• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Produk 1. Jenis Produk

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 29-48)

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS DATA

2.2. Data Produk 1. Jenis Produk

Marketing : Bp. Sulistyono (Dinas Pariwisata Provinsi-Jateng) Kebersihan : Bp Sujarwo ( Kepala)

Keamanan : Bp. Hariyanto (Kepala)

2.2. Data Produk 2.2.1. Jenis Produk

Kawasan Wisata Air Rawa Pening adalah penawaran paket wisata danau dengan luas sekitar 2.670 hektare dan terletak di daerah Ambarawa tepatnya terdapat di antara jalan Raya Semarang – Yogyakarta, awal berdirinya kawasan Wisata Rawa Pening adalah dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah Diparda Propinsi Jawa Tengah, 2001 yang menjadikan Kawasan Rawa Pening yang berbentuk Danau sebagai kawasan wisata yang ada di Kabupaten Semarang. Kawasan ini dijadikan Daerah Tujuan Wisata karena memiliki pemandangan yang alami disekeliling danau tersebut, sehingga Dinas Pariwisata Provinsi merasa perlu mengelola kawasan tersebut secara optimal dan professional serta memanfaatkan kondisi pemandangan alam yang sudah alami sebagai daya tarik untuk dijadikan kawasan wisata.

2.2.2. Spesifikasi Produk

Berikut merupakan harga tarif retribusi kawasan Wisata Air Rawa Pening. Retribusi tiket masuk :

No Objek Wisata

Hari Biasa Hari sabtu, Minggu dan hari

libur Hari Raya

Dewasa Anak-anak Dewasa Anak-anak Dewasa Anak-anak

1 Danau Rawa Pening Rp. 5,000 Rp. 3,000 Rp. 7,000 Rp. 5,000 Rp. 10,000 Rp. 8,000 2 Perahu keliling Danau Rawa Pening Rp. 25,000 Rp. 15,000 Rp. 30,000 Rp. 25,000 Rp. 50,000 Rp. 35,000

30 3 Naik Delman Rp. 15,000 Rp. 10,000 Rp. 20,000 Rp. 15,000 Rp. 35,000 Rp. 25,000

. Tabel. 2.1. Daftar retribusi tiket masuk kawasan Wisata Air Rawa Pening Sumber : Managemen Rawa Pening

Gambar 2.2, Perahu Kawasan Danau rawa pening (Foto Anna : 2014 )

31 Gambar 2.3, Danau Rawa Pening

( Foto Anna : 2014)

32 Gambar 2.5. Suasan Danau ( Foto Anna : 2014 )

33 Gambar 2.7. Sirkuit Delman ( Foto Anna : 2014 )

34 2.2.3. USP (Unique Selling Point)

2.2.4. Wisata Rawa Pening ini menawarkan paket wisata diantaranya kawasan Danau sebagai objek wisata keliling danau menggunakan perahu. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata ini biasanya berdatangan pada pagi hari sehingga wisatawan dapat berkeliling mengitari danau menggunakan perahu sambil menikmati pemandangan disekelilingnya adalah peristiwa yang mengagumkan sambil melihat hamparan eceng gondok yang mendominasi permukaan danau tersebut secara liar namun tetap menjadi pemandangan yang menarik. Keunikan lainnya yang bisa dilihat dikawasan tersebut ialah pemberdayaan eceng gondok sebagai komodititas kerajinan yang diciptakan oleh masyarakat setempat, sebagai oleh-oleh kerajinan khas wisata kawasan Rawa Pening, kerajinan ini disamping unik juga menjadi identitas wisata ini, disamping itu kawasan wisata ini menawarkan kuliner khas yaitu ikan bakar yang langsung diambil dari danau tersebut sehingga dapat menambah kesan bagi para pengunjungnya.

2.2.5. Produk Positioning

Positioning merupakan suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, brand, perusahaan, atau individu dalam alam pikiran konsumen. Dalam hal ini Obyek wisata air Rawa Pening kurang begitu dikenal secara luas sehingga kebanyakan dari pengunjung adalah mereka yang sudah mengenal dan sering berkunjung ke tempat ini, karena kurangnya informasi yang disebar oleh pihak manajemen sehingga Rawa Pening tertinggal dari competitornya.

