BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk
Produk awal yang telah dikemas dalam bentuk buku kemudian diberikan kepada pakar kurikulum SD 2013, dan 2 guru kelas IV untuk divalidasi. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi ini menggunakan pedoman penyekoran skala lima menurut Widoyoko (2012: 238) seperti dalam tabel 3.1 (halaman 46). Berdasarkan perhitungan, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima seperti pada tabel 4.2 yaitu kriteria skor skala lima (halaman 48).
4.3.1 Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk
Pakar kurikulum SD 2013 yang menjadi validator untuk menilai produk bahan ajar adalah salah satu dosen Universitas Sanata Dharma. Validasi dilakukan pada bulan Februari 2014. Aspek yang dinilai dari bahan ajar adalah (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik dan (5) metodologi. Berdasarkan hasil validasi dari ke 5 aspek tersebut memperoleh skor
rata-rata 3,94 dengan kategori “baik”. Bahan ajar dinyatakan layak untuk
digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.
Beberapa komentar yang dituliskan pakar berisi masukan untuk perbaikan pada tiga aspek yaitu (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, dan (3) isi. Pada aspek tujuan dan pendekatan, pakar memberi komentar tentang sumber belajar bagi siswa dan guru lebih cocok untuk panduan guru. Pakar memberi komentar untuk gaya dan gerak jika subtema 1 kurang sinkron dengan panduan pemerintah, sebaiknya direvisi pada subtema 3. Pada aspek desain dan pengorganisasian, pakar memberi komentar mengenai bagian penggunaan bahasa tulis, masih ada dibeberapa tempat yang kurang jelas maksudnya. Pada bagian isi, pakar memberi saran keterpaduan antar mata/muatan pelajaran beberapa nampak kurang mulus perpindahannya, serta pada bagian teknik penilaian untuk panduan skoring kurang memperhatikan konteks jawaban. Pakar juga memberi komentar kegiatan untuk mengembangkan karakter spiritual kurang variatif, beberapa indikator kurang pas maka instrumen penilaian menjadi kurang pas.
Komentar berupa saran tersebut serta revisinya dapat dijabarkan dalam tabel 4.1 di bawah ini:
Tabel 4.1. Komentar Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi
No Komentar Pakar Kurikulum 2013 Revisi Tujuan dan Pendekatan
1. Sumber belajar bagi siswa dan guru lebih cocok untuk panduan guru
Memperbaiki untuk panduan siswa 2. Gaya dan gerak jika subtema 1 kurang
sinkron dengan panduan pemerintah, sebaiknya direvisi pada subtema 3
Mengganti sesuai panduan pemerintah menjadi subtema 1: keanekaragaman energi, sebtema 2: energi bermanfaat dalam kehidupan, subtema 3: gaya dan gerak pada minggu ketiga.
Desain dan pengorganisasian 3. Bahasa tulis masih ada dibeberapa
tempat yang kurang jelas maksudnya
Memperbaiki penggunaan tanda baca yang sesuai dengan EYD dan kalimat agar lebih mudah dipahami
Isi 4. Keterpaduan antar mata/muatan
pelajaran beberapa nampak kurang mulus perpindahannya
Memperbaiki perpindahan antar mata/muatan pelajaran agar terangkai dengan baik dan perpindahannya datar/landai
5. Panduan skoring kurang memperhatikan konteks jawaban
Memperbaiki panduan skoring agar sesuai dengan jawaban
6. Kegiatan untuk mengembangkan karakter spiritual kurang variatif
Memperbaiki kegiatan yang berkaitan dengan karakter spiritual dan
membuat lebih variatif 7. Beberapa indikator kurang pas maka
instrumen penilaian menjadi kurang pas
Memperbaiki kalimat dalam indikator
4.3.2 Data Hasil Validasi Guru SD Kelas IV yang Sudah Melaksanakan
Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk
Produk bahan ajar divalidasi oleh dua guru SD kelas IV. SD yang digunakan adalah SD yang sudah menerapkan kurikulum SD 2013 yaitu SD 1 Bantul. Validasi dilakukan sebanyak satu kali. Validasi dengan guru yang pertama dilakukan pada tanggal 17 Maret 2014, sedangkan dengan guru yang kedua
dilakukan pada tanggal 26 Maret 2014. Aspek yang dinilai dari bahan ajar adalah (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan pengorganisasian, (3) isi, (4) topik dan (5) metodologi.
Berdasarkan hasil validasi oleh guru pertama, kualitas bahan ajar yang dinilai dari ke 5 aspek tersebut memperoleh skor rata-rata 3,89 dengan kategori
“baik”. Bahan ajar dinyatakan layak untuk digunakan uji coba lapangan dengan
revisi sesuai saran. Beberapa komentar yang dituliskan terhadap keenam aspek tersebut berisi masukan untuk perbaikan pada satu aspek yaitu desain dan pengorganisasian. Komentar yang dituliskan guru adalah tambahlah gambar yang lebih banyak setiap kegiatan, sehingga siswa lebih mudah untuk mengamati, mencoba, menalar dan mengkomunikasikannya.
Berdasarkan hasil validasi oleh guru kedua, kualitas bahan ajar yang dinilai
dari ke 5 aspek tersebut memperoleh skor rata-rata 4,62 dengan kategori “sangat
baik”. Bahan ajar dinyatakan layak untuk digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Beberapa komentar yang dituliskan terhadap keenam aspek tersebut berisi masukan untuk perbaikan pada satu aspek yaitu desain dan pengorganisasian. Komentar yang dituliskan guru adalah pengetikan perlu memperhatikan EYD. Guru juga menuliskan kata-kata yang salah dan perbaikannya.
