BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Saran
1. Bagi Sekolah
SMP N 8 Yogyakarta yang menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sebaiknya lebih dikemas dengan memfokuskan nilai-nilai
kemanusian tertentu dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kemanusian yang lain seperti tenggang rasa, toleransi dalam beragama, dan berkompetitif. 2. Bagi Guru
Guru sebaiknya banyak menambah referensi mengenai model pembelajaran, terutama pengembangan model pembelajaran dengan Kurikulum 2013. Guru dan pihak sekolah sebaiknya lebih mengembangkan pada pemanfaatan media atau prosedur pembelajrannya seperti mengadakan kegiatan berefleksi setelah pembelajaran selesai.
3. Bagi Siswa
Siswa sebaiknya mampu menyadari bahwa ilmu yang dipelajarinya sangat penting bagi kehidupan. Siswa sebaiknya mampu merefleksikan apa yang ia peroleh dari pembelajaran yang telah dilaksanakan sehingga ia dapat melakukan aksi yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain
4. Bagi Peneliti
Peneliti yang akan melakukan penelitian sebaiknya memperhatikan media yang digunakan, sungguh mengetahui dan memahami karakter siswa yang akan diteliti. Selain itu, memperhatikan teknik pengambilan data agar data yang diambil sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
75
DAFTAR PUSTAKA
Adisusilo, Sutarjo J.R. 2012. Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Anita Lie. 2008. Cooperative Learning. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Aulia, Luki. 2013. Pendidikan Kreatif Inovatif Jadi Tren Dunia, hlm. 12. Jakata: Kompas.
Azwar, Saifuddin. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Benjamin S, Bloom. 2011. Taxonomy of EducationalObjective, Hand Book I,
Cognitive Domain. New York: Longman.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Dahlan. 2000. Model-model Mengajar. Bandung : CV. Diponegoro.
Djaali dan Pudji Muljono. 2009. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Djojodibroto, Darmanto, R. 2012. PANDU IBUKU: Mengajar Budi Pekerti
Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
FKIP, USD. 2011. Pedoman PPL. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Given, K. Barbara. 2007. Brain-Based Learning. Bandung: Kaifa.
Harsanto, Radno. 2009. Having Competence, Conscience, dan Compassion.Yogyakarta: Kanisius.
Moleong, L.J., 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulayana, Rohmat. 2011. Mengartikulasi Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta. Subagya, SJ. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif Alternatif Solusi Menuju
Idealisme Pendidikan Kristiani. Yogyakarta: Kanisius.
Sugiyono.2012. Metode penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Taniredja, Tukiran dan Mustafidah, Hidayati.2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah
Pengantar). Bandung: Alfabeta.
Tarigan, Henry Guntur.2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.
Theresia. 2011. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif Dalam Pembelajaran
Tematik Untuk Meningkatkan Competence, Conscience, dan Compassion kelas III C SD Kanisisus Demangan Baru I. Yogyakarta: Universitas Sanata
Dharma.
Tim P3MP-LPM Universitas Sanata Dharma. 2012. Pedoman Model
Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian. Yogyakarta: USD.
Tim Redaksi Kanisius. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif: Alternatif Solusi
Menuju Idealisme Pendidikan Kristiani.Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Tim Redaksi Kanisius. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif: Mendampingi
Peserta Didik Menjadi Cerdas dan Berkarakter.Yogyakarta: Kanisius.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.
Widharyanto. 2012. Handout Pembelajaran dalam Kelas. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Satuan Pendidikan : SMP N 8 Yogyakarta Kelas/Semester : VIII / 2
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Perkembangan Teknologi
Alokasi Waktu : 3 jam pelajaran (3 x 40 menit) A. Kompetensi Inti PPR
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempat-kan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasaingin tahu-nya tentangilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dankejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yangspesifik sesuai denganbakat dan minatnyauntuk memecahkanmasalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengem-bangan dariyang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggu-nakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan sikap terhadap pengaruh perkembangan teknologi di lingkungannya. C. Indikator
1. Menjelaskan tentang perkembangan teknologi
2. Menentukan sikap terhadap pengaruh menonton televisi bagi remaja di lingkungannya D. Tujuan Pembelajaran
Competence
o Merumuskan ide yang berkaitan dengan masalah-masalah tentang perkembangan teknologi.
o Mengkritik tindakan yang menimbulkan masalah tentang perkembangan teknologi Conscience
Compassion
o Ikut terlibat dan berpartisipasi aktif dalam perkembangan teknologi.
E. Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan PPR 1) Konteks
Sebagian besar siswa terlibat dalam dampak negatif akibat perkembangan teknologi di sekitarnya.
Sebagian besar siswa kurang termotivasi untuk berdiskusi. Sebagian besar siswa beretnis Jawa.
Siswa-siswi masa kini sangat terpengaruh oleh gadget yang dimiliki sehingga rasa kepedulian dan kepekaan antarsesama mulai berkurang.
2) Pengalaman
Siswa diminta untuk menemukan, mengungkapkan, dan mengaitkan pengalaman-pengalaman mereka tentang masalah perkembangan teknologi. Contohnya dengan
pertanyaan “Pernahkah kalian terlibat dalam masalah perkembangan teknologi?
Seperti apa contohnya?”
Siswa memperoleh pengetahuan baru tentang permasalahan perkembangan teknologi dengan pemutaran video dokumentasi atau ilustrasi oleh guru. 3) Refleksi
Nilai yang diperoleh kepedulian, kesadaran dan kepekaan serta selektif terhadap informasi yang diperoleh dari perkembangan teknologi.
Integritas yang diharapkan kemampuan melakukan pilihan-pilihan secara sadar dengan menimbang dampaknya bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
4) Tindakan
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Berdiskusi tentang positif dan negatif dari perkembangan teknologi
Pilihan Batin : Menganalisis dan mengkritisi dampak dari perkembangan teknologi
2. Diskusikan dalam kelompok masalah-masalah tentang dampak perkembangan teknologi meliputi pengertiannnya, asal mulanya, keuntungan dan kerugiannya, solusinya dan lain-lain.
3. Menuliskan rumusan hasil diskusi kelompok.
4. Mengomunikasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas
F. Langkah-langkah Pembelajaran Langkah-langkah
Pembelajaran Deskripsi Alokasi Waktu
Pembukaan (Konteks)
1. Guru memberikan salam 2. Guru menanyakan kabar siswa 3. Guru memberikan motivasi awal
dan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa dengan pertanyaan “Pernahkah kalian terlibat dalam masalah
perkembangan teknologi? Seperti
apa contohnya?” agar siswa fokus
pada pembelajaran yang akan disampaikan
4. Guru menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran 10 menit Kegiatan Inti (Pengalaman, Tindakan/Aksi dan Evaluasi)
1. Guru memberikan pengantar tentang perkembangan teknologi 2. Siswa dibagi dalam
kelompok-kelompok diskusi, satu kelompok-kelompok terdiri dari 4 orang
3. Siswa menyimak video ilustrasi tentang perkembangan teknologi dunia
4. Siswa menerima LKS dari guru yang berisi pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan diskusi kelompok 5. Wakil dari setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lain
6. Siswa bersama guru membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan
2. Siswa berefleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada lembar refleksi yang diberikan
3. Siswa menjawab pertanyaan pada lembar aksi untuk melakukan aksi nyata di kehidupannya sehari-hari 4. Guru memberikan penguatan dan
motivasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan
G. Materi Ajar
Teks diskusi adalah teks yang berisi pembahasan dari suatu masalah dengan mempertimbangkan untung-rugi, positif maupun negatifnya dnegan alasan yang masuk akal.
Teks diskusi memiliki ciri-ciri sebagi berikut:
1. Strukturnya terdiri atas isu, argumen yang mendukung, argumen yang menentang, dan simpulan/ saran.
2. Memuat informasi yang bersifat informatif-argmentatif.
3. Ciri kebahasaanya menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, namun, sedangkan, dan sebagainya)
Berikut contoh teks diskusi :
DAMPAK MENONTON TELEVISI BAGI REMAJA
Di dalam era globalisasi ini, tayangan televisi sudah tidak bisa dihindari. Dengan menonton televisi, kita dapat memperoleh bermacam-macam informasi. Pertanyaannya adalah, adakah dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi? Sebagian masyarakat menganggap bahwa menonton televisi berdampak positif, tetapi banyak juga masyarakat yang menganggap bahwa menonton televisi berdampak negatif.
