BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1.1 Profil Singkat Foresthree Kota Baru, Kota Jambi
Dalam beberapa tahun ini indsutri bisnis dalam bidang coffee shop mengalami peningkatan yang baik. Hal ini banyak mendorong para wirausahawan untuk membuka atau menciptakan usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada, yang sekaligus menciptakan persaingan antara coffee shop dengan begitu ketat. Dapat dilihat dari mulai menjamurnya coffee shop yang ada di Indonesia terutama di Kota Jambi membuat para pengusaha coffee shop harus memberikan nilai tambah terhadap produk, jasa, dan pelayanan untuk diberikan kepada konsumen. Nilai tambah ini yang akan membuat konsumen memiliki alasan untuk memilih suatu coffee shop yang tepat dibandingkan coffee shop yang lain.
Foresthree Kota Baru merupakan coffee shop franchise dari Foresthree Coffee yang berpusat di Jl. Bambu Kuning No.22, Kota Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan berdiri pada tahun 2016 dan berdiri resmi sebagai waralaba/franchise pada tahun 2018. Terlampir pada sasamecoffee.com hingga November 2020 sudah ada 55 gerai Foresthree Coffee di seluruh Indonesia.
Foresthree Kota Baru, Kota Jambi sendiri berdiri pada tanggal 19 Desember 2020 dengan beralamat di Jl. Blekok Raya No.9, Handil Jaya, Kec. Jelutung, Kota Jambi dan coffee shop ini didirikan oleh Fernando Mickael S. Ringgo. Foresthree
Kota Baru sekarang memiliki 10 orang karyawan yang dikepalai langsung oleh pendiri Foresthree Kota Baru sendiri.
Gambar 4.1 Logo Perusahaan
Sumber: foresthreecoffee.com (2021) 4.1.2 Struktur Organisasi
Gambar 4.2 Struktur Organisasi Foresthree Kota Baru
Sumber : Foresthree Kota Baru (2021) 4.2 Profil Informan
Informan merupakan orang yang digunakan peneliti sebagai pemberi Owner Foresthree Kota Baru
Leader (dipilih acak setiap bulan)
Staff/Karyawan Foresthree Kota Baru
informasi situasi dan kondisi penelitian. Dalam proses ini penulis langsung mengumpulkan data melalui wawancara kepada narasumber yang di lakukan di Foresthree Kota Baru Jalan Jl. Blekok Raya No.9, Handil Jaya, Kec. Jelutung, Kota Jambi. Adapun yang menjadi informan pada penelitian ini adalah:
1. Fernando Mickael S. Ringgo sebagai Owner Foresthree Kota Baru 2. Aldi Anugrah Fikri sebagai Karyawan Foresthree Kota Baru 4.3 Penyajian Data
Pada bagian penyajian data penulis akan menyajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh peneliti selama masa penelitian. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, penulis memperoleh data dengan cara melakukan wawancara dengan informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Informan ditunjuk sebagai sumber data yang mampu memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya serta relevan terhadap tujuan penelitian. Peneliti terlebih dahulu melampirkan data-data yang di dapatkan melalui wawancara kemudian dilanjutkan dengan melampirkan data pendukung yang didapatkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 konsumen Foresthree Kota Baru sebagai informan pendukung. Setelah menyajikan kedua data tersebut kemudian peneliti mengelompokkan data-data yang sama dan sesuai dengan topik yang ingin dibahas sebelum diteruskan ke pembahasan.
4.3.1 Hasil Wawancara
Berikut akan dijabarkan hasil wawancara dari kedua informan yang merupakan perwakilan pihak Foresthree Kota Baru terkait pertanyaan mengenai
penjualan produk melalui merchant Grab-food. Ada 22 pertanyaan yang ditanyakan kepada kedua informan yang mana hasilnya sebagai berikut:
1. “Sejak kapan Foresthree bekerjasama dengan mitra Grab-food?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “sejak pertama kali Foresthree Kota Baru berdiri, Foresthree sendiri sudah langsung terdaftar di Grab-food karena sudah ketentuan yang diberikan oleh pusat. Aldi Anugrah Fikri juga menjawab “dari awal bekerja disini Foresthree Kota Baru sudah terdaftar di Grab-food.”