Tujuan dari Positioning ini adalah menjadikan obyek wisata air Rawa Pening akan menjadi obyek wisata satu-satunya yang menawarkan keindahan alam yang masih asri. 2.2.6. Data Pemasaran

Market Share atau Omzet pendapatan Rawa Pening

Dari data yang diperoleh dari pengelola Wisata Air Rawa Pening dari seluruh paket wisata ini, pada tahun 2012 adalah sebesar 127.615.000 juta rupiah dan pada tahun 2013 menurut catatan pengelola 120.700.000 juta rupiah.jika dilihat dari besaran laba bersih pendapatan wisata ini masih sangat jauh dari harapan.

35 Gambar 2.9.. Tiket Masuk (Foto Anna 2014)

2.2.6. Jangkauan Pomosi Saat Ini

Ketiadaan promosi yang dilakukan oleh pengelola yang mengakibatkan obyek wisata air Rawa Pening saat ini hanya mencakup wilayah sekitarnya itupun melalui media “lisan” meskipun media lainnya seperti brosur dan banner hanya terdapat di lokasi sedangkan untuk media luar ruang (out door) iklan paket Wisata Air Rawa Pening belum nampak sehingga masyarakat masih asing akan keberadaannya.

36 2.2.7. Advertisement yang Ada

Media iklan yang dipakai saat itu adalah media seperti, flyer

Gambar 2.10 Flyer cetakan 2009 (Foto : Anna 2014)

2.2.8. Hambatan kegiatan promosi

Kurangnya media iklan yang digunakan sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaanya.

Belum adanya program periklanan yang terkonsep sehingga terjadi penghambatan pengunjung.

37 2.2.9. Potensi Market

a. Target Promosi

Target promosi akan dikembangkan untuk wilayah Semarang dan sekitarnya umumnya daerah jalur segitiga pariwisata Solo, Semarang dan Yogya.

b. Volume Pengembangan Jumlah Pengunjung

Dengan promosi maka diharapkan semakin bertambahnya jumlah pengunjung yang berkunjung maka akan membuat obyek wisata air Rawa Pening semakin dikenal oleh masyarakat luas. Segmentasi Pasar (Market Segmentation)

1. Segmentasi Pasar Berdasarkan Segi Geografi

Segmentasi pasar berdasarkan segi geografi dari obyek wisata air Rawa Pening adalah untuk wilayah Semarang dan sekitarnya umumnya Provinsi Jawa Tengah. 2. Segmentasi Pasar Berdasarkan Segi Demografi

Segmentasi pasar berdasarkan segi demografi dari obyek wisata air Rawa Pening terdiri dari target primer dan target sekunder. Target primer dari obyek wisata Rawa Permai adalah bersifat umum adalah keluarga , dan target sekunder dari obyek wisata air Rawa Pening adalah remaja umur 18 tahun keatas, baik laki-laki maupun perempuan dengan pendidikan apapun dan dari masyarakat dengan kehidupan perekonomian apapun.

3. Segmentasi Pasar Berdasarkan Segi Psikografi

Segmentasi pasar berdasarkan segi psikografi dari obyek wisata air Rawa Pening adalah untuk masyarakat yang suka berlibur, sifat ingin tahu yang tinggi, aktif dan sering bepergian dengan gaya hidup yang sederhana dan modern.

4. Segmentasi Pasar Berdasarkan Segi Behaviour

Segmentasi pasar berdasarkan segi behaviour dari obyek wisata air Rawa Pening adalah untuk masyarakat radikal yang cepat bereaksi terhadap suatu produk atau jasa baru, sehingga setiap ada hal baru masyarakat akan mencobanya.

38 2.2.10. Data Pengunjung Rawa Pening

Data Pengunjung Rawa Pening pengunjung Rawa Pening antara tahun 2011-2012 Rata-rata pengunjung dalam petrtahun 65% dari 3000 penunjung.