Dampak positif dari menonton televisi khususnya untuk remaja adalah sebagai berikut. Pertama, kita akan mendapatkan semua berita dari dalam sampai luar negeri. Kedua, televisi selalu menyajikan berita up to date, yang tentunya membuat masyarakat tidak akan ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada masyarakat secara cepat. Ketiga, masyarakat akan menyegarkan otaknya dengan program yang ditonton seperti acara komedi apalagi acara tentang galeri sepak bola Indonesia, one stop football yang digemari oleh para laki-laki, dan acara seperti fashion yang digemari wanita. Keempat, beberapa penelitian mengatakan, bahwa
karena banyak sekali stasiun televisi menggarap tema edukatif seperti menyiarkan film dokumenter sejarah, flora fauna, sains dan lain sebagainya. Kelima, acara kreatif yang disiarkan di televisi dapat membuat anak-anak menjadi kreatif. Keenam, televisi dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi.
Sementara itu, dampak negatif dari menonton televisi khususnya bagi remaja. adalah sebagai berikut
Pertama, remaja cenderung meniru adegan dari televisi yang tidak pantas untuk ditiru. Kedua, adegan kekerasan yang ditunjukkan oleh siaran televisi tertentu. Ketiga, terkadang siaran televisi juga mengandung kata-kata celaan yang tidak pantas dilontarkan di depan televisi. Keempat, beberapa siaran televisi mengandung unsur pornografi. Kelima, terlalu banyak menonton televisi menyebabkan daya pikiran turun dan hilangnya konsentrasi. Keenam, remaja yang terlalu sering menonton televisi akan menjadi kecanduan dan sering meninggalkan kewajibannya seperti belajar dan beribadah.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa televisi mempunyai dampak positif dan negatif. Hal itu bergantung pada penonton televisi. Sumber: Kompasiana, 22 Januari 2015 oleh Erlangga Putra Aidifia
H. Model dan Metode pembelajaran
1) Model Pembelajaran: Paradigma Pedagogi Reflektif
2) Metode pembelajaran: Ceramah singkat, tanya jawab, dan diskusi
I. Sumber Belajar, Media pembelajaran, Alat dan Bahan 1) Sumber Belajar:
Mendikbud.2013. Bahasa Indonesia. Jakarta
http://www.youtube.com/watch?v=THbb7dRvQsU&feature=player_detailpage
Kompasiana, 22 Januari 2015 oleh Erlangga Putra Aidifia 2) Media Pembelajaran:
Powerpoint, Video ilustrasi, Internet, Audiovisual (Video) 3) Alat dan Bahan:
Jujur
Bertanggung jawab Disiplin
Percaya Diri
Keterlibatan dalam kelompok
Mengetahui, Yogyakarta, 22 Mei 2015 Guru Bahasa Indonesia Mahasiswa
Drs. Ishartanto Okti Ika Trisnaningsari
Satuan Pendidikan : SMP Kelas/Semester : VIII / 2
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Dampak Menonton Televisi Bagi Remaja
A. Indikator
Competence (Pengetahuan dan Keterampilan)
a. Menjelaskan gambaran umum tentang menonton televisi
b. Merumuskan ide yang berkaitan dengan masalah-masalah tentang menonton televisi
c. Menguraikan contoh dampak positif dan negatif dari menonton televisi d. Memberikan contoh-contoh solusi untuk mengatasi dampak negatif dari
menonton televisi
e. Mengkritik masalah-masalah yang diakibatkan dari menonton televisi bagi remaja B. Petunjuk Kerja
Tuliskan nama dan anggota kelompokmu
Lakukan kegiatan pembelajaran di bawah ini dengan kelompok diskusimu dan tuliskan jawabannya pada tempat yang telah disediakan.