2. “Apakah dengan bekerjasama dengan merchant Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui produk mana yang menjadi andalan dari konsumen?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “sangat membantu karena tercantum jelas di data Grab-food apa saja produk yang terjual dan jumlahnya perbulan. Bahkan waktu pembelian juga tercatat jelas di sana.”
Aldi Anugrah Fikri menjawab “sangat membantu karena tercantum di data Grab-food produk yang dipesan dan berapa banyaknya perbulan.”
3. “Apakah ada menu khusus yang di sediakan untuk konsumen yang menggunakan Grab-food?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “Ada, yaitu kopi kemasan literan.
Bagi yang dine in juga boleh memesan produk tersebut tapi jarang sekali.
Kebanyakan konsumen yang melalui Grab-food yang memesan kopi kemasan literan. Mungkin karna bisa disimpan di lemari pendingin dan
dikonsumsi lagi lain waktu.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “kami menawarkan kopi kemasan literan di Grab-food.”
4. “Hal-hal apa sajakah yang biasanya menjadi keluhan konsumen terkait dengan pembelian melalui merchant Grab-food?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “keluhan terkait pembelian melalui merchant Grab-food biasanya hanya di pengiriman barangnya.
Untuk keadaan produk saat sudah ditangan konsumen tidak pernah ada keluhan, kita selalu membuat kemasan yang aman. Keluhan tentang produk juga hanya sekali terjadi saat di outlet. Konsumen tersebut tidak biasa dengan rasa rum dari produk kami dan langsung kami ganti dengan yang baru.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “keluhan tentang produk pada pembelian Grab-food tidak ada, hanya kadang tentang pengiriman dari drivernya saja. Dan kalau keluhan yang ada di outlet hanya sekali dan kami langsung segera memperbaikinya.”
5. “Bagaimana strategi Foresthree dalam menentukan harga produk yang ada di outlet dengan yang ada di merchant Grab-food?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “Grab-food mematokkan fee perproduk sebesar 30%. Strategi yang kami terapkan kami menaikkan 30%
harga produk-produk signature dari kami dan tetap dengan harga yang sama untuk produk basic seperti produk kopi susu. Karena misalnya kopi susu sendiri modalnya tidak terlalu besar jadi jika dipotong 30% juga tidak mengakibatkan kerugian.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “untuk harga di Grab-food ada produk yang harganya dinaikkan ada yang tidak.
Tergantung perhitungan laba nya seperti produk kopi susu yang jika dipotong 30% untuk fee Grab-food tidak mengalami kerugian.”
6. “Bagaimana strategi Foresthree untuk membuat lokasi yang menarik membuat konsumen nyaman melakukan pemesanan di Foresthree?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “kalau untuk lokasi kita selalu mau membuat konsumen nyaman. Dan lebih fokus ke outdoor nya apalagi masa pandemi seperti ini konsumen lebih nyaman di outdoor. Untuk konsep atau penataan lokasi basic saja tapi memang ada ketentuan penggunaan warna dari Foresthree pusat supaya senada.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “kalau untuk tatanan lokasi owner langsung yang mengurusnya.”
7. “Adakah website yang dikelola Foresthree Kota Baru guna melakukan promosi?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “untuk website dari Foresthree Kota Baru sendiri tidak ada, website Foresthree langsung dikelola oleh pusat dengan alamat web foresthreecoffee.com” dan Aldi Anugrah Fikri menjawab “website tidak ada yang kami kelola, hanya sosial media saja guna untuk promosi”
8. “Apakah Foresthree mempunyai sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram upaya promosi?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “hanya ada Instagram yang aktif kami gunakan dengan nama @foresthreecoffee.kotajambi. Kalau check instagram kita ada repost dari TikTok tapi itu tidak aktif digunakan.” Aldi
Anugrah Fikri menjawab “untuk promosi dan membagikan informasi di sosial media kami menggunakan instagram”
9. “Bagaimana cara Foresthree melakukan promosi melalui sosial media sehingga efektif untuk meningkatkan penjualan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “biasanya kami memanfaatkan sosial media untuk interaksi kepada konsumen. Seperti konsumen-konsumen yang meng-upload produk Foresthree IG Story kemudian tag ke instagram kita, nanti kita repost di IG Story kita. Untuk promosi sendiri dari menyebarkan informasi mengenai produk dan promo-promo yang kami tawarkan.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “sosial media kami gunakan menjadi sarana untuk mempublikasikan promo-promo yang ditawarkan oleh Foresthree Kota Baru. Dan juga promo-promo tersebut seringkali kami bagikan melalui Line.”
