• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daya Tarik Solo Batik Carnival Melalui Analisis 4A

SOLO BATIK CARNIVAL SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA

H. Analisis SWOT dalam Solo Batik Carnival

I. Daya Tarik Solo Batik Carnival Melalui Analisis 4A

Pengembangkan daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempermudah pelaksanaan program yang telah direncanakan dan mencapai target yang telah ditentukan memperlukan suatu analisis yang tepat.

commit to user

Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode pengembangan objek wisata dengan analisis 4A ( Atraksi, Aksesbilitas, Amenitas, Aktifitas )

Adapun hasil dari analisis penulis selama penelitian dan pengamatan Solo Batik Carnival berdasarkan analisis 4A adalah sebagai berikut :

1. Atraksi

Atraksi merupakan daya tarik dari suatu objek wisata atau hasil kesenian suatu daerah yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut. Solo Batik Carnival memiliki daya tarik dalam bidang budaya karena dalam rangkaian acara Solo Batik Carnival menyajikan tarian-tarian dalam parade dari Center Point sampai Ngarsopuro yang mana peserta menggunakan kostum dan pernak pernik yang semuanya bernuansa batik ( Observasi, 23 Juni 2010 ). 2. Aksesbilitas

Aksesbilitas adalah unsur penting dalam menganalisis suatu objek atau daya tarik wisata agar objek atau daya tarik wisata tersebut dapat dijangkau dengan mudah oleh wisatawan baik dari sarana transportasi darat ataupun udara. Aksebilitas tidak hanya menyangkut kemudahan transportasi bagi wisatawan tetapi juga menyangkut tentang waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke objek atau daya tarik wisata.

Adapun penulis memberikan uraian-uraian mengenai segi aksesbilitas di Solo sebagai berikut :

a) Kondisi Jalan.

Kondisi jalan di sepanjang kota Solo ini sudah bagus dan sudah beraspal ( Observasi, 30 Januari 2011 )

commit to user b) Sarana Transportasi.

Untuk mencapai tempat pusat acara Solo Batik Carnival tepatnya di Center Point dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi umum.

(1) Dari Bandara

Kota Surakarta memiliki bandar udara internasional Adi Sumarmo yang melayani penerbangan nasional maupun internasional. Lokasi bandara Adi Sumarmo dengan pusat kota cukup jauh. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pusat kota ± 30 menit dengan jarak 15 km. Transportasi yang digunakan dengan taksi bandara Rp.50.000 atau wisatawan bisa melakukan pendaratan dan pemberangkatan dari bandara Adi Sucipta Jogja,karena antara Solo dan Jogja telah terhubung oleh moda transportasi kereta api komuter yaitu Prambanan Ekspres,Madiun Jaya dan Joglo Semar. ( Observasi,30 Januari 2011)

(2) Dari Stasiun

Ada banyak sarana transportasi yang siap mengantar wisatawan menuju Center Point yaitu Stasiun Puwosari yang jaraknya ke Center Point cukup dekat. Wisatwan tidak perlu menggunakan alat transportasi lainnya,karena cukup berjalan kaki sudah sampai ke Center Point. ( Observasi,30 Januari 2011)

(3) Dari Terminal

Menuju Center Point wisatwan yang menggunakan bus harus transit menggunkan bus kota ,taksi atau ojek jarak yang ditempuh juga tidak cukup jauh ± 10-15 menit. . ( Observasi,30 Januari 2011)

commit to user c) Papan Petunjuk.

Sarana pelengkap berupa papan penunjuk menuju Center Point maupun Ngarsopuro sudah ada dan terdapat di setiap titik jalan di Solo. Papan penunjuk terbuat dari pelat besi yang terpajang di pinggir jalan sehingga memudahkan bagi para wisatawan yang belum pernah berkunjung ke Solo. ( Observasi, 30 Januari 2011 )

