Prosedur Eksperimen
4. Tema Kendaraan
Pesawat terbang Kereta Api
Mobil Sepeda mini
Kapal laut Situasi Eksperimen
70
ٌةأظ
اّيـأط
ٌة أر
أطـِقٌرا
اّيـأس
ٌة أر
ـِفأسأجا ّرأدٌة
ٌةأنْي
Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2004. Sebelum eksperimen berlangsung peneliti terlebih dahulu mengenalkan diri di hadapan anak-anak tentang maksud dan tujuan mengajar disana. Merupakan hal biasa bila siswa terlihat agak sedikit gaduh ketika melihat guru baru, mereka terlihat sangat senang dan antusias dengan kedatangan guru baru dan dengan proses pembelajaran yang sedikit berbeda dengan biasanya.
Kemudian terlebih dahulu peneliti memberikan pre test kepada siswa dengan materi bilangan/angka 1-10 dalam bahasa Arab. Peneliti dibantu guru kelas mengulang kembali ingatan anak tentang urutan angka dalam bahasa Arab dari angka 1-10 sambil menuliskannya di papan tulis. Anak-anak sangat antusias mengikutinya dengan menggunakan jari-jari mereka. Dan untuk lebih mempermudah mereka mengingatnya, proses pembelajarannya dilakukan sambil bernyanyi.
Setelah mereka semua menguasai dan menghafal kosakata yang diajarkan, kemudian peneliti membagikan kertas yang telah didesain sebagai bahan pre test, yakni anak-anak disuruh mewarnai gambar gelas sesuai dengan daya imajinasi dan kreativitas mereka kemudian menghitung jumlah masing-masing gelas dengan menggunakan tulisan angka bahasa Arab.
Setelah proses pembelajaran selesai guru kembali mengulang-ulang kosakata tersebut agar anak selalu mengingatnya serta dapat melafalkannya dengan baik dan benar.
Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari senin tanggal 30 Agustus 2004. Hari pertama penerapan eksperimen gambar mufrodat ini anak-anak nampak senang sekali, karena hal ini merupakan suasana baru yang belum pernah mereka temui. Anak-anak tak henti-hentinya menanyakan apa arti tulisan Arab yang terpampang di sebelah gambar yang akan diajarkan, sehingga penulis agak
sedikit kebingungan, karena anak-anak terus berlarian kedepan untuk melihat gambar yang ada di papan tulis. Suasana ini berlangsung kurang lebih 5 menit. Dan setelah penulis melihat bahwa anak-anak sudah puas dalam mengamati media, penulis segera menenangkan mereka dengan tepukan (tepuk anak sholeh) sehingga anak satu persatu berlarian menuju tempat duduk mereka masing- masing dan kemudian penulis segera memulai pembelajaran kosakata bahasa Arab (mufrodat) dengan tema panca indra.
Sebagai langkah awal penulis menanyakan satu persatu gambar yang ada dan ternyata anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam memahami gambar, setelah itu penulis mengenalkan satu persatu bahasa Arab dari tiap gambar yang ada. Bagi anak usia dini menghafal lima mufrodat sekaligus sepertinya agak merasa kesulitan, maka penulis pun segera mengulang-ulang terus bahasa Arab dari gambar tersebut. Ternyata dengan cara diulang secara terus menerus anak-anak dapat mudah menghafal. Kemudian untuk mengetahui sampai dimana tingkat penguasaan mereka terhadap materi, penulis meminta mereka maju secara bergantian untuk menghubungkan gambar dengan tulisannya dengan cara menarik garis silang. Dan sampai pada langkah ini penulis mengalami kendala dikarenakan anak-anak 90% belum bisa membaca, tidak hanya berhenti sampai disitu saja penulis mencari ide yang lain supaya anak-anak lebih hafal dan tidak mudah lupa, maka penulis pun menyampaikannya melalui nyanyian. Dari sini penulis merasa senang sekali melihat anak-anak riang gembira dan merespon apa yang diajarkan penulis. Selain itu penulis juga sedikit menerangkan tentang fungsi dari masing-masing panca indra tersebut.