2.3. Data Kompetitor

2.3.7. Nama Petrusahaan Rawa Permai

2.3.8. Latar Belakang Perusahaan

Obyek wisata Rawa Permai dengan estimasi jarak 40 km kearah selatan Kota Semarang. Obyek wisata ini tepatnya berada dijalur yang dilalui antara Semarang Yogyakarta dan Solo tepatnya berada di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Kawasan dengan luas 3,5 ha ini merupakan kawasan yang berada di lereng Gunung Ungaran sehingga tercipta suasana alami sesuai dengan tekstur perbukitan, Obyek wisata Rawa Permai lebih cenderung pada wisata alam karena memanfaatkan suasana pemandangan alam sekitarnya yang hampir mirip dengan Rawa Pening, calon wisatawan akan tertarik pada suasana dan mereka langsung tertuju pada satu kawasan yang indah dan permai. pengertian “wisata alam” untuk masyarakat yang berada di Semarang dan sekitarnya adalah sebuah kawasan yang memberikan suasana nyaman, sejuk dan indah. Maka tidaklah heran bagi masyarakat yang mendapatkan kesibukan setiap harinya karena volume pekerjaan di kantor, tempat ini sangatlah cocok untuk dikunjungi. Disamping lokasi yang jauh dari kota yang padat dan ramai. Kawasan ini juga memiliki udara yang bebas polusi sehingga benar-benar memberikan suasana alam pegunungan yang nyata. Bagi masyarakat yang mengetahui manfaat berkunjung ke Rawa Permai menurut narasumber dari pengunjung ada tiga hal yang didapat setelah mengunjungi wisata tersebut diantaranya: pertama mendapatkan penyegaran pikiran setelah hari-hari disibukan dengan pekerjaan sehingga mendapkan pikiran yang segar kembali, kedua jika berkunjung secara keluarga, dapat memberikan suasana berbeda bagi anak-anak untuk bermain di alam bebas sehingga memberikan pendidikan bagi anak-anak akan pentingnya

39 menjaga lingkungan tetap indah, ketiga kurang tersedianya kawasan hijau diperkotaan sehingga masyarakat cebenderung ingin mendapatkan suasan alami yang masih memiliki udara yang segar tidak terkena polusi, kawasan gunung ungaran juga memiliki tekstur tanah yang bergelombang sehingga terkesan lingkungan perbukitan yang rimbun oleh pepohonan menambah terkesan bagi yang melihatnya.

2.3.2. Data Produk

Rawa Permai dengan estimasi jarak 40 km kearah selatan Kota Semarang. Obyek wisata ini tepatnya berada dijalur yang dilalui antara Semarang Yogyakarta dan Solo tepatnya berada di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan dari Semarang, Magelang dan Ambarawa sendiri, menawarkan wahana peramainan anak-anak sebagai berikut: Becak Imoet, Kolam Renang, Gua Baru Klinting.

40 Gambar 2.13. Rawa Permai (Foto Anna2014)

41 Gambar 2.15. Rawa Permai (Foto Anna2014)

a. Nama Obyek Wisata Rawa Permai

b. Tempat Obyek Wisata

Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kab, Semarang. c. Jenis Obyek Wisata

Wisata keluarga yang terletak di Desa Lopait Kecamatan Tuntang, yang terletak 40 km dari pusat kota Semarang.

42 d. Pengelola

Obyek wisata Rawa Permai merupakan obyek wisata yang dikelola oleh perorangan yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Semarang.

2.3.3. Market Share atau Omzet pendapatan Obyek Wisata Rawa Permai

Dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Semarang dari sektor obyek wisata Rawa permai pada tahun 2013 adalah sebesar 150.143.500 juta rupiah, dengan jumlah kepala rata rata perbulan 1200 pengunjung.

