• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Data Penelitian

Data penelitian ini terdiri dari tiga data, yaitu data pengamatan guru mengajar, data wawancara guru Bahasa Indonesia, dan data hasil penerapan PPR oleh peneliti.

1. Data Hasil Pengamatan

Peneliti melakukan pengamatan sebanyak dua kali. Pengamatan pertama saat guru mengajar keterampilan berbicara siswa di kelas 8.1 kemudian pengamatan kedua saat guru mengajar keterampilan berbicara siswa di kelas 8.2, yaitu:

No.

Materi

Pembelajaran Tanggal Waktu Tempat

1. Kegiatan diskusi menggunakan teks “Penggunaan Ponsel Bagi Remaja” Kamis, 14 Mei 2015 Jam pelajaran ke 5-7 (10.15-12.15 WIB) Ruang kelas 8.1 2. Kegiatan diskusi menggunakan teks “Penggunaan Ponsel Bagi Remaja” Sabtu, 16 Mei 2015 Jam pelajaran ke 1-3 (07.15-09.15 WIB) Ruang kelas 8.2 Lihat lampiran 1

Pada saat kegiatan observasi dilaksanakan peneliti memfokuskan pengamatan pada tiga hal yakni aktivitas guru di kelas secara umum berupa pernyataan YA atau TIDAK dengan melihat kesiapan guru ketika memulai pembelajaran, melakukan pembelajaran, dan menutup pembelajaran. Sasaran pada fokus pertama itu juga memperhatikan sikap guru yang serius

atau santai, sering berjalan mengelilingi kelas atau hanya duduk saja, sering memberikan tugas atau hanya ceramah saja dan lain sebagainya.

Fokus kedua yaitu aktivitas guru di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar seperti kegiatan pra pembelajaran; kegiatan inti pembelajaran yang meliputi penguasaan materi pembelajaran, pendekatan dan teknik yang digunakan, pemanfaatan media pembelajaran, pembelajaran yang memicu keterlibatan siswa, penggunaan bahasa, penilaian proses dan hasil belajar; kegiatan akhir pembelajaran meliputi refleksi dan rangkuman pembelajaran serta pelaksanaan tindak lanjut. Selanjutnya fokus terakhir pada aktivitas siswa di kelas berupa penyataan YA atau TIDAK dengan melihat kesiapan siswa dalam pembelajaran, perhatian, tanggapan, keaktifan serta tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan.

2. Data Hasil Wawancara

Peneliti melakukan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia kelas 8.1 dan 8.2 yaitu, Drs Ishartanto.

No. Interviewee Tanggal Waktu Tempat

1. Guru Bahasa Indonesia kelas 8.1 dan 8.2 Sabtu, 16 Mei 2015 12: 43 WIB Di depan ruang guru SMP N 8 Yogyakarta Lihat lampiran 2

Peneliti melakukan wawancara dengan pak Ishartanto seputar metode dan teknik yang digunakan ketika beliau mengajar Bahasa Indonesia di dalam kelas. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, SMP N 8 Yogyakarta menerapkan kurikulum 2013. Maka dari itu, pak Ishartanto

mengajarkan Bahasa Indonesia kepada siswa-siswinya sesuai dengan buku paket kurikulum 2013. Pada semester genap ini materi yang diajarkan adalah teks prosedur dam teks diskusi. Pak Ishartanto tidak terfokus pada keterampilan berbahasa apa yang perlu diutamakan, karena menurut beliau semua keterampilan berbahasa itu penting. Dalam menilai keterampilan berbahasa siswa-siswinya, beliau mengamati satu persatu keterampilan berbahasa itu. Apabila vektor menyimak bagus maka diharapkan berbicaranya juga baik, begitu pula apabila membacanya sudah bagus, menulisnya pun harus baik. Alokasi waktu yang digunakan dalam satu kali pertemuan adalah 3 jam mata pelajaran. Maka dari itu, agar siswa-siswinya tidak bosan pak Ishartanto menggunakan teknik gabungan yaitu ceramah, diskusi, dan tanya jawab tentunya sesuai dengan pendekatan scientific pada kurikulum 2013.

Mengenai prestasi belajar siswa-siswi SMP N 8 Yogyakarta tidak ada masalah, semua memuaskan karena income nilai dari SD memang sudah tinggi, jadi kesadaran siswa dalam mengikuti pelajaran kemudian apa yang diarahkan sesuai metode di kurikulum 2013 dapat berjalan. Tanggapan dari siswa-siswi saat pembelajaran berlangsung juga baik dan aktif sehingga memudahkan pak Ishartanto dalam mengelola kelas.

