• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pembelajaran di TK Al-Islam I Jamsaren

Program Pengembangan Kemampuan Dasar

B. Proses Kegiatan Belajar Mengajar di TK Al-Islam I Jamsaren

3. Proses Pembelajaran di TK Al-Islam I Jamsaren

Proses belajar mengajar di Taman Kanak-kanak tentu berbeda dengan proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah-sekolah setingkat SD dan yang lebih tinggi, karena program pendidikan di TK bukan sekedar mengajarkan hal-hal yang sudah tertera dalam kurikulum. Para guru TK harus aktif melakukan upaya

pengembangan anak. Artinya bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, kebutuhan, minat dan kemampuan anak didik harus mendapat perhatian yang seimbang.

Usia Taman Kanak-kanak adalah masih dalam tahap bermain, oleh karena itu kegiatan belajar di TK dilaksanakan dalam bentuk belajar sambil bermain. Sifat program pendidikan di TK adalah mengikuti serta mengarahkan perkembangan anak. Proses kegiatan belajar mengajar di TK Al-Islam I Jamsaren ini dapat dilihat dalam tabel jadwal kegiatan dibawah ini:53

Tabel XII

Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar di TK Al-Islam I Jamsaren

Jam Jadwal Kegiatan

06.30-07.30 Siswa masuk ke kelasnya masing-masing (didalam kelas wali kelas bersama guru iqro membimbing siswa membaca iqro selama 60 menit)

07.30-08.00

Siswa berbaris di halaman sekolah (Guru kelas dan asistennya mengatur barisan siswa kelasnya masing-masing untuk bersama-sama melakukan hafalan surat pendek dan doa-doa dengan dibimbing salah satu guru didepan dan yang lainnya membantu dan mengawasi bacaan dan barisan siswa)

08.00-09.15

Proses belajar mengajar mulai dilakukan (Pengajaran yang berisi latihan mewarnai, menggunting, menempel, menggambar, menulis, membaca dan berhitung)

09.15-09.30 Istirahat/makan dan bermain bebas diluar 09.30-10.00

Siswa masuk dalam kelas (guru membimbing siswa kembali menghafal doa, surat-surat pendek, membacakan cerita dan dramatisasi)

10.00

Siswa pulang ke rumah masing-masing dan bagi siswa yang mengikuti kegiatan ekstra kulikuler dilaksanakan setelah jam pelajaran usai.

Selain kegiatan belajar mengajar dalam kelas klasikal, pihak sekolah juga mengadakan kegiatan ekstra kulikuler bagi siapa saja ingin mengikutinya yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan anak serta melatih bakat dan minat mereka. Diantara kegiatan ekstra kulikuler yang ditawarkan yaitu: Drumband, angklung, sempoa, tari dan bahasa Inggris.

Meskipun pada pelaksanaan proses belajar mengajar di TK berbeda dengan sekolah-sekolah yang lebih tinggi. Seperti halnya pada sekolah-sekolah yang lebih tinggi pendidikan di TK juga tidak terlepas dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian belajar. Pelaksanaan program kegiatan belajar seperti yang tercantum dalam GBPKB di TK dilaksanakan secara bertahap dan berulang sesuai dengan kemampuan anak.

Dalam kegiatan perencanaan, sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, seorang guru harus terlebih dahulu menyusun program satu catur wulan, satuan mingguan dan satuan kegiatan harian. Penyusunan program satu catur wulan didasarkan pada GBPP yang dituangkan dalam program satu catur wulan, mulai dari tujuan kurikuler, tujuan umum, bahan, jumlah jam pertemuan yang dijabarkan dalam minggu-minggu dari bulan pertama, kedua dan ketiga. Satuan kegiatan harian disusun berdasarkan program satu catur wulan dengan meletakkan bidang pengembangan secara urut berpedoman dengan langkah-langkah penyusunan satuan kegiatan yang telah ditetapkan .