Pertemuan Ketiga
Pada pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 September 2004. Pada pertemuan ini penulis sedikit mengulang materi yang diajarkan kemarin dan anak-anak pun sudah lancar menyebutkan dan menghafalkannya, karena selain dengan gambar mereka dapat langsung menggunakan panca indra
mereka sebagai media yang paling efektif. Kemudian setelah itu penulis memberikan materi baru yaitu tentang anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, saudara laki-laki dan saudara perempuan.
Akan tetapi, seperti yang sudah penulis paparkan diatas bahwa banyak anak- anak yang belum bisa membaca. Melihat hal ini penulis terus berusaha mengajarkan (mengenalkan tulisan Arab) tetapi sangat sulit bagi anak untuk menulis tulisan Arab. Maka setelah berkonsultasi dengan guru kelas dan penulis mendapat informasi bahwa anak-anak kelompok B4 rata-rata baru jilid 1 dan 2 dan hanya sedikit yang jilid 3, sehingga dengan melihat kenyataan ini penulis tidak memaksa anak untuk bisa membaca tulisan baik tulisan Indonesia ataupun bahasa Arabnya. Yang terpenting adalah anak-anak bisa menghafal kosakata (mufrodat) yang sudah ditargetkan dan sesuai dengan tujuan. Perlu penulis jelaskan bahwa pada pertemuan hari ketiga ini masih tetap menggunakan model pengajaran yang sama dengan pertemuan kedua yakni model menarik garis/ menyilang.
Pertemuan Keempat
Pertemuan keempat ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 7 September 2004 yaitu dengan menggunakan model menjodohkan dan mengacu pada tema sekolah, kosakata yang dikenalkan pun disesuaikan dengan benda-benda yang sudah dihafal anak-anak. Metode pembelajaran pada hari keempat ini sama dengan hari kedua, hanya saja yang membedakan disini adalah anak-anak disuruh mengambil gambar kemudian menjodohkan (mencocokkan) dengan tulisan bahasa Indonesia dan bahasa Arab yang sesuai, dimana sebelumnya penulis sudah menunjukkan dan memberikan contoh sampai 3 kali. Setelah penulis selesai memberi contoh, penulis menawarkan pada anak-anak siapa yang mau maju kedepan. Tidak terduga sebelumnya, ternyata anak-anak sangat antusias dan bersemangat menanggapi tawaran penulis. Suasana kelas pun kian gaduh dan ramai namun penulis segera mengatasinya dengan bertepuk dan
suasana pun kembali kondusif seperti semula. Anak-anak sangat serempak mengangkat tangan hingga ada pula yang maju kedepan tanpa disetujui penulis. Melihat semangat dan keriangan anak-anak, penulis sangat senang sekali dan seperti halnya pengajaran pada hari pertama yang didukung melalui nyanyian, pertemuan keempat pun dilakukan dengan kegiatan bernyanyi yang dapat mempermudah anak dalam menghafal semua kosakata yang diajarkan.
Pertemuan Kelima
Sebelum proses pembelajaran dimulai, penulis mencoba mengevaluasi dan menguji ingatan anak-anak satu persatu tentang beberapa kosakata yang telah diajarkan sebelumnya. Dan hasilnya ternyata sangat memuaskan. Pada pertemuan kelima yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 9 September 2004 ini model pembelajaran yang dilaksanakan masih sama seperti pada pertemuan keempat dengan materi yang sama pula. Di hari kelima ini penulis sama sekali tidak mengalami kesulitan karena hanya mengulang-ulang saja.
Pertemuan Keenam
Pada pertemuan keenam ini, penulis menggunakan model membalik gambar yang salah satu sisinya terdapat tulisan kosakata bahasa Arab beserta artinya (bahasa Indonesia). Penulis menunjukkan pada anak-anak tentang gambar yang sudah didesain kemudian menanyakan kepada anak-anak gambar dari masing- masing benda. Setelah anak-anak menyebutkan dan mengidentifikasi setiap gambar kemudian penulis melafalkan bahasa Arab dari masing-masing benda tersebut. Model membalik gambar ini bertujuan agar anak mengenal tulisan dari pelafalan tiap kosakata dan kemudian dapat menirukannya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Akan tetapi tidak seperti biasanya, di hari keenam ini anak-anak agak kurang bersemangat dibandingkan hari sebelumnya. Akhirnya kosakata bahasa Arab (mufrodat) yang dikenalkan pada hari itu selain dengan metode praktek langsung juga dengan melalui tepuk. Kebetulan materi hari kelima ini adalah mengacu pada tema kendaraan, jadi tepuknya adalah tepuk
rumah. Dan Alhamdulillah dengan adanya tepukan ini, anak-anak sangat senang sekali dan kelas pun menjadi ramai dan kembali bersemangat.