3. Data Hasil Treatment Peneliti

Peneliti mengajar sebanyak 4 kali pertemuan, masing-masing 2 kali pertemuan untuk kelas kontrol yaitu kelas 8.2 dan dua kali pertemuan untuk

kelas eksperimen yaitu kelas 8.1. Pada kelas 8.1 peneliti mengajar dengan mengimplemantasikan PPR dan pada kelas 8.2 peneliti menerapkan metode dan teknik yang biasa digunakan oleh guru Bahasa Indonesia SMP N 8 Yogyakarta.

No. Materi

Pembelajaran Tanggal Waktu Tempat

1.

Kegiatan diskusi menggunakan teks “Positif dan Negatif Facebook” Jum’at, 22 Mei 2015 Jam pelajaran ke 4-6 (09.15- 11.15 WIB) Ruang kelas 8.1 2. Kegiatan diskusi menggunakan teks “Positif dan Negatif Facebook” Sabtu, 23 Mei 2015 Jam pelajaran ke 1-3 (07.15- 09.15 WIB) Ruang kelas 8.2 3. Kegiatan diskusi menggunakan teks “Dampak Menonton TV Bagi Remaja” Senin, 25 Mei 2015 Jam pelajaran ke 5-7 (10.15-12.15 WIB) Ruang kelas 8.2 4. Kegiatan diskusi menggunakan teks “Dampak Menonton TV Bagi Remaja” Kamis, 28 Mei 2015 Jam pelajaran ke 5-7 (10.15-12.15 WIB) Ruang kelas 8.1

Lihat lampiran 3, 4, 5, dan 6

Data hasil treatment penelitian lebih lanjut dijelaskan pada sub-bab analisis dan pembahasan yang berisi penjelasan tentang pelaksanaan pembelajaran dengan mengimplementasikan PPR. Begitu juga dengan perbandigan hasil pembelajaran dengan dan tanpa mengimplementasikan PPR.

C. Analisis dan Pembahasan 1. Implementasi PPR

Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan pada guru, siswa dan proses pembelajaran diskusi di kelas 8.1 dan 8.2, dapat diketahui bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia cenderung masih konvensional sesuai dengan lembar hasil observasi aktivitas guru yang menyatakan bahwa guru tidak pernah memanfaatkan media ataupun alat peraga dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari cara mengajar guru atau metode yang digunakan oleh guru untuk mengajar. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional, kegiatan belajar mengajar di dalam kelas masih berpusat pada guru saja, yaitu guru terlalu banyak menggunakan ceramah dan terkadang menunjuk salah satu siswa untuk membacakan teks tanpa diberi penguatan. Pemanfaatan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran pun tidak maksimal. Proses pembelajaran seperti ini tentu saja akan membuat siswa cepat bosan dan peran serta siswa pun cenderung pasif. Guru mengajar dengan konsep kontekstual tetapi kurang diberikan penguatan pada setiap penjelasannya. Meskipun metode mengajar guru konvensional, siswa kelas 8.1 dan 8.2 SMP N 8 Yogyakarta tetap aktif namun dalam beberapa materi pembelajaran saja, misalnya pada materi pembelajaran teks prosedur dan teks diskusi. Ketika peneliti mewawancarai guru yang bersangkutan, guru itu menyatakan bahwa siswa sangat aktif saat materi pembelajaran teks prosedur dan teks diskusi. Hal ini disebabkan karena pada saat teks prosedur guru mempraktikkan aktivitas dalam teks prosedur itu dengan bermain peran,

misalnya teks prosedur menabung di bank. Aktivitas siswa yaitu bermain peran, dalam praktiknya ada siswa yang menjadi nasabah dan ada siswa yang menjadi teller bank. Begitu juga dengan teks diskusi, guru menyediakan teks sesuai dengan tema yang dekat dengan siswanya. Pada pembelajaran diskusi

tema yang diangkat guru adalah “Bolehkah Siswa Membawa Telepon Seluler

ke Sekolah ?”. Tema itu menjadi masalah bagi siswa karena sebenarnya pihak

sekolah melarang untuk membawa telepon seluler sebab akan disalahgunakan sehingga dapat mengganggu pelajaran, tetapi bagi siswa sangat penting untuk berkomunikasi dengan orang tua saat pelajaran telah berakhir. Maka dari itu, saat pembelajaran diskusi semua siswa aktif, saling bertanya jawab, membahas dan menganalisis ide-ide yang disampaikan dalam kelompok. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata diskusi siswa yang tergolong mahir.