2.3.4. Spesifikasi Produk

Retribusi tiket masuk dan wahana di Obyek wisata Rawa Permai

No Objek Wisata

Hari Biasa Hari sabtu, Minggu dan hari

libur Hari Raya

Dewasa Anak-anak Dewasa Anak-anak Dewasa Anak-anak

1 Rawa Permai Rp. 5,000 Rp. 3,000 Rp. 5,000 Rp. 3,000 Rp. 8,000 Rp. 7,000

2 Masuk Gua ular Rp. 3,000 Rp. 4,000 Rp. 4,000

6 Kolam Renang Rp. 10,000 Rp. 7,000 Rp. 15,000 Rp. 10,000 Rp. 15,000 Rp. 10,000

Tabel 2.3. Daftar retribusi tiket masuk obyek wisata Rawa Permai Sumber : Managemen Rawa Permai

2.3.5. Konsumen

Obyek wisata Rawa Permai merupakan salah satu tempat wisata keluarga di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kab, Semarang kebanyakan pengunjung berkunjung saat hari biasa maupun liburan dengan tujuan utama berwisata sekeluarga dari pengunjung sekitar Ambarawa sendiri maupun dari luar seperti, Semarang, Magelang, Salatiga.

2.3.6. Promosi saat ini

Untuk promosi sendiri Managemen Rawa Permai sampai saat ini masih menggunakan media-media cetak. Poster, Leflet, Stiker, pagelaran musik sebagai daya tarik calon pengunjungnya.

43 2.4. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif, dimana data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT.

2.4.1 Kelemahan dan Kelebihan Produk ( SWOT )

Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses), serta kondisi eksternal perusahaan yang meliputi peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang berpengaruh terhadap Rawa Pening, maka selanjutnya diidentifikasi faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya. Hasil analisis tersebut digunakan untuk menetapkan posisi perusahaan dan digunakan untuk merumuskan alternatif strategi usaha dengan menggunakan metode SWOT.

a. Kelemahan Produk

Kualitas dan kuantitas sarana dan fasilitas

Hal ini berkaitan dengan sumber daya financial. tenaga kerja terbatas. Kurangnya promosi

Pihak manajemen Rawa Pening melakukan promosi terbatas melalui iklan, Spanduk yang berlokasi di tempat wisata, sehingga calon target audience tidak mengetahuinya.

Harga Tiket

Jika dibandingkan dengan harga tiket pesaingnya, Rawa Pening relatif Standar. Sumber daya manusia di Rawa Pening

Tingkat pendidikan para karyawan pada umumnya tamatan SD sampai dengan SMA, maka menjadi sebuah beban tersendiri bagi pihak manajemen dalam melakukan sosialisasi kebijakan-kebijakan perusahaan misalnya tidak adanya inisiatif dari para karyawannya untuk membangun Rawa Pening menjadi lebih menarik.

Biaya operasional yang semakin tinggi

Biaya operasionil yang tinggi disebabkan oleh berkurangnya jumlah pengunjung dikarenakan sarana dan prasarana yang belum ditingkatkan.

44 Pemasaran yang belum optimal

Kegiatan pemasaran Iebih banyak pada kegiatan penjualan sedangkan komponen lain yang ada dalam bauran pemasaran (marketing mix), 'yaitu penetapan harga dan promosi belum dioptimalkan untuk meraih pangsa pasar yang masih luas. Saat ini jumlah pengunjung tidak meningkat secara nyata, tetapi tetap mempertahankan pelanggan yang telah ada.

b. Kelebihan Rawa Pening Mutu produk wisata

Produk wisata air yang ada mempunyai kualitas yang baik bagi wisata keluarga dari segi lokasi, suasana, kenyamanan dan panorama lingkungan sekitarnya. Pihak pengelola mempunyai perhatian serius, komitmen yang kuat terhadap mutu sarana dan fasilitas serta pelayanan pada para pengunjung sehingga pengawasan internal dilakukan oleh manjemen Rawa Pening

