SOAL POSTES 1 Menerapkan matematika
1. Data Kuantitatif
Analisis dan pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik terhadap hasil data pretes, postes, dan peningkatan kemampuan siswa (indeks gain) dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah data diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis dan mengolah data kuantitatif dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Anaslisis Statistik Deskriptif
Analisis dtatistik deskriptif merupakan statistic yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono 2012: hlm. 207). Adapaun analisis statistic deskriptif yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai minimum, maksimum, mean, simpangan baku, dan standar deviasi dari data yang sudah didapatkan.
b. Uji Normalitas
Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah data hasil pretes maupun postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdstribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal, maka uji lanjutannya dapat menggunakan
34
Siti Herlina,2015
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS V
SDN UMBUL TENGAH 1 KOTA SERANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
statistik parametris, dalam hal ini adalah t-test. Jika data yang diperoleh tidak normal maka uji lanjutannya adalah menggunakan statistik non parametris. Hipotesis untuk uji normalitas yaitu sebagai berikut:
H0 : data berdistribusi normal Ha : data tidak berdistribusi normal
Uji statistik yang digunakan adalah uji Shapiro Wilk dengan bantuan program SPSS 21.0 for windows dengan cara memasukkan data yang akan diproses pada program, kemudian pilih analyze, descriptive statistic dan explore, maka akan keluar output nilai uji normalitas dimana taraf signifikansinya (α) sebesar 0,05.
Kriteria pengujiannya hipotesisnya sebagai berikut: 1. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima 2. Jika nilai signifikjansi < 0,05 maka H0 ditolak. c. Uji Homogenitas Variansi
Uji homogenitas variansi dilakukan dengan maksud untuk megetahui apakah variansi kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol sama atau berbeda. Uji homogenitas dilakukan apabila pada uji normalitas diperoleh kesimpulan bahwa data berdistribusi normal. Uji homogenitas sampel dilakukan dengan uji F sebagai berikut: (Sudjana, 2001, hlm. 249) Keterangan: 2 1 S = variansi besar 2 2 S = variansi kecil
Hipotesis untuk uji homogenitas sebagai berikut:
H0 : kelompok data skor pretes atau skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varian sama
Ha : kelompok data skor pretes atau skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varian berbeda
Uji statistik yang akan digunakan adalah uji Levene Statistik dengan taraf
signifikansi (α) sebesar 0,05.
Kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut: 1. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 diterima
35
Siti Herlina,2015
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS V
SDN UMBUL TENGAH 1 KOTA SERANG
2. Jika nilai signifikansi ≤ 0,05 maka H0 ditolak.
Untuk mempermudah pengolahan data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan bantuan software SPSS 21.0 for windows dengan cara memasukkan data yang akan diolah pada program kemudian pilih analyze, descriptive statistic, dan pilih explore maka akan keluar berupa output nilai uji homogenitas.
d. Uji Perbedaan Dua Rata-rata
Rata-rata hasil pretes dan postes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dari kedua kelompok memiliki kemampuan yang sama atau tidak.
Hipotesis uji perbedaan rata-rata pretes sebagai berikut:
H0 : tidak ada perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Ha : ada perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
Hipoptesis uji perbedaan rata-rata postes sebagai berikut:
H0 : kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran learning cycle tidak lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Ha : kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran learning cycle lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Apabila kelompok data tidak berdistribusi normal, maka uji perbedaan rata-rata menggunakan uji Man-Whitney U, sedangkan apabila uji normalitas berdistribusi normal, maka dilakukan uji Independen Sample T Test.
Kriteria pengambilan keputusan untuk uji perbedaan rata-rata dengan taraf
signifikansi α = 5% adalah H0 diterima jika nilai signifikansi (sig) > 0,05 dan H0 ditolak jika nilai signifikansi (sig) < 0,05.
Untuk mempermudah pengolahan data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan bantuan sotware SPSS 21.0 for windows dengan cara memasukkan
36
Siti Herlina,2015
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS V
SDN UMBUL TENGAH 1 KOTA SERANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
data yang akan diolah pada cell baru (variabel view) kemudian pilih analyza copare means dan klik independent samples t tes maka akan keluar output berupa tabel uji-t.
e. Pengelompokkan Nilai Pretes dan Postes
Pengelompokkan data dilakukan untuk mengelompokkan hasil nilai, baik hasil nilai pretes maupun postes. Nilai tersebut kemudian dikelompokkan kedalam berdasarkan nilai tinggi, sedang, dan rendah.
Pembagian siswa kedalam tiga kelompok (tinggi, sedang, rendah) didasarkan pada kategori menurut Arikunto (dalam Aliyah, 2013, hlm. 36) sebagai berikut:
1) Jika ̅ ≥ ( ̅ + std) maka ̅ masuk kedalam kelompok
2) Jika ( ̅ - std) ≤ ̅ < ( ̅ + std) maka ̅ masuk kedalam kelompok sedang 3) Jika ̅ < ( ̅ - std) maka ̅ masuk kedalam kelompok rendah
f. Analisis Data Pengelompokkan Nilai Postes Eksperimen
Analisis ini dimaksudkan untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dari masing-masing kelompok pada kelas eksperimen. Perhitungan dilakukan dengan bantuan SPSS versi 21.0 for windows. Setelah hasil postes kelas eksperimen dibagi kedalam beberapa kelompok nilai, maka selanjutnya dilakukan uji One way Anova (uji perbedaan rata-rata lebih dari dua kelompok) dengan cara memasukkan kedalam tabel yang terdapat pada SPSS kemudian pilih Analyze pilih Compare Means pilih One Way Anova pada Post Hoc Multiple Comparison ceklis scheffe dan klik continue, maka akan muncul hasil perhitungan Anova dari postes kelas eksperimen. Setelah didapatkan hasil, maka langkah selanjutnya adalah mencari manakah diantara tiga kelompok yang menyebabkan perbedaan tersebut dengan menggunakan uji scheffe.
g. Perhitungan Gain Ternormalisasi
Perhitungan gain ternormalisasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematus siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah pembelajaran. Adapun perhitungan gain ternormalisasi mengunakan bantuan software Ms. Excel dengan rumus dari Melzer (Humairoh, hlm. 42).
37
Siti Herlina,2015
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS V
SDN UMBUL TENGAH 1 KOTA SERANG
Dimana skor ideal adalah 100. Dengan kriteria indeks gain seperti pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.10 Interpretasi N-Gain
Skor Gain Interpretasi
g > 0,7 Tinggi
0,3 < g ≤ 0,7 Sedang
g ≤ 0,3 Rendah