Tahap kedua dari penelitian ini adalah perlakuan atau treatment dengan mengajar siswa kelas 8.1 dan 8.2. Peneliti mengimplementasikan PPR dalam kelas 8.1 pada kegiatan berdiskusi, dan mengimplementasikan metode konvensional yaitu ceramah dan diskusi saja sesuai dengan guru yang mengajar dalam kelas 8.2. Dalam penelitian ini, treatment dilakukan sebanyak 4 kali, 2 kali dengan menerapkan metode guru, dan 2 kali dengan menerapkan PPR. Treatment dilaksanakan dalam waktu 480 menit, 240 menit di kelas 8.1 dan 240 menit di kelas 8.2. Masing-masing treatment dilakukan selama 3x40 menit. Hasil dari setiap treatment adalah keterampilan berbicara siswa.

Siswa-siswi kelas 8.1 (eksperimen) menyambut baik peneliti dan bersedia untuk melakukan kegiatan berdiskusi. Kegiatan diskusi dilakukan dalam dua kali pertemuan, topik pada pertemuan pertama adalah dampak penggunaan facebook dan pada pertemuan kedua tentang dampak menonton TV. Langkah-langkah pembelajaran diskusi pada pertemuan pertama yang dilakukan peneliti dengan menerapkan PPR, yaitu sebagai berikut:

a. Konteks

Implikasi dalam pembelajaran peneliti harus mengetahui konteks dari siswa-siswa kelas 8.1 yaitu bahwa seluruh siswa kelas 8.1 beretnis Jawa, sebagian besar siswa terlibat dalam dampak negatif akibat perkembangan teknologi di sekitarnya. Sebagian besar siswa kurang termotivasi untuk berdiskusi. Siswa-siswi masa kini sangat terpengaruh oleh gadget yang dimiliki sehingga rasa kepedulian dan kepekaan antarsesama mulai berkurang.

b. Pengalaman

Pada tahap pengalaman, peneliti mengajak siswa untuk menemukan, mengungkapkan, dan mengaitkan pengalaman-pengalaman mereka tentang masalah perkembangan teknologi. Contohnya dengan pertanyaan

“Pernahkah kalian terlibat dalam masalah perkembangan teknologi?

Seperti apa contohnya?” dan memfokuskan pada materi yang akan dijadikan bahan diskusi dengan pertanyaan “Apakah kalian pernah

melakukan web bullying atau narsisme? Mengapa kalian melakukannya?”.

penglaman siswa untuk memperoleh pengetahuan baru tentang permasalahan perkembangan teknologi dengan memutarkan video dokumentasi atau ilustrasi tentang perkembangan alat teknologi dan berita tentang facebook. Peneliti memberikan penguatan dari penjelasan pada video ilustrasi yang diberikan, lalu siswa bertanya jawab.

c. Refleksi

Refleksi dilakukan siswa dengan menuliskan jawaban di lembar

pertanyaan refleksi seperti “Menurutmu, mengapa kita harus mencegah

efek negatif dari penggunaan Facebook ?”, setelah itu siswa menuliskan

hasil dari kesadaran dan kepekaan dalam berefleksi dituntun dengan

kalimat “setelah berdiskusi dan berefleksi tentang dampak penggunaan

facebook, saya menyadari bahwa”. Dalam proses pembelajaran peneliti

menunjuk salah satu siswa untuk memebacakan refleksinya. Berikut contoh hasil refleksi siswa tentang dampak penggunaan Facebook.

Gambar 1

Hasil Refleksi Siswa tentang Dampak Penggunaan Facebook

d. Aksi

Aksi dilakukan dengan merumuskan niat atau rencana tindakan yang akan mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari refleksi. Mereka menuliskannya pada selembar kertas yang telah disediakan peneliti. Berikut contoh aksi siswa kelas 8.1.

Gambar 2

Hasil Aksi Siswa Kelas 8.1

e. Evaluasi

Evaluasi dilakukan di kegiatan akhir, dengan mengerjakan lima butir soal esei berdasarkan teks yang dijadikan bahan diskusi dan hasil diskusinya. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pengetahuan siswa tentang dampak penggunaan facebook yang telah didiskusikan bersama. Berikut contoh hasil evaluasi siswa kelas 8.1.