10. “Apakah Foresthree pernah melakukan endorsement?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “pernah tapi bukan yang berbayar.
Kami hanya kirimkan produk lalu di review dan di upload ke sosial media mereka. Melalui kenalan influencer-influencer Kota Jambi.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “pernah kami meng-endorse influencer-influencer Kota Jambi saja.”
11. “Apakah ada marketplace yang digunakan oleh Foresthree untuk penjualan online (Tokopedia, Shopee, dll)?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “Foresthree sudah terdaftar di Shopee. Kalau di search di Shopee „Foresthree Kota Baru‟ akan muncul
langsung. Tapi di Kota Jambi sendiri belum ada driver untuk Shopee-food, tapi tidak tahu ketentuan nanti bagaimana. Untuk sekarang kami menggunakan metode pembayaran dari Shopee-pay saja dan lumayan banyak konsumen yang menggunakan metode pembayaran ini karena cashback yang ditawarkan Shopee juga lumayan besar maksimalnya 30%.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “kita sudah bekerja sama dengan Shopee untuk metode pembayaran. Tapi untuk pengiriman keluar kota belum bisa.”
12. “Jika ada, apakah penggunaan marketplace tersebut efektiv dalam peningkatan penjualan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “lumayan efektif karna mempermudah konsumen untuk melakukan pembayaran dan tergantung dari promo yang mereka tawarkan seperti cashback yang besar tersebut.”
Aldi Anugrah Fikri menjawab “kalau yang dari Shopee-food itu belum ada, karena di Kota Jambi juga belum ada Driver nya.”
13. “Bagaimana strategi yang diterapkan pada Foresthree di dalam merchant Grab-food untuk meningkatkan promosi? (promo, diskon, dll)”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “kalau promo, diskon, itu biasanya ada kebijakan dari Foresthree pusat. Jadi ada beberapa promo yang harus diterapkan dan ada juga yang tergantung Foresthree franchaise mau ambil promo tersebut atau tidak tergantung kebijakan kita. Kalau promo yang kami tawarkan sendiri biasanya dapat sponsor contohnya Sampoerna, alokasi dana yang didapat akan dimanfaatkan untuk membuat promo. Dan
pengaplikasian promo tersebut biasanya ditawarkan di outlet dan di e-commerce seperti Grab-food juga. Sudah ada promosi yang kami berikan, ditambah lagi Grab-food sendiri sering menawarkan promo potongan harga ongkos kirim juga.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “untuk promo rutin kami lakukan. Seperti di tiap bulan di hari senin kami selalu menawarkan promo diskon tiap minimal pembelian 50.000 ada diskon sampai 50% tergantung penawaran voucher promo dari Foresthree pusat.”
14. “Dengan adanya promo tersebut, apakah meningkatkan penjualan secara signifikan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “secara otomatis iya apalagi melalui Grab-food. Misalnya ada bulan-bulan promo seperti 7.7 dan lain lain keuntungan dari Grab-food sehari bisa sampai Rp. 500.000. Paling tingginya sebulan bisa mencapai Rp. 12.000.000 hanya dari Grab-food saja dan tiap bulannya meningkat. Apalagi ditambah adanya pembatasan sosial atau physical distancing yang diperketat mau tidak mau kita memanfaatkan yang ada di online dan peningkatannya juga 2x lipat.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “sangat meningkatkan penjualan karena banyak konsumen yang memesan produk Foresthree menggunakan Grab-food.”
15. “Apakah dengan adanya promo tersebut efektif untuk membuat konsumen kembali melakukan pembelian ke Foresthree?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “kalau dilihat melalui data yang ada di Grab, memang tidak terlalu banyak dan kebanyakan itu pengguna baru. Tapi setiap bulan pasti meningkat terus pengguna-pengguna
Grab-food yang melakukan pemesanan ulang.” Aldi Anugrah Fikri menjawab
“dari data Grab selalu ada yang melakukan pemesanan ulang. Tapi lebih banyak yang memesan dengan produk yang sama.”
