TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Daerah Aliran Sungai
2.4 Sistem Informasi Geografis (SIG)
2.5.3 Data untuk Input ArcSWAT 2012
Dalam membuat suatu proyek SWAT dibutuhkan data – data yang sesuai dengan proyek yang akan dijalankan, seperti contoh untuk membuat suatu proyek pemodelan laju erosi dan sedimentasi dibutuhkan data diantaranya, curah hujan harian, tata guna lahan, jenis tanah, topografi, dan lain sebagainya.
2.5.3.1 ArcSWAT Spasial Data
ArcSWAT Spasial Data adalah keperluan informasi utama dalam pemodelan SWAT yang diterjemahkan dalam bentuk data spasial. Data spasial adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya (Nuarsa IW,2005). Berikut data spasial yang dibutuhkan untuk menunjang pemodelan ArcSWAT.
1. Digital Elevation Model (DEM): ESRI GRID Format
Digital Elevation Model (DEM) digunakan untuk memberikan informasi nilai elevasi suatu lokasi proyek. Data DEM yang digunakan berbentuk format raster yang berisikan GRID dengan satuan resolusi yang tidak harus sama dengan satuan elevasi, penggunaan satuan disesuaikan kebutuhan pada pemodelan SWAT, namun untuk mempermudah pembacaan hasil pemodelan biasanya digunakan satuan yang sama, yaitu meter.
Dalam penentuan GRID dan elevasi diharuskan memilih satuan. Berikut informasi satuan yang ada pada GRID dan elevasi, diantaranya:
a. Satuan GRID : meter, kilometer, feet, yards, miles, dan derajat desimal.
b. Satuan Elevasi : meter, sentimeter, yards, feet, dan inchi.
c. Land Cover/Land Use: ESRI GRID, Shapefile, or Feature Class Format 2. Land Cover/Land Use: ESRI GRID, Shapefile, or Feature Class Format
Land Cover/Land Use ialah informasi peta penutupan/penggunaan lahan yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis penutupan/penggunaan lahan ke dalam pemodelan SWAT. Pengguna disediakan tiga pilihan untuk membantu kategori pengklasifikasian. Diantaranya: a. Land cover/land use lookup table yang sudah sediakan pada file SWAT2012.gdb oleh ArcSWAT yang berisi USGS LULC (Land Use/Land Cover U.S Geological Survey) dan USGS NLCD (National Land Cover Databes U.S Geological Survey).
b. 4-letter SWAT land cover/plant code untuk setiap kategori pada saat memasukkan peta penutupan/peggunaan lahan pada yang secara otomatis dimuat.
c. Create a user look up table ialah modifikasi pada 4-letter SWAT code dengan membuat klasifikasi/kategori sesuai keinginan pengguna, biasanya hal ini dilakukan ketika lokasi proyek tidak masuk dalam USGS LULC ataupun USGS NLCD. Untuk membuat user look up table akan dijelaskan pada sub bab ArcSWAT Table dan Text File
3. Soil: ESRI GRID, Shapefile, or Feature Class Format
Soil Map atau peta tanah dibutuhkan untuk pengklasifikasian informasi jenis tanah pada lokasi proyek, selain itu peta tanah dibutuhkan agar dapat menghubungkan database tanah
pada SWAT2012.mdb. Terdapat pilihan yang disediakan untuk menghubungkan peta tanah observasi dengan database tanah, diantaranya:
a. STATSGO polygon (MUID) number adalah kumpulan data asosiasi tanah berbasis peta yang di kembangkan oleh National Cooperative Soil Survey (NCSS). Terdiri dari luas ketersediaan area tanah dan non tanah yang polanya terjadi berulang – ulang.
b. User Soil database dipilih ketika pengguna ingin memasukkan data tanah yang dimana tidak terdapat jenis tanahnya pada (NCSS), User soil database membutuhkan import data untuk menyelaraskan peta jenis tanah yang di masukkan pada ArcMap dengan SWAT2012.mdb.