Kumpulkan LKS dengan rapi!
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat dan teliti!
DAMPAK MENONTON TELEVISI BAGI REMAJA
Di dalam era globalisasi ini, tayangan televisi sudah tidak bisa dihindari. Dengan menonton televisi, kita dapat memperoleh bermacam-macam informasi. Pertanyaannya adalah, adakah dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi? Sebagian masyarakat menganggap bahwa menonton televisi berdampak positif, tetapi banyak juga masyarakat yang menganggap bahwa menonton televisi berdampak negatif.
Dampak positif dari menonton televisi khususnya untuk remaja adalah sebagai berikut. Pertama, kita akan mendapatkan semua berita dari dalam sampai luar negeri. Kedua, televisi selalu menyajikan berita up to date, yang tentunya membuat masyarakat tidak akan ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada masyarakat secara cepat. Ketiga, masyarakat akan menyegarkan otaknya dengan program yang ditonton seperti acara komedi apalagi acara tentang galeri sepak bola Indonesia, one stop football yang digemari oleh para laki-laki, dan acara seperti
banding anak-anak yang tidak menonton televisi. Teori itu sangat lah masuk akal, karena banyak sekali stasiun televisi menggarap tema edukatif seperti menyiarkan film dokumenter sejarah, flora fauna, sains dan lain sebagainya. Kelima, acara kreatif yang disiarkan di televisi dapat membuat anak-anak menjadi kreatif. Keenam, televisi dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi.
Sementara itu, dampak negatif dari menonton televisi khususnya bagi remaja. adalah sebagai berikut
Pertama, remaja cenderung meniru adegan dari televisi yang tidak pantas untuk ditiru. Kedua, adegan kekerasan yang ditunjukkan oleh siaran televisi tertentu. Ketiga, terkadang siaran televisi juga mengandung kata-kata celaan yang tidak pantas dilontarkan di depan televisi. Keempat, beberapa siaran televisi mengandung unsur pornografi. Kelima, terlalu banyak menonton televisi menyebabkan daya pikiran turun dan hilangnya konsentrasi. Keenam, remaja yang terlalu sering menonton televisi akan menjadi kecanduan dan sering meninggalkan kewajibannya seperti belajar dan beribadah.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa televisi mempunyai dampak positif dan negatif. Hal itu bergantung pada penonton televisi. Sumber: Kompasiana, 22 Januari 2015 oleh Erlangga Putra Aidifia
C. Kegiatan Belajar 1 (Pengetahuan)
Berdasarkan teks “Dampak Menonton Televisi Bagi Remaja” kembangkan lagi
pikiranmu untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan kelompokmu!
1. Apakah kamu sering menonton televisi? Mengapa?
... ... ... ... 2. Menurut kelompok, masalah-masalah apa saja yang berkaitan dengan menonton
televisi? ... ... ... ... ... ...
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... 4. Berikanlah saranmu untuk mengatasi dampak dari menonton televisi bagi remaja!
... ... ... ... ... ... ... ...
5. Bagaimana sikapmu apabila ada temanmu melakukan hal-hal negatif yang telah disebutkan dalam teks seperti melakukan adegan-adegan yang tidak boleh ditiru ? ... ... ... ... ... ... ... ...
1. Hal-hal apa saja yang mengganggumu dalam pembelajaran yang telah dilakukan? ... ... ... 2. Bagaimana caramu mengatasi hal-hal yang mengganggumu itu?
... ... ... 3. Jelaskan menurutmu, mengapa kita harus mencegah efek negatif dari menonton
televisi bagi remaja?
... ... ... 4. Apakah kamu sering melakukan hal-hal yang negatif dari menonton televisi? Berikan
contohnya!
... ... ... 5. Setelah berdiskusi dan berefleksi tentang dampak menonton televisi bagi remaja, saya menyadari bahwa selama ini... ... ... ... ... ... ...
TULISKAN NIAT-NIATMU DALAM RANGKA MENGHADAPI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERUTAMA DALAM MENONTON TELEVISI!