3. Amenitas.

Amenitas adalah fasilitas pendukung demi kelancaran kegiatan pariwisata yang juga ditujukan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di Solo yang membantu kelancaran Solo Batik Carnival, antara lain :

a) Akomodasi

Letak Kota Solo sangatlah startegis sehingga banyak dijumpai hotel-hotel di kota ini, antara lain : Hotel Lor Inn ( Jl.Adi Sucipto No.47 ), Hotel Sahid Kusuma ( Jl.Sugiyopranoto No.20 ), Hotel Novotel ( Jl.Slamet Riyadi No.274 ), Hotel Agas (Jl.Muwardi No.44 ), Hotel Cakra ( Jl. Slamet Riyadi No.201 ), Hotel Solo Inn ( Jl. Slamet Riyadi No.365 ), Hotel Dana ( Jl. Slamet Riyadi No.287 ), Hotel Asia ( Jl.Monginsidi No.1 ). ( Observasi, 30 Januari 2011 )

b) Rumah Makan

Rumah makan atau warung yang ada di Solo yaitu Diamond Internasional Restaurant(Jl.Slamet Riyadi 394), Orient Internasional

commit to user

Resturat(Jl.Slamet Riyadi 397),Rumah makan Adem Anyem(Jl.Slamet Riyadi). ( Observasi, 30 Januari 2011 )

c) Tempat Ibadah

Tempat ibadah di Solo yaitu: Klenteng Tri Dharma Avakitesvara, Vihara Dharmma Sundara, GKJ Margoyudan SoloGereja Katolik St.Petrus, Masjid Agung Solo. ( Observasi, 30 Januari 2011 )

d) TIC

TIC (Tourism Information Center) Solo beralamat di Jl. Slamet Riyadi 275 Solo 57141, telepon +62 271 711435.

e) Jasa Komunikasi

Sistem komunikasi di kota Solo sangatlah memadai. Seperti jasa telepon, internet dan kantor pos.

f) Penerangan

Fasilitas penerangan dan jaringan listrik di kota Solo sudah ada dan sangat memadai.

g) Pos Keamanan

Pos keamanan di kota Solo sangat memadai. Di sepanjang jalan Slamet Riyadi terdapat pos-pos keamanan yang cukup lengkap.

4. Aktifitas

Aktifitas adalah segala sesuatu yang bisa dilakukan di tempat tujuan wisata. Kegiatan yang beraneka ragam bagi wisatawan dapat menyebabkan lama tinggal wisatawan lebih panjang yang dapat meningkatkan pengeluaran

commit to user

wisatawan. Adapun aktifitas yang bisa dilakukan selama pelaksanaan Solo Batik Carnival :

a) Wisatawan

Wisatawan yang ikut berpartisipasi dalam acara Solo Batik Carnival ini beraneka ragam dari kalangan TK hingga mahasiswa. Wisatawan bisa menyaksikan parade peserta Solo Batik Carnival sepanjang Center Point (Purwosari) hingga Ngarsopuro. Kebanyakan wisatawan sangat antusias dalam menyaksikan acara Solo Batik Carnival ini. ″ Saya sangat tertarik dengan acara ini karena dengan adanya Solo Batik Carnival ini kita secara langsung ikut serta menjaga dan melestarikan budaya bangsa yaitu batik dan kita bisa memperkenalkan batik kepada generasi muda bahkan ke seluruh dunia” ( Wawancara, Suharso 23 Juni 2010 )

b) Penduduk

Penduduk setempat merupakan salah satu faktor penting dalam industri pariwisata karena penduduk memiliki peran utama dalam melayani dan memperlakukan wisatawan selama berada di objek atau daya tarik wisata. Penduduk sekitar sangat menyambut baik dengan diadakannya Solo Batik Carnival ini selain berguna meningkatkan rasa cinta terhadap batik dan menambah wawasan dan bagi pengunjungnya, acara Solo Batik Carnival ini juga bermanfaat bagi masyarakat sendiri yaitu dapat meningkatkan pendapatan, dengan berjualan makanan dan minuman selama acara berlangsung ( Observasi, 23 Juni 2010 )

commit to user BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Kota Solo merupakan suatu kawasan yang memiliki potensi wisata budayanya salah satu budayanya adalah batik. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Solo hanya ingin tahu tentang batik. Kawasan Solo banyak sekali daerah-derah penghasil batik seperti : Kampung batik Kauman , Kampung batik Laweyan dan Pasar Klewer. Selain daerah-daerah penghasil batik banyak juga outlet-outlet penjual batik dan grosiran batik seperti di PGS , itu menjadi daya tarik tersendiri kota Solo yang sering dijuluki sebagai kota budaya dan kota batik. Pemkot Solo, Solo Center Point dan dibantu oleh Mataya art and heritage juga masyarakat kota Solo mengadakan suatau event tahunan yang berhubungan dengan batik Solo Batik Carnival agar budaya kita tidak pudar.

