BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 13. Data Kromatogram Efisiensi Ekstraksi

Parameter kromatografi

Fase gerak : Asetonitril:air (70:30) Fase diam : C18 ukuran partikel 45 µm

Flow rate : 1 ml.menit-1 Detektor UV : 278 nm Volume injeksi : 20 µL

b. Kromatogram sampel dengan adisi sebelum ditambahkan diklorometan (replikasi I)

c. Kromatogram sampel dengan adisi sebelum ditambahkan diklorometan (replikasi II)

d. Kromatogram sampel dengan adisi sebelum ditambahkan diklorometan (replikasi III)

f. Kromatogram sampel dengan adisi sebelum diuapkan (replikasi II)

h. Kromatogram sampel dengan adisi sebelum diinjek ke KCKT (replikasi I)

Lampiran 14. Data Kromatogram Perhitungan Validasi, Akurasi, Linearitas serta Pengaruh Proses Ekstraksi

1. Kromatogram validasi proses ekstraksi Parameter kromatografi

Fase gerak : Asetonitril:air (70:30) Fase diam : C18 ukuran partikel 45 µm

Flow rate : 1 ml.menit-1 Detektor UV : 278 nm Volume injeksi : 20 µL

b. Kromatogram sampel tanpa adisi (replikasi II)

d. Kromatogram sampel dengan adisi 1 µg/mL (replikasi I)

f. Kromatogram sampel dengan adisi 1 µg/mL (replikasi III)

h. Kromatogram sampel dengan adisi 1,5 µg/mL (replikasi II)

j. Kromatogram sampel dengan adisi 2 µg/mL (replikasi I)

l. Kromatogram sampel dengan adisi 2 µg/mL (replikasi III)

n. Kromatogram sampel dengan adisi 3 µg/mL (replikasi II)

p. Kromatogram sampel dengan adisi 5 µg/mL (replikasi I)

Lampiran 15. Kromatogram Penetapan Kadar BPA dalam Sampel Botol Air Minum

1. Kromatogram Penetapan Kadar BPA dalam Sampel Botol Air Minum Parameter kromatografi

Fase gerak : Asetonitril:air (70:30) Fase diam : C18 ukuran partikel 45 µm

Flow rate : 1 ml.menit-1 Detektor UV : 278 nm Volume injeksi : 20 µL

b. Kontrol hari ke 0 (Replikasi II)

d. Kontrol hari ke-7 (Replikasi II)

f. Kontrol hari ke-14 (Replikasi II)

h. Kontrol hari ke-21 (Replikasi II)

j. Kontrol hari ke-28 (Replikasi II)

l. Perlakuan hari ke 0 (Replikasi II)

n. Perlakuan hari ke-7 (Replikasi II)

p. Perlakuan hari ke-14 (Replikasi II)

r. Perlakuan hari ke-21 (Replikasi II)

BIOGRAFI PENULIS

Penulis bernama lengkap Leonardus Nito Kristiyanto dan akrab dipanggil Leo. Penulis merupakan anak sulung dari dua bersaudara dari pasangan Andreas Ribut Riyanto dan Florentina Rusmini. Pria kelahiran Pontianak 4 Februari 1992 ini menyelesaikan pendidikannya di TK Bruder Nusa Indah Pontianak (1997), SD Bruder Nusa Indah Pontianak (2003), SMP Katolik Santu Petrus Pontianak pada tahun 2006, serta SMA Negeri 1 Pontianak pada tahun 2009. Penulis menempuh pendidikan Strata 1 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun 2009 sampai 2013. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif dalam berbagai kegiatan baik diluar maupun didalam kampus. Penulis mengikuti berbagai kegiatan organisasi seperti koordinator Dana dan Usaha Donor Darah JMKI Komisariat Sanata Dharma (2010), serta aktif di JMKI (Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia) komisariat Sanata Dharma sebagai Humas Eksternal (2011), sementara di JMKI wilayah Yogyakarta sebagai divisi Informasi dan Komunikasi, magang divisi Informasi dan Komunikasi JMKI Nasional (2011), serta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Management Mahasiswa JMKI wilayah Yogyakarta (2010) dan nasional (2011) sebagai delegasi Universitas Sanata Dharma. Penulis pernah menjadi ketua Hari Anti Tembakau (2011), koordinator divisi Dana dan Usaha KSS JMKI wilayah Yogyakarta (2011/2012), dampok kota Temu Alumni (2012) serta kegiatan lainnya. Penulis juga memiliki pengalaman sebagai asisten praktikum Formulasi Teknologi Sediaan Semisolid (2012).