Satuan Pendidikan : SMP N 8 Yogyakarta Kelas/Semester : VIII / 2
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Perkembangan Teknologi
Alokasi Waktu : 3 jam pelajaran (3 x 40 menit)
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempat-kan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasaingin tahu-nya tentangilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dankejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yangspesifik sesuai denganbakat dan minatnyauntuk memecahkanmasalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengem-bangan dariyang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggu-nakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan sikap terhadap pengaruh perkembangan teknologi di lingkungannya. C. Indikator
1. Menjelaskan tentang perkembangan teknologi
2. Menentukan sikap terhadap pengaruh Facebook di lingkungannya D. Tujuan Pembelajaran
Competence
o Merumuskan ide yang berkaitan dengan masalah-masalah tentang perkembangan teknologi.
o Mengkritik tindakan yang menimbulkan masalah tentang pengaruh Facebook Conscience
Compassion
o Siswa mampu memperjuangkan tradisi sosial di lingkungannya dari pengaruh globalisasi yang negatif melalui kegiatan diskusi.
E. Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan PPR 1) Konteks
Sebagian besar siswa terlibat dalam dampak negatif akibat perkembangan teknologi di sekitarnya.
Sebagian besar siswa kurang termotivasi untuk berdiskusi. Sebagian besar siswa beretnis Jawa.
Siswa-siswi masa kini sangat terpengaruh oleh gadget yang dimiliki sehingga rasa kepedulian dan kepekaan antarsesama mulai berkurang.
2) Pengalaman
Siswa diminta untuk menemukan, mengungkapkan, dan mengaitkan pengalaman-pengalaman mereka tentang masalah perkembangan teknologi. Contohnya dengan
pertanyaan “Pernahkah kalian terlibat dalam masalah perkembangan teknologi?
Seperti apa contohnya?”
Siswa memperoleh pengetahuan baru tentang permasalahan perkembangan teknologi dengan pemutaran video dokumentasi atau ilustrasi oleh.
3) Refleksi
Nilai yang diperoleh kepedulian, kesadaran dan kepekaan serta selektif terhadap informasi yang diperoleh dari perkembangan teknologi.
Integritas yang diharapkan kemampuan melakukan pilihan-pilihan secara sadar dengan menimbang dampaknya bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
4) Tindakan
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Berdiskusi tentang positif dan negatif dari perkembangan teknologi
Pilihan Batin : Menganalisis dan mengkritisi dampak dari perkembangan teknologi
2. Diskusikan dalam kelompok masalah-masalah tentang dampak perkembangan teknologi meliputi pengertiannnya, asal mulanya, keuntungan dan kerugiannya, solusinya dan lain-lain.
3. Menuliskan rumusan hasil diskusi kelompok.
4. Mengomunikasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas
F. Langkah-langkah Pembelajaran
Langkah-langkah
Pembelajaran Deskripsi Alokasi Waktu
Pembukaan (Konteks)
1. Guru memberikan salam 2. Guru menanyakan kabar siswa 3. Guru memberikan motivasi awal
dan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa dengan pertanyaan “Pernahkah kalian terlibat dalam masalah
perkembangan teknologi? Seperti
apa contohnya?” agar siswa fokus
pada pembelajaran yang akan disampaikan
4. Guru menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran 10 menit Kegiatan Inti (Pengalaman, Tindakan/Aksi dan Evaluasi)
1. Guru memberikan pengantar tentang perkembangan teknologi 2. Siswa dibagi dalam
kelompok-kelompok diskusi, satu kelompok-kelompok terdiri dari 4 orang
3. Siswa menyimak video ilustrasi tentang perkembangan teknologi dunia
4. Siswa menerima LKS dari guru yang berisi pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan diskusi kelompok 5. Wakil dari setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lain
6. Siswa bersama guru membuat
Penutup
(Refleksi, dan Aksi)
1. Siswa dibagikan lembar aksi dan lembar refleksi
2. Siswa berefleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada lembar refleksi yang diberikan
3. Siswa menjawab pertanyaan pada lembar aksi untuk melakukan aksi nyata di kehidupannya sehari-hari 4. Guru memberikan penguatan dan
motivasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan
15 menit
G. Materi Ajar
Teks diskusi adalah teks yang berisi pembahasan dari suatu masalah dengan mempertimbangkan untung-rugi, positif maupun negatifnya dnegan alasan yang masuk akal.