Komentar berupa saran dari kedua guru bahasa Indonesia tersebut serta revisinya dapat dijabarkan dalam tabel 4.2 di bawah ini:
Tabel 4.2. Komentar Guru SD Kelas IV dan Revisi
No Komentar Guru SD Kelas IV Revisi
Desain dan pengorganisasian 1. Tambahlah gambar yang lebih
banyak setiap kegiatan, sehingga
Menambahkan gambar yang lebih banyak setiap kegiatan
siswa lebih mudah untuk mengamati, mencoba, menalar dan
mengkomunikasikannya
2. Pengetikan perlu memperhatikan EYD
Memperbaiki penulisan agar sesuai dengan EYD
4.3.3 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk
Produk yang telah divalidasi oleh pakar kurikulum SD 2013, dua orang guru kelas IV SD Indonesia dan telah dilakukan revisi selanjutnya diujicobakan di lapangan/ validasi lapangan. Tujuan uji coba lapangan ini adalah untuk mengetahui pendapat siswa terkait dengan kualitas bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema gaya dan gerak untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Validasi uji coba lapangan ini dilakukan sendiri oleh peneliti di SD BOPKRI Demangan III. Kegiatan validasi lapangan ini dilakukan secara mandiri oleh peneliti dengan mengajar 10 siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III sebagai subjek uji coba. Kegiatan validasi ini dilakukan pada tanggal 14-15 April 2014 karena keterbatasan waktu dan sekolah ada libur Paskah, sehingga kami hanya dapat melakukan selama 2 hari. Kegiatan uji coba setiap harinya dilaksanakan selama 8jp dari pukul 07.00 sampai 12.15 WIB.
Dalam validasi lapangan ini peneliti menyampaikan materi ajar tanpa bantuan dari guru. Siswa menerima bahan ajar yang telah dipersiapkan oleh peneliti. Dalam melakukan uji coba tidak semua kegiatan dalam bahan ajar dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu yang digunakan untuk uji coba. Penyampaian materi juga dipersingkat, dan kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan inti yang mampu mewakili ketercapaian tujuan pembelajaran. Berikut akan dijelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di setiap pertemuan. Sebelum dilakukan uji coba lapangan, peneliti memilih 10 peserta didik untuk dijadikan
responden. Peneliti memberitahukan alat dan bahan yang harus dibawa untuk hari Senin dan Selasa.
Pertemuan pertama, dilakukan pada hari Senin, 14 April 2014. Dalam pertemuan pertama membahas pembelajaran 1 sampai dengan 3. Pembelajaran 1
diawali dengan kegiatan motivasi bernyanyi “naik delman”, selanjutnya tanya
jawab dari lagu tersebut. Selanjutnya peserta didik mengamati cerita yang ada pada bahan ajar mengenai gaya, dan dilanjutkan tanya jawab. Peserta didik dibagi dalam 3 kelompok untuk berdiskusi tentang tarian daerah, dan siswa melanjutkan kegiatan melakukan percobaan menunjukkan pengaruh gaya terhadap benda. Selanjutnya diskusi dan menceritakan hasil pengamatan. Setelah istirahat, dilanjutkan pembelajaran 2 untuk mencari pengaruh gaya dapat membuat benda bergerak, menghitung penaksiran dan menyampaikan pengamatan. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan bahan ajar. Pembelajaran 3, diawali dengan bernyanyi kemudian siswa melakukan kegiatan untuk membuktikan bahwa gaya dapat mengubah bentuk benda, melakukan penaksiran dan menjelaskan keunikan gerak
tari. Setiap diakhir pembelajaran, siswa mengerjakan ayo berlatih pada buku
masing-masing.
Pertemuan ke-2 membahas pembelajaran 4-6. Pembelajaran 4, peserta didik mempelajari tetang pengaruh kondisi geografis terhadap masyarakat, menghitung penaksiran dan menjelaskan hak dan kewajiban anak di rumah. Pembelajaran 5, siswa bermain gobak sodor di halaman, kemudian dilanjutkan tanya jawab tentang kegiatan ekonomi dan sumber daya alam yang dimanfaatkan. Pembelajaran 6, siswa membuat mainan parasut untuk membuktikan adanya gaya
dan menggunakan tali sebagai tenaga penggerak. Diakhir pembelajaran 6, siswa mengerjakan evaluasi akhir subtema pada kertas.
Pada akhir kegiatan pembelajaran, peneliti mendistribusikan kuisioner kepada siswa untuk mengetahui kualitas produk bahan ajar yang dibuat oleh peneliti. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah diisi oleh 10 siswa, produk
pengembangan mendapatkan skor 4,52 dengan kategori “sangat baik”. Produk
yang telah divalidasi oleh siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III kemudian direvisi sesuai dengan komentar dan saran. Komentar dan saran dari siswa kelas IV SD BOPKRI Demangan III serta revisinya dijabarkan dalam tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3. Komentar Siswa Kelas IV SD BOPKRI Demangan III dan Revisi
No. Komentar Siswa Kelas IV SD BOPKRI
Demangan III Revisi
1. Bahan ajar telah menggunakan bahasa yang
mudah dipahami
Tidak ada revisi
2. Gambar ditambah lagi yang banyak Menambah gambar
3. Siswa dapat menikmati jalannya proses
pembelajaran menggunakan bahan ajar karena dirasa lebih asik
Tidak ada revisi
4. Beberapa penulisan dalam bahan ajar ada
yang salah
Memperbaiki penulisan
Setelah dilakukan validasi lapangan, tidak banyak revisi yang dilakukan, sebagian besar terdapat pada tampilan seperti gambar dan tulisan. Sementara pada segi isi tidak ada revisi yang dilakukan karena secara umum produk yang dikembangkan sudah baik. Hanya beberapa kesalahan tulisan dan perubahan dalam hal tampilan saja yang diperbaiki peneliti.