Satuan kegiatan harian merupakan program yang diuraikan untuk satu hari dimana penyusunannya berpedoman pada satuan kegiatan mingguan. Satuan kegiatan harian merupakan kegiatan belajar mengajar untuk satu hari yang berisi materi, kegiatan belajar mengajar, alat peraga, metode, dan penilaian terhadap hasil belajar.

Perencanaan harian ini terdiri dari kegiatan pembukaan, kegiatan inti, kegiatan makan/istirahat dan penutup.54

1) Pembukaan

Sifat kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Kegiatan tersebut terutama adalah kegiatan yang berhubungan dengan tema dan sub tema. Urutan kegiatan yang dapat dilakukan adalah:

a. Mengucap doa dan salam

b. Mendiskusikan dengan anak tentang tema atau sub tema yang akan diberikan hari ini. Kegiatan ini berupa tanya jawab antara guru dan anak didik, lebih banyak mengungkapkan pendapatnya. Tema berikut sub tema yang dibawakan diambil dari tema-tema yang ada dalam buku II PKB TK 1994 sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jika pada waktu diskusi terjadi kejenuhan, diharapkan guru membuat variasi kegiatan misalnya kegiatan motorik kasar, permainan melatih pendengaran anak dan jenis permainan lainnya.

c. Pengorganisasian kelas pada saat pembukaan dilaksanakan secara klasikal.

2) Inti

Sifat dari kegiatan inti adalah kegiatan yang mengaktifkan perhatiannya, kemampuan dan sosial emosi anak. Kegiatan ini terdiri atas bermacam-macam kegiatan bermain yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang hendak dicapai melalui:

a. Kegiatan yang mengacu pada kemampuan dan sedapat mungkin dikaitkan dengan tema.

b. Kegiatan bermain yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen. c. Kegiatan yang meningkatkan pengertian-pengertian dan konsentrasi.

d. Kegiatan-kegiatan yang dapat dipilih anak untuk memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak.

e. Kegiatan-kegiatan yang dapat memantau dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik. Sifat kegiatan ini mengacu pada pembentukan kebiasaan bekerja yang baik dan membutuhkan konsentrasi tinggi maka kegiatan musik/perkusi dan sebaiknya tidak di kegiatan ini. Dari sejumlah kegiatan inti, ada beberapa yang diharapakan tuntas dan ada yang bersifat terus menerus diulang-ulang sampai tercapai kemampuan yang diharapkan.

Dalam kegiatan inti, guru dapat menggunakan kesempatan untuk membantu anak yang masih membutuhkan pertolongan dalam mencapai kemampuan yang hendak dicapai. Pengorganisasian anak pada kegiatan inti disesuaikan dengan kebutuhan, bisa berbentuk individu, kelompok dan juga klasikal. Untuk menunjang kegiatan inti tersebut hendaknya disiapkan sarana sebanyak-banyaknya.

3) Istirahat/makan

Kegiatan ini kadang-kadang dapat dipakai untuk mengisi kemampuan yang hendak dicapai yang berkaitan dengan kegiatan makan, misalnya; tata tertib makan, macam makanan yang bergizi serta doa sebelum dan sesudah makan. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan di luar kelas yang bertujuan mengembangkan motorik kasar dan sosialisasi. Apabila dianggap waktu istirahat kurang, guru dapat menambah sendiri waktu istirahat dengan cara mengambil waktu kegiatan lainnya.

4) Penutup

Bagian waktu yang terakhir ini diisi dengan kegiatan yang bersifat menenangkan anak. Kegiatan ini diberikan secara klasikal, kegiatan yang diberikan adalah:

a.Membacakan buku cerita b.Dramatisasi suatu cerita c.Pantomim

d.Apresiasi musik dari berbagai daerah

e.Tanya jawab misalnya kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.

f.Mengulang hafalan surat-surat pendek dan doa harian

Jika pada pembukaan belum disebutkan kejadian penting sekitar kita yang sebaiknya diketahui anak, maka pada kesempatan penutupan dapat diisi dengan membicarakan kejadian tersebut.