Teks diskusi memiliki ciri-ciri sebagi berikut:
1. Strukturnya terdiri atas isu, argumen yang mendukung, argumen yang menentang, dan simpulan/ saran.
2. Memuat informasi yang bersifat informatif-argmentatif.
3. Ciri kebahasaanya menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, namun, sedangkan, dan sebagainya)
Berikut contoh teks diskusi :
POSITIF DAN NEGATIF DARI FACEBOOK
Saat ini, anak-anak dikelilingi oleh iPad, video game, dan gadget lain yang membuat mereka bisa terkoneksi dengan dunia maya. Jejaring sosial yang bertebaran, misalnya Facebook, memberi efek bagi anak untuk tak mau lepas dari gadget itu. Persoalan bertambah terkait etis-tidaknya anak-anak memiliki akun Facebook, dan ini menjadi dilema yang harus segera dipecahkan oleh para orangtua. Namun, argumen mengenai kepemilikan akun Facebook jauh lebih sulit. Sebab, kenyataannya Facebook memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan saat orangtua hendak membolehkan atau melarang anak membuat akun jejaring sosial ini.
Apa saja manfaat Facebook? Saat ini tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Facebook telah mengubah cara interaksi sosial, terutama di kalangan kaum muda. Facebook memungkinkan anak untuk menjalin pertemanan dengan banyak orang. Ketika digunakan dengan cara yang benar, media sosial dapat meningkatkan rasa
Dengan memiliki profil Facebook, memberikan anak "halaman rumah" di web, tempat di mana mereka dapat mengekspresikan diri dan berbicara tentang minat dan kepentingan mereka. Mereka bisa bergabung dengan komunitas-komunitas tertentu, dan mencari tahu banyak tentang bidang-bidang yang membuat mereka tertarik seperti lingkungan, hewan, seni, atau musik.
Anak dapat menguasai keterampilan media sosial yang nantinya akan semakin penting ketika usia mereka bertambah. Yang tak kalah pentingnya, sebagian besar anak menggunakan jejaring sosial untuk membahas pekerjaan sekolah. Diskusi bersama tentang tugas sekolah adalah salah satu alasan terbaik untuk memperbolehkan mereka mengakses jejaring sosial. Bahkan, dari hasil studi Profesor Larry D. Rosen dari California State University mengungkapkan bahwa situs jejaring sosial juga dapat membantu proses pengajaran antara guru dengan murid. Facebook juga bisa digunakan untuk menunjukkan rasa empati kepada teman-teman online mereka.
Selain sisi positif tersebut, Facebook juga mempunyai sisi negatif. Jejaring sosial memberikan kebebasan atau ruang untuk mengekspresikan diri dengan berkomentar. Namun komentar yang dikeluarkan bisa saja menyinggung orang lain. Kalaupun anak tidak melakukannya, ia menjadi terbiasa dengan ejekan, olok-olok, web bullying, dan semacamnya yang ia baca dari status teman. Bisa saja anak mengganggap hal tersebut sesuatu yang lumrah, lalu melontarkannya pada orang di lingkungan sekitar. Akibatnya, terjadi pergeseran nilai tentang kesantunan yang orangtua tanamkan selama ini. Hasil studi Profesor Larry D. Rosen dari California State University juga mengungkap beberapa efek buruk dari Facebook, termasuk narsisme yang sering menghinggapi anak yang memakai situs jejaring sosial tersebut, perilaku antisosial, kecenderungan berperilaku agresif, dan mudah marah.
Studi yang disebutkan oleh Rosen menyatakan bahwa murid sekolah dan kuliahan yang membuka Facebook setidaknya 15 menit ketika sedang belajar, cenderung mendapatkan nilai yang rendah.
Facebook adalah pintu gerbang dunia maya. Segala sesuatu, baik hal-hal yang baik