4. Streams: Shapefile or Feature Class Format
Streams (aliran) dalam bentuk shapefile (.shp) yang sudah didelinasi sesuai dengan peta daerah aliran sungai (DAS) dapat dilapiskan pada data DEM. File tersebut membantu pembentukan aliran sungai pada titik – titik tertentu pada data DEM yang kurang akurat, oleh sebab itu Streams shapefile (.shp) di masukkan dalam kategori opsional.
2.5.3.2 ArcSWAT Table dan Text File
Tabel ArcSWAT dan text file (dalam bentuk .txt) membantu pengguna untuk
mempermudah dalam memasukkan databasemyang sudah dituliskan pada file
SWAT2012.mdb ke dalam model ArcSWAT. Berikut beberapa komponen pada SWAT2012.mdb yang dapat menggunakan tabel ArcSWAT dan text file (.txt), diantaranya: 1. Land Use Look Up Table (dBase or ASCII)
Tabel ini duganakan untuk mengklasfikasikan kode penutupan lahan (land cover), baik itu vegetasi maupun pemukiman (urban). Kode tersebut yang nantinya digunakan untuk dimasukkan pada menu HRU Analysis (Land Use Data) dalam pemodelan arcSWAT. Gambar berikut merupakan contoh text file pada Land Use Look Up Table.
Gambar 2.28 Text file (.txt) Tata Guna Lahan
Keterangan :
Value : penomoran kategori pada peta
Landuse : kode untuk penamaan jenis penutupan lahan. (maksimal 4 karakter)
2. Soil Look Up Table (dBase or ASCII)
Tabel ini berfungsi untuk mengklasifikasikan jenis tanah. Soil Look Up Table biasa digunakan untuk mempermudah pengguna dalam memberikan kategori secara otomatis pada menu HRU Analysis ( Soil Data) dalam pemodelan arcSWAT. Gambar berikut merupakan contoh text file pada Soil Look Up Table.
Gambar 2.29 Text file (.txt) Jenis Tanah
Sumber : ArcSWAT, 2018 Keterangan :
Value : penomoran kategori pada peta
Name/SNAM : kode untuk penamaan jenis tanah. (maksimal 30 karakter) 3. Precipitation Gage Location Table (ACII Only)
Ketika mengukur atau mencatat datamcurah hujan, dibutuhkan Precipitation Gage
Location (tabel informasi lokasi stasiun hujan) untuk menjelaskan lokasi terjadinya hujan. Text file (.txt) membantu pengguna untuk memberi informasi komunal lokasi stasiun hujan yang digunakan. Gambar berikut menjelaskan format dan keterangan untuk membuat text file (.txt).
Gambar 2.30 Text file (.txt) Lokasi Stasiun Hujan
Sumber : ArcSWAT, 2018 Keterangan :
ID : Identifikasi nomor stasiun
NAME : Nama stasiun hujan. (maksimal 8 karakter)
LAT : Garis lintang dalam angka desimal
LONG : Garis bujur dalam angka desimal
ELEVATION : elevasi pada stasiun hujan (m) 4. Daily Precipitation Data Table (ASCII Only)
Daily Precipitation Data Table adalah data curah hujan harian dalam bentuk tabel untuk setiap stasiun hujan. Penggunaan tabel ini diharuskan memilih menu “rainfall” pada kotak dialog cuaca di dalam pemodelan SWAT. Nama yang tercantum pada tabel data curah hujan
harian diharuskan tercantumkan pada tabel lokasi stasiunLhujan. Gambar berikut
menjelaskan format dan keterangan untuk membuat text file (.txt) pada data curah hujan harian.
Gambar 2.31 Text file (.txt) Data Curah Hujan Harian
Sumber : ArcSWAT, 2018 Keterangan :
20110101 : Tanggal dimulainya data curah hujan harian
0.1 ; 3.6..dst : jumlah curah hujan harian