• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Skor Pre Test

No. Kelompok Modus Mo Median Me Mean M Std. Deviasi SD Harga Max Min 1. Eksperimen 5,00 8,000 7,3684 1,80156 10,00 5,00 2. Kontrol 10,00 7,000 7,3158 2,02903 10,00 4,00

Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran II halaman…

Dari tabel tersebut apabila digambarkan dalam bentuk histrogram akan nampak sebagaimana terlampir pada halaman…

Dan dari tabel yang terlampir tersebut tampak dengan jelas bahwa penguasaan kosakata awal kelompok eksperimen tidak jauh berbeda dengan kelompok kontrol yaitu dengan perbandingan bahwa jumlah kosakata tertinggi yang dikuasai oleh kelompok kontrol sebelum mendapat perlakuan sebesar 10 kosakata dan terendah sebesar 4 kosakata bahasa Arab dengan nilai rata-rata 7,3158. Sedangkan kelompok eksperimen juga menguasai kosakata bahasa Arab sebanyak 10 kata dan terendah 5 kosakata dengan mean sebesar 7,3684.

Kemudian setelah diberi perlakuan yaitu dengan menggunakan media gambar bagi kelompok eksperimen dan pengajaran tradisional dengan tanpa menggunakan media gambar bagi kelompok kontrol, kemudian dilakukan tes akhir (post test). Adapun hasil post test secara global dapat dilihat dalam tabel. Perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran II

Tabel XXI

Data Skor Post Test

No. Kelompok Modus Mo Median Me Mean M Std. Deviasi SD Harga Max Min 1. Eksperimen 14,00 19,0000 18,1053 2,62244 21,00 14,00 2. Kontrol 8,00 10,0000 9,7368 2,05053 14,00 6,00

Dari tabel tersebut jika digambarkan dengan grafik histogram sebagaimana terlampir pada halaman….. Grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kosakata yang banyak dikuasai oleh siswa (sering muncul) dari kelompok kontrol berada pada rentang antara 8-11 kosakata dengan rata-rata 9,737 dan standar deviasi sebesar 2,051.

Sedangkan grafik penguasaan kosakata akhir kelompok eksperimen menunjukkan bahwa jumlah kosakata tertinggi yang dikuasai oleh siswa yaitu antara 20 dan 21 dengan mean sebesar 18,105 dan standar deviasi 2,622.

Berdasarkan hasil tes awal dan tes akhir dari kedua kelompok tersebut, dapat diketahui adanya peningkatan penguasaan kosakata kelompok eksperimen yang diperoleh dengan membandingkan antara tes awal dan tes akhir. Perhitungan ini seluruhnya dilakukan dengan komputer dengan menggunakan paket SPS 2000 (Seri Program Statistik) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Parmadiningsih yang selengkapnya dapat dilihat pada lampiran III.

Dari perhitungan tersebut diperoleh mean difference pada kelompok eksperimen sebesar 10,7369 dan pada kelompok kontrol hanya sebesar 2,4210. selanjutnya untuk menguji hipotesa bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kosakata dengan menggunakan media gambar dan tanpa menggunakan media gambar maka akan diuji dengan menggunakan uji “t” atau t-test yang selengkapnya dapat dilihat pada lampiran III.

Dalam perhitungan tersebut terlihat bahwa dengan df sebesar 36, maka diperoleh harga t atau thit sebesar 10,958. Dalam keadaan seperti itu, penyusun menggunakan df

yang terdekat yaitu df sebesar 35, dan dengan df sebesar 35 diperoleh ttab sebagai berikut:

Pada taraf signifikansi 5% : ttab = 2,03

Pada taraf signifikansi 1% : t tab = 2,72

Dengan demikian t atau to yang diperoleh dari hasil perhitungan jauh lebih besar

dibanding ttab yaitu 2,03 < 10,958 > 2,72. Oleh karena itu hipotesa nihil yang menyatakan

bahwa tidak adanya perbedaan mean hasil pengajaran kosakata bahasa Arab dengan menggunakan media gambar dan mean hasil belajar kosakata bahasa Arab tanpa menggunakan media gambar ditolak yang berarti bahwa perbedaan keduanya adalah perbedaan yang signifikan.