xx

INTISARI

Bisfenol A (2,2-(4,4’-dihidroksifenil) propana, atau BPA) dikenal sebagai senyawa analog esterogen dengan aktivitas merusak kinerja endokrin (Endocrine Discrupting Chemicals), gangguan prostat, maupun gangguan saraf. BPA banyak terdapat dalam botol berbahan dasar polikarbonat (PC) sebagai salah satu monomer utama penyusunnya. BPA diketahui dapat mengalami depolimerisasi sehingga menyebabkan masuknya BPA kedalam sediaannya. Matahari merupakan sumber panas dan energi yang diperkirakan mampu mendepolimerisasi BPA menjadi bentuk bebasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh paparan radiasi sinar matahari terhadap kadar BPA dalam botol polikarbonat.

Jenis dan rancangan penelitian adalah eksperimental murni menggunakan sistem KCKT dengan fase diam C18, fase gerak asetonitril:air (70:30), waktu alir 1

mL/menit, detektor UV dengan panjang gelombang 278 nm, LOD 0,0471 µg/mL, LOQ 8,4701 µg/g, dan rentang 0,3-3 µg/mL.

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar BPA tanpa pengaruh paparan radiasi sinar matahari pada hari ke 0, 7, 14, 21 dan 28 berturut-turut adalah314,0381 µg/g, 288,4873 µg/g, 259,9370 µg/g, 192,5441 µg/g, dan 187,5645 µg/g, sementara kadar BPA dengan pengaruh paparan radiasi sinar matahari adalah 301,4602 µg/g, 248,0486 µg/g, 194,8516 µg/g, 117,4447 µg/g, dan 86,6081 µg/g. Ditemukan adanya pengaruh sinar matahari yang signifikan terhadap kadar BPA dalam botol.

xxi

ABSTRACT

Bisphenol A (2,2-(4,4’-dihydroxyphenyl)propane) or known as BPA is an esterogen hormone analogue which could lead into endocrine discrupt, prostate and neural disorder. BPA mainly used to form policarbonate (PC) bottles and plays role as its major monomer. Contact between BPA and human occur when BPA depolymerisate and leach into the water. Solar radiation as heat and energy source, suspected could depolymerisate BPA and further leach BPA into water. The aims of this research is to determine and reveal the effect of solar radiation to BPA concentration on the polycarbonate bottles.

It is a pure experimental research. Reversed phase High Performance Liquid Chromatography is used with C18 as stationary phase, acetonitrile:water (70:30) as

mobile phase and 1 mL.minute-1 flow rate, 278 nm wavelength UV detector, LOD

0,0471 µg/mL, LOQ 8,4701 µg/g, and range 0,3-3 µg/mL.

The results show that BPA concentration without solar radiation from 0, 7th, 14th, 21st, and 28th day are 314,0381 µg/g, 288,4873 µg/g, 259,9370 µg/g, 192,5441 µg/g, and 187,5645 µg/g, and concentration with solar radiation are 301,4602 µg/g, 248,0486 µg/g, 194,8516 µg/g, 117,4447 µg/g, and 86,6081 µg/g. This study reveals that solar radiation affect the BPA concentration on the polycarbonate plastic bottle significantly.

Dalam dokumen Pengaruh paparan radiasi sinar matahari terhadap kadar bisfenol A dalam botol plastik jenis polikarbonat yang ditetapkan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik. (Halaman 136-165)