Pada pertemuan pertama proses pembelajaran berjalan lancar, siswa-siswa kelas 8.1 dapat melakuakn proses pembelajaran dengan PPR. Mereka merasa tidak kesulitan dan keaktifan untuk membicarakan hal-hal di luar pembelajaran berkurang. Tindakan peneliti selanjutnya adalah dengan melakukan pertemuan kedua. Langkah-langkah pembelajaran diskusi pada pertemuan kedua yang dilakukan peneliti dengan menerapkan PPR, yaitu sebagai berikut:

1. Konteks

Implikasi dalam pembelajaran peneliti harus mengetahui konteks dari siswa-siswa kelas 8.1 yaitu bahwa seluruh siswa kelas 8.1 beretnis Jawa, sebagian besar siswa terlibat dalam dampak negatif akibat perkembangan teknologi di sekitarnya. Sebagian besar siswa kurang termotivasi untuk berdiskusi. Siswa-siswi masa kini sangat terpengaruh oleh gadget yang dimiliki sehingga rasa kepedulian dan kepekaan antarsesama mulai berkurang.

2. Pengalaman

Pada tahap pengalaman, peneliti mengajak siswa untuk menemukan, mengungkapkan, dan mengaitkan pengalaman-pengalaman mereka tentang masalah perkembangan teknologi. Contohnya dengan pertanyaan

“Pernahkah kalian terlibat dalam masalah perkembangan teknologi?

Seperti apa contohnya?” dan memfokuskan pada materi yang akan dijadikan bahan diskusi dengan pertanyaan “Apakah kalian pernah

menirukan adegan-adegan berbahaya yang ditayangkan dalam acara TV? Mengapa kalian melakukannya? Dengan siapa kalian biasa menonton

TV?”. Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti memberikan

pengalaman siswa dengan memutarkan video dokumentasi atau ilustrasi tentang perkembangan alat teknologi dan berita tentang dampak menonton TV bagi remaja, untuk memperoleh pengetahuan baru tentang permasalahan perkembangan teknologi.

3. Refleksi

Refleksi dilakukan siswa dengan menuliskan jawaban di lembar

pertanyaan refleksi seperti “Menurutmu, mengapa kita harus mencegah

efek negatif dari menonton TV ?”, setelah itu siswa menuliskan hasil dari kesadaran dan kepekaan dalam berefleksi dituntun dengan kalimat “setelah

berdiskusi dan berefleksi tentang dampak menonton TV, saya menyadari

bahwa”. Dalam proses pembelajaran peneliti menunjuk salah satu siswa

Gambar 4 Hasil refleksi Siswa 8.1

Gambar 5

Hasil Refleksi Siswa 8.1

4. Aksi

Aksi dilakuakan dengan merumuskan niat atau rencana tindakan yang akan mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari refleksi. Mereka menuliskannya pada selembar kertas yang telah disediakan peneliti. Berikut contoh hasil aksi siswa.

Gambar 6 Hasil Aksi Siswa 8.1

5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan di kegiatan akhir, dengan mengerjakan 5 butir soal esei berdasarkan teks yang dijadikan bahan diskusi dan hasil diskusinya. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pengetahuan siswa tentang dampak menonton TV yang telah didiskusikan bersama.

Gambar 7 Hasil Evaluasi Lembar 1

Kegiatan evaluasi ketika mengimplementasikan PPR dan tanpa mengimplementasikan PPR mennjadi langkah ketiga sekaligus langkah terakhir dalam penelitian ini, yaitu dengan memberikan posttest berdiskusi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Bentuk soal posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sama. Hasil dari posttest itu berupa data kemampuan akhir siswa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan akibat dari pemberian perlakuan. Posttest dilakukan sebanyak 2 kali untuk mengetahui kemampuan siswa, setelah itu dari kedua posttest di cari nilai rata-ratanya. Hasil dari nilai rata-rata posttest itu

Gambar 10 Hasil Evaluasi Lembar 4

adalah nilai akhir keterampilan berbicara siswa dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berikut adalah tabel daftar nilai siswa.

