian ke Foresthree?”

Fernando Mickael S. Ringgo: kalau dilihat melalui data yang ada di Grab, memang tidak terlalu banyak dan kebanyakan itu pengguna baru. Tapi setiap bulan pasti meningkat terus pengguna-pengguna Grab-food yang melakukan pemesanan ulang.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “dari data Grab selalu ada yang melakukan pemesanan ulang. Tapi lebih banyak yang memesan dengan produk yang sama.”

16. “Bagaimana cara Foresthree bersaing dengan saingan yang serupa?”

Fernando Mickael S. Ringgo: Foresthree selalu mengedepankan kulitas dan kenyamanan konsumen. Produk yang kita tawarkan sudah sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan Foresthree pusat. Rasa dan kualitas pasti sangat kita jaga.

Aldi Anugrah Fikri: kami selalu menjaga kualitas dan kenyamanan konsumen.

Bagi kami kualitas dan kenyamanan adalah yang paling penting.”

17. “Bagaimana strategi Foresthree terhadap karyawan agar menguasai tentang produk-produk yang ditawarkan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: saat awal karyawan masuk langsung diberikan training untuk pengenalan dan pemahaman produk selama 2 minggu.

Aldi Anugrah Fikri: awal masuk kerja kami melakukan training selama 2 minggu praktek dan 1 hari pemahaman materi.”

18. “Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food meningkatkan penjualan dari Foresthree Kota Baru?”

Fernando Mickael S. Ringgo: penjualan melalui Grab-food sangat meningkatkan penjualan. Apalagi seperti yang saya katakana tadi pada saat pemberlakuan physical distancing seperti ini mau tidak mau konsumen yang ingin dine in di batasi kapasitasnya dan beralih melalui online.

Konsumen tidak perlu keluar rumah dan berkerumun tapi sudah bisa menikmati produk dari Foresthree.

Aldi Anugrah Fikri: di masa pandemi seperti sekarang penjualan pada Grab-food sangat membantu meningkatkan penjualan dari Foresthree dan tiap bulan penjualan melalu Grab-food selalu meningkat.

19. “Apakah penjualan melalui merchant Grab-food sangat mempengaruhi omzet penjualan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: sangat mempengaruhi dan sangat membantu kita untuk mencapai target penjualan. Tidak terlalu berlebih memang tapi penjualan dari Grab-food sendiri mempengaruhi omzet penjualan ke target penjualan sebesar kurang lebih 20%.

Aldi Anugrah Fikri: sangat berpengaruh. Karena penjualan kita tidak hanya melalui dine in saja tapi juga take away/online. Ditambah lagi konsumen lebih banyak melakukan pemesanan online melalui Grab-food dibandingkan merchant yang lainnya.

20. Berapakah target atau sasaran penjualan (goal) yang ditentukan oleh Foresthree (perbulan, perminggu, atau sebagainya) dan apakah dengan bermitra dengan Grab-food sasaran penjualan tersebut tercapai?”

Fernando Mickael S. Ringgo: target penjualan kita tentukan perbulan sebesar Rp.

150.000.000 dan penjualan melalui Grab-food membantu kita untuk mencapai target penjualan kurang lebih 20% nya.

Aldi Anugrah Fikri: target penjualan yang kami tentukan sebesar Rp. 150.000.000 perbulan dan penjualan melalui Grab-food membantu kami untuk mencapai target penjualan.”

21. “Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui spesifikasi pelanggan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: dilihat dari data Grab-food untuk spesifikasi pelanggan seperti usia, jenis kelamin itu tidak.

Kami melakukan analisa sendiri dari konsumen yang dine in. Kalau siang sampai ke sore biasanya orang kerja dan mahasiswa, pada bawa laptop mengerjakan tugas masing-masing.

Kalau sore ke malam kebanyakan anak SMA

dan anak kuliah juga yang datang untuk nongkrong gitu sih.

Aldi Anugrah Fikri : spesifikasi pelanggan seperti umur dan jenis kelamin itu tidak ada tapi kami analisa sendiri dari konsumen yang datang ke Foresthree.”

22. “Apakah adanya rating yang ada pada merchant Grab-food mempengaruhi omzet penjualan?”

Fernando Mickael S. Ringgo: untuk rating tidak mempengaruhi omzet penjualan, dan juga rating Foresthree di Grab-food juga terbilang tinggi.

Aldi Anugrah Fikri : rating tidak mempengaruhi omzet penjualan.

KUESIONER PENELITIAN

“Analisis Penjualan Online melalui Merchant Grab-food terhadap Peningkatan

“Analisis Penjualan Online melalui Merchant Grab-food terhadap Peningkatan

Dokumen terkait