Tabel 4.1
Konsumen yang melakukan pemesanan ulang
No. Bulan Konsumen yang melakukan
pemesanan ulang
1. Januari 2021 2 konsumen
2. Februari 2021 5 konsumen
3. Maret 2021 7 konsumen
4. April 2021 14 konsumen
5. Mei 2021 16 konsumen
Sumber: Grab (2021)
16. “Bagaimana cara Foresthree bersaing dengan saingan yang serupa?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “Foresthree selalu mengedepankan kulitas dan kenyamanan konsumen. Produk yang kita tawarkan sudah sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan Foresthree pusat. Rasa dan kualitas pasti sangat kita jaga.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “kami selalu menjaga kualitas dan kenyamanan konsumen.
Bagi kami kualitas dan kenyamanan adalah yang paling penting.”
17. “Bagaimana strategi Foresthree terhadap karyawan agar menguasai tentang produk-produk yang ditawarkan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “saat awal karyawan bekerja langsung diberikan training untuk pengenalan dan pemahaman produk selama 2 minggu.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “awal masuk kerja kami
melakukan training selama 2 minggu praktek dan 1 hari pemahaman materi.”
18. “Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food meningkatkan penjualan dari Foresthree Kota Baru?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “penjualan melalui Grab-food sangat meningkatkan penjualan. Apalagi seperti yang saya katakana tadi pada saat pemberlakuan physical distancing seperti ini mau tidak mau konsumen yang ingin dine in di batasi kapasitasnya dan beralih melalui online. Konsumen tidak perlu keluar rumah dan berkerumun tapi sudah bisa menikmati produk dari Foresthree.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “di masa pandemi seperti sekarang penjualan pada Grab-food sangat membantu meningkatkan penjualan dari Foresthree dan tiap bulan penjualan melalu Grab-food selalu meningkat.”
19. “Apakah penjualan melalui merchant Grab-food sangat mempengaruhi omzet penjualan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “sangat mempengaruhi dan sangat membantu kita untuk mencapai target penjualan. Tidak terlalu berlebih memang tapi penjualan dari Grab-food sendiri mempengaruhi omzet penjualan ke target penjualan sebesar kurang lebih 20%.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “sangat berpengaruh. Karena penjualan kita tidak hanya melalui dine in saja tapi juga take away/online. Ditambah lagi konsumen lebih banyak melakukan pemesanan online melalui Grab-food dibandingkan merchant yang lainnya.”
20. “Berapakah target atau sasaran penjualan (goal) yang ditentukan oleh Foresthree (perbulan, perminggu, atau sebagainya) dan apakah dengan bermitra dengan Grab-food sasaran penjualan tersebut tercapai?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “target penjualan kita tentukan perbulan sebesar Rp. 150.000.000 dan penjualan melalui Grab-food membantu kita untuk mencapai target penjualan kurang lebih 20% nya.”
Aldi Anugrah Fikri menjawab “target penjualan yang kami tentukan sebesar Rp. 150.000.000 perbulan dan penjualan melalui Grab-food membantu kami untuk mencapai target penjualan.”
21. “Apakah dengan bekerjasama dengan mitra Grab-food membantu Foresthree untuk mengetahui spesifikasi pelanggan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “dilihat dari data Grab-food untuk spesifikasi pelanggan seperti usia, jenis kelamin itu tidak. Kami melakukan analisa sendiri dari konsumen yang dine in. Kalau siang sampai ke sore biasanya orang kerja dan mahasiswa, pada bawa laptop mengerjakan tugas masing-masing. Kalau sore ke malam kebanyakan anak SMA dan anak kuliah juga yang datang untuk nongkrong gitu sih.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “spesifikasi pelanggan seperti umur dan jenis kelamin itu tidak ada tapi kami analisa sendiri dari konsumen yang datang ke Foresthree.”
22. “Apakah adanya rating yang ada pada merchant Grab-food mempengaruhi omzet penjualan?”
Fernando Mickael S. Ringgo menjawab “untuk rating tidak mempengaruhi omzet penjualan, dan juga rating Foresthree di Grab-food juga terbilang tinggi.” Aldi Anugrah Fikri menjawab “rating tidak mempengaruhi omzet penjualan.”