Secara statistik peningkatan hasil tes penguasaan kosakata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat jauh berbeda (sesudah treatment), sehingga hasil akhir

penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil penguasaan kosakata yang diajarkan dengan menggunakan media gambar dan pengajaran tanpa media gambar. Tetapi perlu penulis sampaikan juga bahwa dalam pengajaran tersebut kelompok eksperimen lebih antusias dalam merespon apa yang disampaikan penulis, sedangkan kelompok kontrol kurang semangat ketika proses belajar mengajar berlangsung. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya media gambar dalam pengajaran khususnya dalam mengenalkan kosakata bahasa Arab dapat memotivasi anak untuk lebih giat mempelajarinya.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah memaparkan seluruh hasil eksperimen secara detail, maka sebagai akhir dari pembahasan penelitian ini dapat penulis kemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengajaran bahasa Arab khususunya tentang kosakata (mufrodat)

dengan menggunakan media gambar sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan penguasaan bahasa Arab siswa TK Al-Islam kelompok B4, terbukti dengan perbedaan beda rata-rata sebesar 10,7369 bagi kelompok eksperimen dan hanya 2,4210 bagi kelompok kontrol..

2. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kosakata bahasa Arab dengan mempergunakan media gambar dengan pengajaran biasa (tanpa menggunakan media gambar). Dengan menggunakan uji “t” terbukti bahwa: dari df sebesar 36 diperoleh harga thit sebesar 10,958. Sementara pada taraf signifikan 5% harga

ttab sebesar 2,03 dan pada taraf signifikan 1% harga ttab sebesar 2,72, sehingga harga thit

jauh lebih besar dari harga ttab baik pada taraf signifikan 5 % maupun 1% (2,03 < 10,958

B. Saran

1. Kepada Kepala TK Al-Islam I

a. TK Al-Islam I Jamsaren sebagai lembaga yang bercirikan Islam alangkah baiknya bila pelajaran bahasa Arab tetap diajarkan pada anak didik di luar penelitian yang dilakukan penulis terlebih bila dimasukkan dalam kegiatan ekstra mengingat pentingnya mempelajari bahasa Arab bagi setiap umat muslim.

b. Mengundang tenaga pengajar yang sesuai di bidangnya (bahasa Arab) apabila program ini dimasukkan.

2. Saran Kepada Guru Kelas B4

a. Hendaknya selalu mengajarkan (mengulang) kosakata yang sudah disampaikan atau diajarkan dan yang belum pada anak setiap hari supaya anak tidak mudah lupa. b. Hendaknya jika mengajarkan kosakata bahasa Arab meski sudah menggunakan

media gambar juga diselingi dengan menyanyi menurut tema yang diajarkan. 3. Saran Bagi Semua Pemerhati Pendidikan Khususnya Pada Anak Usia Prasekolah

a. Sudah menjadi keyakinan kita bahwa usia dini memiliki peran yang cukup strategis (usia emas) maka gunakanlah kesempatan tersebut untuk menanamkan apa saja yang bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya.

b. Bahwasanya wajib bagi setiap muslim untuk mengamalkan apa yang telah diketahuinya walaupun sedikit kepada saudaranya yang belum mengetahui. c. Sesederhana apapun hasil penelitian yang penulis lakukan, hendaknya disikapi

sebagai usaha yang sangat bermanfaat dan perlu untuk ditingkatkan.

C. Kata Penutup

Pada penghujung rangkaian kata nan penuh makna, puji syukur ke hadirat Sang Pencipta Allah SWT dan ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua

pihak yang turut berpartisipasi memberikan sumbangsihnya yang tulus dalam penyelesaian skripsi ini.

Sejak awal penulis sadari bahwa penelitian eksperimen ini memiliki kelemahan dan kekurangan serta jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

Akhirnya hanya kepada Allah jualah segala asa bermuara, kepada-Nya kita berharap dan berserah diri.

Yogyakarta 3 Desember 2004 Penulis