Solo Batik Carnival diadakan pertama kali pada tahun 2008 tepatnya tanggal 12-13 April 2008 dengan wayang. Respon masyarakat Solo terhadap event tersebut sangat bagus,maka Solo Batik Carnival 2 pun diadakan lagi pada tanggal 28 Juni 2009 dengan tema topeng sedangkan Solo Batik Carnival 3 diadakan pada tanggal 23 Juni 2010 dengan tema sekar jagad.

Solo Batik Carnival 1,2 dan 3 hampir sama,hanya terletak dalam tema,jumlah perserta dan rute. Solo Batik Carnival yang pertama bertema wayang dengan jumlah peserta 158, Solo Batik Carnival 2 bertema topeng dengan jumlah peserta 240 sedangkan Solo Batik Carnival 3 bertema sekar jagad dengan jumlah peserta 361. Rute yang ditempuh pun berbeda Solo Batik Carnival 1 dan 2 Center

commit to user

Point sampai Balaikota sedangkan Solo Batik Carnival 3 Center Point sampai Balaikota.

Persiapan Solo Batik Carnival 1,2 dan 3 hampir sama,waktu yang dibutuhkan untuk persipan sarana dan prasarananya. Solo Batik Carnival 3 perencananya lebih matang jika dibandingkan dengan Solo Batik Carnival 1 dan Solo Batik Carnival 2.

Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaran Solo Batik Carnival 1,2 dan Solo Batik Carnival 3 hampir sama juga,yaitu pengaturan penononton. Antusias penonton karnaval tersebut sangat besar sehingga banyak warga yang ingin menyaksikan karnaval tersebut secara langsung. Sebaiknya panitia menyediakan tribun-tribun untuk penonton dan para jurnalis agar tidak menggangu jalannya karnaval tersebut.

Semua kesimpulan di atas diharapakan Solo Batik Carnival ini dapat menjadi sebuah event budaya untuk kota Solo yang menjadikan kota Solo bisa bersaing di dalam maupun di luar negeri.

commit to user B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas,penulis memberikan saran sebagai masukkan bagi pihak terkait event Solo Batik Carnival sebagai berikut:

1. Memberikan promosi yang maksimal melalui siaran di radio, membuat brosur tentang event tersebut ,di jalan-jalan utama kota Solo dibuat balliho dan mengiklankan lewat televisi.

2. Penambahan fasilitas-fasiltas bagi para peserta pada persiapan Event Solo Batik Carnival seperti,toilet yang memadai. Agar para peserta bisa nyaman.

3. Penyedian tempat bagi para jurnalis dengan membuatkan tribun-tribun agar para jurnalis mudah untuk mengambil gambar sehingga tidak menganggu jalannya karnaval.

4. Panitia Solo Batik Carnival 3 agar lebih meningkatkan kerjasamanya dengan pers,peserta,masyarakat serta wisatawan agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dari tahun-tahun kemarin.

5. Keamanan dan pengamanan para peserta dan penonton lebih diperhatikan lagi,agar karnaval bisa berjalan dengan lancar.

commit to user DAFTAR PUSTAKA

Afifuddin MM. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : CV Pustaka Setia Gamal Suwantoro .1997.Dasar-dasarPariwisata.Yogyakarta:Andi

Happy Marpaung.2000.Pengetahuan Kepariwisataan.Bandung:Altabeta

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT Rineka Cipta Nyoman S.Pendit.1986. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana.Jakarta.Pradya Paramita

Oka A.Yoeti.2001.Ilmu Pariwisata .Jakarta:Pertja

---.1967.Pengantar Ilmu Pariwisata.Jakarta.Pradya Paramita

R.M. Wiryo Suparto 1964.Teknik Membuat Batik Tradisional dan Modern. Yogyakarta.Departemen Perindustrian

Saifuddin Azwar, MA. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Titi S.Ratna.2010.Panduan Lengkap Keliling Jogja dan Solo: Atma Media Press www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010,jam 20.00 WIB

www.google/filosofibatik.com. Tanggal akses 20 November 2010 ,jam 20.00 WIB

www.wikipedia.com.Tanggal akses 21 Desember 2010 jam 23.00 WIB

Dokumen terkait