4.3.2 Data Informan Kuesioner
Selain melakukan wawancara kepada pihak Foresthree Kota Baru, peneliti juga melakukan pengambilan data kepada konsumen Foresthree yang pernah melakukan pemesanan produk melalui Grab-food yang berjumlah 32 orang.
Berikut adalah hasil data yang didapatkan setelah memberikan angket kepada 32 responden:
4.3.2.1 Demografi Informan Tambahan Tabel 4.2
Informasi Identitas Informan Jenis Kelamin
Laki-laki 31,2%
Perempuan 68,8%
Umur
17-18 tahun 37,5%
19-22 tahun 53,1%
23-26 tahun 9,4%
27-30 tahun 0%
Pendidikan Terakhir
SD 0%
SMP 3,1%
SMA 71,9%
Diploma 6,3%
S1 15,6%
S2/S3 3,1%
Pendapatan / Uang Saku perbulan
<Rp. 500.000 34,4%
Rp. 500.001 – Rp. 1.000.000 21,9%
Rp. 1.000.0001 – Rp. 1.500.000 9,4%
Rp. 1.500.001 – Rp. 2.000.000 15,6%
>Rp. 2.000.001 18,8%
Sumber: penulis (2021)
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa konsumen yang melakukan pemesanan secara online lebih banyak dilakukan oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Dalam berbelanja online, perempuan dianggap lebih sering melakukannya dibandingkan laki-laki. Biasanya laki-laki lebih suka langsung datang ke store dan menikmati produk yang mereka inginkan. Sedangkan perempuan lebih suka menggunakan pembelian online dalam pemesanan produk dengan beberapa pertimbangan.
Konsumen yang pernah memesan produk Foresthree melalui Grab-food berada pada rentang umur 17 sampai 26 tahun sebanyak 98%. Bila kita kerucutkan, konsumen paling banyak pada rentang usia 19 s.d. 22 tahun. Hal ini karena kebanyakan pengguna merchant Grab-food adalah generasi milenials.
Sedangkan untuk pendidikan terakhir dari konsumen yang diteliti kebanyakan berada pada tingkat SMA. Hal ini dikarenakan kebanyakan informan yang menjawab adalah para mahasiswa yang sering menggunakan merchant Grab-food. Kelompok umur mahasiswa berada pada kelompok kedua terbanyak
terutama di D3 dan S1. Kedua hal tadi juga mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan rentang umur konsumen paling banyak berada pada 17-26 tahun.
4.2.2.2 Pertanyaan Mengenai Penjualan pada Grab-food
Berdasarkan kuesioner yang telah peneliti sebarkan kepada konsumen yang pernah melakukan pemesanan produk Foresthree Kota Baru pada Grab-Food sebagai informan tambahan. Infotman tambahan tersebut sebanyak 32 orang.
Konsumen yang melakukan pemesanan produk Foresthree melalui merchant Grab-food paling banyak 2-3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menjadikan produk Foresthree menjadi pilihan untuk pemesanan melalui Grab-food dan paling banyak konsumen yang menghabiskan Rp. 500.001 - Rp. 100.000 perbulan. Hal ini mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan konsumen melakukan pemesanan produk Foresthree melaluo Grab-food sebanyak 2-3 kali dengan harga produk Rp. 15.000 – Rp. 30.000.
Konsumen paling sering melakukan pemesanan produk Foresthree langsung ke store. Hal ini dikarenakan konsumen lebih suka menikmati produk Foresthree sambil nongkrong di store Foresthree Kota Baru. Temuan ini menunjukkan bahwa Foresthree memiliki lokasi yang nyaman untuk para konsumen.
Konsumen paling banyak mengetahui Foresthree Kota Baru dari mulut-kemulut sebanyak 50% dan yang mengetahui Foresthree melalui sosial media berada pada kedua terbanyak sebesar 28,1%. Hal ini menunjukkan bahwa sosial media yang dikelola Foresthree termasuk berhasil dalam promosinya hingga
diketahui oleh masyarakat. Sosial media Foresthree yang paling banyak diketahui oleh konsumen adalah sebesar 96,9% pada sosial media Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua konsumen mengetahui Instagram yang dikelola oleh Foresthree Kota Baru dengan nama @foresthreecoffee.kotabaru.