Pertemuan Ketujuh
Seperti biasanya pada setiap satu materi yang diajarkan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, hal ini dimaksudkan agar anak-anak mudah mengingat kosakata yang diajarkan. Pertemuan ke tujuh ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 16 September 2004 dan masih dengan tema yang sama yakni kendaraan. Pada pertemuan ini penulis sedikit mengajak anak berdialog dan melakukan tanya jawab tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kendaraan, macam- macam kendaraan baik di darat, laut dan udara, nama bagi pengendara/pengemudi (sopir, masinis dll) serta tempat pemberhentian dan pemberangkatan kendaraan (stasiun, bandara dll).
Pertemuan kedelapan
Di hari kedelapan ini merupakan hari yang terakhir penulis mengadakan eksperimen, dan di hari ini pula seluruh kosakata bahasa Arab yang telah diajarkan dengan jumlah 21 kosakata diulang kembali mulai dari tema panca indra (5 kosakata), tema keluarga (6 kosakata) tema sekolah (5 kosakata) dan tema kendaraan (5 kosakata). Dan sampai hari yang terakhir ini penulis merasakan kegembiraan dan kebanggaan tersendiri karena penelitian ini telah terealisasi dengan baik dan insya allah berhasil dengan memuaskan.
Pada pertemuan terakhir ini juga dilaksanakan post test untuk mengevaluasi hasil belajar siswa, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Rencana awal post test dilaksanakan dengan metode pemberian tugas saja, akan tetapi setelah melihat bahwasanya antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 90% belum bisa membaca bahasa Arab dan juga bahasa Indonesia, maka akhirnya penulis mengambil dua metode yaitu metode pemberian tugas dan
metode tanya jawab. Metode pemberian tugas ini dilaksanakan secara tertulis, metode ini penulis sesuaikan dengan kemampuan yang diharapkan dicapai dalam GBPKBTK yaitu pada kemampuan Daya Pikir 2 menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan 1-10. soal post test yang menggunakan metode pemberian tugas ini terdiri dari 12 kosakata bahasa Arab (mufrodat). Sebelum post test dengan pemberian tugas dilaksanakan atau sebelum lembar kerja dibagikan kepada anak, terlebih dahulu penulis memberi contoh tentang bagaimana cara mengerjakan soal tersebut. Pemberian contoh ini diharapkan agar anak-anak tidak kesulitan dalam mengerjakan lembar soal. Tetapi dari hasil post test dengan metode pemberian tugas ini sangat tidak memuaskan. Justru dengan metode tanya jawab hasilnya sangat memuaskan. Tanya jawab disini dilaksanakan secara berkelompok, dimana anak disuruh maju kedepan kemudian penulis dibantu guru kelas dan asistennya menanyakan satu persatu kemudian diucapkan bersama-sama.
Post test dengan metode tanya jawab ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui hasil yang sebenarnya, artinya anak dapat menyebutkan kata-kata sendiri tanpa bantuan guru atau orang lain. Dan sebagai hasil akhir, penulis mengambil dari hasil evaluasi dengan metode tanya jawab yang didukung dengan hasil pemberian tugas. Dari metode ini, sangat jelas terlihat bahwa kelompok Ā sebagai kelompok yang mendapat perlakuan rata-rata menguasai kosakata bahasa Arab (mufrodat) yang telah diajarkan dan melebihi kosakata yang telah ditargetkan. Kelompok eksperimen rata-rata hafal 19-21 kosakata, padahal penulis hanya menargetkan 15 kosakata pada tiga kali pertemuan (tiga hari sebagai pengulangan).