Tabel 10

Daftar Nilai Kelas 8.1 dengan PPR

NO. NAMA SISWA

NILAI

Pre-test

Post-test

1. ACHMEDA RIZKY HERLAMBANG 82 90

2. ADINA AMY REIKANISUJI 87 94

3. AGATHA SILVIA DWI PUTRI ARDANI 85 87

4. ALDA RAMANDIA PUTRI 81 87

5. ALFIQRI ALDY DEWANTO 87 88

6. ANDREAS YUBELIUS YOGASTAMA 88 90

7. BERGAS KHAIRUL ZAMAN 85 90

8. DEA HANINDA PUTERI 96 98

9. FEBBY CAHYATI 98 98

10. FRESTIANI RAHADIAN SITORSMI 92 94

11. HANA LALITYA NURSAFIRA 92 94

12. HUSNUL HUMAIROH 81 87

13. IGNATIUS LOYOLA PRIMA ADITYA 87 90

14. JULIUS CAESAR YOMA PRATAMA 85 88

15. KAIRA MEDINA PUTRI 91 93

16. LYDIA LAYANA QONITA 81 93

17. MAHENDRA TIMUR MAHARDDHIKA 85 90

18. MAHESWARI FLORA RAMADHANI 85 93

19. MAXIMILIANUS PRASTOWO HERNAWA 86 88

20. MUTIARA HESA RAMADHINI 96 98

21. NADILA YANG 81 87

22. NAFA UNNISA 90 93

23. NOVIANA DWI MURTIASTUTI 92 94

24. RADEN MAS ALDEN ADYABASWARA 84 88

25. RAKAN RAIHAN ALI MOHAMAD 86 88

26. SANIYA AFDALRIVA MIZANDYA 92 94

27. SETIA AJI WARDANA 86 88

28. SHAFA WIDAD SAFINA 96 93

29. TSAMARAH HASANI RIEFANTY 98 98

30. WISHNU SATRIA ARIMURTI 86 88

Tabel 11

Daftar Kelas 8.2 dengan Metode Guru

NO. NAMA SISWA

NILAI

Pre-test

Post-test

1. ADEEV NIDYA PERDANA 83 76

2. AFIFAH RIANA DWI PUTRI 85 87

3. AHMAD ILHAM NASHIRUDDIN 75 76

4. AMANDA SURYA DEWI 82 87

5. ANCILLA THERTIA MILLENA 91 91

6. ANDREAS YOZI ADHYAKSA 74 76

7. ANNABEL DEVYANTI NOOR HALIZA 85 88

8. ANNASTYA ANDREYANTI EKA SUCI 85 87

9. AZRYLL AZHARI KURNIA PUTRA 81 85

10. CLARA MICHEL PRAKOSO 83 83

11. DENIS ORLANDO 91 91

12. DIONISIUS TIKSNA PRATITO 75 76

13. DWI SAKTI BAKTI 85 85

14. FADHIL ARRASYD ARDIANTO 81 85

15. FARADILA ANFASA 83 87

16. FIRSTNANDITA KEISHA ALMIRA 78 83

17. FLADELLA ANGELICA PRAISTIVA 85 88

18. HALIMAH AZZAHRA RESTU KINANTHI 84 91

19. HUBERTUS RINO AUGENIO 84 85

20. INTANISYA CAHYA KIRANA 85 88

21. JULIUS SETYA RATNANDI 82 85

22. KRISTOFORUS ALVIN ANDRIAN 85 85

23. LINTAR CHESA HAFISYA 83 88

24. MOAMAR YASYID NUR RAHMAT 87 90

25. NABILA LAILI UDZKHIYATI 83 83

26. RAKKA SAAKIRAL NUIR 81 85

27. RARAS DEWAYANTI 91 91

28. RESDIYANTI PERMATA PUTRI 91 91

29. SALSABILLA AMIYARD SIWI 85 87

30. SHAFINA ARMARETA YASMIN 80 83

Berdasarkan tabel 10 dan tabel 11 nilai rata-rata, keterampilan berbicara siswa kelas 8.1 dan 8.2 terdapat perbedaan kelas yang signifikan. Perbedaan itu terdapat pada nilai keterampilan berbicara siswa dengan menerapkan PPR dan tanpa menerapkan PPR. Apabila peneliti mengambil angka bulat, maka rata-rata nilai keterampilan berbicara siswa kelas 8.1 yaitu 91 adalah kategori sangat mahir pada nilai 91% dalam PAP Tipe I, sedangkan rata-rata nilai keterampilan berbicara siswa kelas 8.2 yaitu 85 dalam kategori mahir pada nilai 85% dalam PAP Tipe 1. Perolehan rata-rata nilai keterampilan siswa kelas 8.2 menunjukakan tidak ada perubahan yang signifikan dengan kondisi awal kelas. Oleh sebab itu, maka PPR efektif diimplemntasikan pada keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMP N 8 Yogyakarta karena selisih nilai rata-rata ketika mengimplementasikan PPR dengan metode guru adalah 6%.

71

BAB V

PENUTUP

Pada bab ini peneliti akan menguraikan tiga hal yang menjadi bagian dari penutup suatu penelitian. Tiga hal itu adalah simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Berikut adalah uraian simpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan beserta keterbatasan penelitiannya.

Dokumen terkait