Promo yang konsumen dapatkan pada pemesanan produk Foresthree paling banyak pada hari/waktu tertentu. Hal ini didukung oleh pernyataan Aldi Anugrah Fikri selaku karyawan Foresthree Kota Baru yang mengatakan bahwa promo yang paling rutin ditawarkan adalah setiap hari senin dengan minimal belanja Rp.50.000 dengan potongan 50%.
Konsumen paling banyak mengetahui promo Foresthree Kota Baru melalui timeline Grab-food dan kedua terbanyak konsumen mengetahui promo Foresthree melalui teman/keluarga. Dengan hal ini timeline Grab-food dinilai efektiv dalam penyebaran informasi untuk konsumen Grab-food. Pada Grab-food sendiri ditayangkan dengan jelas informasi mengenai pemotongan harga dan juga ada kolom voucher yang dapat konsumen gunakan. Untuk layanan dari Grab-food, konsumen selalu merasa puas dengan layanan pengiriman barang melalui food. Hal ini menegaskan layanan pengiriman barang yang baik dari Grab-food menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk melakukan pemesanan melalui Grab-food. Tentu hal itu penting dilakukan agar konsumen mau melakukan pemesanan kembali dengan layanan yang sama.
Konsumen yang menganggap bahwa harga yang ditawarkan oleh Foresthree pada Grab-food terjangkau sebanyak 90,6%. Hal ini mendukung temuan sebelumnya yaitu produk Foresthree menjangkau keseluruh konsumen
dengan uang saku / pendapatan berapapun. Sebanyak 75% konsumen beralasan untuk melakukan pemesanan produk Foresthree melalui Grab-food dikarenakan tidak perlu keluar rumah. Dan dengan alasan terbanyak kedua karena banyak promo yang di tawarkan. Hal ini menegaskan bahwa Grab-food dinilai mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan tanpa harus keluar rumah. Ditambah lagi banyak promo yang ditawarkan oleh Grab-food meningkatkan alasan konsumen untuk menggunakan Grab-Grab-food.
Konsumen yang melakukan pemesanan ulang (re-order) produk Foresthree melalui Grab-food sebanyak 2-3 kali sebesar 40,6%. Hal ini mendukung temuan sebelumnya bahwa konsumen paling banyak melakukan pemesanan produk Foresthree melalui Grab-food sebanyak 2-3 kali sebesar 62,5%.
Tindakan yang dilakukan konsumen jika merasa puas dengan produk Foresthree yang dipesan melalui Grab-food adalah memberikan rating tinggi pada produk Foresthree di Grab-food. Hal ini mendukung rating Foresthree yang ada pada Grab-food sebesar 4,8. Seluruh konsumen menganggap bahwa Foresthree selalu dengan sigap menanggapi keluhan yang diberikan konsumen. Hal ini mendukung pernyataan Fernando Mickael S. Ringgo dan Aldi Anugrah Fikri bahwa mereka langsung menanggapi keluhan konsumen mengenai produknya dan langsung mengganti produknya dengan yang baru.
Produk yang cenderung lebih sering dipesan oleh konsumen ialah produk yang pernah dibeli sebelumnya. Hal ini mendukung data penjualan Foresthree pada Grab-food bahwa produk kopi susu selalu menjadi best seller di setiap bulan
penjualan Grab-food. Konsumen juga paling banyak memilih produk Foresthree dibandingkan dengan pesaing yang serupa dikarenakan tempat yang nyaman (31,3%) dan karena rasa produk yang ditawarkan enak (31,3%). Setelah itu alasan konsumen memilih Foresthree karena harga yang terjangkau (28,1%). Hal tersebut membuktikan bahwa secara lokasi (place), produk (product), dan harga (price) Foresthree berhasil dalam pengaplikasiannya.
Kegiatan yang konsumen lakukan biasanya saat memutuskan untuk memesan produk Foresthree melalui Grab-food paling banyak sambil nongkrong
Kegiatan yang konsumen lakukan biasanya saat memutuskan untuk memesan produk Foresthree melalui Grab-food paling banyak sambil nongkrong