Tenaga kerja setempat

Sifat pekerjaan yang diterapkan manajemen perusahaan merupakan padat karya. Oleh karena itu, tenaga kerja menjadi faktor penting dalam operasional perusahaan dengan jumlah yang relative banyak. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari daerah sekitar Kecamatan Tuntang. Pihak perusahaan merasa diuntungkan dengan mempekerjakan tenaga kerja yang murah,

Pelayanan yang baik terhadap konsumen

Pelayanan yang diberikan terhadap pengunjung (konsumen) sudah dilakukan dengan balk, dengan cara selalu menjaga dan memperhatikan mutu pelayanan sebagaimana yang diminta oleh konsumen/pelanggan. Pelayanan terhadap konsumen juga dilakukan dengan cara menanggapi secara terbuka semua keluhan dari pelanggan. Selama keluhan tersebut disebabkan oleh kesalahan pihak perusahaan, maka keluhan tersebut dilayani dengan baik.

45 2.4.2. Analisis SWOT

STRENGTH

1. Tempat pariwisata yang memiliki keunggulan tersendiri, memiliki pemandangan danau dan perbukitan

OPPORTUNITIES

1. Kebutuhan pariwisata akan sangat dibutuhkan mengingat fisik dan fikiran butuh penyegaran suasana, musim liburan sekolah dan hari raya adalah saat yang tepat untuk berwisata.

WEAKNESS

1. Kurangnya inovasi dalam pengembangan baik sarana dan fasilitas yang sudah ada sehingga daya tarik objek wisata ini tidak tanpa

TREATH

1. Makin banyak berdirinya Obyek Wisata lain yang sejenis sebagai alternatif.

46 2.4.3. Matrix SWOT

Rawa Pening

OPPORTUNITIES

1. Kebutuhan pariwisata akan sangat dibutuhkan

mengingat fisik dan fikiran butuh penyegaran suasana, musim liburan sekolah dan hari raya adalah saat yang tepat untuk berwisata.

TREAT

1. Makin banyak berdirinya Obyek Wisata lain yang sejenis sebagai alternatif.

STRENGTH 1. Tempat pariwisata yang memiliki keunggulan tersendiri, memiliki pemandangan alam danau dan perbukitan S-O Strategi

1. Meningkatkan lagi fasilitas arena bermain anak-anak, meningkatkan kualitas pelayanan, membangun gazebo tempat beristirahat tamu yang lebih menarik.. (o1,s1)

S-T Strategi

1. Aktif bekerjasama dengan : Biro perjalanan,

mengadakan pagelaran music: dangdut, pop dan menampilkan artis-artis terkenal, mengadakan lomba lukis anak-anak(w1,s1) WEAKNESS

1. Kurangnya inovasi dalam

pengembangan baik sarana dan fasilitas yang sudah ada sehingga daya tarik objek wisata ini berkurang.

Strategi W-O

1. Menciptakan media promosi yang bersifat mengundang untuk berwisata ke Rawa Pening sebagai tempat wisata keluarga yang refresentatif.. (s1,s2,w1)

Strategi W-T

1. Merancang program even dalam kegiatan promosi yang sesuai dengan target sasaran dalam menyikapi persaingan produk wisata. (t1,t2,w1)

2.4.4. Kesimpulan analisis SWOT

1. Perlu adanya program even dalam kegiatan promosi yang sesuai dengan target sasaran dalam menyikapi persaingan produk wisata. Sehingga dapat mengundang para calon sasaran.

2. Dalam menyikapi Persaingan antar wisata sejenis di kawasan Kabupaten Semarang selatan yang sangat kompetitif sehingga Manajemen Rawa Pening perlu melakukan promosi yang menarik.

47 3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Rawa Pening, membuat masyarakat kurang berminat untuk berwisata ke lokasi ini, akan tetapi bila informasi tentang Rawa Pening sudah berjalan, maka lokasi ini akan lebih diminati calon pengunjung. 4. Semakin ketatnya kompetitif wisata sejenis yang lebih bagus dan menarik, mengharuskan pengelola Rawa Pening membuat program promosi yang menarik perhatian masyarakat.

48

BAB III

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 29-48)

Dokumen terkait